Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

SENI KERAJINAN LAKER PALEMBANG DALAM KAJIAN ESTETIKA MUBARAT, HUSNI
Indonesian Journal of Visual Art and Design Vol 2, No 1 (2016): March 2016
Publisher : Indonesian Journal of Visual Art and Design

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.318 KB)

Abstract

Seni kerajinan Laker Palembang merupakan produk budaya masa lampau yang diwariskan dari generasi ke genarasi, di dalamnya terkandung nilai sejarah, budaya, sosial, agama dan nilai estetik. kerajinan Laker ini menjadi seni kerajinan yang unik, yang tidak biasa dari yang umumnya. Keunikan kerajnan ini dapat dilihat dari tahapan awal proses penggarapan, ornamentasi, pewarnaan hingga penyajiannya, baik sebagai sarana budaya maupun sebagai benda seni kerajinan yang bernilai adiluhung. Oleh karena itu, sebagai produk yang berharga dan bernilai tradisi perlu adanya upaya untuk mempertahankan dan mengembangkan produk itu sendiri. Salah satunya adalah melalui kajian estetika. Kajian estetika terhadap seni kerajinan Laker ini adalah sesuatu hal yang begitu penting bagi penulis, karena banyak unsur-unsur yang terkait dengan persoalan keindahan di dalamnya, baik dari segi bentuk, warna, maupun fungsi produk merupakan langkah awal untuk mendalami kerajinan Laker Palembang dan dapat dikembangkan dalam penciptaan karya seni kriya yang kreatif.The craft of Palembang Laker is past cultural product inherited from generation to generation and has historical, cultural, social, religious, and aesthetic values. This Laker craft is a unique craft that’s different from ordinary craft. This craft uniqueness can be seen from the processes of workmanship, ornamentation, coloration, and presentation whether it’s as cultural medium or as a precious craft object. This craft is a valuable product that has traditional value so that efforts to maintain and develop this craft are needed to be done. One of the efforts is through the study of aesthetics. The study of aesthetics toward Leaker craft is an important thing for the writer because of many elements related to the matter of beauty in it whether from its shape, color, or function. Knowing these elements is an initial step in understanding the craft of Palembang Laker and then developing it into the creation of creative craft.
Perancangan Buku Ilustrasi “Just Do (Odle) It!” Effendi, Ade Kartika; Viatra, Aji Windu; Mubarat, Husni
Jurnal Seni, Desain dan Budaya Vol 4, No 1
Publisher : Jurnal Seni, Desain dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.206 KB)

Abstract

AbstractDoodle is an activity that anyone can do it. This scribbling/doodling activity is often referred to as doodle. Lots of people who knowingly or unknowingly ever made a doodle. Doodle can be a beautiful work of art? and bring the benefits to those who diligently it. But there is a problem for the doodle maker, it?s the artwork that usually does not have character. That's because lack of information and knowledge about Doodle. Books about doodles are widely circulating in the market, but the problem is the Information & Knowlegde of Doodle Books stiil not available yet. Therefore an Illustration Book Design ?Just Do(odle) it!? was created which aims to introduce and provide information and knowledge about doodle for the wider society.Keywords : Doodle, Design of Doodle Illustration Book, Media Promotion?AbstrakMencoret adalah sebuah kegiatan yang bisa dilakukan oleh siapapun. Kegiatan mencoret ini sering disebut juga dengan ?doodle?. Banyak sekali orang yang secara sadar ataupun tidak pernah membuat doodle. Doodle dapat menjadi sebuah bentuk karya seni yang indah dan mendatangkan keuntungan bagi yang menekuninya. Tetapi ada problema yang sebenarnya terdapat pada pembuat doodle yaitu karya yang biasanya tidak memiliki karakter, hal ini dikarenakan kurangnya informasi dan pengetahuan tentang doodle. Buku tentang doodle banyak beredar di pasaran, namun permasalahan yang dimiliki adalah belum adanya buku doodle? yang memuat sejumlah informasi dan pengetahuan, oleh karena itu dibuatlah Perancangan Buku Ilustrasi ?Just Do(odle) It!? yang bertujuan untuk mengenalkan serta memberikan informasi dan pengetahuan tentang doodle kepada masyarakat luas.Kata kunci : Doodle, Perancangan Buku Ilustrasi Doodle, Media Promosi
STUDI KERAJINAN UKIRAN KAYU DI MUSEUM NEGERI SUMATERA SELATAN SEBAGAI MANIFESTASI BUDAYA MASA LAMPAU Mubarat, Husni; Ilhaq, Muhsin
JURNAL IMAJINASI Vol 5, No 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v5i2.24305

Abstract

Penelitian terhadap seni ukiran kayu di Museum Negeri Sumatera Selatan sebagai manifestasi budaya masa lamapu bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis produk ukiran yang berhubungan dengan aktivitas kehidupan masyarakat di masa lampau. Selain itu penelitian ini juga bertujuan untukmengunkapkan teknik dan motif hias yang diterapkan pada ukiran tersebut. Penelitian tersebut menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, dengan teknik analisis data melalui proses mengorganisasikan data dan mengurutkan data ke dalam pola, kategori, dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis. Adapun pendekatan teori yang digunakan yaitu perwujudan artefak budaya. akni idea, activities, and artefact. Adapun hasilpenelitian yang dapat disajikan diantaranya penerapan ukiran kayu sebagai peralatan tenun songket, meja permainan, dan peraltan kehidupan masyarakat sehari-sehari yang mencerminkan manifestasi aktivitas pola kehidupan masyarakat Sumatera Selatan, khsusnya di Palembang di masa lampau.
TELAAH NIRMANA SEBAGAI PROSES KREATIF DALAM DINAMIKA ESTETIKA VISUAL MUBARAT, HUSNI; ILHAQ, MUHSIN
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 23, No 1 (2021): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni
Publisher : LPPM Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1155.619 KB) | DOI: 10.26887/ekspresi.v23i1.397

Abstract

TAbstrakNirmana sebagai ilmu dasar pokok dalam seni rupa dan desain, sesungguhnya memiliki peranan penting dalam mewujudkan karya-karya seni rupa dan desain yang bernilai estetik, karena di dalamnya mencakup unsur-unsur titik, garis, bidang, warna, tekstur dengan prinsip-prinsip pengorganisasiannya adalah keseimbangan, kesatuan, kesederhanaan, kekontrasan dan keselarasan. Akan tetapi tidak sedikit yang memahami nirmana sebagai dasar yang konstruktif dalam mengolah elemen-elemen visual sebagai bagian dari proses kreatif dan imajinatif serta bernilai estetik. Penelitian ini bertujuan untuk memberi sudut pandang ilmu nirmana sebagai sesuatu yang konstruktif sebagai dasar seni rupa dan desain. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian kualitatif yang bersifat penelitian terapan. Adpun landasan teori yang digunakan adalah teori formalisme, yakni suatu kajian yang fokus terhadap bentuk dan struktur seni secara objektif. Landasan teori juga didukung dengan teori-teoti esetika dan nirmana. Adapun capaian hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa eksistensi nirmana sebagai bagian dari proses kreatif, imajinatif dan esetetik merupakan dasar yang sangat konstruktif dalam melahirkan karya-karya seni rupa dan desain baik dalam bentuk dua dimensi maupun tiga dimensi. AbstractNirmana, as a basic science in fine arts and design, actually has an important role in realizing works of art and design that have aesthetic value because it includes elements of points, lines, planes, colors, textures with the principles of organization being balance, unity, simplicity, contrast and harmony. However, not a few understand nirmana as a constructive basis in processing visual elements as part of the creative and imaginative process and aesthetic value. This study aims to provide a perspective on nirmana science as something constructive as the basis for art and design. This study uses a qualitative research methodology that is applied research. The theoretical basis used is the theory of formalism, which is a study that focuses on the form and structure of art objectively. Aesthetic and nirmana theories also support the theoretical foundation. The results of this study reveal that the existence of nirmana as part of the creative, imaginative, and aesthetic process is a very constructive basis in producing works of art and design both in two-dimensional and three-dimensional forms.
Pelatihan Seni Grafis Menggunakan Teknik Cukil Guna Meningkatkan Keterampilan Mahasiswa di Palembang Iswandi, Heri; Mubarat, Husni
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 4 (2023): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v8i4.1521

Abstract

Pendidikan seni rupa dan desain juga merupakan bagian dari ilmu yang mempunyai manfaat yang sangat besar bagi kelangsungan hidup manusia. Pada hakikatnya pembelajaran seni rupa lebih ditekankan pada pembentukan skill yaitu dapat menghasilkan sebuah produk atau karya seni. Maka dari itu penulis beserta tim pengabdian mencoba untuk memberikan pelatihan seni grafis dengan menggunakan teknik cukil kepada mahasiswa di Kota Palembang. Adapun tujuan dari kegiatan pelatihan ini merupakan salah satu upaya perwujudan untuk meningkatkan keterampilan bagi mahasiswa agar dapat menjadi generasi yang memiliki ilmu dan keterampilan serta memiliki peran untuk meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat. Pelatihan seni grafis menggunakan teknik cukil melibatkan sebuah sanggar seni bernama Bekucak Artwork Painting Palembang sebagai mitra yang sudah banyak membantu untuk menyediakan bahan dan alat untuk keperluan praktek pada pelatihan, serta turut mengidentifikasi calon peserta yang akan ikut dalam pelatihan tersebut. Adapun metode yang digunakan pada kegiatan pelatihan ini adalah Sosialisasi, demonstrasi, praktikum, bimbingan dan metode evaluasi. Adapun hasil dari pelatihan ini memberikan pengetahuan serta pengalaman terhadap semua peserta, diantaranya adalah pengetahuan terkait bahan dan alat yang digunakan dan penerapan teknik dengan mempraktekannya secara langsung. Mulai dari pembuatan sketsa, memindahkan sketsa pada media cetakan hardboard, proses pencukilan pada media hardboard, dan yang terkahir yaitu proses mencetak pada media kertas dengan menentukan jumlah atau banyaknya edisi yang akan dicetak. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh mahasiswa di Palembang selama pelatihan seni grafis, tentunya menjadi modal berharga untuk membuka usaha mandiri di bidang industri kreatif. Graphic Arts Training Using Cutting Techniques to Improve Student Skills in Palembang  Fine arts and design education is also a part of science that has enormous benefits for human survival. In essence, fine arts learning places more emphasis on skill formation, namely being able to produce a product or work of art. Therefore, the author and the service team are trying to provide graphic arts training using the gouge technique to students in the city of Palembang. The aim of this training activity is one of the efforts to improve students' skills so that they can become a generation that has knowledge and skills and has a role in improving the welfare of society. Graphic arts training using the gouge technique involves an art studio called Bekucak Artwork Painting Palembang as a partner who has helped a lot in providing materials and tools for practical purposes in the training, as well as identifying potential participants who will take part in the training. The methods used in this training activity are socialization, demonstration, practicum, guidance and evaluation methods. The results of this training provide knowledge and experience for all participants, including knowledge regarding the materials and tools used and the application of techniques by practicing them directly. Starting from making a sketch, transferring the sketch to hardboard printing media, the cutting process on hardboard media, and finally the process of printing on paper media by determining the number or number of editions to be printed. The knowledge and experience gained by students in Palembang during graphic arts training is of course valuable capital to open an independent business in the creative industry.
Peningkatan Kecerdasan Interpersonal Melalui Kegiatan Pelatihan Menggambar Pada Murid di Sekolah Alam Palembang Iswandi, Heri; Mubarat, Husni
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2024): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i2.1962

Abstract

Pelatihan Menggambar yang diadakan oleh tim PkM dari Universitas Indo Global Mandiri melibatkan murid-murid di Sekolah Dasar Sekolah Alam Palembang sebagai mitra. Adapun jumlah mitra yang mengikuti pelatihan ini sebanyak 75 murid. Pelatihan ini berangkat dari permasalahan dasar, yaitu pada Jenjang awal pendidikan di Sekolah Dasar, orangtua dan guru hendaknya tidak hanya berfokus mengajarkan anak mereka untuk membaca, menulis, dan berhitung. Akan tetapi juga pengembangan kecerdasan interpersonal mereka juga harus diasah dan diperhatikan. Kecerdasan interpersonal merupakan kemampuan seseorang dalam memahami perasaan orang lain, memotivasi dan mudah memiliki hubungan sosial dengan lingkungan sekitarnya. Permasalahan lainnya, pada konteks pendidikan, di Sekolah-sekolah tidak jarang ditemui yang mengajarkan tentang bidang seni merupakan guru yang bukan bidangnya atau tidak memiliki kompetensi dibidang seni, terutama seni rupa. Pelatihan ini bertujuan untuk menambah, mengasah keterampilan, kreatifitas serta yang lebih terpenting adalah mengasah kecerdasan interpersonal mereka. Kegiatan PkM yang dilaksanakan ini menggunakan metode Survei, wawancara, sosialisasi, dan Pelatihan. Adapun hasil kegiatan menggambar untuk murid Sekolah Dasar diantaranya adalah menghasilkan karya gambar yang memiliki nilai estetik, serta sesuai dengan unsur-unsur dan kaedah pada bidang seni rupa. Peserta juga dapat pengetahuan terkait dengan bahan, alat dan teknik yang digunakan untuk menggmbar, serta yang paling terpenting adalah dapat mengasah kecerdasan interpersonal untuk peka terhadap lingkungan sekitar baik dalam bersosialisi, maupun dalam merespon benda ataupun objek disekitar untuk diadikan ide dalam menciptakan atau menghasilkan sebuah karya seni. Graphic Arts Training Using Cutting Techniques to Increase Student Skills in Palembang Abstract The Drawing Training held by the PkM team from Indo Global Mandiri University involved students at Sekolah Alam Palembang Elementary School as partners. The number of partners who took part in this training was 75 students. This training starts from the basic problem, namely that at the initial level of education in elementary school, parents and teachers should not only focus on teaching their children to read, write and count. However, the development of their interpersonal intelligence must also be honed and paid attention to. Interpersonal intelligence is a person's ability to understand other people's feelings, motivate and easily have social relationships with the surrounding environment. Another problem, in the educational context, is that in schools it is not uncommon to find teachers who teach about the arts, who are not in the field or do not have competence in the arts, especially fine arts. This training aims to increase, hone their skills, creativity and, more importantly, hone their interpersonal intelligence. The PkM activities carried out use survey, interview, outreach and training methods. The results of drawing activities for elementary school students include producing drawings that have aesthetic value, and are in accordance with the elements and rules in the field of fine arts. Participants also gain knowledge related to materials, tools and techniques used for drawing, and the most important thing is to be able to hone their interpersonal intelligence to be sensitive to the surrounding environment both in socializing, and in responding to things or objects around them to use as ideas in creating or producing a work art.
Boardgame Sebagai Media Komunikasi Visual Untuk Mencegah Demensia Sejak Dini Bagi Remaja 15-20 Tahun Di Kota Palembang Raihan Al-Hafids, Abdul; Mubarat, Husni; Windu Viatra, Aji
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol. 9 No. 2 (2024): Besaung
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jsdb.v9i2.4075

Abstract

Dementia is a symptom of intellectual function decline characterized by impairment in at least four functions: language, memory, visuospatial abilities (such as measuring distance, distinguishing colors and people), and emotional control. One of the symptoms of dementia is forgetfulness, and most people are still unfamiliar with the term dementia. This lack of awareness is due to insufficient education about dementia. This design project is crucial because it can increase literacy about dementia, enabling preventive measures from a young age by training cognitive skills in adolescents so that their cognitive abilities remain intact into adulthood. The design method used is the Design Thinking method, which consists of five stages: Empathize, Define, Ideate, Prototype, and Test. The main media used is a board game which can train players' memory, focus and concentration. Through this design, it is hoped that it will be able to overcome the symptoms of dementia from the teenage years.
Cultural Expression of Aesthetic in Laker Paintings of Sanggar Ganesha in Palembang Mubarat, Husni; Suharto, Suharto; Pebriyani, Nyoman Dewi
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 26, No 2 (2024): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni
Publisher : LPPM Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/ekspresi.v26i2.4437

Abstract

Social, economic, and demographic changes in Palembang, such as artists' migration to Yogyakarta and shifting community preferences towards Laker paintings, have impacted the sustainability of the aesthetic of Laker paintings at Sanggar Ganesha in Palembang. This research aims to examine the aesthetic elements of Laker paintings and how these elements reflect local wisdom and reveal symbolic meanings embedded in Laker paintings at Sanggar Ganesha, Palembang. The research method employed is qualitative descriptive. Data collection involved direct observation of Laker paintings, in-depth interviews with artists and key informants at Sanggar Ganesha, and literature review from relevant sources. Data analysis utilized intra-aesthetic analysis techniques to examine visual elements and painting techniques, and extra-aesthetic analysis to explore social, cultural, and philosophical aspects within Palembang's Laker paintings. Findings reveal that Laker paintings at Sanggar Ganesha, Palembang, exhibit unique aesthetic richness reflected through the use of traditional mediums such as Lak varnish, gold leaf, and Chinese ink. These mediums not only provide distinctive visual dimensions but also preserve the authenticity of Laker painting techniques. Elements like monochromatic golden hues, black color usage to highlight crucial details, and the smooth texture derived from Lak varnish application enrich both visual and symbolic dimensions of the paintings. Additionally, Laker paintings at Sanggar Ganesha depict cultural symbols and traditional Palembang values such as the Masjid Agunge, Ampera Jembatan, Rumah Rakit, and the atmosphere of the Sungai Musi, all reflected in visual representations.
Perancangan Komunikasi Visual Pengenalan Tari Pegi Mantang Kabupaten Banyuasin Pransiska, Vira; Mubarat, Husni
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol. 9 No. 1 (2024): Besaung
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jsdb.v9i1.3689

Abstract

Banyuasin Regency has a valuable cultural heritage in the form of the pegi mantang dance, but the younger generation lacks knowledge and interest in learning about local arts. This design aims to design a visual communication medium for introducing the pegi mantang dance to the younger generation in Banyuasin Regency. The design method used is design thinking which includes empathy, define, ideate, prototype, test. The results of this design are divided into three, including the main media in the form of cinematic videos, supporting media in the form of books, tote bag tumblers, T-Shirts, acrylic LED lights, bag hangers, and premedia in the form of posters. It is hoped that the media introducing pegi mantang dance will contribute to introducing traditional arts and overcoming the lack of awareness of the younger generation. Through an innovative visual communication approach, the younger generation can better understand, appreciate and be involved in preserving local culture. Keywords : Pegi Mantang Dance, Art, Traditional, Banyuasin
Belajar Do’a Harian Islam Pada Anak Usia 7-12 Tahun Di Kota Palembang Dengan Pendekatan Komunikasi Visual Board Game Adelia, Amanda; Mubarat, Husni; Windu Viatra, Aji
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol. 10 No. 1 (2025): Besaung : Desember-Maret
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jsdb.v10i1.4647

Abstract

Prayer is required to be taught to children as early ac possible to form a more religious character. In Palembang, there are still few children who apply prayers in their daily lives, due to many factors. On of them is parents being busy with their work, then the kindergarten / TPA (Islamic school), and the lack of new and interesting learning media. The purpose of this design is to make children aware and encourage them to apply prayers in their daily lives and to create an engaging learning method. This design uses the design thingking method, which includes empathizing, defining, ideating, prototyping, and testing. Thee selected media include ( main media) a board game and an illustrated book, (pre media) x-banners, posters, digital posters, catalogs, and (follow-up media) beg tags, backpacks, pencils, erasers, rulers, pencil cases, quran pointers, long-sleeved t-shirts, tumblers, pins, sticker packs, and notebooks. It is hopen that this selection of media can serve as a tool to facilitate the teaching of daily Islamic prayers to children.