Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Motif Karang Jenis Acropora Subglabra pada Aplikasi Batik Berbasis Web Agita Fajar Prabowo; Purba Daru Kusuma; Anton Siswo Raharjo Ansori
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Batik merupakan salah satu budaya dari Indonesia yang harus dilestarikan agar tidak diambil alih oleh negara lain. Salah satu cara untuk mempertahankan batik tersebut adalah dengan mengembangkan beberapa motif untuk batik itu sendiri. Ada banyak pola yang bisa diterapkan sebagai motif batik, karena Indonesia memiliki beranekaragaman budaya. Ada berbagai macam jenis karang di Indonesia dan setiap karang memiliki bentuk dan warna khas masing-masing. Dengan uniknya bentuk dan warna karang tersebut maka tidak dapat dipungkiri bahwa karang merupakan hal yang dapat menjadi salah satu motif batik saat ini. Jenis karang yang akan difokuskan untuk menjadi sebuah motif batik baru pada tugas akhir ini adalah jenis Acropora Subglabra. Pada tugas akhir ini dibuat sebuah aplikasi pengembangan motif batik berbasis web. dengan menggunakan metode l-system pada pembuatan aplikasi ini, maka mempermudah pembuatan beberapa motif batik baru. Tujuan dari tugas akhir ini adalah mengembangkan modul pembangkitan motif karang acropora subglabra pada aplikasi motif batik berbasis web. Hasil dari pembuatan tugas akhir ini adalah telah tercipta sebuah desain batik dengan karang acropora subglabra sebagai motif utama. Beberapa pengujian telah dilakukan sehingga dapat disimpulkan bahwa tugas akhir ini telah selesai seperti yang penulis harapkan. Dengan selesainya desain ini, maka telah tercipta sebuah desain batik yang memiliki bentuk karang sebagai motifnya Kata Kunci : L-system, Web-Based, Batik, Coral, WEB Application, Acropora Subglabra ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.5, No.1 Maret 2018 | Page 1055 Batik is one of the cultures of Indonesia that must be preserved so as not taken over by other countries. One way to keep the batik is to develop some motifs for the batik itself. There are many patterns that can be applied as batik motifs, because Indonesia has a diversity of cultures. There are various types of corals in Indonesia and each coral has its own distinctive shape and color. With the unique shape and color of the coral it can’t be rejected that the coral is a thing that can be one of the motives of batik currently In this final project is made an application development of web-based batik motif. by using l-system method in this application, it will make it easier some new batik motif. The purpose of this final task is to develop the module of coral reef generation acropora subglabra on the application of web-based batik motif. The result of this final project is creating a batik design with acropora subglabra coral as the main motif. Some tests have been done so that it can be concluded that this final project has been completed as the authors expect. With the completion of this design, it has created a batik design that has a coral shape as its motive. Keywords: L-system, Web-Based, Batik, Coral, WEB Application, Acropora Subglabra
Pengembangan Motif Karang Jenis Acropora Carduus pada Aplikasi Batik Berbasis Web Hafizh Septian Pristanto; Purba Daru Kusuma; Andrew Brian Osmond
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Batik adalah warisan budaya asli dari Indonesia. Batik memiliki bermacam jenis motif berdasarkan jenis pembuatanya, daerah, dan ukirannya. Motif batik pada umumnya berasal dari gambaran dari alam sekitar. Saat ini motif batik jenis karang masih jarang ditemui, Oleh karna itu pembuatan batik motif karang adalah salah satu cara menjaga dan melestarikan budaya batik dengan mengeksplor motif baru yaitu motif jenis karang. Pada penelitian ini, telah dibuat desain batik menggunakan motif karang jenis Acropora Carduus berbasis web. Pada pembuatannya terdapat beberapa operasi matematika dan setiap operasi memiliki fungsinya sendiri. Setiap operasi memiliki variable yang memiliki peranannya masing-masing dalam membangun desain motif batik, selain itu L-Systems juga digunakan sebagai metode pengembangan desain motif batik ini. Keyword: Komputer Grafis, L-System, Batik, motif , karang Abstract Batik is the indigenous cultural heritage of Indonesia. Batik has various types of motifs based on the type of manufacture, area, and carving. Batik motif generally idea come from natural surroundings in Indonesia. Nowadays coral type batik motif is still rarely found, therefore create batik motif of coral is one way to preserve and preserve batik culture by exploring new batik motif. In this research, batik designs have been made Acropora Carduus coral type in web based. In this design, there are use several mathematical operations and each operation has its own function. Each operation has a variable that has its own role in design batik motif, in addition L-Systems is also used as a method of design development of this batik motif. Keyword: Computer Graphic, L-System, Batik, Patern, Coral
Pengembangan Motif Jenis Karang Acropora Echinata pada Aplikasi Batik Berbasis Web Naufira Septriyanti; Khairunnisa Br Ginting; Purba Daru Kusuma; Andrew Brian Osmond
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstraksiSalah satu warisan budaya yang dimiliki oleh indonesia adalah batik. Dimana kita harus melestarikan dan dibudidayakan dengan cara mengembangkan pola pola baru agar batik berkembang disetiap generasi selanjutnya. Dan salah satu pola yang akan digunakan adalah terumbu karang. Selain batik ciri khas indonesia, terumbu karang pun adalah salah satu keindahan alam yang ada di indonesia. Pada penelitian ini, akan dirancang suatu model untuk aplikasi pengembangan motif batik berbasis web dengan menggunakan metode L-Systems dalam pembuatan aplikasi tersebut. Tujuan dari pnelitian ini adalah membuat motif karang berdasarkan karang jenis karang Acropora Echinata. Desain batik dibuat dengan kumpulan-kumpulan operasi matematika yang dibuat dalam bahasa pemogaramn PHP dimana hasilnya desain bisa dilihat dari browser web.Pada pembuatan motif karang terdapat beberapa operasi matematika dan setiap operasi memiliki fungsinya sendiri. Setiap operasi memiliki variable yang memiliki peranannya masing-masing dalam membangun desain motif batik, selain itu L-Systems juga digunakan sebagai metode pengembangan desain motif batik ini. Hasil dari pengujian melalui survei pun menunjukan bahwa 83% menyatakan sudah bagus dalam mengembangkan desain batik dan 17% menyatakan cukup bagus dan perlu dikembangkan lagi dalam desain batik. 
Analisis Dan Implementasi Aplikasi Filter Citra Berbasis Android Dengan Filter Retro Vintage Dimas Anjar Saputro; Purba Daru Kusuma; Asep Mulyana
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Android merupakan alternatif sistem operasi smartphone yang sangat berguna dalam memfasilitasi berbagai kegiatan, salah satunya di bidang fotografi. Terutama jika didukung aplikasi pengolahan citra untuk memberikan efek dengan nuansa yang unik. Salah satu efek yang dapat digunakan adalah efek retro dan vintage. Namun, dalam mengkonversi gambar normal ke filter tersebut masih belum ada pendekatan yang efisien untuk orang awam dan pola baku secara eksak. Maka dibuatlah sebuah efek image filtering retro-vintage yang digunakan untuk smartphone berbasis Android, serta dilakukan eksperimen korelasi Antara perubahan RGB dari gambar orisinil kedalam filter retro-vintage dengan cara merubah parameter salah satu warna dasar terhadap warna dasar lain. Gambar hasil pada filter retro menghasilkan keluaran dengan tingkat warna dominan hangat serta selisih kombinasi RGB yang signifikan, sedangkan pada filter vintage dihasilkan keluaran dengan tingkat warna dominan dingin serta selisih kombinasi RGB yang berdekatan. Pada implementasinya, aplikasi ini dapat menjalankan semua fungsi dan fitur sesuai dengan yang diharapkan, serta membantu user untuk mendapat gambar dengan efek retro-vintage yang baik. Kata Kunci : Mobile Application, Android, Fotografi, Image filter, RGB, retro-vintage
Pengembangan Motif Karang Jenis Leptoseris Papyracea pada Aplikasi Batik Berbasis Web Hafidz Kahamdany; Purba Daru Kusuma; Andrew Brian Osmond
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Batik merupakan warisan budaya bangsa Indonesia yang hingga saat ini masih dapat dinikmati baik menjadi keperluan industri sebagai penyedia bahan pakaian maupun suatu kerajinan seni yang bernilai tinggi. Dengan keunikan dan jenis motif batik yang bervariatif menambah keindahan dan nilai seni dari sebuah kain batik. Tentunya pemanfaatan berbagai pola bentuk yang ditemui dapat menambah keunikan dari batik tersebut. Sebagai salah satu contohnya memanfaatkan keanekaragaman hayati yang ada di Indonesia seperti biota laut khususnya pada terumbu karang. Hasil tugas akhir ini, telah mengembangkan pola bentuk karang jenis Leptoseris Papyracea ke dalam motif batik yang dibantu prosesnya oleh metode pemodelan L-System. Dan hasil dari pengembangan motif batik tersebut telah diimplementasikan ke dalam sebuah gambar berformat .jpg (JPEG) didalam sebuah web browser. Kata Kunci: Batik, karang, web, L-System, Leptoseris Papyracea, web browser, JPEG. Abstract Batik is a cultural heritage of Indonesia, which until now still can be enjoyed well into industrial use as a provider of clothing as well as a high-value art craft. With the unique and varied types of batik motifs add to the beauty and artistic value of a batik cloth. Of course, the use of various forms encountered patterns can add to the uniqueness of batik. As one example, utilizing the existing biodiversity in Indonesia such as marine life, especially corals. The result of this final project has developed the pattern of coral type Leptoseris Papyracea into batik motif which is assisted by L-System modeling method. And the result of the development of batik motif has been implemented into a picture format .jpg (JPEG) in a web browser. Keywordsi: Batik, coral, web, L-System, Leptoseris Papyracea, web browser, JPEG.
Pemodelan dan Simulasi Penyebaran Penyakit Flu Burung di Suatu Kecamatan Wilayah Kabupaten Bandung dengan Cellular Automata Nadhifah Nadhifah; Budhi Irawan; Purba Daru Kusuma
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Flu burung merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus H5N1. Kasus flu burung pertama kali dilaporkan di indonesia pada tahun 2003. Kala itu, flu burung endemik di populasi ayam di beberapa daerah di Indonesia. Jutaan unggas mati karena penyakit ini. Penyebab flu burung disuatu wilayah sangat beragam contohnya seperti, daya tahan tubuh unggas yang lemah, kebersihan lingkungan, dan control biosekuriti yang belum benar. Pada tugas akhir ini dilakukan pemodelan dan simulasi penyebaran penyakit flu burung di suatu wilayah yang bertujuan merancang model yang cocok dengan penyebaran penyakit flu burung menggunakan Cellular Automata untuk melakukan visualisasi berdasarkan pemodelan yang telah dilakukan. Kemudian, mencari nilai Infection Rate yang merupakan presentase tingkat infeksi di daerah yang disimulasikan menggunakan pengujian batas. Metode yang digunakan dalam tugas Akhir ini adalah Metode Cellular Automata yang merupakan model diskrit kemudian, untuk menunjang metode cellular automata dilakukan pula perancangan model matematika yang berfokus pada faktor-faktor penyebab flu burung didaerah yang disimulasikan, kemudian membandingkan dua simulasi untuk melihat tingkat kesalahan, selisih infection rate kedua simulasi. Kata kunci: Cellular Automata, Infection Rate, Avian Influenza, Penyebaran penyakit, Threshold Abstract Avian Influenza is a disease that caused by H5N1 virus. Avian Influenza’s case is first reported in Indonesia in 2003. At that time, Avian Influenza was endemic among poultry in some areas in Indonesia. Millions of poultry died because of this disease. The factors of AI disease are vary such as poor poultry’s metabolism, environment, and bad biosecurity control This final project is modelling and simulating spread of AI disease in an area that has the goal to design the right model that fits in to the spread of Avian Influenza disease using Cellular Automata to visualize based on the model that has been designed. Then, find the Infection Rate which is the percentage of infection in the simulated area using Threshold testing. The method that used in this final project is Cellular Automata which is a discrete model, to support the CA method, the mathematical model is designed. The mathematical model is focusing on factors that cause AI disease in the simulated area. Then, comparing between two simulation to see the error rate, the difference of the Infection Rate of two simulation Keywords: Cellular Automata, Infection Rate, Avian Influenza, Spread of Disease, Threshold.
Pertunjukan Marionette Manusia dengan Metode Multiple Retargeting Fiqri Ramadhan; Purba Daru Kusuma; Anton Siswo Raharjo Ansori
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Puppetry adalah bentuk teater atau pertunjukan yang melibatkan manipulasi wayang benda mati, yang seringkali menyerupai beberapa jenis figur manusia atau binatang, yang digerakkan atau dimanipulasi oleh manusia yang disebut dalang. Pertunjukan seperti itu juga dikenal sebagai wayang golek. Dalam praktiknya, bentuk teater yang dilakukan selalu menggunakan alat yang tradisional berupa boneka yang digerakan menggunakan tangan atau tali. Penelitian ini dilakukan agar pertunjukan teater marionette yang dilakukan secara sederhana dapat dinikmati secara digital dan dapat berguna sebagai media hiburan serta pembelajaran untuk semua kalangan. Dengan menggunakan metode multiple retargeting, pertunjukan akan menampilkan beberapa boneka yang akan mengikuti gerakan dari dalang secara alami, namun mereka akan mengikutinya dengan gerakan alami pada boneka yang memiliki keterbatasan karena marionette dan manusia berbeda. Presentasi keakurasian pada perancangan umum sistem dan pada pengujian berbeda karena beberapa faktor, salah satunya adalah kalibrasi alat pada saat program dijalankan, pada pengujian didapatkan pada peraga pertama 75.75 % dan pada peraga kedua 59.24 %. Kata Kunci : puppet show, puppetry, marionette, multiple retargeting Abstract Puppetry is a form of theater or show that involves the manipulation of the shadow puppet, which often resembles some kind of human or animal figure, which is manipulated or manipulated by a man called puppeteer. Such performances are also known as wayang golek. In practice, the form of the theater is always using a traditional tool in the form of dolls that are moved by hand or rope. This research is conducted so that the performance of marionette theater can be enjoyed in a digital way and can be useful as entertainment media and learning for all circles. Using multiple retargeting methods, the show will feature some puppets that will follow the movements of the puppeteers naturally, but they will follow in the natural movement of dolls that have limitations because marionettes and humans are different. Presentation of accuracy in general system design and testing is different due to several factors, one of which is the tool calibration at the time the program is run, the test is obtained in the first 75.75% and the second is 59.24%. Keywords: puppet show, puppetry, marionette, multiple retargeting
Prediksi Nilai Jual Objek Pajak (njop) Gedebage Menggunakan Metode Backpropagation Mohammad Ibrahim Al Mahi; Purba Daru Kusuma; Casi Setianingsih
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Ujaran kebencian adalah tindakan komunikasi yang dilakukan oleh suatu individu atau kelompok dalam bentuk provokasi, hasutan, ataupun hinaan kepada individu atau kelompok yang lain dalam hal berbagai aspek seperti ras warna kulit, gender, cacat, orientasi seksual, kewarganegaraan, agama dan lain - lain. Etika dalam ber-internet perlu ditegaskan mengingat internet merupakan hal yang dianggap kebutuhan pentingmbagi masyarakat jaman sekarang. Tetapi, semakin banyak pihak yang menyalah gunakan internet untuk menyebarluaskan hal-hal yang berkaitan dengan ujaran kebencian, seperti suku bangsa,agama dan ras. karena penyebaran berita yang bersifat ujaran kebencian di internet, menjadi hal yang patut diperhatikan. Pengembangan sistem untuk mendeteksi ujaran kebencian melalui gambar memang cukup jarang untuk untuk saat ini. Maka dari itu penelitian ini diklasifikasikan untuk mendeteksi adakah unsur ujaran kebencian pada gambar yang nantinya dipilih. Dalam Tugas Akhir ini, Penulis berharap bisa membuat bagaimana cara mengklasifikasi unsur ujaran kebencian pada sebuah gambar yang dilakukan oleh komputer, yang nantinya komputer bisa mengenali adakah ujaran kebencian pada gambar melalui teks yang ada. Dengan menggunakan Latent Semantic Analysis (LSA) dan perhitungan matrix Singular Value Decomposition (SVD). Setelah pembuatan aplikasi ini, diharapkan Komputer dapat mengetahui dan bisa mengklasifikasi adakah ujaran kebencian dengan mendeteksi gambar tersebut. Kata Kunci: Prediksi, NJOP, Artificial Neural Network (ANN), Backpropagation Abstract Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) has an important role to apply the basic tax in Bandung. Therefire the Government of Bandung through Dinas Pelayanan Pajak (Disyanjak) set the value of NJOP for every 4 years. However, in the process of establishing NJOP there many obstacles that make the process costly with unsatisfactory results. Therefore, it needs a solution to be able to minimize the cost budget so can get satisfactory result. One way to predict NJOP with Artificial Neurol Network (ANN) Backpropagation method. Backpropagation is a neural network with many layers that are often used to predict something. The advantages of this method are able to formulate of forecasters, as well as very flexible in the change of approximate rules. The training data used for this research is NJOP data in 2008, 2009, 2013 and 2015. While the testing data that will be used is NJOP data of 2017. And for prediction process will be run to predict NJOP in 2018. From the test results can be concluded that the accuracy of test data is 78.4%. With the combination of hidden layer parameter = 30, learning rate = 0.2 with target epox maximum termination of 80000. Keywords: Predict, NJOP, Artificial Neural Network (ANN), Backpropagation
Simulasi Penyebaran Banjir Menggunakan Cellular Automata Zurratul Ikhsan; Budhi Irawan; Purba Daru Kusuma
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Indonesia merupakan negara yang sering mengalami bencana alam, seperti gempa bumi, banjir, tanah longsor, kekeringan, gunung meletus dan lain-lain. Bencana banjir yang belakangan ini sering terjadi di Bandung, tepatnya terletak di daerah Pagarsih. Dampak yang ditimbulkan dari bencana banjir sangat beragam, mulai dari kerugian material, kerusakan lingkungan, bahkan korban jiwa. Penelitian ini berfokus pada bencana banjir yang sering terjadi di Indonesia khususnya pada musim hujan, yaitu dengan meneliti simulasi penyebaran banjir dengan metode Cellular Automata yang merupakan pemodelan sistematis dari sistem fisik dimana ruang dan waktu sistem yang digunakan sebagai diskrit dan jumlah kisi terdiri dari satu set nilai diskrit yang terbatas. Selain menggunakan metode tersebut dibutuhkannya parameter-parameter untuk mendukung penelitian ini seperti curah hujan, lahan, daya serap dan debit air. Berdasarkan hasil pengujian telah dilakukan pembuatan simulasi penyebaran banjir menggunakan Cellular Automata yang dapat memprediksi rasio kemungkinan rumah yang terkena banjir dan pola penyebarannya, sehingga Threshold yang paling mendekati pada rasio keadaan nyata adalah Threshold 0.4 dengan nilai rasio simulasi 19.5%, dimana mendekati nilai rasio keadaan nyata 19% yang memiliki selisih 0.5% dan model simulasi yang dibuat valid dengan tingkat kesalahan 0.0263%. Kata kunci : Simulasi, Banjir, Automata Seluler Abstract Indonesia is a country that often experienced natural disasters, such as earthquakes, floods, landslides, droughts, volcanoes erupt and others. The recent floods that often occur in Bandung, precisely located in the area Pagarsih. The impact of the flood disaster is very diverse, ranging from material losses, environmental damage, and even casualties. This study focuses on the flood disasters that often occur in Indonesia especially in the rainy season, namely by examining the simulation of the spread of flood by Cellular Automata method which is a systematic modeling of the physical system where space and time system used as discrete and the number of lattice consists of a set of values discrete is limited. Besides using the method, it is needed parameters to support this research such as rainfall, land, absorption and water discharge. Based on the results of the test has been done making the simulation of the spread of flooding using Cellular Automata which can predict the ratio of the possibility of homes affected by floods and distribution patterns, so that the Threshold closest to the real state ratio is Threshold 0.4 with 19.5% simulation ratio value, which approaches the real state ratio 19% had 0.5% difference and simulated model made valid with error rate of 0.0263%.. Keywords : Simulation, Flood, Cellular Automata
Pemodelan Dan Simulasi Penyebaran Penyakit Tuberkulosis Berbasis Sistem Agen Gema Wahyu Saputra; Budhi Irawan; Purba Daru Kusuma
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Indonesia sebagai salah satu negara yang masuk dalam kategori negara beban tinggi terhadap Tuberkulosis, berada pada peringkat kelima setelah India, Cina, Afrika Selatan, dan Nigeria. Berbagai faktor mempengaruhi penyebaran penyakit ini diantaranya adalah kontak dengan orang yang terinfeksi, jarak antar orang sehat dan orang yang terinfeksi, faktor lingkungan, suhu ruangan, serta daya tahan tubuh manusia itu sendiri. Pemodelan dan simulasi penyebaran penyakit dengan menggunakan Agent Besed Model (ABM) adalah salah satu cara agar dapat mengetahui bagaimana penyakit tuberkulosis menyebar melalui orang yang terinfeksi penyakit kepada orang lain. Simulasikan perkembangan penyakit Tuberkulosis ini dekembangkan melalui beberapa faktor yaitu lingkungan, manusia sehat dan manusia yang terinfeksi. Penelitian ini diimplementasikan menggunakan framework NetLogo. Kata kunci : Sistem Agen, NetLogo, Simulasi. Abstract Indonesia as one of the countries that fall into the category of high-load countries against Tuberculosis, is ranked fifth after India, China, South Africa, and Nigeria. Various factors affect the spread of this disease include contact with infected people, the distance between healthy people and people who are infected, environmental factors, room temperature, and human immune itself. Modeling and simulating the spread of disease using Agent Besed Model (ABM) is one way to know how tuberculosis disease spreads through people infected with diseases to others. Simulate the development of Tuberculosis disease is developed through several factors namely the environment, healthy humans and humans are infected. This research is implemented using NetLogo framework. Keywords : Agent System, NetLogo, Simulation.
Co-Authors Abdi Hazman Abdillah, Kemas Muhammad Rizky Abdul Rohim Achmad Rizal Aditya Enggar Adrian Sabagus Tanazri Afifah Shalihah Agita Chrisna Agita Fajar Prabowo Ahmad Fauzan Fauti Albert Kurniawan, Albert Alfiansyah, Alvan Anas Satria Anas Satria Andrew Brian Osmond Andri Liem Anggraini, Ratika Dwi ANGGUNMEKA LUHUR PRASASTI Anton Siswo Raharjo Anton Siswo Raharjo Ansori Anton Siswo Raharjo Ansori Anton Siswo Raharjo AnsoriI Arief Ilham Novandi Arief Ilham Novandi Ario Dewantoro Arisandi, Alvian Aruan, David Hasudungan Aryan, Muhammad Pascal Aryansyah, Novianto Asep Mulyana Ashri Dini Maharawati Ashri Dinimaharawati Ashridini Maharawati Astrid Melati Aulia Wildan Bangkit Surya Praja Br Ginting, Shely Belinda Budhi Irawan Burhannuddin Dirgantoro Candrasyah Hasibuan, Faisal Casi Setianingsih Cut Aisyah Ilmi David, Axel Deyan Havith Dailamy Diantoro Arifian Dimas Anjar Saputro Dipo Suryantoro Dwi Putra, Sulistyo Emantoko Fachry Reiza Fadjrianto, Farhansyah Iqbal Fadli Idris Fairuz Azmi Faisal Candrasyah Hasibuan Fajar Hari Andriana Farid Reza Sukma Fathiraihan, Muhammad Alif Fauzan, Nadhifi Qurrunul Bahratu Fikri Reksa Maulana Fiqri Ramadhan Friza Fahmi Hutama Gabriela, Melanie Gema Wahyu Saputra Gerin Sonia Yuki Lumban Tobing Grace Cyndiana Gumelar, Raja Ilham Maulidani Haekal, Muhammad Hafizh Hafidz Kahamdany Hafizh Septian Pristanto Hamdani, Mauriz Muhammad Al Ghazali Hanatar Adi Naluri Harahap, M Yusril Fauzan Hariwidjaja, Valrama Wardhana Hariyanto, Muhammad Dwi Helmy Widyantara Herlambang, Yohanes Yogas Herwin Yudha Setyawan Hikmawan, Fakhrity Ikhsan Hakiki Ilham Arisyandy Ilham Majid Rabbani Ilyas Hermawan Irfan Setiawan Irham Imami Harahap Irma Damayanti Iwan Iwut Tritoasmoro Jenni Teresia Junando, Muhammad Idri Khairunnisa Br Ginting Laksono, Muhammad Agung Lumban Tobing, Gerin Sonia Yuki Mahaasin, Habib Irfan Maharawati, Ashridini Markus Lamserep Hutauruk Meta Kallista Mirza Ahmad Febrian Mohammad Ibrahim Al Mahi Mohammad Viko Mashar Muhammad Agung Laksono Muhammad Alif Fathiraihan Muhammad Fadhil Muhammad Hafidz Muhammad Insan Aulia Muhammad Junaid Musa Muhammad Ken Muhammad Taufik Hidayat Muhammad Thariq Machaz Muyadi, Fawwaz Aboeruslan Nabhan, Muhammad Sidqi Nadhifah Nadhifah Naema Simanjuntak Naluri, Hanatar Adi Nasheeri, Al Ghifary Akmal Naufira Septriyanti Novandi, Arief Ilham Novianty, Astri Nugraha, Alvin Yoga Nugrahaen, Ratna Astuti Nurdin Nurfauzi, Fahmi Prabowo Wahyu Basuki Prayoga, Ivan Fernanda Putti, Fasya Hanifah Rachmah, Jabal Rachman Fadly Krisdiantoro Raja Ilham Maulidani Gumelar Raka Putra Gustian Ramadhan, Achmad Rionov Faddillah Ramadhanti, Tassya Randy Erfa Saputra Rangkuti, Abdul Haris Ratna Astuti Ratna Astuti Nugrahaeni Reza Rendian Septiawan Rifqi Muhammad Fikri Rizka Shinta Wulandari Rizki Akbari Tamin Rizky Maulana Roswan Latuconsina Rumaini M Rumani M Ryan Adytia Ryan Gani Dharmawan Salimah, Hurin Salwa, Nabilah Samgusdian, Arfara Yema Saputra, Agung Aji Saputra, Ari Cahya Saputra, Dany Eka SATRIA, ANAS Seno Adi Putra Septian Putra Manuel Simangunsong Septian Rizki Agrianto Setiawan, Irfan Silalahi, Panji Christoper Silvia Latifah Putri Siregar , Dedy Kurniawan Suaib, Fauzil Fahrezi Sutisna, Mohamad Redza Tri Putra Theodore Dian Arief Sianipar Tinton Aji Sadewo Tito Waluyo Purboyo Utama, Muhammad Aimar Rizki Virgono , Agus Whibi Waskita Wicaksono Wicaksono, Lutfi Hadi Wijaya, Anjas Rahmanta Cahya Wilda Satria Yoviandi Eka Prakoso Yulin Zurina Zaki Zamzami Zurratul Ikhsan