Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Simbolisme Katak dalam Upacara Meminta Hujan Babangkongan di Desa Surawangi Kabupaten Majalengka Hidayat, Lina Marliana
PANGGUNG Vol 31 No 3 (2021): Budaya Ritual, Tradisi, dan Kreativitas
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v31i3.1715

Abstract

Upacara Babangkongan dilaksanakan masyarakat Desa Surawangi Kabupaten Majalengkapada musim halodo (hujan tidak turun-turun). Masyarakat desa Surawangi percaya bahwadengan melaksanakan upacara Babangkongan, hujan akan turun. Penelitian ini menggunakanmetode kualitatif dengan pendekatan teori simbolisme dari Mircea Eliade yang menekankannilai eksistensial simbolisme, di mana simbol selalu mengarahkan pada suatu situasi manusiaterlibat di dalamnya, juga selalu menjaga hubungan dengan sumber kehidupan yangmelingkunginya. Ketika sawah kekurangan air, mereka melakukan upacara meminta hujanBabangkongan. Upacara dilakukan malam hari dari rumah Kuwu (kepala desa). Diawali denganupacara berdoa bersama yang dipimpin seorang kokolot (tetua desa), kemudian aktor yangberperan sebagai Bangkong (katak) menaiki usungan lalu diarak keliling Desa mengambilalur melawan arah jarum jam yang disebut Ider Naga. Pada saat keliling itu para pengusungmenirukan suara katak yang bersahut-sahutan, beberapa penduduk sudah menunggu arakarakansambil mengguyurkan air dari ember dan wadah lainnya kepada aktor yang berperansebagai Bangkong. Upacara Babangkongan berakhir kembali ketitik berangkat di rumah Kuwu(kepala desa). Kemudian di adakan upacara penutup, upacara Babangkongan selesai. Peniruansuara katak dan penghadiran aktor yang berperan sebagai katak merupakan bentuk simbolismeKatak yang erat hubungannya dengan mendatangkan hujan.Hujan untuk kesuburan sawah.Kata kunci: Babangkongan, katak, simbolisme katak
PELATIHAN PENGELOLAAN SAMPAH DI SEKOLAH DALAM MENUJU INDONESIA SADAR SAMPAH Annur, Shohifah; Dewi, Lina Marliana
Jurnal Berdaya Mandiri Vol. 5 No. 2 (2023): JURNAL BERDAYA MANDIRI (JBM)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jbm.v5i2.4201

Abstract

The purpose of this community service to improve the awareness about the waste to the junior and senior high school students. The target of this program is to change the policy of waste management in the school. This activities was begin by locating KKM (Community Service Program) students from the university to the schools around the KKM locations. These KKM students was placed as a field assistants in the school waste management. The next step, we developed several workshop about waste management in the school. The targets of this program are teachers, students and gardeners in the school. The implementation of this new waste management will be monitored and evaluated by lecturers and the KKM students. This program has been implemented in three schools, SMPN 1 Mancak, Serang, SMA Al Irsyad Waringinkurung, and SMA 1 Baros. Keywords: waste, management, school, KKM
Edukasi Kurma pada Ibu Hamil untuk Peningkatan Kadar Haemoglobin pada Kehamilan di Klinik Permata Bunda Tahun 2025 Jumiati, Jumiati; Susanti, Sri; Marliana, Lina
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Kesehatan untuk Masyarakat Vol 3, No 3 (2025): Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Kesehatan Untuk Masyarakat
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jppkm.v3i3.7138

Abstract

Anemia among pregnant women is a significant factor contributing to maternal and infant mortality, preterm birth, and stunting if not promptly addressed (Indonesian Health Profile, 2023). One preventive measure is meeting nutritional needs through the consumption of dates, which are rich in iron—approximately 13.7 mg per 100 grams (Satuhu, 2010). The role of midwives in managing anemia, as stated in Midwifery Care Standard No. 6, includes prevention, detection, treatment, and referral of anemia cases in pregnant women. An educational outreach on the benefits of dates was conducted at the Permata Bunda Clinic to increase pregnant women’s knowledge about improving hemoglobin (Hb) levels through date consumption. Among the 39 participants, the average pre-test score was 63.62, which increased to 77.08 in the post-test, showing an average gain of 20.28 points. The standard deviation also decreased from 23.77 to 12.41, indicating that participants’ knowledge became more consistent after the session. These findings demonstrate that the educational intervention on date consumption effectively enhanced the understanding of expectant mothers regarding the need to sustain adequate hemoglobin levels throughout the gestational period, contributing to the prevention of anemia, stunting, and obstetric complications.
PELESTARIAN BAHASA BADUY SEBAGAI KEARIFAN LOKAL MELALUI APLIKASI TOUR GUIDE BERBASIS ANDROID Lina Marliana Dewi; Eva Fachriyah; Agung Ginantoro Abi Andini; Reza Pramudita
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 19 No 2 (2023)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/kj9j5s07

Abstract

ABSTRAK: Di masa modern yang serba canggih ini peran teknologi informasi adalah sesuatu hal yang keberadaannya tidak bisa kita hindari, hampir memasuki semua aspek kehidupan manusia seperti di bidang telekomunikasi, kesehatan, hiburan, bisnis dan tidak terkecuali di aspek pendidikan dan kebudayaan. Akan tetapi kemajuan teknologi ini kurang di barengi dengan pelestarian budaya kearifan lokal, termasuk kearifan budaya suku baduy di Kabupaten Lebak. Wisata suku Baduy sudah merupakan tempat wisata Budaya yang sudah dikenal oleh seluruh dunia. Bahasa yang digunakan oleh pengunjung adalah Bahasa nasional Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris apabila wisatawan mancanegara. Masih jarang wisatawan disuguhkan Bahasa lokal Baduy nya untuk menerima para wisatawan oleh para Tour Guide nya, sehingga para wisatawan tidak mengetahui Bahasa lokal Baduy sebagai bahasa kearifan lokal masyarakat Baduynya. Oleh karena itu pentingnya mengenalkan dan melestarikan budaya kearifan lokal khususnya bahasa baduy kepada para pengunjung wisatawan suku Baduy agar bahasa lokal Baduy nya pun dikenal oleh wisawatan bahkan dunia. Penelitian ini bertujuan untuk melestarikan serta mengenalkan bahasa lokal Baduy sebagai bahasa yang digunakan oleh wisatawan sebagai Tour Guide bahasa lokal kearifan lokal Baduy bagi pengunjung wisata budaya Baduy berbasis aplikasi mobile yang menyajikan dalam terjemahan 3 bahasa yaitu bahasa Inggris, Bahasa Indonesia dan Bahasa baduy. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dan research and development (R&D). Penelitian ini membahas tentang kegiatan keseharian orang Baduy dan penggunaan bahasanya. Selain itu, menghasilkan aplikasi Tour Guide bahasa Baduy dengan diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dengan fitur teks dan suara.