Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Performance of Sediment Microbial Fuel Cell (SMFC) System using Carbon Fiber Electrodes Setianto Setianto; Abdurrohman Abdurrohman; Otong Nurhilal; Nendi Suhendi; Darmawan Hidayat
EKSAKTA: Berkala Ilmiah Bidang MIPA Vol. 23 No. 04 (2022): Eksakta: Berkala Ilmiah Bidang MIPA (E-ISSN : 2549-7464)
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences (FMIPA), Universitas Negeri Padang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/eksakta/vol23-iss04/366

Abstract

A microbial fuel cell (MFC) is a type of biological fuel cell that converts chemical energy stored in an organic mixture into electrical energy that further penetrates the catalytic reaction of microorganisms. The Sediment Microbial Fuel Cell (SMFC) is a microbial fuel cell that can convert complex organic matter in the sediment to generate electrons. This research was conducted by designing a single chamber SMFC power generation system using graphite and carbon fiber electrodes. As a result, the single-chamber SMFC system with carbon fiber electrode performed better with an average electric power output of 561.11 mW for 21 days.
PEMODELAN DAN SIMULASI AMORPHOUS SILICON QUANTUM DOT (a-SiQD) MENGGUNAKAN METODE EXTENDED HüCKEL THEORY SETIANTO SETIANTO
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 8, No 02 (2018)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.824 KB) | DOI: 10.24198/jmei.v8i2.20577

Abstract

Quantum Dot adalah bahan nanokristal semikonduktor yang sangat kecil sehingga menyebabkan energi gapnya merupakan fungsi dari ukuran partikel, semakin kecil ukuran partikel menghasilkan energi gap yang semakin besar. Salah satu jenis bahan Quantum Dot adalah amorphous Silicon Quantum Dot (a-SiQD) yang memiliki potensi besar untuk bahan teknologi optoelektronik dan telah dikembangkan secara eksperimen nanostruktur a-SiQD untuk mempelajari efek quantum confinement dan karakteristik emisi cahaya. Pada penelitian ini, dibuat model klaster a-SiQD dengan melakukan teknik translasi untuk memperbesar ukuran dan membuat klaster berbentuk bulat dengan menghapus beberapa atom silikon terluar dan menambahan aton hidrogen. Untuk mendapatkan karakteristik elektronik dan optik klaster a-SiQD, dilakukan perhitungan energi gap menggunakan metode Extended Hückel Theory (EHT). Hasilnya, ketika variasi dot size klaster a-SiQD mengalami penurunan dari 2,1 nm ke 0,85 nm energi gap mengalami peningkatan dari 2,29 – 4,53 eV. Tidak hanya itu, bentuk bulat dan penambahan atom hidrogen juga mempengaruhi besar energi gap klaster a-SiQD. Sehingga rekayasa energi gap klaster a-SiQD dapat tingkatkan dengan mengatur dot size, bentuk dan jumlah atom hidrogen.
Desain dan Pemodelan Sistem Pembangkit Listrik Berbasis Polisi Tidur (studi pengaruh variasi kecepatan kendaraan terhadap respon speed bump model massa-pegas-peredam) Setianto Setianto; Liu Kin Men; Andri Abdurrochman
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.486 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v1i01.10901

Abstract

Polisi tidur biasanya digunakan untuk mengontrol kecepatan kendaraan dan juga berfungsi sebagai keamanan pejalan kaki. Dalam makalah ini kami mengusulkan desain dan pemodelan sebuah polisi tidur yang dapat menghasilkan energi listrik hingga beberapa ratus watt. Mekanisme gerakan kendaraan yang melewati polisi tidur memungkinkan gerakan naik dan turun yang akan diubah menjadi energi listrik oleh generator. Dalam makalah ini akan dibahas mekanisme respon kecepatan turun speed bump terhadap variasi kecepatan kendaraan dengan cara pemodelan fisik dan simulasinya. Kecepatan turun maksimum yang dihasilkan dari desain speed bump ini kurang lebih 2,3 m/s ketika sebuah kendaraan melewati prototipe ini dengan kecepatan rata-rata 5 km/jam
Pengaturan Lampu Lalulintas Berbasis Fuzzy Logic Setianto Setianto; Liu Kin Men; Bambang Mukti Wibawa; Darmawan Hidayat
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (708.674 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v1i02.12795

Abstract

Lampu lalulintas memegang peranan penting dalam pengaturan kelancaran lalulintas. Sistem pengendalian lampu lalulintas yang baik akan secara otomatis menyesuaikan diri dengan kepadatan arus lalulintas pada jalur yang diatur. Dengan penerapan logika fuzzy, hal ini sangat memungkinkan untuk dilakukan. Permasalahan utama dalam perancangan dan pembuatan modul sistem peralatan pengaturan lampu lalulintas berbasis fuzzy logic ini, adalah perangkat keras tambahan yang terdiri dari : sensor, OpAmp, ADC 0809, Interfacing PPI 8255, Driver, Relay dan Lampu lalulintas (LL). Sedangkan sebagai dasar pengendalian dari sistem yang dijalankan, digunakan algoritma logika fuzzy. Hasilnya, dengan pengendali berbasis fuzzy waktu tunggu rata-rata lebih pendek sebesar 5% dibandingkan menggunakan pengendali konvensional. Kinerja sistem juga mencapai 72% lebih tinggi.Kata Kunci : Lalulintas, Pengaturan, Fuzzy Logic
Model Pencekram Beban Pintar Metode Elektromagnetik Jajat Yuda Mindara; Liu Kin Men; Setianto Setianto; Sahrul Hidayat
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.886 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v1i01.10914

Abstract

Kecakapan robot tergantung pada piranti yang dipasang pada lengan robot yang disebut end effector. Ada dua jenis end effector yaitu Peralatan (Tools) dan Pencengkram (Gripper), umumnya robot yang digunakan pada bidang industri menggunakan kedua jenis tersebut. Contoh untuk Tools. digunakan untuk melakukan operasi pada suatu objek, contohnya bor, penyemprot cat, gerinda, alat las, dan banyak lainnya. Jenis Gripper yaitu suatu piranti yang dapat digunakan untuk memegang atau mencekram sebuah objek, contohnya tangan mekanik dan piranti pengait dengan metoda elektromagnetik atau metoda hisap. Pencekram metoda elektromagnetik dapat digunakan untuk mengangkat objek bahan logam khusunya besi. Pencekram ini pada prinsinya menggunakan hukum Biot savart, yaitu medan magnet pada lilitan kawat yang ditimbulkan akibat arus listrik. Model pencekram beban pintar  yang didesain dimana pemberian arus berdasarkan beban terangkat, dengan peraba terang atau gelap menggunakan piranti Light Dependence Resistor (LDR)
Energi Total Keadaan Dasar Atom Berilium dengan Teori Gangguan Liu Kin Men; Setianto Setianto; Bambang Mukti Wibawa
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.424 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v1i02.12858

Abstract

 Atom Berilium adalah suatu atom yang mempunyai 4 buah elektron pada kulitnya. Pada keadaan dasar, dua elektron menduduki orbital 1s dan dua  elektron lainnya menduduki orbital 2s. Fungsi gelombang total keadaan dasar ditentukan berdasarkan determinan Slater. Hamiltonian total merupakan gabungan dari Hamiltonian masing-masing elektron dan suku interaksi di antara keempat elektron bersangkutan. Dengan diperolehnya fungsi gelombang total dan Hamiltonian total, maka energi total keadaan dasar atom Berilium dapat ditentukan.  Perhitungan dilakukan dengan teori gangguan dan diperoleh  .
Alat Perangkap Hama dengan Metode Cahaya UV dan Sumber Listrik Panel Surya Wahyu Alamsyah; Otong Nurhilal; Jajat Yuda Mindara; Aswad Hi Saad; Setianto Setianto; Sahrul Hidayat
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.691 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v1i01.10915

Abstract

Pada kegiatan pengabdian pada masyarakat ini, telah berhasil didesain dan dibuat alat perangkap hama dengan basis cahaya UV yang sumber listriknya dari panel surya. Untuk memudahkan di dalam  penggunaannya, alat telah dilengkapi dengan kontroler sehingga pengisian baterai dan penyalaan lampu dapat diatur waktunya secara otomatis. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan, alat dapat berfungsi dengan baik, yaitu pengisian baterai berlangsung normal dan pada saat matahari terbenam, secara otomatis lampu UV menyala selama 10 jam. Setelah menyala 10 jam lampu UV akan mati secara otomatis untuk menghemat dan mengefisiensikan daya listrik yang digunakan. Berdasarkan hasil pengujian alat telah berfungsi dengan baik dan dapat menjebak hama yang biasa aktif di malam hari.
Synthesis of Paraffin-Based Phase Change Material (PCM) Composites with Expanded Graphite as a Cooling System for Solar Panels Azka, Muhamad Fauzan; Hidayat, Sahrul; Gultom, Noto Susanto; Setianto, Setianto; Nurhilal, Otong
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jiif.v10i1.68644

Abstract

The increase in the surface temperature of solar panels can reduce their efficiency. This issue can be mitigated through the implementation of cooling systems. One of the currently developed cooling methods involves the use of phase change materials (PCMs). Paraffin is the most commonly used PCM for solar panel cooling systems due to its melting point, which falls within the operating temperature range of solar panels. However, paraffin has a drawback in the form of low thermal conductivity. To overcome this limitation, paraffin is often composited with materials possessing high thermal conductivity, such as graphite. Graphite can also be expanded to alter its mechanical and thermal properties. The expansion of graphite using a solution of H₂SO₄ and K₂S₂O₈ can increase its surface area to 15.669 m²/g and 201.945 m²/g for 5% and 10% solid–liquid variation ratios, respectively. The addition of expanded graphite (EG) can also enhance the thermal conductivity of the PCM to 0.31 W/mK, 0.37 W/mK, and 0.44 W/mK with 5 wt%, 10 wt%, and 15 wt% EG additions, respectively. The paraffin-based PCM cooling system can reduce the average surface temperature by 15.36% and increase the overall efficiency by 0.3%. A PCM cooling system composed of paraffin and expanded graphite (95%/5%) can lower the average surface temperature by 20.32% and increase total efficiency by 0.4%. The PCM system with a 90%/10% paraffin-EG composition can reduce the surface temperature by 32.44% and enhance total efficiency by 1.2%. Meanwhile, the 85%/15% paraffin-EG cooling system achieves a temperature reduction of 32.52% and a total efficiency improvement of 1.27% compared to the system without cooling.
Inversion Method for Calculating lll Conditioning in Dynamic Light Scattering (DLS) System: Application to Polydisperse Silica Suspension Riszekiya, Egis; Liu, Kin Men; Setianto, Setianto; Faizal, Ferry
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jiif.v10i1.68294

Abstract

This study presents the development and evaluation of a self-constructed Dynamic Light Scattering system using a digital oscilloscope as its main acquisition platform. The aim of this research is to investigate the ability of the oscilloscope-based approach to measure particle size distributions and to compare its performance with that of a conventional Dynamic Light Scattering instrument. Autocorrelation data collected at different temporal acquisition settings were processed using Tikhonov regularization, and the optimal regularization parameter was determined through analysis of the characteristic L-shaped curve. The results show that the temporal resolution of the oscilloscope strongly influences the stability and accuracy of the reconstructed particle size distributions. Measurements obtained at medium acquisition intervals provide the best agreement with the commercial system, producing sharp and well-defined particle size peaks. In contrast, excessively short or long acquisition windows introduce noise or loss of temporal detail, which affects the inversion results. Overall, the findings demonstrate that an oscilloscope-based Dynamic Light Scattering approach can serve as an effective and low-cost alternative for particle size characterization and has strong potential for future development into a portable and affordable optical measurement system.
Visualisasi 3D Distribusi Potensial Listrik Akibat Konfigurasi Muatan Monopol, Dipol, dan Multipol Menggunakan Metode Finite Difference Berdasarkan Persamaan Poisson Triamada, David; Ramadzin, Rafly; Cinan, Sena Patriarka; Pratama, Rendy Putra; Setianto, Setianto
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jiif.v10i1.68486

Abstract

Persamaan Poisson merupakan bentuk diferensial dari Hukum Gauss yang digunakan untuk menjelaskan hubungan antara distribusi muatan dan potensial listrik yang dihasilkannya. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan dan memvisualisasikan distribusi potensial listrik dari tiga konfigurasi muatan berbeda, yaitu monopol, dipol, dan konfigurasi multipol kompleks yang terdiri dari lebih dari lima muatan. Simulasi dilakukan melalui pendekatan numerik berbasis metode beda hingga pada domain dua dimensi.Visualisasi menunjukkan bahwa distribusi potensial sangat dipengaruhi oleh konfigurasi dan posisi relatif muatan, dengan karakteristik medan yang semakin kompleks seiring bertambahnya jumlah muatan. Pada kasus multipol, kompleksitas distribusi medan meningkat secara signifikan dan memperlihatkan pola-pola interferensi potensial yang khas. Penelitian ini menunjukkan bahwa metode numerik dapat digunakan secara efektif untuk memahami fenomena distribusi potensial dalam sistem elektrostatik.Kata kunci : persamaan poisson, potensial listrik, distribusi potensial, pendekatan numerik, elektrostatik