Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Motif Karang Anacropora Forbesi Pada Aplikasi Batik Berbasis Web Astrid Melati; Muhammad Ken; Purba Daru Kusuma; Ratna Astuti Nugrahaeni
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Batik merupakan warisan asli milik Indonesia, bukan hanya kesenian biasa tetapi batik sudah mendarah daging bagi masyarakat Indonesia, bahkan di berbagai daerah terdapat motif khas milik masing-masing daerah, motif yang dibuat tidak semata-mata tanpa arti, bahkan dari motif-motif tersebut mengandung makna, seperti motif batik sekar jagad yang bermaknakan keragaman dunia. Motif telah banyak berkembang dengan seiring waktu. Motif bisa saja dikembangkan dari berbagai objek, contohnya karang . Keanekaragaman biota laut seperti karang merupakan kekayaan yang tak ada habisnya , karena Indonesia memiliki 1/8 karang Dunia. Oleh karena itu penulis ingin memanfaatkan keanekaragaman biota laut yaitu karang menjadi motif batik yang baru , dan jenis karang yang digunakan adalah jenis Anacropora Fobresi, yang mudah ditemukan di daerah Indonesia bagian timur.Pengembangan motif batik akan menggunakan aplikasi dengan memanfaatkan algoritma L-System yang sering digunakan untuk mendapatkan topologi dari suatu tumbuhan. Aplikasi yang akan dibuat yaitu berbasis web, sehingga orang lain khususnya perajin batik dapat menggunakanya kapan saja. Kata kunci: Batik, Karang, Anacropora Fobresi , L-System, Sistem L Abstract Batik is Indonesia's original heritage, not only ordinary arts but batik is ingrained for the people of Indonesia, even in various regions there are distinctive motives belonging to each region, the motive is made not solely without meaning, even from these motifs contain meaning, such as batik motif sekarn jagad that berkaknakan world diversity. Motives have evolved over time. Motifs can be developed from various objects, for example corals. The diversity of marine biota like corals is an endless wealth, because Indonesia has 1/8 of the World's reefs. Therefore the authors want to take advantage of the diversity of marine biota that is a new batik motifs, and the type of coral that is used is Anacropora Fobresi, which is easily found in the eastern part of Indonesia. Development of batik motif will use the application by utilizing L-System algorithm which is often used to get topology from a plant. Applications to be made that is web-based, so that others, especially batik crafters can use it anytime. Keywords: Batik, Reef, Anacropora Fobresi, L-System, System L
Penngembangan Motif Karang Jenis Arcopora Robusta Pada Aplikasi Batik Berbasis Web Ilyas Hermawan; Purba Daru Kusuma; Anton Siswo Raharjo Ansori
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Batik merupakan warisan budaya bangsa Indonesia yang hingga saat ini masih dapat dinikmati baik menjadi keperluan industri sebagai penyedia bahan pakaian maupun suatu kerajinan seni yang bernilai tinggi. Dengan keunikan dan jenis motif batik yang bervariatif menambah keindahan dan nilai seni dari sebuah kain batik. Motif kain batik yang cenderung klasik sebaliknya dipadu dengan motif polos berwarna Adapun dengan jaman yang kini semakin berkembang, motif batik itu sendiri banyak mengalami perubahan. Tentunya pemanfaatan berbagai pola bentuk yang ditemui dapat menambah keunikan dari batik tersebut. Sebagai salah satu contohnya memanfaatkan keanekaragaman hayati yang ada di Indonesia seperti biota laut khususnya pada terumbu karang. Dengan banyaknya jenis terumbu karang tentunya dapat menambah keragaman, keunikan dan variasi dari motif-motif batik. Pada proposal Tugas Akhir ini, akan mengembangkan pola bentuk karang jenis Arcopora Robusta ke dalam motif batik yang dibantu prosesnya oleh metode pemodelan L-System. Dan hasil dari pengembangan motif batik tersebut akan dijadikan sebuah modul yang diimplementasikan ke dalam sebuah aplikasi batik berbasis web. Kata Kunci : Batik, karang, web, L-System, Arcopora Robusta. Abstract Batik is the cultural heritage of the nation of Indonesia which until now still can be enjoyed well into industrial use as a provider of fabrics as well as a high-art craft. With the uniqueness and the types of batik motif in price add to the beauty and artistic value of a batik cloth. Batik motifs that tend to contrast combined with classical motifs of plain coloured But with the era that is now growing, batik motif itself many changes. Surely the utilization of various patterns of forms which are found can add to the uniqueness of the batik. As one example utilizing the existing biodiversity in Indonesia such as sea life particularly in coral reefs. With so many types of coral reefs can certainly add to the diversity, uniqueness and variation of batik motives. In this final project proposals, will develop patterns of reef forms a type of Arcopora Robusta into batik motifs that aided the process by modeling method of L-System. And the result of the development of such motifs as a module that is implemented into a web-based application of batik. Keywords: web, coral, Batik, L-System, Arcopora Robusta.
Deteksi Penyakit Pterigium Menggunakan Hough Transform Dan Forward Chaining Adrian Sabagus Tanazri; Purba Daru Kusuma; Casi Setianingsih
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Mata merupakan salah satu indra yang dipergunakan oleh manusia sebagai penglihatan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Apabila mata tersebut terkena sebuah penyakit tentu akan mengganggu kemampuan penglihatan dan juga akan membatasi aktivitas manusia. Pterigium adalah sebuah penyakit mata yang dapat menyebabkan kebutaan, dan sangat sering terjadi di daerah tropis seperti di Indonesia. Sayangnya tidak semua fasilitas kesehatan tingkat 1 mengetahui tentang penyakit pterigium, sehingga pasien dirujuk ke rumah sakit yang lebih memadai seperti fasilitas kesehatan tingkat 2 atau bahkan 3. Pada tugas akhir ini dibuat sistem pendeteksian pterigium dan pengklasifikasian seberapa parah penyakit tersebut, dengan melakukan segmentasi citra dengan metode Hough Transform yang kemudian dilakukan klasifikasi dengan menghitung luas wilayah piksel pterigium dan juga digunakan sistem pakar agar hasil keluaran dari sistem ini memiliki pernyataan yang akurat. Hasil akhir dari pengolahan citra dan sistem pakar ini adalah terdeteksi atau tidaknya pterigium serta termasuk tingkat berapa pterigium tersebut. Pada Hough Transform dari hasil pengujian mampu mengenali mana pterigium dan mana yang bukan dengan tingkat akurasi sebesar 82.5%, sedangkan untuk pengujian sistem pakar menggunakan forward chaining didapati akurasi sebesar 100%. Kata kunci : Pengolahan Citra Digital, Sistem Pakar, Pterigium, Hough Transform Abstract Eye is one of human part of body which used by human for viewing and do everyday activities. If those eyes get problem such as sick of course that will interrupt the ability of vision and limit human everyday activities. Pterygium is one of many eye illnesses which can cause zero visibility or even blindness, and mostly happen in tropical country like Indonesia. Unfortunately, in grade 1 health facility they are still not well known about pterygium, this problem become the patient need to be forwarded to grade 2 or even grade 3 health facility. In this final project will be build a detection system of pterygium and classified to how damaged it was to the eye, by doing image segmentation with Hough Transform method and then classified by counting pixel of pterygium value and then using expert system for make sure the output of this system will more accurate. The result from image processing and expert system is statement about detected pterygium or not detected pterygium, meanwhile for expert system the output will be which type is that pterygium. In Hough Transform after do testing the accuracy get 82.5%, and for expert system by using Fo
Perancangan Aplikasi Android Untuk Sistem Monitoring Dan Prediksi Berbasis Snmp (simple Network Management Protocol) Menggunakan Metode Logistic Regression Muhammad Insan Aulia; Purba Daru Kusuma; Rumani M
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Monitoring jaringan adalah proses melihat dan memantau jaringan yang sedang terhubung antara satu sama lain. Pada sebuah jaringan komputer, server dan client-client memegang peranan yang sangat penting sehingga kondisinya harus selalu dipantau dengan performa, analisis dan kontrol beberapa komponen secara manual, terutama jika jaringan tersebut akan semakin berkembang. Simple Network Management Protocol (SNMP) adalah protocol aplikasi pada jaringan TCP/IP yang digunakan untuk pengelolaan dan pemantauan sistem jaringan komputer, hampir semua peralatan jaringan telah mendukung penggunaan SNMP untuk pemantauannya. Dengan menggunakan aplikasi berbasis web ini dapat memudahkan bagi seorang admin jaringan untuk melakukan monitoring terhadap agent yang tersebar diseluruh jaringan sehingga dapat menjaga ketersediaan atau availability dari jaringan tersebut. Pada penelitian ini dirancang sebuah aplikasi monitoring jaringan berbasis android menggunakan metode logistic regression yang bertujuan untuk memonitoring dan memprediksi kondisi trafik jaringan. Aplikasi ini memanfaatkan parameter qos untuk mendapatkan kondisi teraktual dari client-client yang dipantau. hasilnya data qos (quality of service) yang diterima server akan diolah administrator dan kemudian ditampilkan di aplikasi mobile. Kata Kunci: SNMP, monitoring jaringan, android, logistic regression, qos. Abstract Network monitoring is the process of seeing and monitoring networks that are connected to each other. In a computer network, servers and clients will produce performance that is very easily monitored by performance, analysis and control manually, especially if the network will grow further. Simple Network Management Protocol (SNMP) is an application protocol on TCP / IP networks used for network and computer networks, almost all networks have supported the use of SNMP for monitoring. By using this web-based application, it can be used for network administrators to monitor agents that are connected to a network that can maintain availability of the network. In this study designed an android-based network monitoring application using logistic regression method which aims to monitor and predict the condition of network traffic. This application uses qos parameters to get actual conditions from monitored clients. Displaying qos data (service quality) received by the server will be processed by the administrator and then issued a mobile application. Keywords: SNMP, network monitoring, android, logistic regression, qos.
Pemodelan Dan Simulasi Penyebaran Penyakit Demam Berdarah Dengue (dbd) Di Kota Bandung Menggunakan Cellular Automata Afifah Shalihah; Budhi Irawan; Purba Daru Kusuma
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pemodelan dan Simulasi Penyebaran Penyakit DBD di Kota Bandung menggunakan Cellular Automata bertujuan untuk membuat pemodelan dan simulasi penyebaran penyakit, penerapan metode Cellular Automata didalam penyebaran penyakit DBD, menemukan nilai MRI yang dapat mendekati nilai RIA, dan menemukan threshold yang mendekati RIA pada setiap tahun kejadian. Penerapan Cellular Automata pada kasus penyebaran penyakit DBD akan maksimal ketika pembobotan dan model matematika ditentukan dengan pas, permasalahan ini muncul ketika hasil simulasi tidak ada yang memenuhi syarat validasi dari suatu program simulasi. Selain itu, keterbatasan resource yang diperoleh juga menjadi penghambat bagi pembuat model. Kemungkinan pada luas cell memiliki peran yang sama untuk mendapatkan hasil yang mendekati dengan keadaan aktual, seperti hasil simulasi yang sudah diperoleh dari luas cell yang berbeda tetap dapat menghasilkan program simulasi yang nilainya mendekati keadaan aktual, namun proses validasi tetap perlu dilakukan untuk memeriksa status program simulasi apakah program simulasi yang dibuat sudah valid. Tingkat kesalahan atau error rate yang dihasilkan pada kasus penyebaran penyakit DBD adalah 0.611609% dan memiliki status valid karena hasil masih dibawah 5%. Kata kunci: Cellular Automata, Pemodelan dan Simulasi, Model Matematika Abstract Modeling and Simulation Spreading Dengue Disease in Bandung City using Cellular Automata aims to make modeling and simulation of disease spread, application of Cellular Automata method in the spread of DHF disease, find MRI value that can approach RIA value, and find threshold approaching RIA on every year of occurrence. The application of Cellular Automata in cases of DHF spread will be maximized when weighting and mathematical models are determined appropriately, this problem arises when no simulation results meet the validation requirements of a simulation program. In addition, resource constraints are also an impediment to model makers. The possibility of cell area has the same role to get the result which is close to the actual state, as the simulation result which has been obtained from different cell area can still produce simulation program which is close to the actual condition, but validation process still need to be done to check the status of the simulation program whether the created simulation program is valid. The error rate or error rate generated in the case of DHF spread is 0.611609% and has a valid status because the result is still below 5%. Keywords: Cellular Automata, Modelling and Simulation, Math Model
Pengembangan Motif Karang Jenis Montipora Aequituberculata Pada Aplikasi Batik Berbasis Web Muhammad Ken; Astrid Melati; Purba Daru Kusuma; Ratna Astuti Nugrahaeni
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Banyak peninggalan bersejarah Indonesia yang diakui oleh negara tetangga, salah satunya adalah batik. Kurangnya minat warga Indonesia terhadap batik mengakibatkan batik diakui oleh negara tetangga. Berkembangnya teknologi di Indonesia bisa dijadikan titik balik supaya batik bisa lebih diminati lagi oleh warga Indonesia, dengan memanfaatkan teknologi dalam pembuatan desain motif batik yang baru. Pada penelitian ini, telah tercipta sebuah desain motif batik menggunakan jenis karang Montipora Aequituberculata dengan aplikasi berbasis web. Pada pembuatannya terdapat beberapa rumus yang memilikir peranan masing-masing dalam membangun desain motif batik. Hasil dari pengujian melalu survey pun menunjukkan masih perlunya pengembangan lagi terhadap pola batik supaya bisa lebih baik kedepannya. Kata kunci : Batik, Karang, Web, L-System, Montipora Aequituberculata Abstract : Many historic relics of Indonesia are claimed by neighboring countries, one of them is batik. The lack of interest of Indonesian citizens towards batik resulted in batik claimed by neighboring countries. The development of technology in Indonesia can be a turning point so that batik can be more desirable by citizens of Indonesia, by utilizing technology in making new batik motif. In this research, has created a design of batik motifs using Montipora Aequituberculata coral species with web-based applications. In the making there are several formulas that have their respective roles in building design batik motif. Results from testing through the survey also shows the need for more development of batik patterns in order to better the future Keyword : Batik, Coral, Web, L-System, Montipora Aequituberculata
Pengembangan Motif Batik Karang Jenis Pavona Frondifera Pada Aplikasi Batik Berbasis Web Ahmad Fauzan Fauti; Purba Daru Kusuma; Andrew Brian Osmond
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Batik merupakan kerajinan dari Indonesia yang telah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia. Dalam pengembangannya batik memiliki begitu banyak corak, hal ini dikarenakan keranekaragaman suku dan budaya yang ada di Indonesia. Motif batik banyak dipengaruhi oleh lingkungan sekitar dari pengrajin. Keanekaragaman hayati di Indonesia dapat menjadi acuan untuk mengembangkan motif batik yang baru. Salah satunya dengan menggunakan karang sebagai motif batik. Dengan berkembangnya dunia komputasi, banyak metode yang telah dirancang untuk membuat desain motif batik. Salah satu metode yang dapat dipakai untuk membuat desain motif batik dengan LSystems. L-Systems merupakan teori matematika yang diaplikasikan dalam aplikasi grafis di komputer. Area utama pengembangan modelnya meliputi generasi fractal dan pemodelan tanaman yang realistis. Kata Kunci : Batik, Pavona Frondifera, L-System, Aplikasi Web. Abstract Batik is a craft from Indonesia that has been recognized by UNESCO as a world cultural heritage. In its development batik has so many features, this is due to the ethnic and cultural diversity in Indonesia. Batik motifs are heavily influenced by the surrounding environment of craftsmen. Biodiversity in Indonesia can be a reference for developing new batik motifs. One of them is by using coral as a batik motif. With the development of the computing world, many methods have been designed to make batik motif designs. One method that can be used to make batik motif designs with L-Systems. L-Systems is a mathematical theory applied in graphical applications on computers. The main areas for developing the model include fractal generation and realistic plant modeling. Key Word: Batik, Pavona Frondifera, L-System, Web Aplication.
Pengembangan Motif Karang Jenis Pavona Cactus Pada Aplikasi Batik Berbasis Web Septian Putra Manuel Simangunsong; Purba Daru Kusuma; Casi Setianingsih
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Batik sebagai wujud nyata dari seni rupa dengan latar belakang sejarah dan unsur budaya yang kuat dalam perkembangan kebudayaan bangsa Indonesia menjadi dasar identitas bangsa hingga saat ini. Upaya yang dapat dilakukan dalam menjaga pelestarian batik adalah dengan menciptakan suatu pola baru pada batik salah satunya menggunakan motif terumbu karang. Penerapan terumbu karang sebagai pola baru pada batik merupakan metode yang digunakan untuk mengkombinasikan teknologi komputer dengan ilmu seni. Jenis karang yang akan difokuskan untuk menjadi sebuah motif batik baru pada tugas akhir ini adalah jenis Pavona Cactus. Pada tugas akhir ini dibuat sebuah aplikasi pengembangan motif batik berbasis web. dengan menggunakan metode l-system pada pembuatan aplikasi ini, maka mempermudah pembuatan beberapa motif batik baru. Tujuan dari tugas akhir ini adalah mengembangkan modul pembangkitan motif karang Pavona Cactus pada aplikasi motif batik berbasis web. Hasil dari pembuatan tugas akhir ini adalah telah tercipta sebuah desain batik dengan karang Pavona Cactus sebagai motif utama. Kata Kunci: L-System, Batik, Karang, Web, Pavona Cactus Abstract Batik as a real manifestation of art and a strong culture in the development of the Indonesian nation became the basis of identity for the moment. Efforts that can be done in preservation of batik is to apply a new pattern on batik one of them using coral reef motifs. The application of coral reefs as a new pattern in batik is a method used to combine computer technology with the science of art. The type of coral that will alternate into a new batik motif in this final project is a type of Pavona Cactus. In this final project is made an application development of web-based batik motif. By using l-system method in making this application, then making some new batik motif. The purpose of this final project is to develop Pavona Cactus coral motifs module on the application of web-based batik motif. The result of this task is creating a batik design with Pavona Cactus coral as the main motive. Keywordsi: L-system, Batik, Coral, Web, Pavona Cactus
Pembuatan Rule L-system Menggunakan Algoritma Canny Edge Detection Agita Chrisna; Purba Daru Kusuma; Anton Siswo Raharjo Ansori
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pada tahun 1968, Aristid Lindenmayer memperkenalkan Lindenmayer system yang sering disebut L-system. L-system adalah bahasa formal yang disusun dengan sistem penulisan ulang untuk menggambarkan fraktal, memodelkan, dan menyimulasikan perkembangan tanaman dalam bidang dua dimensi. Dengan mendefinisikan simbol, parameter, aksiom, aturan pertumbuhan (rule). Tugas akhir ini memaparkan pembuatan rule L-system menggunakan algoritma edge detection. Tanaman yang diteliti aturan produksinya adalah tanaman kacang kedelai. Tanaman tersebut akan diambil gambar percabangan batangnya minimal saat tanaman tersebut memasuki fase berbunga. Gambar yang telah diambil akan diproses dengan algoritma edge detection agar hanya bagian batangnya saja yang akan diteliti aturan produksinya. Lalu, ditelusuri percabangan batangnya untuk mendapatkan aturan produksi dari tanaman tersebut. Hasil dari tugas akhir ini akan memberikan data analisis aturan (rule) L-system dari percabangan batang kacang kedelai tersebut dan memodelkannya. Kata kunci: L-system, canny edge detection, python, kamera, kacang kedelai ABSTRACT In 1968, Aristid Lindenmayer introduced Lindenmayer system are often called L-system. L-system are formal languages that are arranged with a rewrite to describe the system of fractal, model, and simulate the development of plant in two dimensional field. By defining parameters, symbols, axioms, rules of growth. This final project presents the making of the rule L-system using the algorithm of edge detection. The plant which examined the rules of production was soy bean plant. The plant will be taken pictures of its trunk branching is minimal when the plant enter a phase of flowering. Pictures that have been taken will be processed with edge detection algorithm for that only the stalks are meticulous in production rules. Then, traced branching stems to get the production rules from those plant. The result of the final project will provide data analysis of the rule L-system of branching stems the soy beans and modeling it. Keywords: L-system, canny edge detection, python, camera, soybeans
Pengembangan Motif Karang Jenis Montipora Danae Pada Aplikasi Batik Berbasis Web Muhammad Hafidz; Purba Daru Kusuma; Anton Siswo Raharjo
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Batik merupakan suatu hiasan atau karya seni yang memiliki motif ciri khas tertentu yang menjadi warisan budaya di Indonesia. Di setiap wilayah Indonesia memiliki ciri khas batiknya masing-masing. Pada umumnya batik memiliki motif berbentuk bunga. Motif tradisional yang telah berkembang sejak lama memiliki bentuk corak yang mengambil konsep desain yang sesuai dengan wilayahnya tersebut. Karena Indonesia kaya akan sumber daya alamnya terutama sumber dari laut, maka dari itu dengan corak yang terdapat pada batu karang, corak tersebut bisa dijadikan motif batik baru yang dapat dilestarikan di Indonesia. Maka dari itu penulis ingin melakukan penelitian dan mengambil motif karang jenis Montipora Danae sebagai motif batik baru yang akan dikembangkan melalui bahasa pemrograman php berbasis web. Diharapkan motif batik ini dapat menambah motif batik baru yang dapat diimplementasikan dalam banyak hal. Kata Kunci: Batik, karang laut, montipora danae, php, l-system Abstract Batik is an ornament or work of art that has certain distinctive motifs that become cultural heritage in Indonesia. In every region of Indonesia, each has its own characteristic batik. In general, batik has a flower shaped motif. Traditional motifs that have been developed for a long time have a pattern that takes the design concept that is in accordance with the area. Because Indonesia is rich in natural resources, especially sources from the sea, therefore with the pattern found in coral reefs, the pattern can be used as a new batik motif that can be preserved in Indonesia. Therefore the writer wants to do research and take the Montipora Danae coral motif as a new batik motif that will be developed through the web-based php programming language. It is expected that this batik motif can add new batik motifs that can be implemented in many ways. Keywordsi: Batik, coral, montipora danae, php, l-system
Co-Authors Abdi Hazman Abdillah, Kemas Muhammad Rizky Abdul Rohim Achmad Rizal Aditya Enggar Adrian Sabagus Tanazri Afifah Shalihah Agita Chrisna Agita Fajar Prabowo Ahmad Fauzan Fauti Albert Kurniawan, Albert Alfiansyah, Alvan Anas Satria Anas Satria Andrew Brian Osmond Andri Liem Anggraini, Ratika Dwi ANGGUNMEKA LUHUR PRASASTI Anton Siswo Raharjo Anton Siswo Raharjo Ansori Anton Siswo Raharjo Ansori Anton Siswo Raharjo AnsoriI Arief Ilham Novandi Arief Ilham Novandi Ario Dewantoro Arisandi, Alvian Aruan, David Hasudungan Aryan, Muhammad Pascal Aryansyah, Novianto Asep Mulyana Ashri Dini Maharawati Ashri Dinimaharawati Ashridini Maharawati Astrid Melati Aulia Wildan Bangkit Surya Praja Br Ginting, Shely Belinda Budhi Irawan Burhannuddin Dirgantoro Candrasyah Hasibuan, Faisal Casi Setianingsih Cut Aisyah Ilmi David, Axel Deyan Havith Dailamy Diantoro Arifian Dimas Anjar Saputro Dipo Suryantoro Dwi Putra, Sulistyo Emantoko Fachry Reiza Fadjrianto, Farhansyah Iqbal Fadli Idris Fairuz Azmi Faisal Candrasyah Hasibuan Fajar Hari Andriana Farid Reza Sukma Fathiraihan, Muhammad Alif Fauzan, Nadhifi Qurrunul Bahratu Fikri Reksa Maulana Fiqri Ramadhan Friza Fahmi Hutama Gabriela, Melanie Gema Wahyu Saputra Gerin Sonia Yuki Lumban Tobing Grace Cyndiana Gumelar, Raja Ilham Maulidani Haekal, Muhammad Hafizh Hafidz Kahamdany Hafizh Septian Pristanto Hamdani, Mauriz Muhammad Al Ghazali Hanatar Adi Naluri Harahap, M Yusril Fauzan Hariwidjaja, Valrama Wardhana Hariyanto, Muhammad Dwi Helmy Widyantara Herlambang, Yohanes Yogas Herwin Yudha Setyawan Hikmawan, Fakhrity Ikhsan Hakiki Ilham Arisyandy Ilham Majid Rabbani Ilyas Hermawan Irfan Setiawan Irham Imami Harahap Irma Damayanti Iwan Iwut Tritoasmoro Jenni Teresia Junando, Muhammad Idri Khairunnisa Br Ginting Laksono, Muhammad Agung Lumban Tobing, Gerin Sonia Yuki Mahaasin, Habib Irfan Maharawati, Ashridini Markus Lamserep Hutauruk Meta Kallista Mirza Ahmad Febrian Mohammad Ibrahim Al Mahi Mohammad Viko Mashar Muhammad Agung Laksono Muhammad Alif Fathiraihan Muhammad Fadhil Muhammad Hafidz Muhammad Insan Aulia Muhammad Junaid Musa Muhammad Ken Muhammad Taufik Hidayat Muhammad Thariq Machaz Muyadi, Fawwaz Aboeruslan Nabhan, Muhammad Sidqi Nadhifah Nadhifah Naema Simanjuntak Naluri, Hanatar Adi Nasheeri, Al Ghifary Akmal Naufira Septriyanti Novandi, Arief Ilham Novianty, Astri Nugraha, Alvin Yoga Nugrahaen, Ratna Astuti Nurdin Nurfauzi, Fahmi Prabowo Wahyu Basuki Prayoga, Ivan Fernanda Putti, Fasya Hanifah Rachmah, Jabal Rachman Fadly Krisdiantoro Raja Ilham Maulidani Gumelar Raka Putra Gustian Ramadhan, Achmad Rionov Faddillah Ramadhanti, Tassya Randy Erfa Saputra Rangkuti, Abdul Haris Ratna Astuti Ratna Astuti Nugrahaeni Reza Rendian Septiawan Rifqi Muhammad Fikri Rizka Shinta Wulandari Rizki Akbari Tamin Rizky Maulana Roswan Latuconsina Rumaini M Rumani M Ryan Adytia Ryan Gani Dharmawan Salimah, Hurin Salwa, Nabilah Samgusdian, Arfara Yema Saputra, Agung Aji Saputra, Ari Cahya Saputra, Dany Eka SATRIA, ANAS Seno Adi Putra Septian Putra Manuel Simangunsong Septian Rizki Agrianto Setiawan, Irfan Silalahi, Panji Christoper Silvia Latifah Putri Siregar , Dedy Kurniawan Suaib, Fauzil Fahrezi Sutisna, Mohamad Redza Tri Putra Theodore Dian Arief Sianipar Tinton Aji Sadewo Tito Waluyo Purboyo Utama, Muhammad Aimar Rizki Virgono , Agus Whibi Waskita Wicaksono Wicaksono, Lutfi Hadi Wijaya, Anjas Rahmanta Cahya Wilda Satria Yoviandi Eka Prakoso Yulin Zurina Zaki Zamzami Zurratul Ikhsan