Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Studi Eksperimental tentang Pengaruh Dinding Bata Merah Terhadap Ketahanan Lateral Struktur Beton Bertulang Jafril Tanjung; Maidiawati Maidiawati
Jurnal Teknik Sipil Vol 23 No 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2016.23.2.2

Abstract

Abstrak. Bata merah umum digunakan sebagai dinding pada struktur bangunan beton bertulang di negara berkembang dan rawan bencana gempa bumi seperti Indonesia. Dalam proses prencanaan, dinding bata merah biasanya diperlakukan sebagai komponen non-struktur, dimana interkasi antara dinding dan struktur beton bertulang diabaikan. Fakta hasil observasi lapangan pasca bencana gempa bumi Sumatera Barat menunjukkan bahwa dinding bata merah dapat membantu mengurangi kerentanan struktur beton bertulang yang dikenai beban lateral. Dalam makalah ini, hasil serangkaian pengujian laboratorium struktur portal beton bertulang akan dibahas untuk menentukan pengaruh dinding bata merah terhadap ketahanan lateral struktur beton bertulang. Hasil pengujian menunjukkan bahwa dinding bata mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap ketahanan lateral struktur beton bertulang. Peningkatan ketahanan lateral juga diperoleh dengan penggunaan ukuran bata merah yang lebih besar dan penggunaan plesteran pada kedua sisi dinding.Abstract. Reinforced-Concrete (R/C) frame structures with unreinforced clay brick masonry (URM) infill walls are commonly used in developing countries with regions of high seismicity. The walls are usually treated as non-structural components, and their interaction with the bounding frames is often ignored in designing process. Field evidences after West Sumatera earthquake have shown that URM infill walls can help reduce the vulnerability of the R/C frame structures against lateral load. In the present paper, it is an attempt to highlight the series laboratory experimental results of the R/C frame structures with URM infill walls. Results of the experimental studies which have indicated URM infill walls can have a significant influence on the lateral resistance of the R/C frame structures. Increasing the lateral resistance is also observed on the R/C frame structures uses larger size of the clay brick masonry and uses mortar on the infill walls' surfaces.
Pengaruh Dinding Bata dengan Bukaan (Lobang) terhadap Ketahanan Lateral Struktur Rangka Beton Bertulang Maidiawati Maidiawati; Jafril Tanjung; Hamdeni Medriosa
Jurnal Teknik Sipil Vol 24 No 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2017.24.2.5

Abstract

AbstrakMakalah ini menjelaskan serangkaian pengujian pada struktur rangka beton bertulang dengan dinding bata penuh dan dinding bata ada bukaan (lobang) untuk mengetahui konstribusi dinding bata ada bukaan terhadap kekuatan lateral struktur beton bertulang. Empat benda uji struktur rangka beton bertulang dan dinding bata dengan skala 1:4, yaitu satu benda uji struktur rangka tanpa dinding pengisi dan tiga struktur rangka dengan dinding bata, diuji dengan memberikan beban lateral (beban dorong) pada bagian atas balok struktur hingga benda uji mengalami keruntuhan (pushover). Besarnya perpindahan lateral direkam selama pengujian untuk mengontrol peningkatan beban lateral. Retak dan perkembangannya diobservasi selama pengujian untuk mengidentifikasi mekanisme keruntuhan benda uji. Hasil pengujian menunjukan bahwa keruntuhan benda uji didahului dengan keruntuhan pada dinding bata sebelum keruntuhan struktur kolom. Kekuatan dan kekakuan lateral struktur rangka dengan dinding pengisi lebih besar daripada kekuatan dan kekakuan struktur rangka tanpa dinding pengisi. Struktur rangka dengan dinding bata penuh memiliki kekuatan lateral lebih dari dua kali kekuatan lateral struktur rangka tanpa dinding. Dinding bata dengan satu bukaan di tengah seluas 40% dan dinding bata dengan dua bukaan seluas 25% meningkatkan kekuatan lateral struktur rangka beton bertulang masing-masing sebesar 25% dan 47% .AbstractThis paper presents the series of experimental tests of reinforced-concrete (R/C) frame structures infilled with solid brick wall and opening brick walls to evaluate contributions of brick infills with openings to lateral strength of RC frames. Four 1/4-scale single story and single bay RC frame specimens, one bare frame and three infilled frames, were tested by applying the static monotonic lateral load to the upper beam of specimens. During the testing, lateral displacements of infilled structure were monitored to control the incremental lateral loads. The cracks, crack propagation and major cracks were observed throughout the tests to identify the mechanism failure of specimens. As the results, failure of brick wall was prior to the failure of RC columns. The lateral strength and stiffness of infilled frames were always higher than those of bare frame. The solid brick infill significantly increases the lateral strength of overall RC frame more than two times. The brick infill with a center opening of size 40% and the brick infill with 2 (two) openings of size 25% increase the lateral strength of R/C frame by about 25% and 47%, respectively.
STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH DINDING BATA TERHADAP KETAHANAN KOLOM STRUKTUR PORTAL SEDERHANA Ulya Saputra; Harry Syafriandi Eka Putra; Jafril Tanjung; Rendy Thamrin
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 11, No 2 (2015)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.422 KB) | DOI: 10.25077/jrs.11.2.85-96.2015

Abstract

Indonesia merupakan daerah rawan gempa. Berdasarkan fakta yang dilihat, setelah terjadinya gempa banyak bangunan yang rusak. Komponen yang vital adalah dinding bata. Berdasarkan gempa Padang 2009 memperlihatkan bahwa bangunan bertingkat yang memiliki pasangan dinding bata yang lebih banyak pada lantai dasar dapat bertahan terhadap beban gempa dari pada yang tanpa pakai dinding bata. Berdasarkan SNI 03-2847-2002 dinding bata hanya difungsikan sebagai komponen non struktural yang hanya memberikan beban terhadap struktur. Sedangkan interaksi dinding bata dengan portal yang mengelilinginya serta sumbangan terhadap kekuatan dan kekakuan struktur seringkali diabaikan. Padahal apabila struktur dengan dinding bata tersebut diberi beban gempa yang cukup kuat, maka dinding bata tersebut akan cendrung berinteraksi dengan portal yang mengelilinginya. Berdasarkan investigasi tersebut maka dilakukanlah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui seberapa besar konstribusi dari dinding bata terhadap ketahanan struktur beton sederhana saat diberikan beban lateral yaitu representasi dari beban gempa. Penelitian dilakukan dengan lima jenis benda uji yaitu struktur portal sederhana tanpa dinding bata, struktur portal sederhana dengan dinding bata tanpa plesteran, dan struktur portal sederhana dengan dinding bata dengan plesteran. Bata yang digunakan adalah bata normal yang ada dipasaran dan bata skala.Penelitian dilakukan secara eksperimental dan numerik.Penelitian secara numerik dilakukan dengan menggunakan bantuan software ATENA 2D V.4.2 Demo.Hasil pengujian menunjukakan bahwa dinding bata mempunyai konstribusi terhadap struktur bangunan. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya kapasitas dan kekakuan struktur beton bertulang.Kata kunci : Dinding Bata, Ketahanan Struktur Beton Bertulang, Beban Lateral
STUDI EKSPERIMENTAL PERILAKU GESER BALOK PADA SAMBUNGAN BALOK KOLOM BETON BERTULANG Rita Anggraini; Jafril Tanjung; Jati Sunaryati; Rendy Thamrin; Riza Aryanti
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1198.161 KB) | DOI: 10.25077/jrs.12.1.25-38.2016

Abstract

Suatu bangunan memiliki ketahanan yang baik terbuat dari struktur beton bertulang dapat diamati daristruktural bangunan itu sendiri. Salah satu komponen struktural yang paling berpengaruh dalam keruntuhan suatu bangunan adalah sambungan balok-kolom. Keruntuhan bangunan tersebut, khususnya bangunan gedung beton bertulang adalah akibat kerusakan dari sambungan balok-kolom yang merupakan bagian struktur yang terpenting pada bangunan. Pada penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi perilaku geser balok pada sambungan balok-kolom beton bertulang dengan 3 variasi rasio tulangan balok BCJ-2 (ρ=0.0067), BCJ-3 (ρ =0.010) dan BCJ-5 (ρ =0.0167) serta mengetahui besarnya beban pada saat retak awal (first crack), dan beban saat runtuh. Dari hasil yang diperoleh pada penilitian ini adalah semakin besar rasio tulangan yang digunakan maka semakin besar beban yang dapat ditahan balok. Pengaruh adanya variasi rasio tulangan dapat meningkatkan kapasitas baloknya, baik pada pakai sengkang maupun tanpa sengkang. Dimana BCJ-S 5 adanya peningkatan kapasitasnya sebesar 25,49% dari BCJ-TS 5, sedangkan BCJ-S 3 dengan BCJ-TS 3 dan BCJ-S 2 dengan BCJ-TS 2 yang tidak begitu menunjukan peningkatan yang signifikan. Dari keenam benda uji, satu mengalami keruntuhan lentur dan lima mengalami keruntuhan geser.Kata kunci : sambungan balok kolom, rasio tulangan, beban, kapasitas geser, keruntuhan geser.
PENGARUH PERKUATAN PELAT CFRP TERHADAP PERILAKU TULANGAN TARIK STRUKTUR BALOK BETON BERTULANG Elfania Bastian; Rendy Thamrin; Jafril Tanjung
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.663 KB) | DOI: 10.25077/jrs.11.1.23-30.2015

Abstract

Dalam studi ini dilakukan analisis numerik tentang pengaruh perkuatan dengan pelat CFRP (Carbon Fiber Reinforced Polymer) terhadap tegangan tulangan tarik. Tegangan pada tulangan tarik ditinjau pada daerah sekitar perletakan balok sederhana dengan dua tumpuan. Untuk maksud tersebut serangkaian model numerik dipersiapkan dengan jenis tulangan yang berbeda. Dimana panjang penyaluran tambahan divariasikan 100mm dan 250mm. Tulangan yang digunakan adalah tulangan baja dan GFRP (Glass Fiber Reinforced Polymer). Hasil analisis menjelaskan bahwa perkuatan dengan pelat CFRP dapat meningkatkan kapasitas balok dimana tegangan yang diterima oleh tulangan tarik menurun. Disamping itu tulangan tarik GFRP juga terbukti efektif meningkatkan daktilitas balok beton bertulang.
KAJIAN EKSPERIMENTAL KUAT LENTUR BALOK PADA SAMBUNGAN BALOK KOLOM BETON BERTULANG Aidil Abrar; Rendy Thamrin; Jafril Tanjung
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 11, No 2 (2015)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2859.161 KB) | DOI: 10.25077/jrs.11.2.107-116.2015

Abstract

Pada umumnya kegagalan struktur saat terjadi gempa banyak disebabkan pada sambungan balokkolom. Sambungan balok-kolom merupakan bagian penting pada struktur bangunan gedung bertingkat. Pada proses perencanaaan struktur akibat beban, haruslah dijamin bahwa sambungan balok kolom tidak mengalami kerusakan akibat beban yang besar. Kerusakan sambungan balok kolom biasanya disebabkan oleh kurangnya kemampuan sambungan menahan gaya geser dan rendahnya daktalitas yang diakibatkan oleh kurangnya jumlah tulangan geser yang dipasang serta kurangnya kemampuan menahan beban lentur dan aksial. Oleh karena itu untuk mengetahui perilaku balok pada sambungan balok-kolom dilakukan kajian eksperimental di Laboratorium Material dan Struktur Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Andalas Padang, dengan tiga benda uji balok kolom eksterior, balok ukuran 180 mm x 250 mm, dengan rasio tulangan tarik dan tekan masing masing ρ1= 0,0059, ρ2 = 0,0087 , ρ3= 0,0147 tulangan ulir diameter 13 mm, dan kolom 180 mm x 300 mm dengan tulangan ulir 19 mm. Compressive strength (f’c) = 27 MPa, yield strength (fy) tulangan balok = 417,434 MPa, yield strength (fy) tulangan kolom = 462,960 MPa, serta yield strength (fy) tulangan sengkang = 368,507 MPa. Dari hasil penelitian ini dapat kesimpulan setelah regangan leleh εy = fy/E pada leleh pertama terlampui, pembebanan (P) masih bisa bertambah sampai balok mengalami perpindahan (δ) semakin besar sampai balok runtuh. Perbedaan kelenturan dan perpindahan balok pada sambungan balok kolom dari masing-masing benda uji dipengaruhi dari variasi tulangan longitudinal balok.Kata kunci : Sambungan balok kolom, rasio tulangan, lentur balok, daktalitas.
Studi Analitikal Pengaruh Dinding terhadap Kekuatan Struktur Beton Bertulang Miko Yolisa Putra; Jafril Tanjung
Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang Vol 7 No 1 (2020): Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (884.187 KB) | DOI: 10.21063/jts.2020.V701.010-19

Abstract

Dinding bata pada umumnya digunakan sebagai dinding pengisi pada struktur bangunan beton bertulang di Indonesia. Dalam proses perencanaan selama ini dinding dianggap beban mati yang diperhitungkan untuk merencanakan atau mendesain suatu bangunan, dinding sendiri diperhitungkan bukan bagian dari struktur. Bahwasannya hasil yang ditemui dilapangan pasca bencana gempa bumi yang terjadi di Sumatera Barat menunjukkan bahwa dinding bata dapat memberikan kekakuan dan kekuatan pada struktur. Beberapa ahli telah melakukan pengujian untuk menganalisis pengaruh dinding terhadap kekuatan struktur beton bertulang. Untuk mempermudah dan meminimalisir biaya maka digunakan metoda analitikal berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh Maidiawati, untuk memahami bagaimana efek dinding terhadap struktur portal beton bertulang terhadap beban lateral. Dalam permodelan, dinding bata dianalisis dengan model strut diagonal ekivalen, dimana kekuatan lateral dinding bata dievaluasi berdasarkan lebar strut diagonal yang didapatkan antara dinding dan kolom, kemudian didapat tinggi kontak antara kolom dan dinding. Tinggi kontak antara kolom dan dinding dianalisis berdasarkan tegangan tekan yang terjadi pada daerah kontak antara dinding dan kolom. Dari hasil analitik yang dilakukan, diperoleh kekuatan lateral dinding bata hasil analitik, Q = 64,1 kN dan didapatkan displacement sebesar 2.77 mm atau drift ratio sebesar 0.37%. Sedangkan hasil kekuatan lateral dari dinding hasil eksperimen sebesar 51,4 kN. Untuk kekuatan lateral struktur rangka beton bertulang dengan dinding diperoleh sebesar 108,4 kN dan hasil eksperimen sebesar 93.6 kN. Maka didapatkan kekuatan lateral dan perpindahan lateral hasil model analitik yang cukup mendekati hasil eksperimen. Dapat disimpulkan bahwa dinding memiliki kontribusi terhadap penambahan kekuatan lateral struktur rangka beton bertulang.
Pengaruh Dinding Bata Terhadap Kapasitas Seismik Gedung Beton Bertulang Berlantai Banyak Lili Leilany; Jafril Tanjung; Jati Sunaryati
CIVED Vol 9, No 3 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/cived.v9i3.119209

Abstract

Studi ini menjelaskan tentang pengaruh dinding bata terhadap kapasitas seismik gedung beton bertulang. Di kota Padang, dinding bata digunakan sebagai dinding non struktural pada sebagian besar gedung beton bertulang. Dalam hal ini, kontribusi dinding bata terhadap kinerja struktur gedung bertulang dianalisis. Bangunan beton bertulang sepuluh lantai dipilih sebagai model dalam penelitian ini yang bertujuan untuk mengetahui kapasitas seismik dan keamanan gedung ditinjau dari perpindahan, drift rasio, dan gaya geser dasar. Untuk mengevaluasi kapasitas seismik gedung beton bertulang digunakan 2 (dua) model. Bangunan dianalisis dan dibandingkan antara bangunan beton bertulang dengan dan tanpa dinding bata. Pemodelan dianalisa dengan menggunakan Push Over Analysis dengan menggunakan software yang disebut Struktural Earthquake Response Analysis 3D (STERA 3D), Analisis Pushover dilakukan dengan menggunakan distribusi beban UBC. Hasil analisis menunjukkan bahwa dinding  dalam rangka beton bertulang dapat meningkatkan gaya geser dasar sekitar 38% dan 25% pada arah X dan Y struktur dibandingkan dengan rangka beton bertulang tanpa dinding bata, dinding bata juga dapat meningkatkan titik kinerja dalam arah X dan Y struktur masing-masing sebesar 45% dan 32%. Dinding bata dapat mengurangi kerusakan pada komponen struktural. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan dinding bata dapat memberikan peningkatan terhadap kapasitas seismik bangunan beton bertulang secara signifikan
Potensi Metode Jaringan Saraf Tiruan Dalam Memprediksi Respons Seismik Gedung Bertingkat Di Indonesia Raihan Arditama Harnedi; Jafril Tanjung; Jati Sunaryati
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v3i1.37

Abstract

Setiap struktur yang menerima beban gempa akan memunculkan suatu perilaku atau respons khusus disebut respons seismik. Respons ini umumnya diidentifikasi dengan bantuan software elemen hingga, namun seiring dengan berkembangnya teknologi, para peneliti telah mengembangkan sebuah metode prediksi yang berdasarkan konsep kecerdasan buatan yaitu metode Jaringan Saraf Tiruan (JST). Penelitian ini berfokus pada penentuan akurasi metode JST dalam memprediksi nilai respons seismik gedung bertingkat pada beberapa lokasi di Indonesia. Model struktur yang digunakan adalah gedung bertingkat beton bertulang dengan 15 lantai dan respons seismik model tersebut dianalisis pada 3 jenis tanah di 34 ibukota provisi di seluruh Indonesia. Data hasil analisis kemudian digunakan untuk pengolahan data pada model JST menggunakan software MATLAB. Model JST yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari 3 lapisan yaitu input layer, hidden (15 neuron) dan output layer. Lapisan input layer terdiri dari data geometri gedung, kondisi tanah dan parameter gempa lokasi tinjauan sedangkan output layer terdiri dari nilai perpindahan, kecepatan dan percepatan pusat lantai. Setelah 295 kali iterasi, model JST dapat memprediksi nilai respons seismik gedung pada 34 lokasi tinjauan dengan nilai rata – rata keseluruhan mean squared error (MSE) sebesar 1,95x10-5 dan nilai koefisien determinasi (R2) keseluruhan sebesar 99,96%. Hasil parameter akurasi ini (MSE dan R2) menunjukkan bahwa model JST telah berhasil memprediksi nilai respons seismik gedung bertingkat dengan akurat dan dapat dikembangkan pada kasus – kasus struktur tahan gempa lainnya.
Sudut Sudut Kelongsoran Tanah Pasir di Belakang Dinding Penahan Tanah Segmental Mazni, Deni Irda; Hakam, Abdul; Tanjung, Jafril; Ismail, Febrin Anas; Yossyafra, Yossyafra
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 9 No. 2 (2023): Siklus: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v9i2.15869

Abstract

Dinding penahan tanah (DPT) dibangun untuk mengatasi kelongsoran. Salah satu konstruksi DPT yang sering dipakai adalah DPT segmental atau Segmental Retaining Wall (SRW) yang terdiri dari 2 tipe yaitu SRW gravity dan SRW reinforced. SRW gravity merupakan DPT yang mengandalkan berat sendiri strukturnya. SRW reinforced memakai geosintetik untuk perkuatan terhadap kestabilan dindingnya. Selama ini, analisis kestabilan SRW gravity selalu dianggap seperti DPT monolit. Selain metode analisis yang dianggap sama, pola kelongsoran tanah yang terjadi di belakang SRW juga dianggap sama, sehingga sudut kelongsoran tanah (a) uji laboratorium yang terjadi sama dengan sudut kelongsoran metoda Rankine (q=45o+f/2). Penelitian skala laboratorium dilakukan dengan beberapa skenario balok-balok SRW serta pemberian tanah pasir dan pembebanan merata (statis) di belakang SRW. Pola kelongsoran tiap skenario SRW direkam untuk mengamati sudut kelongsoran. Pola kelongsoran yang terjadi membentuk kurva S dengan persamaan fungsi polinomial pangkat tiga. Berdasarkan pengamatan terhadap beberapa skenario SRW, terlihat bahwa besar sudut kelongsoran (a) yang terjadi di dasar kurva kelongsoran sama dengan sudut geser dalam tanah pasir (f) tersebut.