Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Ulum Al-Qur’an sebagai Epistemologi Penafsiran: Studi tentang Asbāb Al-Nuzūl dan Nāsikh Mansūkh Islami, Dini Nur; Zahro, Fatimatuz; Ulya, Himmah Al; Imamah, Mumtazul; Shohib, Muhammad
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36793

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan secara komprehensif hubungan antara Ulūmul Qur’ān, Ilmu Tafsir, dan Uṣūl al-Tafsīr, serta menjelaskan urgensi Asbābun Nuzūl dan konsep Nāsikh wa Mansūkh dalam memahami isi Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-analitis dengan mengkaji sumber-sumber klasik dan kontemporer dalam studi Al-Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ulūmul Qur’ān merupakan disiplin dasar yang mencakup semua ilmu yang berkaitan dengan Al-Qur’an, sementara Ilmu Tafsir berfungsi sebagai praktik interpretasi ayat-ayatnya, dan Uṣūl al-Tafsīr berperan sebagai alat metodologis yang menghubungkan keduanya. Asbābun Nuzūl memiliki fungsi penting dalam menyediakan konteks historis dan sosial wahyu ayat-ayat, sehingga membantu mufassir memahami makna ayat-ayat secara akurat. Sementara itu, Nāsikh wa Mansūkh merupakan dasar untuk memahami dinamika hukum Al-Qur'an, yang menunjukkan fleksibilitas Syariah sesuai dengan konteks waktu dan situasi. Oleh karena itu, pemahaman integratif terhadap kelima konsep ini merupakan prasyarat untuk penafsiran yang valid dan sistematis sesuai dengan aturan ilmu pengetahuan.
Reaktualisasi Strategi Pedagogi Qur'ani Rasulullah dalam Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik pada Era Post-Truth Mustofa, Mustofa; Shohib, Muhammad
Jurnal Pendidikan Madrasah Vol. 11 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Madrasah
Publisher : Pusat Pengembangan Madrasah (PPM), dan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpm.2026.267-278

Abstract

The post-truth era is characterized by the growing dominance of opinions, emotions, and subjective preferences over objective facts and evidence in shaping public perception. This condition has accelerated the spread of misinformation, hoaxes, and information manipulation, posing significant challenges to the intellectual and moral development of younger generations. Consequently, educational approaches are required not only to transmit knowledge but also to cultivate critical thinking skills, information literacy, and ethical awareness among learners. This study aims to reactualize the concept of Qur’anic dialectics as a pedagogical strategy employed by Prophet Muhammad (peace be upon him) to develop learners’ critical reasoning in addressing the challenges of misinformation in the post-truth era. The research adopts a qualitative approach using a library research method through the analysis of Qur’anic verses, Prophetic traditions, and relevant literature on Islamic pedagogy and contemporary critical thinking theories. The findings reveal that the Prophet’s pedagogical practices, manifested through dialogue (hiwar), exemplary conduct (uswah hasanah), analogical reasoning (amtsal), and rational argumentation, effectively foster critical, reflective, and verification-oriented thinking among learners. The integration of Qur’anic values with modern critical thinking frameworks provides a relevant educational strategy for strengthening intellectual and moral resilience against misinformation and hoaxes. Therefore, the reactualization of Qur’anic dialectics contributes not only to enhancing information literacy but also to nurturing a generation committed to truth, justice, and social responsibility in the digital age.