Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pemanfaatan I-Posyandu Di Posyandu Rw 11 Kelurahan Perhentian Marpoyan Kecamatan Marpoyan Damai Pekanbaru Sebagai Solusi Di Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Andriyani, Rika; Pitriani, Risa
Mejuajua: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Yayasan Penelitian dan Inovasi Sumatera (YPIS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/mejuajuajabdimas.v2i2.70

Abstract

Pelaksanaan kegitan posyandu dalam kurun waktu 1 tahun terakhir tidak dapat dilakukan dikarenakan pandemi Covid-19. Total kasus yang terkonfirmasi per tanggal 5 Oktober 2021 di Provinsi Riau adalah 127.548. dan jumlah kasus baru di kota pekanbaru tanggal 5 Oktober berjumlah 32 kasus (Riau, 2020). Dengan Berkurangnya kasus baru covid ini, berbagai aspek kegiatan masyarakat mulai melakukan kegiatan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, salah satu kegiatan masyarakat tersebut adalah Kegiatan Posyandu. Posyandu RW 011 Kelurahan Perhentian Marpoyan Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru termasuk posyandu pratama. Jumlah kader di posyandu ini adalah 8 orang, dalam pelaksanaan pencatatan posyandu, kader masih menggunakan metode manual. Upaya yang dapat dilakukan untuk dapat kembali melaksanakan kegiatan posyandu adalah dengan memanfaatkan teknologi. Tujuan kegiatan ini diharapkan kepada para kader dapat meningkatkan pengetahuan dan menggunakan aplikasi iposyandu dalam kegiatan di posyandu . Tahapan metode pengabdian, yaitu: 1) Kegiatan-kegiatan atau aktivitas-aktivitas dari masing-masing tahapan adalah sebagai berikut: 1) Tahap perencanaan 2) Tahap pelaksanaa, a) Pemberian penyuluhan kepada 8 orang kader tentang posyandu dan pelaksanaan posyandu sesuai sop dalam adaptasi kebiasaan baru. Kegiatan ini akan dilaksanakan anggota tim, mitra dan mahasiswa, b) Penyegaran kader posyandu, dengan pemberian pelatihan penggunaan aplikasi iPosyandu, sehingga kader dapat memanfaatkan aplikasi iPosyandu ini dalam kegiatan posyandu. Kegiatan ini akan dilaksanakan anggota tim, mitra dan mahasiswa. 3) Tahap evaluasi, Evaluasi dilakukan terhadap proses edukasi untuk meningkatkan pengetahuan kader terhadap pemantaan teknologi dalam hal ini penggunaan aplikasi iPosyandu, melakukan pembinaan kader dalam setiap kegiatan posyandu pembinaan ini dilakukan lebih kurang 5 bulan. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 7-16 Desember 2021. Diharapkan pada kader kader untuk terus mengupgrade ilmunya tentang i-posyandu di posyandu untuk dimanfaatkan nantinya di lingkungan tersebut
Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Intensitas Penggunaan Gadget Pada Anak Usia Dini (4-6 Tahun) Di TK Negeri Pembina I Pekanbaru Tahun 2025 Dhuha, Santri Atyatul; Maita, Liva; Yulviana, Rina; Israyati, Nur; Andriyani, Rika
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2330

Abstract

Penggunaan gadget pada anak usia dini merupakan fenomena yang berkembang pesat seiring dengan kemajuan teknologi, namun penggunaannya yang tidak terkendali dapat menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua dengan intensitas penggunaan gadget pada anak usia 4–6 tahun di TK Negeri Pembina I Pekanbaru tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan desain cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 117 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh yang dominan adalah pola asuh demokratis (62,4%), sedangkan intensitas penggunaan gadget terbanyak berada pada kategori rendah (47,0%). Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan intensitas penggunaan gadget (p = 0,000). Semakin baik pola asuh yang diterapkan, khususnya pola asuh demokratis, maka semakin rendah intensitas penggunaan gadget pada anak. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif orang tua dalam menerapkan pola asuh yang tepat dan mendampingi anak dalam penggunaan gadget secara bijak guna mendukung tumbuh kembang anak yang optimal.
Hubungan Pengetahuan Remaja Putri Tentang Deteksi Dini Kanker Payudara Terhadap Pemeriksaan SADARI Dipondok Pesantren Putri Ummu Sulaim Pekanbaru 2025 Zega, Fitriana; Saputri, Eka Maya; Warlenda, Sherly Vermita; Afni, Rita; Andriyani, Rika
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2332

Abstract

Kanker payudara merupakan penyebab kematian utama pada wanita. Salah satu upaya deteksi dini yang efektif adalah Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI). Namun, pelaksanaan SADARI masih rendah, terutama di kalangan remaja putri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan remaja putri tentang deteksi dini kanker payudara dengan perilaku pemeriksaan SADARI. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel terdiri dari 67 santriwati Pondok Pesantren Putri Ummu Sulaim yang dipilih secara simple random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan dan perilaku SADARI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki pengetahuan baik (76,1%) dan telah melakukan SADARI (85,1%). Uji chi-square menunjukkan hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan perilaku SADARI (p=0,000) dengan Odds Ratio sebesar 64,28. Kesimpulannya, terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku SADARI. Peningkatan edukasi mengenai deteksi dini kanker payudara sangat penting untuk mendorong praktik SADARI secara rutin.
The perception of postpartum mothers towards massage care during labor to reduce labor pain at PMB Hasna Dewi in 2023 Andriyani, Rika; Hakameri, Cecen Suci; Damayanti, Ika Putri
Science Midwifery Vol 12 No 2 (2024): June: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v12i2.1558

Abstract

Labor begins when the uterus contracts and causes changes in the cervix. This process causes labor pain felt by the mother. This labor pain can cause the mother to choose another birth alternative to avoid labor pain, namely Sectio Caesarea delivery. In practice, midwives in providing birth care are expected to provide comfort during childbirth, for this reason it is necessary to make efforts to control pain during childbirth using non-pharmacological techniques, one of which is massage. Pregnant women often voice concerns that massage during pregnancy may cause complications or premature labor. Massage treatments that are too painful or too gentle have been reported to cause activation of the autonomic nervous system, which can prevent relaxing and stress-reducing effects. PMB Hasna Dewi is one of the midwife clinics that provides massage care during childbirth. From the results of interviews with PMB leaders, information was obtained that not all mothers agreed to be given massage care, one of the most common reasons was because they were uncomfortable and afraid. The results of this study show that postpartum mothers who received massage care to reduce pain during the labor process showed a positive perception, this can be seen from the positive experience felt by the mother during the labor process as well as the benefits felt by the mother of massage during the labor process, namely reducing pain during the labor process. opening period and provides comfort and relaxation during the labor process through distraction.
Penerapan P5 dengan Tema Hidup Cinta Lingkungan dalam Mengembangkan Karakter dan Peduli Lingkungan pada Siswa Kelas 1 SD Negeri 74 Kota Bengkulu Dwi Jayanti, Cici; Yurni, Fenti; Andriyani, Rika; Marlistina, Via
JPT : Jurnal Pendidikan Tematik Vol 5 No 1 (2024): April
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/jpt.v5i1.1137

Abstract

Based on observations made by researchers in class 1 of SDN 74 Bengkulu City, there are still children whose environmental care character has not developed, this is because the habits carried out by the teacher there have not been implemented optimally. The data collection tools used are observation, interview and documentation methods. With data reduction analysis techniques, data presentation and conclusion drawing. Based on the results of the study, the authors can conclude that in the process of teachers in developing children's environmental care character through habituation methods there are still habituation steps that have not been carried out by teachers, namely teachers still do not remind children who forget to do positive habits in protecting the environment. Therefore, the teacher's process in developing the character of environmental care in children must be carried out through habituation methods that are carried out repeatedly.
Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) Melalui Pelatihan Kader Kesehatan Anak Sekolah di SDN 106 Pekanbaru Husanah, Een; Andriyani, Rika; Putri, Adelia; Sevia, Sri
NuCSJo : Nusantara Community Service Journal Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/j66tr890

Abstract

Kader kesehatan anak adalah setiap orang yang dipilih oleh masyarakat dan dilatih untuk menangani masalah- masalah kesehatan perorangan atau masyarakat serta bekerja di tempat tempat yang berkaitan dengan pemberian pelayanan kesehatan dalam hubungan yang amat dekat dengan tempat- tempat pemberian pelayanan kesehatan. Salah satu bentuk partisipasi kader anak usia sekolah dan remaja dalam pelaksanaan upaya kesehatan bagi anak usia sekolah dan remaja bertujuan untuk memupuk kebiasaan hidup sehat agar memiliki pengetahuan, sikap dan keterampilan untuk melaksanakan prinsip hidup sehat aktif berpartisipasi dalam program peningkatan kesehatan, baik di sekolah, di rumah maupun dalam lingkungan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan informasi tentang pemanfaatan Usaha kesehatan sekolah melalui kader kesehatan anak sekolah. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan adalah sosialisasi/penyuluhan berbasis partisipasi aktif dengan melibatkan guru dan siswa. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa meningkatnya pengetahuan partisipan setelah diberikan informasi mengenai usaha kesehatan sekolah, siswa memiliki pemahaman yang lebih baik tentang pemanfaatan usaha kesehatan sekolah ( UKS). Temuan ini diharapkan dapat menumbuhkan, mengembangkan serta meningkatkan kemampuan hidup sehat, dengan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dapat terwujud dengan adanya kader kesehatan anak sekolah.