Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PKMS Aplikasi Penerapan Energi Terbarukan Solar Cell untuk Pemenuhan Kebutuhan Air di Panti Asuhan Al-Yaumuddin Randis Baharuddin; Hadiyanto Hadiyanto; Hadi Hermawan
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 4 No. 02 (2020): JURNAL ABDIMAS MAHAKAM
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v4i02.973

Abstract

Penerangan dikompleks Panti asuhan YaumiddinKm.24 Balikpapan masih sangat terbatas yaitu dengan menggunakan penerangan dari PLN yang sangat tidak memadai, Pengurus panti juga menggunakan generator set sebagai sumber energi untuk menggerakkan pompa namun hal ini hanya untuk beberapa saat mengingat kemampuan/daya beli pengurus panti terhadap bahan bakar generator set yang kurang. Program Pengabdian kepada Masyarakat Stimulus (PKMS) yang telah dilaksanakan oleh tim dari Politeknik Negeri Balikpapan telah memberikan dampak signifkan kepada masyarakat mitra dalam hal ini panti asuhan yaumuddin Balikpapan utara. Penerapan pemenuhan sistem energi listrik dengan memanfaatkan energi terbarukan berupa panel solar cell telah memberikan dampak yang sangat signifikan dengan bekerjanya pompa air yang sebelumnya harus dijalankan dengan bantuan genset, kini dapat digerakkan oleh perangkat solar cell yang telah dipasang oleh tim PKMS, sehingga mengurangi biaya tambahan untuk membeli bahan bakar. Terpasangnya instalasi untuk menghidupkan sound system masjid dengan kualitas suara yang cukup baik, guna menunjang pelaksanaan ibadah warga panti asuhan.
Implementation of Fuzzy Logic in Fish Dryer Design Yanti, Nur; Nur, Taufik; Randis, Randis
ILKOM Jurnal Ilmiah Vol 14, No 1 (2022)
Publisher : Prodi Teknik Informatika FIK Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/ilkom.v14i1.1092.39-51

Abstract

The fish drying process aims to preserve fish, so as to reduce losses due to the spoilage process. There is sunlight, the drying process does not experience obstacles, however if it is raining, it will take a longer time, and give a smell effect that disturbs the surrounding environment for a relatively long time. Fish dryer designed to work automatically, aims to speed up drying time using fuzzy logic, thus minimizing rot and air pollution due to the smell of the fish drying process. The design of the tool used experimental methods through literature study as a source of study, planning and manufacturing of fish drying equipment consists of hardware using the Arduino Mega 2560 microcontroller, temperature sensor of DHT 22, load cell sensor, humidity sensor, fan, heating element and LCD and software using the Fuzzy Mamdani method. The results obtained are the weight of the fish that has undergone a drying process using an automatic drying device, namely 500 grams, indicating that the drying process is 50% of the initial weight of 1000 grams, with a drying time of 4.48 hours, while drying time by drying or manually takes 45 hours. Shows the control system using fuzzy logic on fish drying equipment, speed up the drying time about 10 hours faster than the drying time by drying in the sun. So that it can increase the amount of dry fish production, reduce the smell in the environment around the drying, because the fish are in the dryer closed.
PENGARUH POSISI TRACK ROLLER DAN UNIT MACHINE TERHADAP LAJU TINGKAT KEAUSAN TRACK ROLLER PADA BULLDOZER KOMATSU D375A-5 Syaeful Akbar; Randis Baharuddin; Wahyu Anhar
Jurnal Teknologi Terpadu Vol 10 No 1 (2022): JTT ( Jurnal Teknologi Terpadu)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jtt.v10i1.1274

Abstract

Performa atau unjuk kerja bulldozer sangat dipengaruhi oleh kondisi komponen undercarriage. Pada saat bulldozer beroperasi, track roller menekan dan menggelinding di atas track link sehingga terjadi gesekan antara track link dan track roller akibatnya kedua permukaan komponen tersebut mengalami keusan. Gesekan dan keausan merupakan kerugian dalam bentuk kehilangan energi dan material yang membutuhkan biaya [4]. Oleh karenanya penelitian terhadap laju tingkat keausan komponen undercarriage menjadi penting karena lebih dari 60% total biaya perawatan unit bulldozer adalah Investasi biaya perawatan undercarriage [5]. Laju tingkat keausan track roller dipengaruhi oleh beban yang bekerja pada masing-masing track roller dan material ke tiga berupa tanah atau batuan yang masuk diantara kedua komponen tersebut. Bulldozer Komatsu D375A-5 memiliki 8 buah track roller yang konstruksi dan posisinya berbeda. Ada yang relative terbuka sehingga material tanah dapat mudah masuk, dan juga mudah keluar. Ada yang relative terlindung, sehingga tanah lebih sulit masuk, namun jika sudah masuk akan lebih sulit keluar. Penelitian ini dimaksudkan untuk menginvestigasi apakah posisi track roller dan unit machine mempengaruhi laju tingkat keusan track roller.Objek yang digunakan dalam penelitian ini adalah Track Roller dari 3 unit Bulldozer Komatsu D375A-5 yang dioperasikan di area yang sama yaitu soil disposal pada area tambang Batubara site Batu Kajang. Dengan demikian kondisi tanah di area operasional machine diasumsikan sama. Sampel data yang digunakan berupa data sekunder dari hasil pengukuran undercarriage yang masing-masing machine dilakukan pengukuran sebanyak 8 (delapan) kali pada setiap 400 jam operasi selanjutnya dihitung laju tingkat keausan track roller dalam mm3/jam. Dari hasil uji ANOVA dua arah menunjukan bahwa nilai F pada variable baris (posisi track roller) lebih kecil dari F kritis artinya tidak ada pengaruh posisi track roller terhadap laju tingkat keausan track roller. Sedangkan berdasarkan variable kolom (unit machine) menunjukan bahwa nilai F lebih besar dari F kritis artinya Unit machine berngaruh terhadap laju tingkat keausan track roller. Sedangkan nilai F interaksi menunjukan lebih kecil dari nilai F kritis artinya tidak ada interaksi antara posisi/letak track roller dengan unit machine.Karena posisi/letak track roller tidak mempengaruhi laju tingkat keausan track roller, maka strategi penggantian track roller tidak dianjurkan secara parsial, tetapi harus diganti secara bersamaan. Sedangkan karena unit machine berpengaruh terhadap laju tingkat keausan track roller, maka perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menginvestigasi pengaruh kondisi/performa machine, perilaku operator, dan kondisi tanah terhadap laju tingkat keausan track roller.
ANALISA KIMIA SERAT PELEPAH KELAPA SAWIT (ELAEIS GUINEENSIS JACQ) METODE VAN SOEST DAN X-RAY DIFFRACTION (XRD) Martina Puspita Sari; Randis Randis; I Made Ivan Wiyarta Cakra Sujana; Elizabeth Desfelia Ciciolini Sidabutar
Jurnal Teknologi Terpadu Vol 14 No 1 (2026): JTT (Jurnal Terpadu Terpadu)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jtt.v14i1.3033

Abstract

Pelepah kelapa sawit merupakan limbah lignoselulosa yang potensial sebagai bahan baku serat alam untuk berbagai aplikasi industri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi kimia serat pelepah kelapa sawit, meliputi kadar Neutral Detergent Fiber (NDF), Acid Detergent Fiber (ADF), hemiselulosa, selulosa, dan lignin menggunakan metode Van Soest, serta mengidentifikasi struktur kristalinitasnya menggunakan X-Ray Diffraction (XRD). Serat pelepah sawit diekstraksi secara mekanik, kemudian dikeringkan dan dihaluskan. Analisis Van Soest dilakukan secara bertahap menggunakan larutan neutral detergent dan acid detergent. Hasil analisis menunjukkan bahwa serat pelepah sawit mengandung Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa serat pelepah kelapa sawit mempunyai kandungan tertinggi pada serat variasi N5H dengan selulosa 78,63%, Lignin 9,12 % dan hemiselulosa 12,25 %. Analisis XRD pada sudut 2θ menunjukkan puncak difraksi bahwa serat pelepah sawit memiliki struktur yang dominan amorf dengan nilai kristalinitas 63,02%. Morfologi pada permukaan serat pelepah kelapa sawit diamati serat terlihat lebih bersih akibat perlakuan 10% NaOH dan H2O2. Berdasarkan hasil uji van soest dan analisis XRD menunjukkan bahwa setelah dilakukan perlakuan penelitian ini memberikan data dasar yang penting untuk pengembangan serat pelepah sawit sebagai penguat material komposit yang ramah lingkungan.