Claim Missing Document
Check
Articles

Challenges of Higher Educational Documentary Institutions in Supporting Merdeka Belajar Kampus Merdeka Program Ciwuk Musiana Yudhawasthi; Lydia Christiani
Khizanah al-Hikmah : Jurnal Ilmu Perpustakaan, Informasi, dan Kearsipan Vol 9 No 2 (2021): December
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan UIN Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/kah.v9cf2

Abstract

Independent Learning Independent Campus (MBKM) was launched by the Ministry of Education, Culture, and Research and Technology to support the readiness of students to face challenges in the world of work by applying active learning. Documentary institutions in universities, namely libraries, archives, and museums, should become strategic partners in supporting the MBKM program because the documentary institution has all the necessary conditions, facilities, and infrastructure to succeed MBKM program. This study aimed to determine the readiness of documentary institutions in the university environment to exploit the opportunities and challenges and what obstacles they encountered. This study used the qualitative method and in-depth interviews for data collection and a literature study. The researcher concludes that the biggest challenges facing documentary institutions are regulation and the readiness of human resources. Due to this, changes to regulations and educational curricula and the introduction of new documentation of pure science are priorities in improving professional education providers in library science, archives, and museology.
PENELUSURAN, IDENTIFIKASI, DAN EVALUASI SUMBER INFORMASI DIGITAL BAGI SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS Heriyanto Heriyanto; Rukiyah Rukiyah; Lydia Christiani
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2021): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.5.2.104-109

Abstract

Kemampuan mencari, mendapatkan dan memilih informasi yang relevan selalu menjadi problematika bagi siswa termasuk siswa SMA. Pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui mengidentifikasi dan melatih siswa SMA untuk mencari sumber informasi digital menggunakan Google Scholar. Pengabdian kepada Masyarakat ini melibatkan guru pustakawan dan siswa SMA yang kedua pihak secara bersama-sama diajak melakukan dialog tentang kebiasaan mencari informasi melalui Internet dan memilih sumber informasi yang relevan dengan kebutuhan. Tahap berikutnya, siswa diberikan case study dan diberi kesempatan mencoba Google Scholar untuk menemukan informasi. Selanjutnya siswa diminta melakukan seleksi infrmasi sesuai permasalahan yang sudah ditentukan. Hasil yang diharapkan dari pengabdian ini guru pustakawan dan siswa semakin terampil dan kritis dalam menggunakan search engine ilmiah, dan memilih informasi yang akurat dan valid. 
Peluang dan Tantangan Penerapan Cloud Computing (Komputasi Awan) Sebagai Solusi Automasi Kerjasama Antar Perpustakaan Lydia Christiani
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 2, No 1 (2018): Maret
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.278 KB) | DOI: 10.14710/anuva.2.1.43-53

Abstract

Cloud Computing atau komputasi awan bukanlah sesuatu hal yang baru. Meskipun demikian potensi pemanfaatannya belum sepenuhnya disadari oleh masyarakat luas, terlebih potensinya untuk menjadi sarana automasi kerjasama antar perpustakaan. Ketersediaan vendor infrastruktur, software perpustakaan berbasis web, hingga web browser yang telah populer di kalangan masyarakat merupakan modal awal untuk mengimplementasikan komputasi awan pada berbagai layanan perpustakaan. Meskipun di lain sisi perpustakaan harus menghadapi tantangan seperti pendayagunaan SDM dalam perpustakaan sebagai pengelola sistem perpustakaan itu sendiri, serta investasi dalam pembangunan platform  komputasi awan. Tantangan-tantangan tersebut dapat diatasi dengan membangun kerjasama, baik secara internal dengan sesama perpustakaan, maupun dengan mendorong dukungan pemerintah serta perusahaan-perusahaan dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi.
Dampak Intellectual Capital Terhadap Kinerja Pustakawan UPT Perpustakaan Universitas Diponegoro Wifda Siregar; Lydia Christiani
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 5, No 1 (2021): Maret
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.885 KB) | DOI: 10.14710/anuva.5.1.141-149

Abstract

Penelitian berjudul “Dampak Intellectual Capital terhadap Kinerja Pustakawan UPT Perpustakaan Universitas Diponegoro” bertujuan untuk mengetahui seberapa besar tingkat dampak intellectual capital terhadap kinerja pustakawan berdasarkan rata-rata jawaban dari pernyataan responden.Teori yang digunakan untuk mengukur dampak intellectual capital adalah jenis aset intellectual capital Bedford (2015) yaitu tacit knowledge, skills, attitude, explicit knowledge, procedural knowledge, culture, networks, dan reputations.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif analisis deskriptif dengan path analysis.Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa aktif Universitas Diponegoro tahun 2019-2020 dengan sampel sebanyak 269 responden yang diperoleh dengan menggunakan tabel Issac dan Michael dan accidental sampling.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat dampak berdasarkan indikator tacit knowledge dan skills menghasilkan mean tertinggi sebesar 3,93 yang masuk dalam kategori berdampak, indikator attitude dan explicit knowledge menghasilkan mean tertinggi sebesar 3,83 yang masuk dalam kategori berdampak, sementara itu berdasarkan indikator procedural knowledge menghasilkan mean tertinggi sebesar 3,81 masuk dalam kategori berdampak, berdasarkan indikator culture menghasilkan mean tertinggi sebesar 3,86 yang masuk dalam kategori berdampak, lalu indikator networks menghasilkan mean tertinggi sebesar 3,90 dan indikator reputations menghasilkan mean tertinggi sebesar 3,92 yang juga termasuk dalam kategori berdampak. Sehingga, berdasarkan hasil perhitungan analisis data diketahui bahwa jenis aset intellectual capital yang ada pada pustakawan memiliki dampak pada kinerja pustakawan UPT Perpustakaan Universitas Diponegoro. Berdasarkan hasil penelitian tersebut indikator reputations menghasilkan nilai mean tertinggi yang paling tinggi diantara delapan indikator jenis aset intelectual capital pada pustakawan UPT Perpustakaan Universitas Diponegoro yang lainnya, sementara indikator procedural knowledge menghasilkan nilai mean tertinggi yang paling rendah.
Pemanfaatan Line Today terhadap Pemenuhan Kebutuhan Informasi Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro Semarang Musfiyah Musfiyah; Lydia Christiani
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 4, No 4 (2020): Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.505 KB) | DOI: 10.14710/anuva.4.4.425-439

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pemanfaatan Line Today terhadap pemenuhan kebutuhan informasi mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro Semarang yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemanfaatan Line Today terhadap pemenuhan kebutuhan informasi mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro Semarang berdasarkan 4 indikator teori Usability oleh Rubin dan Chisnell dan 4 indikator pendekatan kebutuhan informasi oleh Guha. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan teknik pengambilan data menggunakan kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah 2.763 mahasiswa dengan sampel sebanyak 310 responden yang ditentukan menggunakan proportionate stratified random sampling. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dengan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang sangat kuat sebesar 0,809 antara pemanfaatan Line Today dengan pemenuhan kebutuhan informasi mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro Semarang. Uji hipotesis dilakukan dengan menganalisis hasil koefisien korelasi Pearson Product-Moment antara variabel pemanfaatan Line Today dengan variabel pemenuhan kebutuhan informasi. Hasilnya didapatkan nilai signifikansi sebesar 0,000. Kriteria penolakan H0 adalah jika nilai signifikan α < 0,05, sehingga Ha diterima dan H0 ditolak karena diperoleh nilai signifikansi yang lebih kecil dari 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa Line Today dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan informasi mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro Semarang.
Filter Informasi dalam Proses Penyebaran Informasi pada Pengguna Facebook Kategori Usia Remaja di Kota Yogyakarta Yuli Rohmiyati; Lydia Christiani; Ana Irhandayaningsih
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 4, No 1 (2020): Maret
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (768.943 KB) | DOI: 10.14710/anuva.4.1.119-132

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem filter informasi dalam proses penyebaran informasi yang dilakukan oleh pengguna facebook kategori usia remaja di kota Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Pemilihan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem filter informasi dalam proses penyebaran informasi pada pengguna facebook kategori usia remaja di kota Yogyakarta dikonstruksi dengan landasan fungsi pembanding dalam sistem filter informasi berupa penilaian relevansi fungsi akuisisi profil pengguna dengan fungsi representasi dokumen yang diwujudkan dalam sikap tanggungjawab saat menerima informasi di beranda facebook. Informasi yang telah diterima, terlebih dahulu dilakukan penelaahan konten berita, kemudian lebih lanjut dilakukan verifikasi dengan teman-teman serta dokumen pendukung seperti foto dan video, serta menghapus berita yang tidak kredibel. Informasi yang tidak kredibel diabaikan dan tidak digunakan, bahkan dihapus dari akun facebook. Sementara informasi yang terbukti kredibel, setelah melewati proses filter informasi, disebarluaskan pada khalayak yang memiliki ruang lingkup yang lebih luas.
Peran Perpustakaan dalam Mewujudkan Budaya Informasi Masyarakat Lydia Christiani
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 2, No 2 (2018): Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.23 KB) | DOI: 10.14710/anuva.2.2.205-212

Abstract

Pengetahuan adalah kekuatan. Hal inilah yang mendasari perkembangan peradaban umat manusia memasuki sebuah era yang berdasar pada kekuatan informasi, yang dikenal dengan istilah era informasi. Era ini menuntut adanya berbagai perubahan dalam struktur masyarakat, baik dalam dimensi historis, ekonomis, politis, maupun sosial budaya yang berorientasi pada kegiatan mengkreasikan, mendistribusi, dan memanfaatkan informasi. Struktur masyarakat tersebut dikenal dengan istilah masyarakat informasi, sebuah konsep masyarakat yang melakukan kegiatan pengelolaan informasi sebagai kegiatan sentral yang dilakukan untuk mengaktualisasikan diri dalam kehidupan. Struktur masyarakat baru ini, melahirkan berbagai tingkatan dalam struktur kemasyarakatannya yang melahirkan golongan masyarakat kaya informasi dan masyarakat miskin informasi. Kedua golongan masyarakat informasi ini dipisahkan oleh jurang informasi yang cukup lebar, kondisi inilah yang akhirnya memacu perpustakaan sebagai lembaga informasi non profit untuk berdiri sebagai penengah dan berupaya untuk menjembatani jurang informasi tersebut, agar informasi dapat tersebar dengan lebih merata dan dapat dimanfaatkan oleh setiap individu dalam masyarakat informasi untuk mengaktualisasikan diri, sehingga pada akhirnya perpustakaan mampu mendorong terwujudnya budaya informasi yang sehat bagi seluruh masyarakat.
Preservasi, Konservasi dan Restorasi Dokumen di Rekso Pustaka Lydia Christiani
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 4, No 3 (2020): September
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.978 KB) | DOI: 10.14710/anuva.4.3.371-382

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelisik proses preservasi, konservasi dan restorasi koleksi dokumen literer milik Mangkunegaran yang dilakukan oleh Rekso Pustaka. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus.  Pemilihan informan dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Rekso Pustaka sebagai lembaga pengelola dokumen literer yang dibentuk oleh Sri KGPAA Mangkunegara IV pada tahun 1867 memiliki fungsi utama untuk menjaga kelestarian dokumen literer (pustaka) milik Mangkunegaran. Dalam menjalankan fungsi utamanya tersebut, Rekso Pustaka melakukan langkah preservasi dengan memanfaatkan jalur kerjasama, baik pada tataran level nasional maupun internasional. Kerjasama nasional dilakukan dengan menggandeng lembaga pemerintah Republik  Indonesia seperti Arsip Nasional Republik Indonesis (ANRI) dan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI). Sedangkan pada tataran internasional dilakukan dengan menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi seperti Cornell University. Berbagai jalinan kerjasama tersebut membantu upaya Rekso Pustaka dalam melestarikan koleksi dokumen literer milik Mangkunegaran baik dalam konteks pelestarian fisik maupun isi dokumen. Pelestarian fisik dokumen dilakukan dengan menggunakan  cengkeh dan kapur barus untuk menghindari kerusakan fisik dokumen dari serangga dan hewan pengerat serta memanfaatkaan kertas antara, tissue Jepang serta tempat khusus dari Sirio Black yang diperoleh dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Sementara pelesterian isi dokumen dilakukan melalui proses transliterasi sebagai bentuk upaya konservasi serta pembuatan mikrofilm sebagai bentuk upaya restorasi. Proses transliterasi dan pembuatan mikrofilm juga dilakukan dengan memanfaatkan jaringan kerjasama yang dilakukan dengan Perpusnas RI dan Cornell University.
Kerangka Dasar Kepustakawanan Indonesia: Redefinisi Kepustakawanan Indonesia Lydia Christiani
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 5, No 2 (2021): Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.13 KB) | DOI: 10.14710/anuva.5.2.251-262

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelisik lebih lanjut tentang konsepsi Kerangka Dasar Kepustakawanan Indonesia yang digagas oleh Blasius Sudarsono. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kerangka Dasar Kepustakawanan Indonesia (KDKI) merupakan sebuah panduan berkarya ideal bagi pustakawan Indonesia. KDKI menunjukkan posisi kepustakawanan sebagai daya tumbuh pribadi pustakawan sekaligus sebagai wujud puncak pertumbuhan pribadi pustakawan. KDKI merumuskan poin utama empat pilar penyangga kepustakawanan Indonesia yaitu panggilan hidup, semangat hidup, karya pelayanan, dan profesionalisme, yang dilandasi oleh lima kemampuan dasar, yaitu kemampuan berpikir, menulis, membaca, kemampuan wirausaha, dan menjunjung tinggi etika. Kemudian menuju tiga sasaran antara yaitu menjadi pustakawan cerdas, kaya dan benar guna mencapai satu tujuan akhir yaitu pribadi pustakawan yang memiliki kepribadian kepustakawanan Indonesia yang diilhami konsep pribadi pustakawan sebagai  manusia paripurna, bahagia dan berguna bagi sesama. KDKI menekankan pada sisi humanistik pada profesi pustakawan, hal tersebut dapat ditengarai pada tiap poin KDKI yang selalu menempatkan pustakawan sebagai subjek utamanya. KDKI juga ditujukan sebagai pemicu diskursus tentang kepustakawanan Indonesia, yang diharapkan dapat memunculkan pemikiran-pemikiran lebih lanjut tentang kepustakawanan Indonesia.
Upaya Menjaga Eksistensi Perpustakaan SMA Negeri 1 Boja di Kalangan Pemustaka Generasi Z Melalui Pemanfaatan Media Sosial Tiktok Rizkia Ami Jesia; Lydia Christiani
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 5, No 3 (2021): September
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.512 KB) | DOI: 10.14710/anuva.5.3.479-490

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan media sosial TikToK sebagai upaya menjaga eksistensi Perpustakaan SMA Negeri 1 Boja di kalangan pemustaka generasi Z. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, menggunakan metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan media sosial TikTok oleh Perpustakaan SMA Negeri 1 Boja dilakukan mulai dari proses inisiasi, penyusunan prosedur, serta evaluasi respon dari pemustaka. Inisiasi pemanfaatan media sosial TikTok yang dilakukan oleh Perpustakaan SMA Negeri 1 Boja dilakukan berdasarkan keputusan bersama antara pengurus Perpustakaan SMA Negeri 1 Boja dan Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Boja untuk mendekatkan diri pada pemustakanya. Dalam pemanfaatan media sosial TikTok, Perpustakaan SMA Negeri 1 Boja memiliki prosedur yang terdiri dari perencanaan konten media sosial TikTok hingga melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap respon konten yang diunggah. Pemanfaatan media sosial TikTok yang dilakukan oleh Perpustakaan SMA Negeri 1 Boja mendapatkan respon yang baik dari para pemustakanya yang merupakan generasi Z berupa views, like, and comment, yang bahkan pernah mencapai hingga 208 views. Meskipun demikian Perpustakaan SMA Negeri 1 Boja sebagai content creator masih terkendala sumber daya manusia dalam pemanfaatan akun media sosial TikTok. Hal ini mengakibatkan frekuensi dan kontinuitas unggahan konten pada akun media sosial TikTok Perpustakaan SMA Negeri 1 Boja belum memiliki kala waktu yang tetap.