Claim Missing Document
Check
Articles

PERPUSTAKAAN KELILING SEBAGAI MANIFESTASI PERAN PERPUSTAKAAN UMUM MELAWAN BENTUK EKSKLUSI SOSIAL : STUDI KASUS PERPUSTAKAAN UMUM DAERAH JAWA TENGAH Prasetyawan, Yanuar Yoga; Arfa, Mecca
JURNAL PUSTAKA BUDAYA Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractInformation is major requirement for individuals in the information age. Individuals need information to improve their quality of life. For individuals who have limited access to information, it can be considered has the potential bad quality of life. Therefore, it behooves the government to provide the institutions that collect and disseminate information for free of charge regardless of social status, economic, and education, it is  public library. The purpose of this study was to describe the role of Perpustakaan Umum Daerah Jawa Tengah (Central Java Province Public Librariy) through the bookmobile service, against forms of social exclusion. This research used a qualitative method with case study approach. The results showed that the public library have should be a social inclusion institution. With such an inclusive label then anyone can go into the library and enjoy a free library service. But there are still some of the community groups who judge the library is an unfriendly place to visit. Seeing the reality, Perpustakaan Umum Daerah Jawa Tengah provides pro-active service by visiting the patron who are far away from the information centre and have limited access to information due to social , economic or education status. The Places were visited include the penitentiary, the brothel, and even the base of the refugee community banned organization. Through bookmobile service  tried to attend as a remover form of social exclusion by providing access to information to the public.Keyword: Public Library; Social Exclussion; Bookmobile LibraryAbstrakKomoditas atau kebutuhan  utama bagi individu di era informasi seperti saat ini adalah informasi. Individu tersebut membutuhkan informasi untuk meningkatkan kualitas hidup. Bagi individu yang memiliki keterbatasan untuk mengakses informasi, maka dapat ditengarai individu tersebut berpotensi memiliki kualitas hidup yang tidak baik. Oleh karena itu sudah sepatutnya pemerintah menyediakan lembaga yang menghimpun dan menyebarluaskan informasi secara gratis tanpa memandang status sosial, ekonomi, maupun pendidikan. Lembaga tersebut adalah perpustakaan umum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikanperan perpustakaan umum daerah jawa tengah melalui layanan perpustakaan keliling melawan bentuk eksklusi sosial. Metode penelitian yang digunakan metode penelitian kualitatifdengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukan bahwasanyaperpustakaan umum sudah sepatutnya menjadi lembaga inklusi sosial. Dengan label inklusif tersebut makasiapapun dapat masuk ke perpustakaan dan menikmati layanan perpustakaan secara gratis. Namun masih terdapat sebagian dari golongan masyarakat yang menilai perpustakaan merupakan tempat yang tidak ramah untuk dikunjungi. Melihat realitas tersebut Perpustakaan Umum Daerah Jawa Tengah memberikan layanan pro-aktif dengan mendatangi pemustaka yang berada jauh dari lokasi pusat informasi dan memiliki keterbatasan untuk mengakses informasi karena status sosial, ekonomi, ataupun pendidikan. Tempat yang dikunjungi antara lain adalah lembaga permasyarakatan, lokalisasi prostitusi, dan bahkan basis pengungsian komunitas organisasi terlarang. Melalui layanan perpustakaan keliling Perpustakaan Umum Daerah Jawa Tengah berusaha hadir sebagai pengeliminir bentuk eksklusi sosial dengan memberikan akses informasi kepada masyarakat tersebut.Kata Kunci: Perpustakaan Umum, Eksklusi Sosial, Perpustakaan Keliling
Peran Perpustakaan Umum Kabupaten Gunung Kidul dalam Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat Pesisir Daerah Istimewa Yogyakarta Prasetyawan, Yanuar Yoga; Krismayani, Ika; Arfa, Mecca; Saufa, Arina Faila
JURNAL PUSTAKA BUDAYA Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSebagai lembaga yang berfungsi menyimpan dan menyebarluaskan informasi, perpustakaan juga mempunyai andil besar untuk turut serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dalam hal ini, perpustakaan diharapkan mampu menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat tidak hanya dalam bidang pendidikan namun juga bidang lainnya seperti sosial dan ekonomi. Melalui penelitian ini diharapkan mampu mengkaji dan menganalisis peran Perpustakaan Umum Kabupaten Gunungkidul dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir Gunungkidul yang relatif masih rendah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Peneliti melakukan wawancara kepada 4 (empat) informan; yaitu Kepala Perpustakaan Umum Kabupaten Gunungkidul, seorang pustakawan Perpustakaan Umum Kabupaten Gunungkidul, dan 2 (dua) orang anggota pelatihan membatik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi ekonomi masyarakat pesisir Gunungkidul Yogyakarta relatif masih memprihatinkan, karena mayoritas pekerjaannya sebagai nelayan yang hasilnya belum mencukupi kebutuhan kesehariannya. Selain itu, minimnya kesadaran akan pentingnya pendidikan di wilayah setempat mengakibatkan banyaknyaanak usia sekolahyang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, lalu memutuskan untuk merantau ke kota-kota besar untuk mendapatkan pekerjaan. Oleh karena itu, Perpustakaan Umum Kabupaten Gunungkidul telah melakukan beberapa program layanan berbasis pemberdayaan masyarakat; seperti perpustakaan keliling ke daerah-daerah terpencil, perpustakaan keliling pantai,One Home One Library, pelatihan membatik, dan pelatihan pemasaran produk secara online. Dengan kegiatan-kegiatan tersebut, Perpustakaan Umum Kabupaten Gunungkidul tidak hanya berhasil memenuhi kebutuhan informasi masyarakat setempat, namun juga mampu memperbaiki kualitas hidup terutama dalam bidang pendidikan dan ekonomi. Kegiatan yang telah berjalan tersebut mampu menjadi role model bagi perpustakaan umum lainnya agar turut membantu memperbaiki kualitas hidup masyarakat penggunanya melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat. Kata Kunci: Perpustakaan Umum, Pemberdayaan masyarakat, masyarakat pesisir AbstractAs an institution that functions and disseminates information, a library also has a big part to participate in improving the quality of life of community. In this case, the library is expected to be able to solve the problems that exist in society not only in the field of education but also other areas, such as social and economic areas. This research is expected to study and analyze the role of the Public Library of Gunungkidul Regency in improving the quality of life of Gunungkidul coastal communities which is still relatively low.This research uses qualitative method with case study approach. The researchers interviewed 4 (four) informants; namely the Head of Public Library of Gunungkidul Regency, the librarian of Public Library of Gunungkidul Regency, and 2 (two) members of the training of batik. The result of this research indicate that the economic condition of Gunungkidul coastal communities Yogyakarta is relatively still concerned, because the majority of their work as a fisherman does not meet the need of their daily needs. In addition, the lack of awareness of the importance of education in the local area resulted in the number of school-age children who did not continue their education to a higher level, then decided to urbanize to get job in big cities. Therefore, the Public Library of Gunungkidul Regency has undertaken some community empowerment based on service programs; such as mobile libraries to remote areas, coastal libraries, One Home One Library, batik training, and online product marketing training. With these activities, the Public Library of Gunungkidul Regency not only succeeds in meeting the information needs of the local community, but also is able to improve the quality of life, especially in education and economy areas. Activities that have been undertaken are able to become a role model for other public libraries to help improve the quality of community life through community empowerment activities. Key Words: public library; community empowerment;coastal communities
The Existence of Culinary at Lomban Festival in Jepara: Comparative Study of the Dutch East Indies and Reformation Period Indrahti, Sri; Prasetyawan, Yanuar Yoga; Alamsyah, Alamsyah; Maziyah, Siti
KOMUNITAS: International Journal of Indonesian Society and Culture Vol 10, No 1 (2018): Komunitas, March 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v10i1.10971

Abstract

In Jepara, various cultural activities are conducted regularly every year. This cultural activity is always accompanied by a culinary presentation in accordance with the activities, needs, and interests. One of the cultural activities in Jepara is the lomban festival. In this local tradition, a variety of culinary is presented as complement to the cultural activities. The culinary consists of various types, such as market snacks and complete food with rice, vegetables, and side dishes. The culinary in this lomban activity is described in sequence and detail. The culinary depicts the belief, symbolic and spiritual meaning of the supporters of that culture. Through this study, various types of culinary in cultural activities are well described including the symbolic and spiritual meaning behind the culinary presentation.
PEMANFAATAN REPOSITORI INSTITUSIONAL DALAM MENDUKUNG SKRIPSI MAHASISWA DI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA (UKSW) SALATIGA Puspitasari, Natalia; Jumino, Jumino; Prasetyawan, Yanuar Yoga
Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol 3, No 3 (2014): Agustus 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul “Pemanfaatan Repositori Institusional dalam Mendukung Skripsi Mahasiswa di Perpustakaan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga.” Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan Repositori Institusional UKSW dalam mendukung skripsi mahasiswa. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang sedang dalam tahap penulisan skripsi dan menggunakan Repositori Institusional UKSW. Informan yang diambil sejumlah 7 orang mahasiswa dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi dan wawancara. Adapun analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, analisis Miles and Huberman. Keabsahan data yang digunakan melalui triangulasi. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa pemanfaatan Repositori Institusional UKSW dapat mendukung skripsi mahasiswa UKSW. Alasannya yaitu, karena koleksi Repositori Institusional UKSW dapat menjadi bahan referensi dan sumber informasi sekunder, sebagai panduan penulisan skripsi, sebagai bahan acuan dan inspirasi dalam menentukan judul skripsi yang akan ditulis oleh mahasiswa UKSW, serta sebagai bahan penelitian sebelumnya. 
KETERSEDIAAN KOLEKSI LOCAL CONTENT SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN BUDAYA DAERAH DI DINAS ARSIP DAN PERPUSTAKAAN DAERAH KABUPATEN BANYUMAS Ratnaningrum, Ema Nur Iftitah; Prasetyawan, Yanuar Yoga
Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol 7, No 4 (2018): Oktober 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.908 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui usaha apa yang selama ini telah dilakukan oleh Dinas Arsip danPerpustakaan Daerah Kabupaten Banyumas dalam rangka melestarikan budaya daerahnya melalui koleksi localcontent yang dimiliki. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Metodepengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian inimenunjukkan bahwa Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Banyumas telah melakukan beberapa usahapelestarian budaya daerah melalui penyediaan, pemberdayaan dan pelestarian koleksi local content, sertamengupayakan peningkatan kompetensi pustakawan di bidang terkait. Dinas Arsip dan Perpustakaan DaerahKabupaten Banyumas telah berhasil menghimpun sebanyak 300 (tiga ratus) eksemplar koleksi local content berupabuku yang membahas segala hal tentang Kabupaten Banyumas, buku berbahasa Banyumas, dan buku dari penerbitasli Kabupaten Banyumas. Pengadaan koleksi local content tergabung dalam program pengadaan koleksi referensidengan tujuan untuk memaksimalkan penggunaan anggaran belanja di tengah keberadaan koleksi local contentyang terbatas di pasaran. Akses terhadap koleksi local content masih terbatas, karena koleksi tidak dapat dipinjamuntuk dibawa pulang, melainkan hanya boleh dibaca di tempat atau difotokopi. Pemustaka yang mengakses koleksilocal content pun hanya orang-orang dengan kepentingan tertentu, misalnya peneliti. Pelestarian koleksi localcontent masih berfokus pada perbaikan jilid buku yang mengalami kerusakan, tindakan lain seperti digitalisasikoleksi sejauh ini belum dilakukan. Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Banyumas secara rutinmemberangkatkan pustakawannya untuk mengikuti pelatihan di tingkat provinsi maupun nasional sebagai upayamemaksimalkan potensi sumber daya manusia yang terbatas agar mampu berkontribusi secara optimal dalammelestarikan budaya daerah melalui koleksi local content.
ANALISIS BIBLIOMETRIK TERHADAP SKRIPSI JURUSAN ILMU PERPUSTAKAAN FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS DIPONEGORO TAHUN 2012: STUDI KETERPAKAIAN JURNAL SEBAGAI BAHAN RUJUKAN DALAM PENYUSUNAN SKRIPSI MAHASISWA JURUSAN ILMU PERPUSTAKAAN Yusuf, Shofwan; Prasetyawan, Yanuar Yoga; Kurniawan, Amin Taufiq
Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol 3, No 4 (2014): Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skripsi ini berjudul “Analisis Bibliometrik Terhadap Skripsi Jurusan Ilmu Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro Tahun 2012: Studi Keterpakaian Jurnal sebagai Bahan Rujukan dalam Penyusunan Skripsi Mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keterpakaian jurnal, mengetahui bentuk literatur yang paling banyak dirujuk, mengetahui jurnal apa yang paling banyak dirujuk, dan mengetahui keusangan literatur jurnal yang dirujuk oleh mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro tahun 2012 dalam menyusun skripsi. Metode dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan menggunakan analisis bibliometrika, yaitu dengan penerapan metode matematika dan statistika untuk mengidentifikasi pola-pola dalam penggunaan bahan-bahan dan layanan perpustakaan atau untuk menganalisis perkembangan dari literatur khusus. Unit analisis sejumlah 90 skripsi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah studi pustaka atau studi dokumentasi, yaitu penelusuran dan perolehan data yang diperlukan melalui data yang telah tersedia. Teknik analisis data dalam penelitian ini meliputi persiapan, tabulasi, penerapan data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Total sitiran sejumlah 2263. Simpulan dari hasil penelitian yaitu keterpakaian jurnal sebagai bahan rujukan penyusunan skripsi yaitu 4,11% dengan 93 kali sitiran, bentuk literatur yang paling banyak digunakan adalah buku yaitu sejumlah 1684 kali atau sebanyak 74,41%, jurnal yang paling banyak dirujuk adalah Visi Pustaka dengan 9 kali rujukan atau 9,68%, dan nilai keusangan literatur jurnal adalah 9 tahun. Kendala penelitian yang ditemui ialah adanya beberapa penulisan daftar pustaka yang kurang lengkap
Kajian Literasi Media Online Santri Mahasiswa (Studi Etnografi: Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Fattah, Sumurboto, Semarang) Hidayatullah, M. Rizal; Prasetyawan, Yanuar Yoga
Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol 8, No 4 (2019): Oktober 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.392 KB)

Abstract

Judul penelitian ini adalah “Kajian Literasi Media Online Santri Mahasiswa (Studi Etnografi: PondokPesantren Mahasiswa Al-Fattah, Sumurboto, Semarang)”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuigambaran pengalaman literasi media santri mahasiswa di Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Fattah,Sumurboto, Semarang. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi etnografi. Informandalam penelitian ini adalah santri, Kiai, dan Dewan Syuro. Metode pengumpulan data dilakukan denganwawancara dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa santri mahasiswa di Pondok PesantrenMahasiswa Al-Fattah, Sumurboto, Semarang mampu memahami makna informasi yang terkandung didalam media online. Selanjutnya, dari segi mengakses informasi di media online, santri mahasiswamemiliki kecenderungan mengakses media sosial online dengan mudah, karena berbagai fitur yang terdapatdisetiap aplikasi media sosial online tidak terlalu sulit untuk dipahami. Dari segi pengalaman santrimahasiswa dalam berliterasi media melalui media online, santri dapat memahami, menganalisis,mengkritisi, dan mengevaluasi informasi yang mereka akses. Selanjutnya dari segi pengalaman santrimahasiswa dalam berkomunikasi dan membangun relasi, santri mahasiswa dapat memanfaatkan mediaonline sebagai sarana untuk membangun relasi sosial dan menjalin komunikasi dengan keluarga maupundengan orang yang tidak dikenalinya.
Peran Taman Baca Masyarakat Rumah Belajar Ilalang Dalam Melakukan Preservasi Local Wisdom Permainan Tradisional di Kabupaten Jepara Octaviyani, Elsa Eva; Prasetyawan, Yanuar Yoga
Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol 8, No 3 (2019): Agustus 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permainan tradisional adalah salah satu ragam budaya Indonesia yang harus dilestarikan karena didalamnya terkandung nilai-nilai kearifan lokal yang bermanfaat seperti nilai sosial, olahraga, kebersamaan,dan nilai lainnya. Skripsi ini berjudul “Peran Taman Baca Masyarakat Rumah Belajar Ilalang dalamMelakukan Preservasi Local wisdom Permainan Tradisional di Kabupaten Jepara”. Tujuan dari penelitianini adalah untuk mengetahui upaya apa saja yang selama ini telah dilakukan Taman Baca MasyarakatRumah Belajar Ilalang dalam melakukan preservasi local wisdom permainan tradisional di KabupatenJepara. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studikasus. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan empat orang informan dengan teknik purposivesampling. Teknik pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi dan wawancara..Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis tematik (thematic analysis). Hasilpenelitian ini menunjukkan bahwa Taman Baca Masyarakat Rumah Belajar Ilalang telah melakukanbeberapa upaya preservasi local wisdom permainan tradisional melalui aktivitas tahunan dan aktivitaspreservasi. Dalam aktivitas tahunan diwujudkan dengan adanya “Olimpiade Dolanan Anak (ODOLAN)”,yang merupakan aktivitas bertemunya anak-anak untuk bermain permainan tradisional bersama-sama.Adapun dalam aktivitas preservasi diwujudkan dengan adanya pelayanan alat permainan tradisional,pelayanan outbond permainan tradisional, pembuatan film dan pelayanan film permainan tradisional,pelayanan buku permainan tradisional, pelayanan workshop pembuatan permainan tradisional, pelayananharian permainan tradisional, dan pendataan permainan tradisional Jepara.
Pengalaman Informasi Pemilih Pemula Menggunakan Media Sosial sebagai Sarana Pembelajaran Politik dalam Menentukan Pilihan Calon Presiden Yanuar Yoga Prasetyawan
Khizanah al-Hikmah : Jurnal Ilmu Perpustakaan, Informasi, dan Kearsipan Vol 8 No 1 (2020): June
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan UIN Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/kah.v8i1a3

Abstract

Media sosial merupakan suatu hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari para pemilih pemula (digital native). Digital native cenderung menggunakan media sosial sebagai wadah belajar, tidak terkecuali dalam konteks mencari informasi mengenai politik. Media sosial digunakan sebagai media untuk belajar dan mengenal pasangan calon persiden dan wakil presiden. Melalui media sosial tersebut para pemilih pemula baik secara sengaja ataupun tidak, pasti akan berinteraksi dengan informasi seputar politik pencalonan presiden dan wakil presiden. Penelitian ini bertujuan untuk menangkap gambaran pengalaman informasi pemilih pemula menggunakan media sosial sebagai sarana pembelajaran politik dalam menentukan pilihan calon presiden dan wakil presiden. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenografi. Wawancara semi terstruktur digunakan sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menujukan bahwa pengalaman informasi para pemilih pemula menggunakan media sosial sebagai media untuk mempelajari profil calon presiden, belajar berdemokrasi dengan berpendapat dalam kolom komentar, serta belajar menganalisis dan mengidentifikasi berita palsu seputar pemilu.ABSTRACTSocial media has become an important part for most of people nowadays. It has been used for many purposes such as sharing and looking for information. This research is looking for the information experience of first-time voters after the presidential election. It seeks to understand how this group of voters have used social media for finding and using information about the Indonesian Presidential Candidates, and to what extend the information they get have influenced their opinion about the two candidates. This research employed qualitative methods by using phenomenography approach. A semi-structured interview was used to collect data. The findings show that most of the first-time voters used social media to get to know better about the two candidates. It was one of their information sources when they need information about the presidential candidate profiles. Secondly, social media is the common place for most of the participants for sharing and expressing their opinions and ideas related to the candidates. Most interestingly, it was through social media that some participants have recognized that some information that are available online not necessarily valid. They found that some of them are fake news, and they even have identified some accounts were intentionally distributing fake news publicly.
Literasi informasi generasi x, y, dan z dalam penyusunan karya tulis ilmiah Universitas Diponegoro Rizki Nursistian Fitri; Yanuar Yoga Prasetyawan
Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Vol 8, No 1 (2020): Accredited by Ministry of Research, Technology and Higher Education of the Repub
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkip.v8i1.23233

Abstract

Diponegoro University (UNDIP)’s vision is “Diponegoro University Becoming a Superior Research University," which implies that every academician at UNDIP requires improving research through scientific papers. Scientific writing is a work that the author must account for morally or intellectually. Consequently, it needs to conduct observation, planning, directed search, finding information, using information, and evaluating information through information literacy. This study aimed to determine the information literacy generation x, y, and z in the preparation of scientific papers at UNDIP. The research used a qualitative method with a phenomenological approach. The data collection technique used deep interview and observation. The analysis showed that information literacy had an essential role for generation x, y, and z in the preparation of scientific papers. Information literacy activities are a form of one's accountability when dealing with information for the needs of scientific writing. The three generations conducted information literacy activities during the scientific paper preparation. This can be seen from the activities carried out, namely the identification of scientific information needs, scientific information retrieval, scientific information utilization, and scientific information communication. In the current era of technological development, generation x, y, and z, which have unique characteristics in the preparation of scientific papers. Hence, information literacy is used as a standard. Each generation have skill information literacy so must account scientific writing have been written.