Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Pelatihan Pengelolaan Sampah Anorganik Di Desa Gebugan Alfan Afandi; Ayu Pratitis; Abdul Kohar; Febriana Maya Zulfiarini
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 1 No. 2 (2019): Indonesian Journal of Community Empowerment November Vol.1 No.2
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.048 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v1i2.325

Abstract

Sampah merupakan suatu yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia maupun alam yang belum memiliki nilai ekonomis. Peran masyarakat dalam pengelolaan sampah diperlukan tidak hanya sebatas dalam membuang sampah di tempat yang seharusnya, namun diharapkan termasuk juga pengolahan sampah yang memberikan manfaat kembali bagi masyarakat itu sendiri.Fokus pada kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan pemanfaatan sampah anorganik untuk menghasilakn barang yang bernilai ekonomi bagi masyarakat Desa Gebugan, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang. Metode pelaksanaan program pengabdian yatu diskusi grup untuk pendampingan pembelajaran serta domonstrasi untuk memberikan pelatihan langsung bagi masyarakat.  Dalam kegiatan ini dihasilkan beberapa hasil kerajinan tangan yang berasal dari sampah rumah tangga berbahan plastik diantaranya tas belanja berasal dari bungkus sabun, hiasan bunga berasal dari limbah botol plastik, selain itu juga box serbaguna yang dibuat dari kardus bekas rumah tangga. Dalam program ini produk juga telah berhasil dipromosikan melalui media whatsapp dan instagram dari ketua kelompok pelatihan.
Kajian Epidemiologi Pengguna Rokok Elektrik di Wilayah Kabupaten Semarang Alfan Afandi; Veri Aji Kurniawan
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2019): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, Januari 2019
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.57 KB) | DOI: 10.35473/pro heallth.v1i1.123

Abstract

The transition from conventional cigarette to electrical cigarettes has grown in the community. The level of consumption shows a fairly high increase that on average consumption by the general public. The trend and popularity of vape make most vapor (electro-skirt users) make it as one of the common community of users in the community. But the impact of the use of electric cigarettes, especially the health field needs to be considered considering that vapor products also contain some ingredients that can harm health. This study aims to examine the distribution, frequency and determinants of electronics cigarette users in the district of Semarang. The results showed that most of the respondents were male (96.8%), the highest educational background of university (52.6%). The employment status of most respondents works (71.1%). Most respondents had a non-electronic smoking history (92.1%). Most of the members of this Community are the group of heavy electronic cigarette user behavior (55.2%) and the reason for using lektrik cigarette as an alternative to quit smoking (68,4%)
Perbedaan Jenis Kelamin Pada Prevalensi dan Faktor Resiko Hipertensi Pada Remaja : Studi Crosssectional Alfan Afandi; Adit Robby Indiasworo
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2022): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, July 2022
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.839 KB) | DOI: 10.35473/proheallth.v4i2.1815

Abstract

Hypertension is a condition when blood pressure in the blood vessels is chronically elevated. Gender disparities in PTM risk factors have been identified from previous studies in low- or middle-income and highincome countries. The purpose of this study was to determine the prevalence and risk factors for hypertension in Adolescents in Nyatnyono Village, Ungaran Barat District, Semarang Regency. Design of this research is descriptive correlation using a cross sectional approach. The population in this study were teenagers in Desa Nyatnyono, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, with a sample of 144 people taken by quota sampling technique. The data collection tool uses a questionnaire. Data were analyzed by chi square test. Respondents who have hypertension as many as 41 people where the male sex is 27 people (65.8%) and women are as many as 14 people (34.2%). The results of statistical tests showed a p value of 0.003 (α = 0.05), so that there was a relationship between gender and the incidence of hypertension in adolescents in Nyatnyono Village, Ungaran Barat District, Semarang Regency. Conclusion: The main predictor that dominates the gender relationship with hypertension in adolescents is the risk of being found at an older age, having more smoking behavior and poor sleep quality. ABSTRAK Hipertensi adalah suatu keadaan ketika tekanan darah di pembuluh darah meningkat secara kronis Disparitas gender dalam faktor risiko PTM telah diidentifikasi dari penelitian sebelumnya di negara-negara berpenghasilan rendah atau menengah dan berpenghasilan tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui prevalensi dan fator resiko kejadian hipertensi pada Remaja Desa Nyatnyono Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang. Desain penelitian ini deskriptif korelasi menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini remaja di Desa Nyatnyono Kabupaten Semarang dengan sampel 144 orang diambil dengan teknik quota sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data dianalisis dengan uji chi square. Responden yang mengalami hipertensi sebanyak 41 orang dimana yang berjenis kelamin laki-laki yaitu sebanyak 27 orang (65,8%) dan perempuan yaitu sebanyak 14 orang (34,2%). Hasil uji statistik menunjukkan nilai p value sebesar 0,003 (α = 0,05), sehingga terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan kejadian hipertensi pada remaja Desa Nyatnyono Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang. Prediktor utama yang mendominasi hubungan gender dengan hipertensi pada remaja adalah resiko ditemukan pada usia yang lebih tua, mempunyai perilaku merokok lebih banyak dan kualitas tidur yang kurang baik.
Gambaran Kejadian Stunting Pada Anak Usia Sekolah di Daerah Pertanian: Description Of Stunting Incidence In School-Age Children In Agricultural Area Alfan Afandi
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2023): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, January 2023
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.063 KB) | DOI: 10.35473/proheallth.v5i1.2142

Abstract

Stunting is an indicator of chronic malnutrition which describes a history of malnutrition that has occurred over a long period. An assessment of stunting risk factors, especially environmental factors in children, needs to be carried out considering that the child's growth period, especially elementary school-aged children, it is much influenced by the environment in which students live/work. This study aimed to describe the incidence of stunting in elementary school-age children in agricultural areas. This research is a descriptive observational study with a cross-sectional approach. The study was conducted at SD N 1 Kluwut with the research sample being all students who attended SDN 1 Kluwut. Observations on environmental factors were carried out on 10 children with stunting status who were randomly selected. Weight and height measurements using digital scales and a stadiometer. The research data were analyzed descriptively. The results showed that 14.5% of children were in a short category and 0.4% in a very short category at SD N 1 Kluwut. From the observations of 10 stunted children randomly selected, it was found that 7 of them came from parents with a farmer background where the children also participated in agricultural activities such as mritili, drying, and harvesting onions. The results of measuring nutritional intake also revealed that 10 respondents had quite good energy and protein intake. Keywords: stunted, child, environment ABSTRAK Stunting merupakan salah satu indikator adanya masalah kekurangan gizi kronis yang menggambarkan riwayat kekurangan gizi yang terjadi dalam jangka waktu yang lama, penilaian faktor resiko stunting terutama faktor lingkungan pada anak perlu dilakukan mengingat pada periode pertumbuhan anak terutama anak usia sekolah dasar banyak dipengaruhi oleh lingkungan dimana siswa tinggal/beraktfitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kejadian stunting pada anak usia sekolah dasar di daerah pertanian. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan pendekata crossectional. Studi dilakukan di SD N 1 Kluwut dengan sampel penelitaian adalah seluruh siswa yang sekolah di SDN 1 Kluwut. Observasi terhadap faktor lingkungan dilakukan terhadap 10 anak dengan status stunting yang dipilih secara acak (random). Pengukuran berat badan dan tinggi badan menggunakan timbangan digital dan stadiometer. Data hasil penelitian dinalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 14,5 % anak dengan kategori pendek dan 0,4 % kategori sangat pendek di SD N 1 Kluwut. Dari hasil observasi terhadap 10 anak stunting yang dipilih secara random diketahui 7 diantaranya berasal dari orang tua yang berlatar belakang sebagai seorang petani dimana anak-anak juga mengikuti aktifitas pertanian seperti mritili, menjemur dan memanen bawang. Hasil pengukuran asupan gizi juga diketahui 10 responden memiliki asupan energi dan protein cukup baik. Kata kunci: stuntig, anak, lingkungan
Prevalensi dan Risk Assessment Kejadian Hipertensi pada Petani Wanita di Desa Sumowono: Prevalence and Risk Assessment of Hypertension in Female Farmers in Sumowono Village Alfan Afandi; Sri Lestari
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2023): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, July 2023
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/proheallth.v5i2.2495

Abstract

The number of hypertension events in Sumowono Sub-district in 2023 was 888 events. Most of the population of Sumowono Subdistrict works in the agricultural sector. This study aims to determine the factors associated with the incidence of hypertension in farmers. This type of research is observational analytic with cross sectional approach design. The sample in this study was 59 female farmers who were taken using accidental sampling technique. Data collection on risk factors was done through interviews, while the prevalence of hypertension was done through blood pressure checks. The results of the study of 59 respondents showed 26 respondents were categorized as hypertensive, 11 people were pre-hypertensive, and 22 people had normal blood pressure. Of the 37 people who still have normal blood pressure and pre hypertension, 11 people have a low risk, 18 people have a moderate risk, and 8 people have a high risk of suffering from hypertension in the future. The conclusion of this study is that the prevalence of hypertension in farmers is 37.3%, and 48.6% have a moderate risk of developing hypertension. Research advice, hypertension risk control is needed from related health services, as well as active screening efforts so that it can detect early the risk of hypertension in farmers.   ABSTRAK                 Jumlah kejadian hipertensi di Kecamatan Sumowono tahun 2023 adalah 888 kejadian. Sebagian besar penduduk Kecamatan Sumowono bekerja di sektor pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan prevalensi dan risk assessment kejadian hipertensi pada petani di Desa Sumowono. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan rancangan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 59 petani berjenis kelamin perempuan yang diambil menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data faktor risiko dilakukan melalui wawancara, sedangkan prevalensi hipertensi dilakukan melalui pemeriksaan tekanan darah. Hasil penelitian terhadap 59 responden menunjukkan 26 responden termasuk dalam kategori hipertensi, 11 orang pra hipertensi, dan 22 orang mempunyai tekanan darah normal. Dari 37 orang yang masih memiliki tekanan darah normal dan pre hipertensi tersebut, didapatkan 11 orang memiliki risiko rendah, 18 orang risiko sedang, dan 8 orang berisiko tinggi untuk menderita hipertensi di kemudian hari. Kesimpulan penelitian ini adalah prevalensi hipertensi pada petani sebesar 37,3%, dan 48,6% memiliki risiko sedang mengalami hipertensi. Saran penelitian, diperlukan pengendalian risiko hipertensi dari pelayanan kesehatan terkait, serta upaya screening aktif sehingga bisa mendeteksi secaradini resiko terjadinya hipertensi pada petani.
Hubungan Antara Perilaku Penggunaan Pestisida dengan Kejadian Anemia pada Petani di Desa Candirejo Sri Lestari; Alfan Afandi; Annisa Putri Heryanda; Avida Noor Hidayah
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2024): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, January 2024
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/proheallth.v6i1.2967

Abstract

The use of pesticides is carried out by farmers as an effort to control pests and plant diseases. The use of pesticides in agriculture can improve the quality and quantity of crops produced. Long-term exposure to pesticides can increase the risk of chronic health problems. Pesticides contain strong chemicals that, if continuously exposed, can interfere with the production of red blood cells in the body. Pesticides that enter the human body can cause poisoning and various health problems, one of which is anemia.   The purpose of this study was to determine the relationship between pesticide use behavior and the incidence of anemia among farmers in Candirejo Village. This research is quantitative with cross sectional design. The population used was all farmers in Candirejo Village with a sample of 30 respondents, taken using purposive sampling technique. Data were collected by questionnaire and Easy Touch GCHb, analyzed using Chi Square test and Fisher's Exact test. The results of the analysis showed that there was a relationship between the use of PPE and anemia (p=0.001), there was no relationship between the frequency of spraying and anemia (p=0.300), there was no relationship between the length of spraying and anemia (p=0.439) and there was no relationship between spraying time and anemia (p=0.682). There is a relationship between the use of PPE and the incidence of anemia and there is no relationship between the frequency, duration and time of spraying with anemia.' ABSTRAK                 Penggunaan pestisida dilakukan oleh petani sebagai upaya mengendalikan hama dan penyakit tanaman. Pemakaian pestisida pada pertanian dapat meningkatkan kualitas maupun kuantitas tanaman yang dihasilkan. Paparan jangka panjang terhadap pestisida dapat meingkatkan risiko terjadinya gangguan kesehatan kronis. Pestisida mengandung bahan kimia yang kuat, jika terpapar terus-menerus, dapat mengganggu produksi sel darah merah dalam tubuh. Pestisida yang masuk ke dalam tubuh manusia dapat menyebabkan keracunan dan berbagai gangguan kesehatan, salah satunya adalah anemia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara perilaku penggunaan pestisida dengan kejadian anemia pada petani di Desa Candirejo. Penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi yang digunakan adalah seluruh petani di Desa Candirejo dengan sampel sebanyak 30 responden diambil menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner dan Easy Touch GCHb, dianalisis menggunakan uji Chi Square dan uji Fisher’s Exact. Hasil analisis menunjukkan ada hubungan antara penggunaan APD dengan anemia (p=0,001), tidak ada hubungan antara frekuensi penyemprotan dengan anemia (p=0,300), tidak ada hubungan antara lama penyemprotan dengan anemia (p=0,439) dan tidak ada hubungan antara waktu penyemprotan dengan anemia (p=0,682). ada hubungan antara penggunaan APD dengan kejadian anemia serta tidak ada hubungan antara frekuensi, lama dan waktu penyemprotan dengan anemia.
Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan Pajanan Debu PM10 dan PM2.5 pada Relawan Lalu Lintas di Jalan Diponegoro Ungaran Kartika Dian Pertiwi; Ita Puji Lestari; Alfan Afandi
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2024): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, July 2024
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The air quality index of an area is assessed by looking at environmental parameters that are the standard for monitoring air quality between PM2.5, and PM10. Both PM2.5 and PM10 can be inhaled, and some of them settle in the airways. Respiratory disorders caused by PM 10 and PM 2.5 particles include coughing, decreased lung function, lung cancer, asthma, difficulty breathing and death. A preliminary study obtained a PM10 value for the Diponegoro road section of 50.57 µg/m3 and PM 2.5 of 32.1 µg/m3. The amount of acceptable health risk or to estimate the health risk from exposure to PM10 and PM2.5 can be calculated using the Environmental Health Risk Analysis (ARKL) method. The purpose of this study was to analyze the environmental health risks of PM10 and PM2.5 in the population directly exposed to ambient air pollution along Diponegoro Street in 2023. The environmental population is all PM10 and PM2.5 air on Diponegoro Street Ungaran. The human population taken in this study were volunteers working on Jalan Diponegoro Ungaran. Samples were taken purposively at 24 sample points which were points with higher human activity, PM10 and PM2.5 measurements were carried out every morning and evening using an Air Quality Monitor. The results showed that the risk level at 24 points had RQ ≥1 for PM10 and PM2.5, so it can be concluded that it is included in the unsafe risk category   ABSTRAK                 Indeks kualitas udara suatu daerah dinilai dengan melihat parameter lingkungan yang menjadi standart pemantauan kualitas udara diantara PM2.5, PM10. Baik PM2.5 maupun PM10 dapat terhirup, dan beberapa di antaranya mengendap di saluran udara. Gangguan pernapasan yang timbul akibat partikel PM 10 dan PM 2.5 antara lain batuk-batuk, menurunnya fungsi paru, kanker paru-paru, asma, kesulitan bernapas hingga kematian Studi pendahuluan diperoleh nilai PM10 ruas jalan diponegoro sebesar 50,57 µg/m3 dan PM 2.5 sebesar 32,1 µg/m3. Besarnya risiko kesehatan yang dapat diterima atau untuk memperkirakan risiko kesehatan dari paparan PM10 dan PM2.5 dapat dihitung menggunakan metode Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis risiko kesehatan lingkungan PM10 dan PM2.5 pada populasi yang terpapar langsung polusi udara ambien di sepanjang jalan Diponegoro Tahun 2023. Populasi lingkungan adalah semua udara PM10 dan PM2.5 di Jalan Diponegoro Ungaran. Populasi manusia yang diambil dalam penelitian ini adalah para relawan yang bekerja di Jalan Diponegoro Ungaran. Sampel diambil secara purposive sebanyak 24 titik sampel yang merupakan titik dengan aktivitas manusia lebih tinggi, pengukuran PM10 dan PM2.5 dilakukan setiap pagi dan sore hari menggunakan Air Quality Monitor. Hasil penelitian menunjukan tingkat resiko pada 24 titik memiliki RQ ≥1 untuk PM10 dan PM2.5, sehingga dapat disimpulkan bahwa termasuk dalam kategori risiko tidak aman.
Faktor yang Mempengaruhi Pemberian Asi Eksklusif: Factors Correlation Exclusive Breastfeeding Widyawati, Sigit Ambar; Alfan Afandi; Sri Wahyuni
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 7 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v7i1.3254

Abstract

Exclusive breastfeeding is the provision of breast milk alone to infants up to 6 months without additional fluids or other foods and beverages such as water, formula, orange, honey, tea water, or solid foods such as bananas, papaya, milk porridge, biscuits, rice porridge, and teams. Exclusive breastfeeding for 6 months is recommended by international guidelines based on scientific evidence of the benefits of breast milk for the baby, mother, family, and country. The purpose of this study was to determine the factors that influence exclusive breastfeeding. This research method uses simple random sampling, respondents were selected by random sampling as many as 95 respondents. The results of this study obtained respondents who did exclusive breastfeeding as many as 62 people (65%) and not exclusive breastfeeding as many as 33 people (35%). Based on the results of Chi-Square analysis, it was found that there was a significant relationship between the level of knowledge (p = 0.001), age (p = 0.036), and education level (p = 0.001) with exclusive breastfeeding. Increase knowledge with health promotion and counseling about the benefits and process of exclusive breastfeeding.   Abstrak Dalam Bahasa Indonesia ditulis melingkupi 200-500 words. Font Size 11, Times New Roman, spasi Tunggal ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja pada bayi sampai 6 bulan tanpa tambahan cairan ataupun makanan lain makanan dan minuman lain yang dimaksud misalnya air putih, susu formula, jeruk, madu, air teh, atapun makanan padat seperti pisang, pepaya, bubur susu, biskuit, bubur nasi, dan tim. Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan dianjurkan oleh pedoman internasional yang didasarkan pada bukti ilmiah tentang manfaat ASI baik bagi bayi, ibu, keluarga, maupun negara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi pemberian ASI eksklusif. Metode penelitian ini menggunakan simple random sampling, responden dipilih secara random sampling sebanyak 95 responden. Hasil penelitian ini didapatkan responden yang melakukan pemberian ASI Eksklusif sebanyak 62 orang (65%) dan tidak ASI Eksklusif sebanyak 33 orang (35%). Berdasarkan hasil analisis Chi-Square didapatkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan (p = 0,001), usia (p = 0,036), dan tingkat pendidikan (p = 0,001) dengan pemberian ASI Eksklusif. Meningkatkan pengetahuan dengan promosi kesehatan dan penyuluhan tentang manfaat dan proses pemberian ASI Eksklusif.
Edukasi Penyakit Tidak Menular pada Siswa: Upaya Preventif Kesehatan di SMA PGRI Temanggung Alfan Afandi; Sugiarto, Heri; Kartika Dian Pertiwi
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 6 No. 2 (2024): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2024
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v6i2.3500

Abstract

Non-Communicable Diseases (NCDs) are one of the main public health challenges in Indonesia and globally. The risk of NCDs among adolescents is often overlooked because it is assumed that NCDs are more related to old age. In Temanggung Regency, the high risk of NCDs among adolescents has prompted the need for interventions that can increase their awareness and understanding of NCD prevention. This community service activity was carried out at SMA PGRI Temanggung, focusing on education about NCDs among students. The main objective of this study was to improve students' knowledge about NCDs. The method used in this activity is participatory education. The activity began with interactive counseling covering material on risk factors, symptoms, and prevention of NCDs. The results obtained showed a significant increase in students' knowledge about NCDs. Before the activity, 20 out of 33 students had good knowledge, while 13 students were classified as poor. After the activity, 32 students showed good knowledge, while only 1 student was still in the poor category. The main conclusion of this activity is that an interactive and participatory educational approach is effective in improving students' knowledge about NCDs. This improvement not only increases health awareness among students but also provides a strong foundation for adopting a healthy lifestyle in the future. With these results, it is hoped that similar activities can be implemented in other schools to support adolescent health more widely.   ABSTRAK Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan salah satu tantangan utama kesehatan masyarakat di Indonesia dan secara global. Risiko PTM di kalangan remaja sering kali diabaikan karena anggapan bahwa PTM lebih berkaitan dengan usia lanjut. Di Kabupaten Temanggung, tingginya risiko PTM pada kalangan remaja mendorong perlunya intervensi yang dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman mereka mengenai pencegahan PTM. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di SMA PGRI Temanggung, dengan fokus pada edukasi Penyakit Tidak Menular (PTM) di kalangan siswa. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan siswa mengenai PTM.  Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah edukasi partisipatif. Kegiatan dimulai dengan penyuluhan interaktif yang meliputi materi tentang faktor risiko, gejala, dan pencegahan PTM. Hasil yang diperoleh menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan siswa tentang PTM. Sebelum kegiatan, 20 dari 33 siswa memiliki pengetahuan yang baik, sedangkan 13 siswa tergolong kurang baik. Setelah kegiatan, 32 siswa menunjukkan pengetahuan yang baik, sementara hanya 1 siswa yang masih berada dalam kategori kurang baik. Kesimpulan utama dari kegiatan ini adalah bahwa pendekatan edukasi yang interaktif dan partisipatif efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa mengenai PTM. Peningkatan ini tidak hanya meningkatkan kesadaran akan kesehatan di kalangan siswa tetapi juga memberikan dasar yang kuat untuk mengadopsi gaya hidup sehat di masa depan. Dengan hasil ini, diharapkan kegiatan serupa dapat diterapkan di sekolah-sekolah lain untuk mendukung kesehatan remaja secara lebih luas.
Analisis Kerentanan Kesehatan Penduduk Pasca Bencana Afandi, Alfan; Sigit Ambar Widyawati; Nico Irawan
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2024): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, July 2024
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/proheallth.v6i2.3715

Abstract

Semarang City, which have a high risk of flooding. Floods not only cause material losses, but also have a significant impact on people's health, with skin diseases, acute respiratory infections (ARI), and diarrhea as the main complaints. This research aims to analyze post-flood community health vulnerabilities in Bandarharjo Village using a quantitative descriptive approach. Data was collected through interviews with Community Health Centers and sub-district officials regarding the number of people affected by the flood and the types of diseases that occurred. The research results show that community health vulnerability is influenced by poor sanitation conditions, low health awareness, and limited access to health services. The resulting recommendations include improving sanitation infrastructure, increasing health awareness through education, and strengthening access to health services. It is hoped that this research can become the basis for more effective health mitigation policies in coastal areas that are vulnerable to flood disasters.   ABSTRAK                 Banjir merupakan bencana alam yang sering terjadi di wilayah pesisir dan dataran rendah, seperti Kelurahan Bandarharjo, Kota Semarang, yang memiliki risiko tinggi terhadap banjir. Banjir tidak hanya menyebabkan kerugian material, tetapi juga berdampak signifikan terhadap kesehatan masyarakat, dengan penyakit kulit, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dan diare sebagai keluhan utama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kerentanan kesehatan masyarakat pasca banjir di Kelurahan Bandarharjo dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan Puskesmas dan perangkat kelurahan mengenai jumlah masyarakat yang terdampak banjir serta jenis penyakit yang muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerentanan kesehatan masyarakat dipengaruhi oleh kondisi sanitasi yang buruk, rendahnya kesadaran kesehatan, dan terbatasnya akses layanan kesehatan. Rekomendasi yang dihasilkan antara lain meliputi perbaikan infrastruktur sanitasi, peningkatan kesadaran kesehatan melalui edukasi, serta penguatan akses layanan kesehatan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi kebijakan mitigasi kesehatan yang lebih efektif di wilayah pesisir yang rentan terhadap bencana banjir.