Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Metode Tarjih Al-Qâdi ‘Abd Jabbâr Dalam Ta’arudh Al-Adillah Dan Implikasinya Terhadap Ijtihad Hukum Islam Wahyudani, Zulham; Hasan, Mustofa; Firdaus, Muhammad
AL-MANHAJ: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Syariah INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almanhaj.v5i2.3552

Abstract

Al-Qadi ‘Abd Jabbar dikenal sebagai seorang ahli dalam bidang hukum Islam dari mazhab Mu'tazilah. Ia berbeda pendapat dengan aliran-aliran mutakalimin yang lebih mementingkan otoritas tekstual. Salah satunya dalam kajian metode tarjih, ‘abd al-Jabbar mempergunakan akal dan ‘illlat yang berlawanan serta mengadakan tarjih diantara ‘illat manakah yang dapat diamalkan, maka bagi seorang mukallaf boleh memilih salah satu ‘illat diantara ‘illat-‘illat lainnya untuk menetapkan hukum. Metodenya Ini membuka jalan bagi pemikiran yang kontekstual dan responsif terhadap perubahan sosial. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis konsep metode tarjih ‘Abd al Jabbar dan implikasinya terhadap ijtihad hukum Islam. Artikel ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan konseptual. Adapun data dari kajian ini adalah karya 'Abd al-Jabbar yang paling terkenal adalah "al-Mughni" dan "al-Kitab al-Muhit. Hasil penelitian menunjukan bahwa metode tarjih dalam penyelesaian perbedaan hukum adalah pertimbangan pada kemaslahatan. Amplikasi terhadap ijtihad hukum Islam adalah penalaran akal dalam pengetahuan tentang konteks sosial dan pengaruh perubahan sosial terhadap kebutuhan masyarakat juga penting untuk menjalankan ijtihad hukum secara efektif.
Reconceptualizing Waqf Governance Within Halal Industry Integration: A Maqasid-Based Institutional Framework for Sustainable Development Zulhilmi Zulhilmi; Zulham Wahyudani; Anis Kurlillah; Afnina Afnina; Srilianda Srilianda
An-Nuha : Jurnal Kajian Islam, Pendidikan, Budaya dan Sosial Vol. 12 No. 2 (2025): December
Publisher : LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64810/annuha.v12i2.946

Abstract

The growing halal industry has emerged as a major driver of economic development in Muslim-majority countries; however, its expansion has largely been driven by market-oriented logic with limited engagement with Islamic social finance institutions. At the same time, waqf institutions - despite their historical role in financing public goods and socio-economic development - remain predominantly confined to traditional charitable functions. This conceptual paper addresses the structural disconnect between waqf and the halal industry by reconceptualizing their relationship within an integrated Islamic economic framework. Using a conceptual research approach based on critical literature synthesis and theory integration, this study examines existing waqf development models, halal industry ecosystems, and maqasid al-shariah principles. The paper proposes an integrated waqf institution and halal industry framework that positions waqf as a catalytic instrument for sustainable halal value-chain development through productive financing, institutional collaboration, and digital innovation. The analysis highlights how such integration can enhance governance quality, strengthen SME development, and align Islamic economic activities with broader sustainability objectives. The paper concludes that effective waqf-halal integration requires regulatory harmonization, professionalization of waqf management, and a shift from charity-based to impact-oriented waqf governance, offering strategic implications for policymakers and Islamic economic stakeholders.