Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pelatihan Tata Laksana Penyembelihan Hewan yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal Bagi Petugas Penyembelihan Rumah Potong Unggas Pribadi, Teguh; Rusman, Ade; Diniatik; Fitriyani; Pamungkas, Regawa Bayu; Mulyanto, Arif; Anggraeni, Liana
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 4 No 1 (2025): Januari
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v4i1.655

Abstract

Latar Belakang: Penyembelihan atau pemotongan merupakan titik kritis kehalalan daging hewan sebagai bahan pangan. Penyembelihan yang dilakukan di rumah pemotongan unggas masih dilakukan secara manual dengan sarana yang terbatas. Prosses penyembelihan sering kurang sempurna, tidak terpotongnya empat urat utama di leher, ayam belum mati sempurna sudah masuk air panas, dan penganganan daging di lantai tanpa wadah. Penyembelihan yang layak sangat ditentukan oleh tingkat pengetahuan dan keterampilan petugas penyembelihan. Petugas penyembelihan di rumah potong unggas (RPU) yang memiliki pengetahuan dan keterampilan penyembelihan hewan yang aman sehat utuh dan halal (ASUH) di wilayah Banyumas dan sekitarnya jumlahnya masih sangat kurang. Tujuan: Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketermapilan penyembelihan hewan yang ASUH para petugas penyembelihan RPU di Banyumas dan sekitarnya. Metode: Kegiatan pelatihan ini merupakan kerjasama antara Tim Pengabdian IbM UMP, Sentra Halal UMP dan PRM Pliken Kembaran yang dilaksanakan dengan dua metode, yaitu secara klasikal dan praktik. Materi pelatihan meliputi 10 kompetensi petugas penyembelihan sesuai standar kompetensi kerja nasional Indonesia (SKKNI) nomor 147 tahun 2022. Hasil: Pelatihan ini diikuti oleh 55 orang peserta berasal dari Banyumas, Purbalingga, Pemalang, dan Kebumen. Pelatihan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta sebesar >34,41% dari sebelum pelatihan. Kesimpulan: Dengan demikian pelatihan tatalaksana penyembelihan hewan yang ASUH telah mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petugas penyembelih hewan di wilayah kabupaten Banyumas dan sekitarnya. Kata kunci: juru sembelih, penyembelihan ASUH, rumah potong unggas ______________________________________________________________________ Abstract Background: Slaughtering or butchering is a critical point for the halalness of animal meat as food. Slaughtering in poultry slaughterhouses is still done manually with limited facilities. The slaughtering process is often imperfect, with the four central veins in the neck not being cut, chickens not being completely dead already in hot water, and meat on the floor without a container. Proper slaughter is determined by the level of knowledge and skills of the slaughterhouse staff. There is a lack of slaughterhouse workers with knowledge and skills in safe, healthy, and halal (ASUH) animal slaughter in Banyumas and surrounding areas. Objective: This training aims to improve the knowledge and skills of slaughtering animals that are safe, healthy, and halal (ASUH) among slaughterhouse workers in Banyumas and surrounding areas. Method: This training activity is a collaboration between the UMP IbM Service Team, UMP Halal Center, and PRM Pliken Kembaran which is carried out using two methods, classical and practical. The training material presented includes 10 competencies of slaughter officers according to the Indonesian national work competency standard (SKKNI) number 147 of 2022. Result: The training was attended by 55 participants from Banyumas, Purbalingga, Pemalang, and Kebumen. The training was able to increase participants' knowledge and skills by >34,41% from before the training. Conclusion: Thus, the training on the management of animal slaughter that is ASUH has been able to improve the knowledge and skills of animal slaughter officers in the Banyumas district and surrounding areas. Keywords: slaughterer, slaughterhouse ASUH, poultry slaughterhouse
The Pelatihan Usaha Budidaya Ikan Nila (Oreochromis Nilotus) dengan Teknologi RAS (Recirculating Aquaculture System) di Jamaah Tani Muhammadiyah (Jatam) Kembaran, Banyumas Rusman, Ade; Pribadi, Teguh; Pamungkas, Regawa Bayu; Dewanto, Hamami Alfasani; Fitriyani, Fitriyani; Diniatik, Diniatik
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 10 No 3 (2025): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan nila (Oreochromis niloticus) dikenal sebagai ikan konsumsi dengan harga terjangkau, pertumbuhan cepat, serta mudah dibudidayakan. Namun, permasalahan yang sering dihadapi para pembudidaya tradisional adalah keterbatasan lahan, kualitas air yang fluktuatif, serta rendahnya produktivitas. Recirculating Aquaculture System (RAS) merupakan salah satu teknologi modern dalam budidaya ikan yang dapat menjawab tantangan tersebut. Melalui RAS, kualitas air dapat dikontrol karena air terus disirkulasikan melalui filter mekanis maupun biologis. Dengan demikian, tingkat kelangsungan hidup ikan meningkat, padat tebar dapat diperbesar, penggunaan air lebih efisien serta ramah lingkungan. Lembaga Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) sebagai bagian dari gerakan pemberdayaan ekonomi umat memiliki peran strategis dalam mengembangkan potensi usaha perikanan berkelanjutan. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan dan pendampingan budidaya ikan nila dengan RAS adalah anggota JATAM memperoleh pengetahuan dan keterampilan praktis dalam mengelola usaha perikanan modern, meningkatkan kemandirian ekonomi, mendorong tumbuhnya sentra-sentra perikanan berbasis komunitas yang berdaya saing, dan mendukung ketahanan pangan nasional. Penerapan budidaya ikan nila dengan RAS di lingkungan JATAM Muhammadiyah berorientasi pada peningkatan produktivitas, efisiensi, keberlanjutan, dan pemberdayaan. Berdasarkan pengamatan dan nilai rata-rata pre test (56±11,05), post test (71,33±14,45) dan nilai P-value 5,99×10-5 (< 0,05) maka kegiatan telah berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta secara signifikan dan tingkat kepuasan peserta sangat puas.
Edukasi Masyarakat Tentang Penyimpanan Obat dan Pembuangan Obat Rusak/Kedaluwarsa Dalam Keluarga/Rumah Tangga Utami, Pri Iswati; Rahayu, Wiranti Sri; Djalil, Asmiyenti Djaliasrin; Utaminingrum, Wahyu; Suparman; Pamungkas, Regawa Bayu
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v7i2.17565

Abstract

Pengurus ranting Aisyiyah Desa Karangsalam Kidul yang mengelola Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) di Masjid Al Iman Desa Karangsalam Kidul menganggap perlu untuk ikut berperan dalam mengedukasi orang tua/ wali murid TPQ dan masyarakat umum. Masalah yang menjadi prioritas adalah kurangnya bekal pengetahuan yang dimiliki oleh pengurus ranting Aisyiyah tentang penyimpanan obat dan pembuangan obat yang rusak/kedaluwarsa di keluarga/rumah tangga. Solusi yang diberikan untuk mengatasi permasalahan mitra adalah dengan pemberian edukasi tentang cara penyimpanan obat yang benar serta cara pembuatan obat rusak/kedaluwarsa dalam keluarga/rumah tangga sesuai dengan pedoman dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Dalam kegiatan ini dilakukan pemberian penyuluhan dan pelatihan serta praktik penyimpanan obat dan pembuangan obat rusak/kedaluwarsa. Peserta kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan mengenai cara menyimpan dan membuang obat rusak dan/atau kadaluwarsa di keluarga/rumah tangga. Upaya peningkatan pengetahuan mitra ini diharapkan dapat mendukung pemberdayaan ranting Aisyiyah dalam pemberian edukasi pengelolaan obat dalam keluarga/rumah tangga secara tepat kepada orang tua/wali murid TPQ maupun masyarakat yang lebih luas.
Sistem Pemantauan Kualitas Udara Berbasis IoT untuk Peternakan Kambing Muhammad Taufiq Tamam; Latiful Hayat; Winarso; Regawa Bayu Pamungkas; Ahmad Dawam
Jurnal Riset Rekayasa Elektro Vol. 8 No. 1 (2026): JRRE VOL 8 NO 1 JUNI 2026
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jrre.v8i1.30550

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pemantauan kadar gas amonia (NH3) dan metana (CH4) pada peternakan kambing berbasis IoT (Internet of Things). Sistem ini menggunakan sensor gas MQ-135 untuk mendeteksi kadar amonia, sensor MQ-4 untuk mendeteksi kadar metana dan panel surya sebagai sumber energi. Data yang diperoleh dari sensor kemudian diolah oleh mikrokontroler ESP-32 dan ditampilkan secara real-time melalui aplikasi IoT Firebase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem ini dapat memantau kadar gas amonia dan metana secara akurat dan efektif. Sistem ini juga dapat memberikan notifikasi jika kadar gas melebihi batas normal, sehingga dapat membantu peternak dalam mengelola kesehatan dan keselamatan hewan ternak serta mengurangi dampak lingkungan. Berdasarakan sampel hasil pengukuran, rata-rata kadar gas amonia terukur sebesara 11,105 ppm dan gas metana sebesara 0,386 ppm. Kelebihan sistem ini adalah dapat memantau kondisi kandang secara real-time, sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan keselamatan operasional peternakan. Sistem ini juga dapat diintegrasikan dengan sistem lainnya untuk meningkatkan kemampuan monitoring dan controlling.
Activation of Carbon Using Microwave-Assisted Hydrochloric Acid for Urea Adsorbtion Regawa Bayu Pamungkas; Kiswatul Kharimah; Endar Puspawiningtiyas
Research in Chemical Engineering Vol. 1 No. 1 (2022): Research in Chemical Engineering
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/rice.v1i1.10

Abstract

The activation of activated carbon using microwave-assisted hydrochloric acid (HCl) has been carried out. This objective of this study was to investigate the effects of the concentration of HCl (1M to 6 M) and time of microwave irradiation (5 to 25 mins) on the iodine number and urea adsorption. The results showed that the concentration of HCl had a significant effect on the quality of the activated carbon. Activation of carbon using 6 mol/L of HCl resulted the iodine adsorption capacity of 1002 mg/g and urea adsorption of 99 mg/g. Microwave irradition time also has a significant effect on the quality of activated carbon. The best microwave irradiation time showed at 25 minutes that resulted in iodine adsorption capacity of 1112 mg/g and urea adsorption capacity of 97 mg/g.