Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : ANDHARUPA

City of Madness: Sebuah Potret Esai Fotografi Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK) Jalanan Wikan, Daniar
ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol. 3 No. 01 (2017): February 2017
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/andharupa.v3i01.1315

Abstract

AbstrakCity Of Madness: Sebuah Potret Esai Fotografi Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK) Jalanan adalah sebuah upaya dalam memotret kehidupan ODMK khususnya yang terlantar di jalanan. Fotografi potret dalam City of Madness mencoba memberi penggambaran ikonik secara detail dari ODMK yang terlantar, gambaran tersebut mulai dari mimik wajah, bentuk tubuh, cara berpakaiaan, serta ciri-ciri fisik lainnya. Dalam rangkaian karya fotografi City of Madness, fotografer memotret orang gila yang ditemui di jalan-jalan kota Semarang –Yogyakarta secara tidak terduga. Foto orang gila atau lebih tepatnya ikon orang gila dihadirkan kembali dalam sebuah frame foto jurnalistik potraiture. Foto tersebut secara tersirat merekam secara detail ciri-ciri visual yang ada dalam diri mereka. Kata kunci : Fotografi Esai, Potret, Orang Gila Jalanan  AbstractA Photographic Essay ODMK street is an effort in portraying the lives ODMK (People With Psychiatric Problems), particularly displaced in the streets. Portrait photography in the City of Madness try to give a detailed depiction of the iconic ODMK displaced, these images ranging from facial expressions, body shape, how to dress, as well as other physical characteristics. photographer portrays a madman who met in Semarang and Jogjakarta city streets. Photo madman or rather iconic madman reintroduced in a frame of photojournalism potraiture. The photos were implicitly recording visual icon of madmad. Keyword : Photographic Essay, Potraiture, Madman
Perancangan Fotografi Esai "Semarang City By The Sea" dengan Pendekatan Edfat Taufik, Mohamad; Wikan, Daniar
ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol. 3 No. 02 (2017): August 2017
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/andharupa.v3i02.1529

Abstract

AbstrakPelabuhan Tanjung Mas Semarang merupakan pelabuhan yang terbesar di Jawa Tengah dan menjadi pusat segala kegiatan ekonomi seperti impor dan ekspor barang dari dalam dan luar neger. Selain berbagai macam perusahaan berada di situ, pelabuhan Tanjung Mas juga menyediakan berbagai macam fasilitas untuk bisnis niaga seperti gudang peti kemas, alat-alat bongkar muat, kapal tandu. Aktifitas buruh yang kompleks itulah yang disajikan dalam karya-karya foto Semarang City by the Sea, fotografi esai nantinya akan menghadirkan dinamika buruh pelabuhan bersama dengan liku-liku yang dihadapinya setiap hari seperti pekerjaan bongkar muat, saat istirahat, saat berkumpul dengan rekan-rekan sesama buruh, rob, dan lain-lain. Berbagai macam fenomena tersebut akan direkam dalam sebuah Karya essai fotografi dengan metode EDFAT yang merupakan metode dasar dalam pengkaryaan fotografi jurnalistik.Kata kunci : Fotografi Esai, Tanjung Mas Semarang, EDFAT AbstractThe Port of Tanjung Mas Semarang is the largest port in Central Java and the center of all economic activities such as import and export of goods from within and abroad, Various companies are located there, the port of Tanjung Mas also provides various facilities for commercial business such as container warehouses, loading and unloading equipment, and ships. The complex worker activity that is presented in the photographs of Semarang City by the Sea. Essay photography will present the dynamics of the harbor worker along with the twists and turns that he faces every day such as loading and unloading work, during breaks, while gathering with fellow workers, floods, etc. Various kinds of phenomena will be recorded in a work of photography essay with EDFAT method which is the basic method in photography journalism Keyword : Essay photography, Tanjung Mas Semarang, EDFAT
Implementasi Nirmana pada Fotografi Portraiture 3D Anaglyph Setyanto, Daniar Wikan; Sulistiyawati, Puri; Rahmasari, Erisa Adyati
ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol. 4 No. 02 (2018): August 2018
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/andharupa.v4i02.1790

Abstract

AbstrakImplementasi teknologi 3D saat ini lebih banyak digunakan di dunia perfilman dan animasi, padahal teknologi tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan dalam fotografi, khususnya fotografi 3D. Sampai saat ini masih sedikit fotografer yang mendalami dan tertarik untuk melakukan eksperimen. Fotografi 3D menyimpan potensi untuk dikembangkan karena implementasi 3D dapat membuat media foto tersebut menjadi sangat unik. Fotografi sendiri merupakan salah satu dari bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan seni (IPTEKS), oleh karena itu ilmu fotografi seharusnya bergerak dinamis mengikuti perkembangan teknologi. Melalui penelitian yang mengarah pada eksperimental fotografi dan citra 3D diharapkan dapat memberikan kontribusi kebaharuan dalam fotografi. Karya fotografi juga memerlukan sentuhan dari nirmana karena nirmana merupakan ilmu yang mempelajari unsur-unsur tata rupa. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan karya-karya fotografi portraiture nirmana dengan teknologi 3D anaglyph. Dengan menggunakan metodologi eksperimental, penelitian ini mengeksplorasi teknik penciptaan fotografi 3D anaglyph. Luaran karya fotografi 3D tersebut menjadi bukti bahwa sisi estetis nirmana dan teknologi fotografi 3D anaglyph merupakan  ilmu yang saling berhubungan dan implementatif satu sama lain secara khusus dengan ilmu fotografi. Kata kunci : 3D anaglyph, fotografi, nirmana, portraiture AbstractThe implementation of 3D technology recently is more applicated in film and animation, whereas that technology has big potential to develop in photography, especially the 3D photography genre. Until now, only a few photographers have focused on this genre and are interested in conducting further experiments. 3D photography still has the potential to be developed because 3D applications can produce unique photos. Photography is one of the science and technology fields, therefore photography should move dynamically in line with technological developments. Through research that leads to experimental photography and 3D imagery is expected to contribute novelty in photography. Photographic work also requires nirmana touch because nirmana learns the elements of fine arts. The purpose of this research is to produce portraiture photography works of nirmana with anaglyph 3D technology.  By using the experimental methodology, this study explores 3D anaglyph photography creation techniques. The output of 3D photography is evidence that nirmana aesthetic and 3D photography technology are interrelated and implementative especially with the science of photography. Keywords : 3D anaglyph, photography, nirmana, portraiture
Kajian Psikoanalisis pada Karakter Heroine di Film Zack Snyder’s Justice League (2021) Setyanto, Daniar Wikan; Soewarlan, Santosa; Tinarbuko, Sumbo
ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol. 7 No. 02 (2021): August 2021
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/andharupa.v7i2.4759

Abstract

AbstrakFilm Zack Snyder’s Justice League (2021) adalah salah satu film yang meraih kesuksesan secara kritik maupun finasial di saat pandemi Covid-19.  Film tersebut dianggap sebagai versi yang lebih orisinil daripada film Justice League versi layar lebar yang tayang di tahun 2017, karena merupakan film yang awalnya dikembangkan untuk berkaitan langsung dengan semesta film-film di DC Extended Universe (DCEU). Penelitian ini akan memfokuskan pada karakter superhero perempuan (heroine) yang muncul di film Zack Snyder’s Justice League (2021) dengan menggunakan teori psikoanalisis Sigmund Freud. Tokoh heroine yang akan dikaji adalah Wonder Woman/Diana Prince, Mera dan Queen Hippolyta. Psikoanalisis dipilih karena berkaitan dengan kajian mengenai alam bawah sadar manusia seperti emosi, cinta, serta seks yang selalu muncul dalam setiap representasi karakter dalam film. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan serta memaknai secara komprehensif apa saja rumusan konseptual mengenai representasi perempuan dalam karakter heroine di film tersebut menurut konteks teori psikoanalisis. Manfaat penelitian ini diharapkan yaitu memberikan kontribusi pemikiran tentang penerapkan operasional teoretis dari psikoanalisis terhadap obyek penelitian budaya populer seperti karakter heroine dalam film. Penelitian ini menggunakan metode yang disebut dengan analisis konten yaitu teknik analisis mendalam terhadap isi suatu informasi dari teks maupun visual. Penelitian ini menemukan adanya keterkaitan representasi perempuan dalam karakter heroine  dengan teori psikoanalisis. Kata Kunci: heroine, film, Justice League, psikoanalisis, representasi AbstractIn 2021 the world's film industry slumped due to the Covid-19 pandemic, Zack Snyder's Justice League (2021) movie appeared and was successful critically and commercially. The film is considered to be a more original version than the 2017 feature film Justice League because Zack Snyder's Justice League (2021) is a film that was originally developed to be directly related to the universe of films in the DC Extended Universe (DCEU). This study will focus on the female superhero character (heroines) who appears in the film Zack Snyder's Justice League (2021) and using Sigmund Freud's psychoanalytic theory. The heroine figures that studied are Wonder Woman/Diana Prince, Mera, and Queen Hippolyta. Psychoanalysis was chosen because it relates to the study of the human subconscious like emotions, love, and sex that always appear in every character representation in the film. The purpose of this study is to explain and interpret comprehensively the conceptual formulations, regarding the representation of women in heroine characters in the film Zack Snyder's Justice League (2021) according to the context of psychoanalytic theory. The benefit of this research is expected to contribute ideas about applying the theoretical operational of psychoanalysis to popular culture research objects such as heroine characters in films. This study uses a content analysis method, an in-depth analysis technique toward the content of information from text and visuals. This study found a link between the representation of women in heroine characters and psychoanalytic theory. Keywords: film studies, heroine, Justice League, psychoanalysis, representation
MENAKAR KUALIFIKASI PEMERAN JAGOAN PEREMPUAN PADA FILM LAGA INDONESIA Setyanto, Daniar Wikan; Soewarlan, Santosa; Tinarbuko, Sumbo
ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol. 8 No. 01 (2022): March 2022
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/andharupa.v8i01.5795

Abstract

AbstrakKesetaraan gender menjadi salah satu isu yang sering diangkat dalam dunia perfilman. Film-film laga populer saat ini mudah ditemukan karakter perempuan yang tampil sebagai seorang jagoan yang kuat dan mahir bela diri. Meskipun belum sebanyak Hollywood, film-film di Indonesia mulai memperkenalkan karakter jagoan perempuan di film-film layar lebar. Namun karakter jagoan perempuan dalam film Indonesia masih dianggap sebagai karakter minor, kemunculan mereka juga masih dianggap belum bisa menaikkan film dari segi kualitas dan perolehan penonton. Penelitian ini mencoba untuk mencari tahu alasan dibalik mengapa karakter tersebut masih belum berhasil mencuri hati penonton, yaitu dengan cara menakar kualifikasi setiap artis yang memerankan jagoan perempuan tersebut. Teori yang digunakan adalah teori dikotomi antara aktor (actrees) dan bintang (star). Metode penelitian yang digunakan yaitu metode campuran (mixed method) dengan teknik pencarian data dengan wawancara tokoh salah satu sutradara terkenal Indonesia yaitu Garin Nugroho. Hasil dari penelitian ini adalah film jangan hanya mengeksploitasi tubuh perempuan dengan menonjolkan visualisasi kecantikan dan kemolekan tubuh perempuan tetapi perlunya kemampuan akting dan keahlian dalam bela diri sebagai nilai tambah pemainnya. Selain itu perlunya memperkuat penulisan naskah film laga dan pendalaman karakter sehingga kualitas film laga di Indonesia akan semakin berjaya dan bisa bersaing di kancah film Internasional. Kata Kunci: artis peran, film Indonesia, jagoan perempuan, kajian film AbstractGender equality is an issue that is often raised in the world of cinema. Popular action films nowadays are easy to find female characters who appear as strong and proficient in martial arts. Although not as many as in Hollywood, films in Indonesia have begun to introduce female hero characters in big screen films. However, female hero characters in Indonesian films are still considered minor characters, their appearance is also still considered unable to increase the quality of the film and the audience gain. This study tries to find out the reason behind why the character still hasn't been liked by the audience, that is by measuring the qualifications of each artist who plays the female hero. The theory used is the dichotomy theory between actors and stars. The research method used is a mixed method with data search techniques by interviewing the famous Indonesian directors, namely Garin Nugroho. The result is that the film does not only exploit women's bodies by highlighting the visualization of the beauty and beauty of the female body, but also the need for acting skills and martial arts skills as an added value for actresses. In addition, it is necessary to strengthen the writing of action film scripts and character development so that the quality of action films in Indonesia will be more victorious and can compete in the international film scene. Keywords: artists, Indonesian film, female heroes, film studies
PENERAPAN METODE DESIGN THINKING PADA PERANCANGAN STOK FOTO PROGRAM STUDI DESAIN KOMUNIKASI VISUAL UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO KEDIRI Setyanto, Daniar Wikan; Yanuarsari, Dzuha Hening; Gardianto, Gilang Rizky
ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol. 10 No. 01 (2024): March 2024
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/andharupa.v10i01.10083

Abstract

AbstrakUniversitas Dian Nuswantoro (Udinus) merupakan perguruan tinggi terakreditasi Unggul yang berdomisili pada beberapa kota yakni Semarang, Kediri dan Lombok. Udinus memiliki kampus utama di Semarang terdiri dari 6 Fakultas dan 23 Program Studi. Udinus juga memiliki Program Studi Di Luar Kampus Utama (PSDKU) yang salah satunya sudah beroperasi yakni di Kediri. Kendala yang dihadapi pada kampus PSDKU Udinus Kediri tersebut adalah belum memiliki stok foto yang bisa digunakan untuk publikasi dan promosi bagi program studi Desain Komunikasi Visual (DKV). Media publikasi dan promosi merupakan sesuatu yang vital untuk Udinus sebagai sebuah Perguruan Tinggi Swasta.  Beberapa platform aplikasi yang digunakan Udinus dalam publikasi dan promosi saat ini yakni ada pada instagram dan brosur. Mempertimbangkan dari cakupan promosi yang dilakukan Udinus ke depan akan semakin luas maka diperlukan adanya perancangan stok foto yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan publikasi dan promosi. Tujuan penelitian ini yakni merancang stok foto untuk Udinus Kediri dengan menggunakan penerapan metode Design Thinking dari Bryan Lawson dan Nigel Cross. Penelitian ini menghasilkan stok foto yang original sesuai dengan kebutuhan publikasi dan promosi program studi Desain Komunikasi Visual Udinus Kediri. Kata Kunci: design thinking, promosi, publikasi, stok foto, Udinus AbstractDian Nuswantoro University (Udinus) is an accredited superior university which is domiciled in several cities, namely Semarang, Kediri and Lombok. Udinus main campus in Semarang consists of 6 faculties and 23 study programs. Udinus also has a Study Program Outside the Main Campus or called PSDKU which is now operating in Kediri. The obstacle faced at the PSDKU Udinus Kediri campus is that it does not yet have stock photos that can be used for publication and promotion for the Visual Communication Design (DKV) study program. Publication and promotional media are vital for Udinus as a private university. Some of the application platforms that Udinus currently uses in publications and promotions are Instagram and brochures. Considering that the scope of promotions carried out by Udinus in the future will become wider, it is necessary to design stock photos that can be used for publication and promotional needs. The aim of this research is to design stock photos for Udinus Kediri using the Design Thinking method of Bryan Lawson and Nigel Cross. This research produces original stock photos in accordance with the publication and promotion needs of the Udinus Kediri Visual Communication Design study program. Keywords: design thinking, promotion, publication, stock photos, Udinus
Makna dan Ideologi Punk Setyanto, Daniar Wikan
ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol. 1 No. 02 (2015): August 2015
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/andharupa.v1i02.964

Abstract

Punk Sebagai sebuah subkultur telah diadaptasi oleh para remaja Indonesia bukan hanya sebagai semangat bermusik, namun merambah sebagai ideologi dan gaya hidup. Punk merupakan warisan budaya dari barat yang awalnya bergerak pada bidang musik, namun lambat lain punk telah menjadi sebuah identitas global yang mewakili para remaja radikal yang memiliki visi anti kemapanan dan anti pemerintah. Selain ideologinya yang kontroversi, punk mempengaruhi dinamika fashion di dunia. Asesoris punk diadaptasi oleh budaya bopuler sebagai pernak-pernik fashion. Kini punk, telah menjadi bagian dari dunia fashion di seluruh dunia. Apa sebenarnya yang melatar belakangi munculnya Punk? bagaimana Punk bisa berkembang di Indonesia?  Kata Kunci: punk, fashion, budaya populer