Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Hybrid and Collaborative Governance Model for Village Development in Indonesia Alkadafi, Muammar; Susanti, Susanti; Wasistiono, Sadu; Broto, Mani Festati
Jurnal Administrasi Publik (Public Administration Journal) Vol. 15 No. 2 (2025): Jurnal Administrasi Publik (Public Administration Journal), December
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jap.v15i2.14443

Abstract

Village development in Indonesia continues to face tensions between formal decentralization mandates and persistently centralized governance practices. Although Law Number 6 of 2014 on Villages was intended to strengthen village autonomy, its implementation is often constrained by rigid central regulatory frameworks and standardized fiscal controls, limiting local participation and contextual responsiveness. This study offers a conceptual and empirical contribution by developing and examining an integrated hybrid and collaborative governance model for village development. Employing a qualitative research design, data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and document analysis conducted in six villages in Kampar Regency, Riau Province. The findings indicate that hybrid governance, which combines top-down regulatory mechanisms with bottom-up community participation, enhances policy flexibility, responsiveness, and contextual alignment at the village level. Furthermore, the incorporation of collaborative governance strengthens cross-sectoral coordination among central and local governments, village institutions, private actors, and civil society organizations, thereby reducing fragmentation in policy implementation. Theoretically, this study operationalizes hybrid and collaborative governance within the context of village development policy. Practically, it provides policy-relevant insights for strengthening the legitimacy, responsiveness, and sustainability of decentralized governance in Indonesia.
STRATEGI SWAR DALAM IMPLEMENTASI COLLABORATIVE GOVERNANCE TERHADAP PENERAPAN BUDAYA SMART DI INDONESIA Sukardi, Didi; Wasistiono, Sadu
Jurnal Manajemen Terapan dan Keuangan Vol. 15 No. 03 (2026): Jurnal Manajemen Terapan dan Keuangan (On Proses)
Publisher : Program Studi Manajemen Pemerintahan dan Keuangan Daerah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jmk.v15i03.59180

Abstract

Abstrak Perkembangan globalisasi, revolusi industri 4.0, dan transformasi digital menuntut pemerintah Indonesia berperan sebagai aktor strategis dalam pelayanan publik, bukan sekadar pelaksana administrasi. Namun, implementasi Collaborative Governance di Indonesia masih menghadapi berbagai kendala, seperti rendahnya kualitas sumber daya manusia aparatur dalam pemanfaatan teknologi digital, kesenjangan infrastruktur, lemahnya integrasi sistem pemerintahan, resistensi birokrasi terhadap perubahan, serta rendahnya integritas aparatur yang berpotensi memicu penyalahgunaan wewenang dan menurunnya kepercayaan publik. Artikel ini bertujuan menganalisis strategi implementasi Collaborative Governance di Indonesia beserta tantangan dan hambatannya, dengan mengaitkannya pada nilai budaya oriental yang menekankan moralitas, harmoni, gotong royong, dan musyawarah yang diselaraskan dengan Pancasila serta dioperasionalisasikan melalui konsep budaya SMART: Self Driven, Motivation, Action Oriented, Responsible Regulation, dan Team Occupants. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitik berbasis studi literatur (library research) dari jurnal ilmiah, buku akademik, dan dokumen kebijakan pemerintah, dengan keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan rich thick description. Analisis dilakukan melalui pendekatan SWAR (Strengths, Weaknesses, Authorities, Results), yaitu modifikasi SWOT yang lebih kontekstual bagi sektor pemerintahan menggantikan Opportunities dengan Authorities (kewenangan hukum) dan Threats dengan Results (capaian terukur) sehingga menghasilkan strategi turunan S-A, W-A, S-R, dan W-R. Hasil penulisan menunjukkan bahwa integrasi budaya SMART dan Analisis SWAR merupakan kebaruan konseptual yang menggabungkan tiga kerangka yang selama ini dikaji terpisah: Collaborative Governance, budaya oriental, dan analisis strategis sektor publik. Kombinasi ini ditawarkan sebagai strategi mengatasi resistensi birokrasi, kesenjangan digital, dan lemahnya integritas aparatur, dengan prinsip berawal dari kewenangan, relasi, dan pelayanan prima, hingga berujung pada kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat dalam mewujudkan pemerintahan yang modern, humanis, dan berkelanjutan.  Kata kunci: Manajemen Pemerintahan; Collaborative Governance; Analisis SWAR; Budaya Oriental SMART; Pelayanan Publik;