Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pengaruh Ukuran Awal Tinggi Cangkang Terhadap Pertumbuhan dan Ketebalan Lapisan Mutiara Pasca Implantasi pada Kerang Mutiara Mabe (Pteria penguin) Musair, Irdayanti; Yusnaini, .; Idris, Muhammad
Jurnal Media Akuatika Vol 4, No 1: Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.686 KB) | DOI: 10.33772/jma.v4i1.6376

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran awal tinggi cangkang terhadap pertumbuhan dan ketebalan lapisan mutiara pasca implantasi pada kerang Pteria penguin. Penelitian ini dilaksanakan selama lima bulan dan bertempat di perairan Palabusa Selat Buton Kota Bau-bau Sulawesi Tenggara. Terdapat 15 individu kerang yang diimplantasi pada ukuran yang berbeda yaitu ukuran tinggi cangkang 60-80 mm, 81-100 mm, dan 101-120 mm, masing-masing perlakuan terdiri dari 5 kali ulangan. Kerang ditempatkan secara acak pada rakit budidaya dengan metode tali gantung pada kedalaman 1 m. Parameter yang diukur meliputi tinggi, lebar, tebal cangkang, bobot basah kerang dan pengukuran ketebalan lapisan mutiara meliputi top dan base yang dilakukan pada akhir penelitian. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan mutlak tinggi dan lebar cangkang tertinggi berurut-turut sebesar 17,15 mm dan 18,39 mm pada ukuran cangkang 60-80 mm, sedangkan tebal cangkang tertinggi sebesar 3,37 mm pada ukuran cangkang 81-100 mm, dan bobot basah kerang tertinggi sebesar 52,60 g pada ukuran cangkang 101-120 mm. Rata-rata ketebelan lapisan mutiara yang terbentuk berkisar 0,15-0,22 mm dan 0,230,33 mm, masing-masing pada bagian top dan base. Ukuran cangkang memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap pertumbuhan mutlak tinggi dan lebar cangkang, namun tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan mutlak tebal cangkang bobot basah kerang dan ketebalan lapisan mutiara, Penelitian ini menyimpulkan bahwa ukuran cangkang 60-120 mm dapat digunakan sebagai benih implantasi untuk menghasilkan mutiara pada kerang mutiara mabe (Pteria penguin).Kata kunci : Pteria penguin, ukuran cangkang, pertumbuhan, ketebalan lapisan mutiara.
Ukuran Telur dan Larva Abalon Haliotis asinina dari Induk yang Diberi Pakan Rumput LautGracillaria arcuata dan Ulva fasciata Hak, Ainul; Kurnia, Agus; Yusnaini, .
Jurnal Media Akuatika Vol 2, No 4: Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.347 KB) | DOI: 10.33772/jma.v2i4.4351

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengeahui ukuran telur dan larva abalon dari induk yang diberi pakan jenis Gracillaria arcuata dan Ulva fasciata. Penelitian ini dilakukan selama 111 hari sejak tanggal 2 November 2016 sampai tanggal 20 Februari 2017 dari pemilihan induk sampai pemijahan.Penelitian ini menggunakan pemijahan secara alami dan induk abalon jantan dan betina dipisahkan wadah pemijahannya.Induk abalon telah mencapai tingkat kematangan gonad (TKG) ke 2, Abalon dipelihara didalan keranjang 30x30 cm sebanyak 3 individu dalam satu wadah, kemudian wadah keranjang dimasukkan ke dalam bak fiber yang berkapasitas 1000liter air laut. Induk abalon dipelihara sampai mencapai TKG 3 dan 4 dan siap untuk dipijahkan, Induk abalon yang telah matang gonad dipindahkan ke dalam wadah berkapasitas 70 liter air laut. Telur dan larva yang berhasil menetas diukur dibawah mikroskop binokuler 100x perbesaran menggunakan eyepiece.Variabel yang diamati adalah diameter telur, panjang larva. Data yang di dapatkan dianalisis dengan analisis statistik menggunakan uji T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diameter telur abalon dari induk yang diberi pakan jenis G. arcuata dan U. fasciatatidak menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan ukuran telur antara 150-200 µm dan panjang larva antara 210-230 µm.kesimpulan penelitian ini adalah kualitas pakan alami jenis G. arcuata dan U. fasciata memiliki pengaruh yang sama terhadap diameter telur dan panjang larva abalon.Kata Kunci : Abalon, Telur, Larva
Pengaruh Substrat yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Biomassa Cacing Laut (Nereis sp.) Asnawai, .; Yusnaini, .; Idris, Muhammad
Jurnal Media Akuatika Vol 3, No 2: April
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.908 KB) | DOI: 10.33772/jma.v3i2.5008

Abstract

Cacing Nereis sp. tergolong hewan ekonomis yang digunakan sebagai umpan dan pakan induk udang. Penelitian ini bertujuan menentukan bahan substrat media yang baik dalam pembudidayaan cacing Nereis. sp. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan dan 4 ulangan. Pada setiap unit percobaan digunakan sebanyak 5 ekor hewan uji. Perlakuan yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu menggunakan tipe substrat yang berbeda terdiri atas pasir putih, pasir hitam dan pasir putih campur pasir hitam. Hewan uji hasil penangkapan di alam dengan ukuran yang relatif sama ditempatkan dalam wadah sementara, kemudian dilakukan penimbangan awal terhadap berat total hewan uji menggunakan timbangan analitik. Hewan uji lalu ditempatkan pada masing-masing wadah penelitian yang tersedia. Pakan yang diberikan adalah ampas kelapa yang masih memiliki santan, diberikan 2 kali/hari dengan dosis 20 % dari bobot tubuh. Variabel yang diamati adalah Kelangsungan  Hidup, Pertumbuhan Mutlak dan Laju Pertumbuhan Spesifik. Hasil uji menunjukkan semua jenis substrat pada penelitian ini dapat direkomendasikan sebagai substrat pada budidaya cacing Nereis sp., karena menghasilkan kelangsungan hidup, pertumbuhan mutlak dan laju pertumbuhan spesifik yang seluruhnya tidak memberikan pengaruh yang nyata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa cacing Nereis sp. dapat dipelihara pada substrat berpasir.Kata kunci: Cacing Nereis sp., Budidaya, Substrat, Biomassa, Pertumbuhan
Pengaruh Salinitas terhadap Perkembangan Metamorfosis dan Pertumbuhan Larva Abalon Hybrid Sampai Juvenil Muda Umur 35 Hari Amin, Ahmad; Yusnaini, .; Effendy, Irwan J.
Jurnal Media Akuatika Vol 1, No 4: Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.676 KB) | DOI: 10.33772/jma.v1i4.4291

Abstract

Perkembangan metamorfosis dan pertumbuhan larva abalon hybrid sampai juvenil muda umur 35 hari telah diteliti setelah larva ditransfer pada tingkat salinitas yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui salinitas yang optimum untuk menunjang perkembangan metamorfosis dan pertumbuhan larva abalon hybrid sampai juvenil muda umur 35 hari dalam hal memperoleh benih abalon yang unggul. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 taraf perlakuan (salinitas 30, 33, dan 36 ppt) dan 3 ulangan. Perbedaan salinitas yang diberikan tidak memiliki pengaruh terhadap perkembangan metamorfosis dan pertumbuhan larva abalon hybrid, dan untuk perkembangan metamorfosisnya masih memiliki pola yang sama dengan jenis abalon perindukannya. Pertumbuhan rata-rata panjang cangkang pada akhir penelitian yaitu, 2.42 mm di salinitas 30 ppt, 2.51 mm di salinitas 33 ppt, dan 2.10 mm di salinitas 36 ppt. Sedangkan untuk lebar cangkang yang didapatkan yaitu, 1.78 di salinitas 30 ppt, 1.77 di salinitas 33 ppt, dan 1.61 di salinitas 36 ppt, dan tidak berbeda nyata diantara ketiga perlakuan tersebut setelah dilakukan analisa statistik dengan menggunakan SPSS 17 dengan taraf kepercayaan 95%. Hal tersebut memberikan bukti bahwa larva abalon dapat dipelihara dan hidup dengan baik pada kisaran salinitas 30-36 ppt. Kata kunci: Salinitas, Perkembangan Metamorfosis, Pertumbuhan, Abalon Hybrid