Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

ALTERNATIF DESAIN FONDASI TIANG PANCANG PADA PILAR P9A – P11A FLYOVER ALOHA SIDOARJO Cecilia, Alda Dwi; Sholeh, Moch.; Riyanto, Sugeng
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 4 (2024): EDISI DESEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i4.5671

Abstract

Proyek pembangunan Flyover Aloha memiliki struktur dari jalan akses Bandara Juanda menuju Surabaya sepanjang 423 meter (FO B) dan Sidoarjo menuju Bandara Juanda sepanjang 435 meter (FO A). Fondasi eksisiting yang digunakan adalah fondasi borpile dengan menggunakan casing. Casing tersebut ditinggalkan di dalam tanah sebagai cangkang permanen. Hal tersebut akan sangat menentukan dari segi biaya, mengingat cangkang tersebut terbuat dari baja. Oleh karenanya, penulis merencanakan kembali jenis fondasi yang digunakan tersebut sebagai alternatif desain fondasi, yaitu menggunakan Fondasi Tiang Pancang. Perencanaan ini bertujuan untuk merencanakaan fondasi yang lebih efisien dan efektif dari segi biaya, lama waktu proses pekerjaan. Pada perencanaannya, penulis hanya meninjau berdasarkan beberapa sampel titik (P9A, P10A, dan P11A) sebagai acuan perhitungan perencanaan. Pengujian SPT (Standard Penetration Test) dilakukan hingga kedalaman 60 m dan diketahui jenis tanah dominan lempung. Metode perhitungan pembebanan menggunakan perhitungan manual dan menggunakan aplikasi StaadPro V8i. Hasil dari analisis perhitungan pembebanan struktur atas diperoleh sebesar 13196,426 kN. Metode perhitungan daya dukung tiang menggunakan rumus dari Mayerhoff (1976) dan Vesic (1977). Hasil dari perencanaan fondasi tiang pancang ini diperoleh dimensi fondasi berdiameter 1 m, panjang 45 m, dan tiang sebanyak 9 buah. Mengingat lokasi pelaksanaan berada pada pusat keramaian, penulis menggunakan metode Hidraulic Jack In sebagai alternatif untuk menggurangi gangguan sekitar selama pekerjaan berlangsung. Nilai Rencana Anggaran Biaya pada pekerjaan fondasi tiang pancang pada satu pilar yang ada di Flyover Aloha Sidoarjo adalah sebesar Rp. 1,089,194,799.57.
ANALISIS STABILITAS LERENG HILIR SPILLWAY PROYEK BENDUNGAN BAGONG TRENGGALEK MENGGUNAKAN DINDING PENAHAN TANAH TIPE COUNTERFORT Afifah, Nicky Rana; Sholeh, Moch.; Hanggara, Ikrar
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 4 (2024): EDISI DESEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i4.5681

Abstract

Proyek Bendungan Bagong di Trenggalek terdapat lereng dengan kemiringan curam yang berpotensi longsor, sehingga diperlukan perkuatan menggunakan dinding penahan tanah tipe counterfort. Analisis stabilitas lereng dilakukan menggunakan metode Fellenius. Stabilitas dinding penahan dianalisis terhadap penggulingan, pergeseran, dan kapasitas daya dukung tanah. Evaluasi stabilitas kelongsoran global juga dilakukan setelah penambahan dinding counterfort menggunakan perhitungan manual dan software Geo5. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa faktor keamanan lereng eksisting dalam kondisi normal adalah 1,18 dan kondisi gempa adalah 0,77 dengan perhitungan manual, serta 0,97 dan 0,86 menggunakan software Geo5. Stabilitas dinding counterfort dengan dimensi lebarnya 6,16 meter dan tingginya 8,20 meter memiliki faktor keamanan terhadap guling, geser, dan kapasitas daya dukung sebesar 3,44; 3,32; dan 8,26 dalam kondisi normal, serta 2,47; 1,35; dan 8,23 pada kondisi gempa melalui perhitungan manual. Analisis menggunakan program menunjukkan nilai 3,37; 2,15; dan 8,34 dalam kondisi normal, serta 2,02; 1,14; dan 5,94 pada kondisi gempa. Setelah penambahan dinding counterfort, faktor keamanan lereng mencapai 1,65 pada kondisi normal dan 1,19 pada kondisi gempa menggunakan program, serta 1,67 dan 1,54 secara manual. Pelaksanaan dinding counterfort meliputi galian tanah, pembesian, bekisting, pengecoran, dan pemeliharaan beton. Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk dinding penahan tanah tipe counterfort sebesar Rp 5.213.208.000,00 dengan panjang dinding 70,80 meter.
ANALISIS FONDASI BORED PILE PADA TOWER A PROYEK RUSUN RAWA BUNTU SERPONG TANGERANG SELATAN Saraswati, Zitha Hertina; Sholeh, Moch.; Anggraini, Novita
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 4 (2024): EDISI DESEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i4.5751

Abstract

Proyek Pembangunan Tower A Rusun Rawa Buntu merupakan proyek gedung bertingkat 32 lantai dengan luas bangunan 1.549  dan ketinggian 99 m. Fondasi pada bangunan tersebut menggunakan bored pile raft foundation dengan diameter 1 m pada kedalaman 25 m yang sudah sesuai. Perbandingan dimensi bored pile lain untuk mengetahui daya dukung terbesar, penurunan terkecil, serta ekonomis dari segi volume dan biaya perlu dianalisis. Pada penelitian ini, analisis daya dukung dan penurunan dilakukan secara manual dan numerik (Plaxis 2D) pada eksisting (diameter 1 m kedalaman 25 m) dan perencanaan baru (diameter 0,6 m kedalaman 15, 25, 30 m; diameter 0,8 m kedalaman 15, 25, 30 m; diameter 1 m kedalaman 15, 30 m; dan diameter 1,2 m kedalaman 15, 25, 30 m) berdasarkan data SPT BH-1. Analisis menggunakan metode Meyerhof dan Reese & Wright untuk daya dukung tiang tunggal serta Vesic dan Meyerhof untuk penurunan tiang tunggal dan kelompok. Dari perhitungan program RSAP 2024, didapatkan beban aksial terbesar yaitu  = 215431,42 kN (ASD) dan  = 292147,99 kN (LRFD). Berdasarkan SNI 8460-2017, daya dukung dan penurunan memenuhi syarat apabila  >  dan  < . Kondisi tersebut terjadi pada kedalaman 25 m (diameter 0,8; 1; 1,2 m) dan kedalaman 30 m (diameter 0,6; 0,8; 1; 1,2 m). Bored pile yang lebih memenuhi syarat dari segi daya dukung dan penurunan serta ekonomis dari segi volume dan biaya, yaitu bored pile diameter 0,60 m pada kedalaman 30 m serta dimensi raft foundation 31 m 11 m 1 m. Dengan daya dukung  manual = 217151,23 kN serta penurunan  manual = 0,0210 m dan  Plaxis 2D = 0,0381 m. Total Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang dibutuhkan senilai Rp 5.960.952.085,44 dengan metode pelaksanaan menggunakan Bored Pile Mini Crane mulai dari pekerjaan pembersihan lahan hingga pengecoran raft foundation.
ANALISIS DESAIN FONDASI BORED PILE PADA PROYEK JALAN TOL PROBOLINGGO-BANYUWANGI PAKET 1 Maulidiyah, Yunia; Sholeh, Moch.; Rahardianto, Trias
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 4 (2024): EDISI DESEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i4.5868

Abstract

Overpass SS Kraksaan pada Proyek Pembangunan Jalan tol Probolinggo – Banyuwangi Paket 1 di Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo ada dalam kategori proyek strategis nasional. Bagian abutment overpass SS Kraksaan memiliki panjang bentang 20,60 m menggunakan struktur fondasi tiang bor berdiameter 0,8 m dengan kedalaman 28 m. Berbagai literatur telah membahas tentang penggunaan tiang bor pada abutment, namun pembahasan tentang pemilihan diameter optimal fondasi tiang bor yang spesifik untuk kondisi dan karakteristik geoteknik di lokasi pembangunan overpass SS Kraksaan ini belum dijumpai. Penelitian ini menganalisis alternatif penggunaan bored pile pada abutment overpass SS Kraksaan dengan variasi diameter 0,6 m, 0,8 m, dan 1 m pada kedalaman 25 m dan 28 m. Perhitungan pembebanan struktur atas bangunan mengacu pada SNI 1725- 2016 dan dianalisa menggunakan software STAAD.Pro CONNECT Edition V22, dengan memperhitungkan beban gempa yang mengacu pada SNI 2833-2016. Perhitungan daya dukung fondasi menggunakan data pengujian SPT (Standard Penetration Test). Perhitungan rencana anggaran biaya menggunakan analisa harga satuan pekerjaan Kota Probolinggo 2023. Hasil analisa menunjukkan bahwa fondasi dengan diameter 0,8 m dan kedalaman 28 m lebih efisien dan efektif dibandingkan alternatif diameter dan kedalaman lain yang ditinjau. Nilai daya dukung kelompok tiang fondasi tersebut adalah 109.318,91 kN dengan jumlah 14 buah tiang dan nilai penurunan kelompok tiang 0,047 cm. Tulangan utama fondasi menggunakan 19D25 dan tulangan geser Ø13-200 mm. Rencana anggaran biaya untuk fondasi tiang bored pile dan pile cap sebesar Rp 3.397.087.761,14.
ANALISIS FONDASI TIANG PANCANG BERDASARKAN DATA SPT PADA JEMBATAN DI TOL CIPULARANG KM 71 Sahroni, Imron; Sholeh, Moch.; Zettyara, Devi
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 1 (2025): EDISI MARET
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i1.5953

Abstract

Proyek Pembangunan Jembatan Penghubung di Jalan Tol Cipularang KM 71 terletak di Kawasan Kota Bukit Indah Kabupaten Purwakarta Provinsi Jawa Barat. Pada kondisi eksisting proyek ini menggunakan jenis fondasi tiang bor. Hasil pengamatan pelaksanaan di lapangan terdapat beberapa kendala antara lain terjadinya kelongsoran pada lubang tiang dan adanya faktor air hujan yang dapat mempengaruhi mutu beton. Berdasarkan hal tersebut, maka dilakukan analisis tentang penggantian jenis fondasi eksisting tiang bor menjadi tiang pancang, dengan tujuan untuk mendapatkan desain rencana fondasi yang lebih efisien dan ekonomis. Analisis pembebanan dilakukan dengan alat bantu sotfware StaadPro V8i. Metode perhitungan daya dukung tiang menggunakan rumus dari Mayerhoff yang mengacu pada data SPT. Hasil analisis pembebanan struktur di bagian abutment sebesar 22324,5 kN dan dibagian pilar sebesar 48448,23 kN. Diameter fondasi yang paling efektif digunakan berdasarkan daya dukung, penurunan dan biayanya pada abutment adalah Ø 1,2 m dan pada pilar adalah Ø 1 m. Hasil daya dukung fondasi pada abutment dengan Ø1,2 m sebesar 24809,236 kN dengan penurunan fondasi 6,57 cm dan biaya sejumlah Rp 966.735.315,75; sedangkan daya dukung pada pilar dengan Ø1 m sebesar 50617,160 kN dengan penurunan fondasi 9,01 cm dan biaya sejumlah Rp 1.716.648.467,54. Metode pelaksanaan yang dipilih adalah pemanfaatan alat berat Hydraulic Jack In pada saat proses pemancangan dengan pertimbangan faktor keamanan dan kebisingan.
ANALYSIS OF MUD VULCANO (LUSI) EMBANKMENT DAMS STABILITY WITH SHEET PILE AND PVD USING FINITE ELEMENT METHOD (FEM) Zuhri, Ach Bustomi; Sholeh, Moch.; Zenurianto, Mohamad
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 1 (2025): EDISI MARET
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i1.6050

Abstract

The Lumpur Sidoarjo air shelter at point 68 in the Kedungbendo area had a loosening on April 10, 2018. It is frequently employed to analyse the use of finite elements in an effort to find the slope's security factor. Through software modelling, the researchers attempted to evaluate the parameters that affected the lapindo mud slopes' stability. The Mohr-Coulomb method and 2D Plaxis V20 are used in conjunction with the finite element method. Furthermore, a comparison is performed using the Geo5 2024 Trial Version application. We can ascertain the influence of the seismic-free slope security factor and its impact according to SNI using this geotechnical assistance programme. The Geotechnical Aid Program's security factor values are nearly same, and the Geo5 2024 Trial. The difference is caused by the addition of the modulus unloading and reloading parameter in version. Additionally, the study assessed the efficiency of prefabricated vertical drains (PVD) and sheet piles for slope reinforcement. In the absence of PVD, the 90% consolidation time equals 868.3 days, so the safety factor is 1.59. With PVD, the 90% integration time is only 258 days, and the safety factor is 1.60. PVD has been shown to be an effective instrument for accelerating the soil consolidation process without compromising the structure's stability. 
ANALISIS PERBAIKAN TANAH METODE PRELOADING KOMBINASI PREFABRICATED VERTICAL DRAIN (PVD) PADA PEMBANGUNAN JALAN TOL TRANS SUMATERA Putri Y, Larasati; Anggraini, Novita; Sholeh, Moch.
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 1 (2025): EDISI MARET
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i1.6065

Abstract

Pada Proyek Jalan Tol Indrapura – Kisaran terdapat permasalahan berupa tanah lempung lunak (soft clay). Setelah dilakukan penyelidikan tanah berupa penyelidikan N-SPT diketahui bahwa tanah lunak (N>5) pada area yang akan dilewati proyek jalan tol ini sampai pada kedalaman 17m dengan muka air tanah berada pada 0.47m dibawah permukaan tanah. Penurunan konsolidasi merupakan masalah geoteknik yang umum terjadi, terutama di daerah yang terdiri dari tanah lunak. Hal ini disebabkan oleh keluarnya air pori yang diakibatkan peningkatan tegangan pada massa tanah. Pada pembangunan jalan tol di atas tanah lunak memerlukan analisis yang berkaitan dengan besar dan lama penurunan konsolidasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis penurunan tanah ketika tanpa adanya perbaikan tanah dibandingkan dengan perbaikan tanah menggunakan metode Preloading kombinasi dengan Prefabricated Vertical Drains (PVD). Preloading adalah suatu teknik metode perbaikan tanah dimana konsolidasi tanah dapat dicapai dalam jumlah yang cukup besar sebelum pembebanan konstruksi rencana. Berdasarkan penyelidikan tanah, karakteristik lapisan tanah merupakan tanah lempung yang berpotensi mengalami penurunan konsolidasi yang cukup besar dan lama. Hasil analisis penurunan jalan tol di daerah penelitian adalah sebesar 3,655 meter. Dibutuhkan waktu 84 tahun untuk konsolidasi primer mencapai derajat konsolidasi 90%. Namun, pada metode Hansbo diterapkan preloading kombinasi PVD dengan mencoba dua pola konfigurasi yaitu segitiga dan segiempat pada kedalaman 17 meter, untuk variasi jarak pemasangan PVD 0,8m; 1m; 1,25m; 1,5m dan 1,75m. Kesimpulan dari jarak pemasangan PVD dan preloading yang efisien adalah pemasangan dengan pola segiempat dan berjarak 1,25m dengan waktu 23 minggu untuk mencapai derajat konsolidasi 90%. Maka, dapat disimpulkan metode perbaikan tanah lunak menggunakan preloading dengan kombinasi PVD terbukti efisien untuk mempercepat proses konsolidasi tanah.
Development of Hydroponic Plants in Semampir Village, Sidoarjo for Strengthening the Village Community Economy in the New Normal Era Sholeh, Moch.; Niam, M. Faridun
Bisma : Bimbingan Swadaya Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): February 2024
Publisher : STAI Miftahul ULa Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59689/bisma.v2i3.457

Abstract

The purpose ofthis community is to assist the residents of Semampir Village in making hydroponic plants. Through the Community Development approach, the result of this assistance is that assisted communities have the ability to make hydroponic plants as a planting medium in the yard / yard. The results of this assistance are also able to provide an alternative to strengthening the economy of Semampir residents by meeting the needs of vegetables independently in the situation of social restrictions in the new normal, thus providing economic strengthening for the residents of Semampir Sidoarjo during the pandemic.
Assessing the Impact of Mesh Density on Safety Factor in 2D and 3D Finite Element Modeling: A Case Study of Landslide Mitigation with Corrugated Concrete Sheet Pile (CCSP) Rahmawati Cupasindy, Dyah Ayu; Sholeh, Moch.; Asema, Fuji; Anggraini, Novita; Susilo, Helik; Aditya, Muhammad Tri
West Science Nature and Technology Vol. 3 No. 03 (2025): West Science Nature and Technology
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsnt.v3i03.2284

Abstract

The problem of landslides in irrigation canal embankments often occurs in areas with soft and expansive soils that have low bearing capacity and are easily changed in volume due to fluctuations in water content. One of the main triggers is the rapid drawdown phenomenon that causes a sudden decrease in slope stability. In this study, slope stability analysis was conducted using the finite element method with PLAXIS 2D and PLAXIS 3D software. The main objective of the study was to evaluate the effect of mesh variation and soil model selection between Mohr-Coulomb Undrained A and Hardening Soil on Safety Factor (SF) value and slope settlement pattern. The reinforcement treatment analyzed was the use of Corrugated Concrete Sheet Pile (CCSP) installed on the side of the slope to improve stability. The results showed that the mesh variation affected the SF results and stress distribution patterns, especially in the 3D model. The Hardening Soil model produced more realistic deformation and SF predictions than the Mohr-Coulomb model. Thus, choosing the right soil model and mesh configuration is very influential in producing accurate analysis and can be used as a reference in the design of irrigation canal slope treatment.
Performance Testing Of Sand And Lime As Subgrade Stabilizing Materials For Roads Novianto, Dandung; Marjono, Marjono; Sholeh, Moch.; Anggraini, Novita
INTEK: Jurnal Penelitian Vol 9 No 2 (2022): October 2022
Publisher : Politeknik Negeri Ujung Pandang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31963/intek.v9i2.4252

Abstract

Soil stabilization is a method used to increase the carrying capacity of a layer of soil, by giving special treatment to that layer of soil. Soil is one of the factors that can affect the structure of road construction. The CBR value is one of the parameters to determine soil carrying capacity, if the CBR value is high then the soil carrying capacity is good, whereas if the CBR value is low then the soil needs to be stabilized. The purpose of this study was to determine the characteristics and classification of soil, determine the results of the grain gradation test, sieve analysis and hydrometer analysis, consistency limits (Atterberg limits) before and after stabilization, compaction results (Proctor) before and after stabilization, determine the CBR value of the soil before and after stabilization. This research included water content test, wet soil unit weight test, specific gravity test, sieving analysis, hydrometer analysis, Atterberg limit test, compaction test (Modification), and immersion CBR test and CBR without immersion. In this test, variations in the addition of 20% sand and lime content were 5%, 10% and 15% of the dry weight of the soil. From the test results, the original soil samples showed soil classification A-7-6 according to AASHTO with maximum dry density (MDD) values of 1.70 gr/cm3 1 day curing, 1.64 gr/cm3 7 days curing and 1.77 gr/cm3 for 14 days curing, there was an increase in the value of the maximum dry density (MDD) in the original soil stabilized with 20% sand and 5% lime, a value of 1.78 gr/cm3 was obtained for 1 day curing, 1.86 gr/cm3 cm3 7 days curing and 1.82 gr/cm3 14 days curing. From the test results, the original soil samples showed soil classification A-7-6 according to AASHTO with CBR values of soaked 3.15% 1 day curing, 3.68% 7 days curing and 4.21% 14 days curing, there was an increase Soaked CBR values on native soil stabilized with 20% sand and 5% lime obtained CBR values of 37.19% at 1 day curing, 42.10% 7 days curing and 30.29% 14 days curing.