Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pengetahuan Remaja Putri tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI): Knowledge of Young Women about Breast Self-Examination (BSE) Windayanti, Hapsari; Adimayanti, Eka; Siyamti, Dewi
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 6 No. 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.753 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v6i1.2197

Abstract

In young women there is a very important stage of development, namely biological and physiological development which can determine the quality of oneself to become an adult. Menstruation is one indicator of female sexual maturity. During the menstrual cycle, it is necessary to pay attention to personal hygiene during menstruation and handling menstrual pain. In addition to this during the menstrual cycle there are things that are also of concern to adolescents, namely early detection of breast cancer, because young age is not a guarantee of being safe from breast cancer. Recognizing the incidence of cancer is important because it can reduce the incidence of new cancers. Prevention and early detection efforts are needed which will be easier to do when the risk factors and symptoms of cancer are identified. Breast cancer is very dangerous and must be watched out for early on. Nevertheless, breast cancer can be prevented by living a healthy lifestyle, routinely carrying out Breast Self-Examination (BSE) which is done by every woman. The purpose of the study was to describe the knowledge of young women about BSE. The study was conducted on 76 class X students, majoring in Multi Media (MM), Computer and Network Engineering (TKJ), Industrial Electronic Engineering (TEI) at SMK NU Ungaran with accidental sampling as a sampling technique. Assessment of knowledge of young women was carried out with a questionnaire about BSE examination. The research data obtained were 18 students (23.7%) had less knowledge, 25 students (32%) had good knowledge and 33 students (43%) had sufficient knowledge. Suggestions for schools are that it is hoped that the formation of peers can be an approach to assist young women in obtaining health education, especially about BSE, in collaboration with the puskesmas or the nearest health institution   Abstrak Pada remaja putri terjadi tahap perkembangan yang sangat penting, yaitu perkembangan biologis dan fisiologis yang dapat menentukan kualitas diri untuk menjadi seseorang yang dewasa. Haid merupakan salah satu indikator kematangan seksual perempuan. Selama siklus haid perlu diperhatikan tentang personal hygiene selama haid dan penanganan nyeri haid. Selain hal tersebut selama siklus haid ada hal yang juga menjadi perhatian remaja yaitu deteksi dini kanker payudara, karena usia muda bukan jaminan aman dari kanker payudara. Pengenalan kejadian kanker menjadi penting karena dapat menurunkan kejadian baru kanker diperlukan upaya pencegahan dan deteksi dini yang akan lebih mudah dilakukan ketika faktor risiko dan gejala kanker sudah dikenali. Kanker payudara sangat berbahaya dan harus diwaspadai sejak dini. Meskipun demikian, kanker payudara dapat dicegah dengan perilaku hidup sehat, rutin melakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) yang dilakukan oleh setiap perempuan Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja putri tentang SADARI. Penelitian dilakukan pada 76 siswi kelas X, jurusan Multi Media (MM), Tehnik Komputer dan Jaringan (TKJ), Tehnik elektronik Industri (TEI) SMK NU Ungaran dengan teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Penilaian pengetahuan remaja putri dilakukan dengan kuesioner tentang pemeriksaan SADARI. Data hasil penelitian diperoleh sebanyak 18 siswi (23,7%) mempunyai pengetahuan kurang, sebanyak 25 siswi (32%) mempunyai pengetahuan baik dan sebanyak 33 siswi (43%) mempunyai pengetahuan cukup. Saran untuk sekolah diharapkan adanya pembentukan teman sebaya bisa menjadikan salah satu pendekatan untuk membantu remaja putri dalam mendapatkan edukasi kesehatan khususnya tentang SADARI, dengan bekerja sama dengan pihak puskesmas ataupun institusi kesehatan terdekat.
Optimalisasi Basic Life Support bagi Pelajar dalam Upaya Kesiapan Kedaruratan di Lingkungan Sekolah Siyamti, Dewi; Maksum; Tri Susilo; Joyo Minardo; Eka Adimayanti
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 7 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2025
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v7i2.4598

Abstract

Emergency conditions involving respiratory arrest and cardiac arrest which require prompt and accurate intervention to save the victim’s life and help for stabilization until advanced medical assistance arrives or the patient transferred to an appropriate healthcare facility. The general public can contribute by giving basic life support (BLS). To ensure that these lifesaving principles are applied correctly, education and training on basic life support and victim transport evacuation are essential. Students of SMK Kesehatan Darussalam Bergas, Semarang Regency, represent a potential group to receive training in BLS and emergency transport evacuation. The goal of this community service was to improve participants’ knowledge and skills in giving BLS and victim transport during emergency situations. The training was conducted over two days using lectures, discussions, demonstrations, and role play methods. Result which shown from pre-test and post-test assessment indicated a significant improvement in participants’ knowledge and skills regarding BLS and victim transport evacuation form 7,48%  increase  to 82,24%  for  good knowledge. Continuous education and training BLS and emergency transport are crucial foundations for effective emergency management.   ABSTRAK Kondisi kegawatdaruratan henti nafas dan henti jantung mengharuskan pertolongan diberikan dengan tepat dan akurat sehingga dapat menyelamatkan korban serta membantu stabilisasi sampai pertolongan datang atau sampai ke fasilitas kesehatan yang memadai. Tindakan yang dapat dilakukan oleh masyarakat secara umum yaitu memberikan bantuan hidup dasar. Agar prinsip pertolongan dapat diberikan dengan benar dan tepat diperlukan edukasi dan pelatihan tentang hidup dasar dan evakuasi transport korban. Siswa-siswi SMK Kesehatan Darussalam Bergas Kabupaten Semarang merupakan pelajar yang potensial untuk diberikan pelatihan bantuan hidup dasar (BHD) dan evakuasi transport korban. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan BHD serta evakuasi transport korban pada kondisi kegawatdaruratan. Metode pelaksanaan kegiatan dengan ceramah, tanya jawab, demonstrasi dan role play selama dua hari. Hasil pre tes dan pos tes pelatihan dan edukasi selama dua hari tentang BHD dan evakuasi transport menunjukkan peningkatan yang signifikan yaitu meningkat dari 7,48% untuk pengetahuan baik menjadi 82,24%. Edukasi dan pelatihan secara berkesinambungan tentang BHD dan evakuasi transport perlu dilakukan sebagai dasar dalam penanganan kegawatdaruratan.