Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

POLA PERKEMBANGAN RUANG DI KABUPATEN SEMARANG DENGAN MEMANFAATKAN DATA CITRA LANDSAT Pangi Pangi; Muharar Ramadhan; Khristiana Dwi Astuti; Intan Muning Harjanti; Reny Yesiana
Jurnal Pengembangan Kota Vol 5, No 1: Juli 2017
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1755.191 KB) | DOI: 10.14710/jpk.5.1.58-68

Abstract

The development of the city is influenced by the growth on the physical, economic, and social activities in the city. In the case of Semarang Regency, this development is included in the category fairly fast, particularly after the opening of toll road Semarang-Bawen. By utilizing remote sensing technology and satellite imagery, the pattern of these developments can be mapped and analyzed. The purpose of this study was to identify the pattern of development of space in Semarang Regency by using multitemporal Landsat images. The application of these images can be a mean of monitoring and controlling mechanism of the urban growth in the fast growing city in Central Java, such as in Semarang Regency. Hence, the focus of this analysis is on data of built up area. During the period of 43 years (1972 - 2015) land use change that occurred in the district of Semarang had increased for about 13,000 Ha or an average of 300 ha/year. The biggest changes are located in the Tengaran, Susukan and Bergas sub district that grow more than 20 ha / year. 
Peluang Pertanian Holtikultura dan Tembakau sebagai Penunjang Aktivitas Ekonomi Masyarakat Kopeng, Kabupaten Semarang Reny Yesiana; Intan Muning Harjanti
Ruang Vol 2, No 4 (2016): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.489 KB) | DOI: 10.14710/ruang.2.4.349-357

Abstract

Kopeng terletak di Kawasan Gunung Merbabu, Gunung Telomoyo dan Gunung Andong. Pada wilayah dataran tinggi, masyarakat cenderung untuk mengembangkan tanaman tembakau dan holtikultura. Berdasarkan data BPS tahun 2013, luas lahan yang digunakan untuk tanaman tembakau mencapai 86 Ha (20%) dengan hasil produksi sebesar 51 Ton/Ha (26%), sedangkan luas lahan holtikultura mencapai 281 Ha (66%) dengan hasil produksinya mencapai 155,7 Ton/Ha (72%). Walaupun terjadi pro dan kontra dalam pembudidayaan tembakau, namun tidak bisa dipungkiri bahwa tembakau juga memberikan kontribusi terhadap ekonomi masyarakat Kopeng. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peluang pengembangan budidaya tembakau dan hortikultura oleh masyarakat Kopeng. Alat analisis yang digunakan adalah statistik deskriptif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah random sampling yang dilakukan secara acak karena masyarakat yang dijadikan responden memiliki karakteristik homogen yaitu sebagai petani. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 64 jiwa. Setelah dilakukan perhitungan penerimaan dan pengeluaran antara petani holtikultura dan tembakau diperoleh rata-rata pendapatan bersih yang diterima petani hortikultura lebih tinggi daripada tembakau. Kelebihan lain dari pertanian hortikultura adalah perputaran uangnya lebih cepat dan dapat dibudidayakan dengan sistem yang bervariasi (hidroponik maupun aeroponik) serta tidak memerlukan lahan khusus. Oleh karena itu, hasil dari kajian ini merekomendasikan bahwa komoditas holtikultura agar lebih banyak dikembangkan daripada tembakau.
SOSIALISASI PENATAAN RUANG SEBAGAI UPAYA MITIGASI BENCANA DI RW XVII KELURAHAN SRONDOL WETAN, KECAMATAN BANYUMANIK KOTA SEMARANG Wiwandari Handayani; Prihadi Nugroho; Samsul Ma’rif; Agung Sugiri; Fadjar Hari Mardiansjah; Reny Yesiana; Bintang Septiarani
Jurnal Pasopati : Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Pengembangan Teknologi Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Semarang merupakan salah satu kota yang memiliki tingkat risiko banjir tinggi. Tingginya perubahan penggunaan lahan dari waktu ke waktu menimbulkan semakin meningkatnya risiko bencana banjir di Kota Semarang pada masa mendatang. Berkurangnya tutupan lahan akan mengakibatkan semakin sedikitnya infiltrasi air ke dalam tanah dan mengakibatkan kekeringan panjang di musim kemarau. Sebaliknya, berkurangnya tutupan lahan juga akan berdampak pada semakin besarnya limpasan air hujan ke permukaan yang pada akhirnya mengakibatkan terjadinya bencana banjir besar di musim penghujan.Salah satu wilayah yang terdapak banjir di Kota Semarang adalah wilayah RW XVII Kelurahan Srondol Wetan. Wilayah RW XVII Srondol Wetan terdampak banjir akibat dari luapan sungai yang berada di wilayah tersebut yang terjadi di musim penghujan. Kondisi drainase yang buruk dan kurangnya resapan air menjadi salah satu penyebab meluapnya sungai di wilayah tersebut. Untuk melakukan mitigasi melalui kegiatan pembangunan fisik dan perbaikan di wilayah tersebut, diperlukan proses dan waktu yang cukup lama, namun dalam musim hujan ini kejadian banjir sudah terjadi setidaknya dua kali selama awal tahun 2019.Oleh karena itu, untuk mengurangi dampak serta kerugian pasca banjir, diperlukan mitigasi dengan melakukan penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana oleh masyarakat melalui sosialisai penataan ruang sehingga masyarakat dapat mengantisipasi kerugian serta kerusakan yang ditimbulkan apabila terjadi bencana di wilayahnya.Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan sosialisasi/ penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya tata ruang serta pengurangan risiko bencana banjir di wilayahnya. Target dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah tersosialisasinya pengurangan risiko banjir bagi masyarakat, memberikan kesadaran kepada masyarakat tentang pentingnya manajemen kebencanaan, mengurangi risiko dari kejadian banjir dimasa datang.Kata Kunci: Sosialisasi, Penataan Ruang, Banjir
PENDAMPINGAN KEBERLANJUTAN PENGELOLAAN SAMPAH RW I KELURAHAN MANYARAN KOTA SEMARANG Rukuh Setiadi; Jawoto Sih Setyono; Artiningsih Artiningsih; Mohammad Muktiali; Mada Sophianingrum; Reny Yesiana
Jurnal Pasopati : Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Pengembangan Teknologi Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

An increase in the level of public consumption will affect the yield of waste (waste), one of which is a solid waste (garbage). in addition, technological developments also have an impact on the quantity of production of waste types. The use of plastic waste in daily life cannot be abandoned, because all products of daily necessities cannot be separated from plastic/bottle wrap. Natural decomposition of plastic waste takes a long time, so there is a need for sustainable waste management as done by the people of Manyaran Village. The waste management action in Manyaran Village is not only the responsibility of the kelurahan level but also at the RW level which has begun to initiate waste sorting.Manyaran Village is one of the assisted areas of the City and Regional Planning Department, Faculty of Engineering, Diponegoro University, in terms of environmental management towards the thematic village of waste sorting. During the 3 years period, Undip worked with NGO Mercy Corp Indonesia to assist the community in waste management and now is the fourth year in community assistance in waste management. Based on the results of community aspirations, the need for waste management for 2019 is the use of plastic waste to make eco brick. Ecobrick is a building brick made from plastic waste where its use can be used repeatedly.The target of this community service activity is to make eco brick a useful form, for example, chairs, tables. The expected outcome of this service activity is to make the Manyaran Village as a target area of the Regional and City Planning Department, Faculty of Engineering, Diponegoro University.
PROFIL DESA SEBAGAI DASAR PERENCANAAN DAN PEMBANGUNAN DESA TANON Khristiana Dwi Astuti; Pangi Pangi; Reny Yesiana; intan muning harjanti; Pratamaningtyas Anggraini; Bintang Septiarani
Jurnal Pengabdian Vokasi Vol 1, No 4 (2020): Nopember 2020
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1401.841 KB) | DOI: 10.14710/jpv.2020.8598

Abstract

Desa Tanon merupakan desa yang terdapat di Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen. Desa Tanon yang mempunyai karakteristik wilayah pedesaan termasuk sebagai desa tertinggal dengan jumlah penduduk miskin sejumlah 364 KK dari 1500 KK yang terdapat di Desa Tanon. Kondisi ini memerlukan perhatian khusus oleh pemerintah kabupaten setempat agar seiring dengan perkembangan wilayah di Kabupaten Sragen jumlah penduduk miskin di Desa Tanon juga dapat semakin berkurang sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara umum. Pencapaian tujuan tersebut tentunya tidak dapat lepas dari kondisi yang ada di Desa Tanon. Oleh karena itu untuk dapat mengetahui karakteristik perkembangan yang terjadi di Desa Tanon, maka perlu adanya profil desa yang menggambarkan kondisi desa dari berbagai aspek, seperti ekonomi, kependudukan, fisik alam, sarana prasarana, dan tata guna lahan. Melalui profil tersebut akan dapat diketahui kondisi serta perkembangan baik fisik maupun non fisik di Desa Tanon untuk dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam perencanaan Desa Tanon di masa yang akan datang.Kata Kunci: profil desa, kondisi fisik, kondisi non fisik
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETRAMPILAN ANAK USIA SEKOLAH DALAM PENGELOLAAN SAMPAH ANORGANIK Reny Yesiana; Ida Hayu Dwimawanti; Budiono Budiono; Heny Kusumayanti
Jurnal Pengabdian Vokasi Vol 1, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.161 KB)

Abstract

Kegiatan pelatihan peningkatan pengetahuan dan ketrampilan anak usia sekolah dalam pengelolaan sampah anorganik menjadi produk yang bernilai ekonomis merupakan suatu program kegiatan yang sangat baik dan salah satu solusi pemanfaatan limbah rumah tangga dan sebagai kegiatan anak-anak diluar jam belajar dengan mengisi waktu luangnya dengan kegiatan yang dapat meningkatkan penghasilan yang bernilai ekonomi. Kegiatan ini melibatkan anak-anak dan remaja di Panti Asuhan Darul Hadlonah Demak sebagai mitra pelatihan. Pemanfaatkan sampah anorganik di sekitar kita akan mengurangi pencemaran lingkungan sekitar. Pelatihan ini bertujuan supaya mitra dapat mengerti, memahami dan mengaplikasikan proses pemanfaatan sampah plastik / anorganik menjadi produk kerajinan tangan yang bernilai ekomoni seperti dompet. Produk yang dihasilkan nantinya diharapkan dapat dipasarkan sehingga dapat meningkatkan kemandirian dan produktifitas mitra secara finansial serta dapat mengurangi beban tempat pemrosesan akhir (TPA) dalam menampung sampah anorganik yang sulit diolah. Sebelum pelaksanaan dilakukan peninjauan kondisi lokasi lingkungan pelatihan yang kemudian dilanjutkan  dengan pembinaan bersama warga sekitar dan workshop pembuatan kerajinan tangan dari sampah anorganik. Kegiatan pelatihan ini dapat menambah ilmu dan keahlian dalam mengelola, mendaur ulang dan memanfaatkan sampah anorganik khususnya sampah plastik yang mampu diolah menjadi dompet yang bernilai ekonomis. 
KAJIAN STRATEGIS KELITBANGAN BIDANG INFRASTRUKTUR DAN PENGEMBANGAN WILAYAH KOTA SEMARANG TAHUN 2021-2026 Rukuh Setiadi; Reny Yesiana; Fadjar Hari Mardiansjah; Savira Nur Afifah Kusuma Putri
Jurnal Riptek Vol 15, No 2 (2021)
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.923 KB) | DOI: 10.35475/riptek.v15i2.128

Abstract

Infrastructure development is very important in development of a city or region , like in Semarang City. It aims to improve possibilities and the ease in doing activities as  well as to overcome problems that occur to reach sustainable development. Research as input for evidence—based policy formulatin is one of the important steps to improve infrastructure and regional development . This study aims to strategically examine  infrastructure and regional development in Semarang City between 2021-2026. The results are composed in a roadmap for research, development, and policy evaluation activities for the institution in the Semarang City Government in the field of infrastructure and regional development that should be held in 2021-2026. The research used a mix method, which includes content analysis techniques, descriptive comparisons, gaps mapping, setting priorities, and roadmap formulation. The Final Draft of the RPJMD for the City of Semarang for 2021-2026 is the basic data of proposals and prioritis for the implementation of R&D activities. The main data analyzed are data on research, development, and evaluation activities that have been carried out by the city’s service institution in the field of infrastructure and regional development in 2016-2021. In addition, some proposed themes from the strategic study conducted in 2016 was also used as a consideration in formulating the proposed thematic activities. There are 35 proposed thematic activities  that are formulated, each proposal is given a direction on implementation priorities, directives for the person in charge, as well as for instructions for the form of implementation consisting of self-management and grants. The instruction of the proposed R&D theme is expecting to be a reference for regional institution in the field of infrastructure and regional development in carrying out R&D activities that can support the achievement of the vision and mission of the City of Semarang in 2021-2026.
Determination of Service Centre in Parakan Urban Area of Temanggung Regency Yesiana, Reny; Astuti, Khristiana Dwi; Imawati, Dessy; Nurpratama, Dhafa Yoga; Puspita, Delia
Jurnal Planologi Vol 21, No 2 (2024): October, 2024
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jpsa.v21i2.39783

Abstract

The determination of an areas interrelated services is found in urban areas. The spatial structure that will encourage sustainable development in the region is a dynamic process of space utilization change. Parakan District is a sub-district in Temanggung Regency that has been designated as the Parakan Urban Area, to optimize its urban development by determining the determination of service centers. Data methods in the study used primary and secondary data, namely facilities, road infrastructure, trade and services and buildings. The analysis method used to determine the density hierarchy is through kernel density. The final results of the research are density scoring and weighted overlay to determine the service center of the Parakan Urban Area which consists of two villages and eleven villages. The determination of service centers in the Parakan Urban Area is divided into three hierarchies, including city/urban service centers, sub-city/urban service centers and sub-district/village neighborhood centers by considering the existing and estimated development of the area
KARAKTERISTIK DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGEMBANGAN POTENSI LOKAL PADA WILAYAH PERI-URBAN (WPU) KLATEN-JAWA TENGAH Wiwandari Handayani; Iwan Rudiarto; Reny Yesiana
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 11, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v11i2.8025

Abstract

This paper aims to further comprehend characteristic and influential factors oflocal potential development in peri urban area of Klaten – Central Java. Simpledescriptive statistic was applied to process the data obtained from questionairegiven to 57 respondents. The respondent are owner of various kinds of smallmediumindustries located in the peri-urban Klaten. The result of the analysisindicates that the activity of most of local based small-medium industries in periurbanKlaten are still lead to the production -oriented activities. Accordingly,based on the respondents’ perception, capital, labourers, and raw materials arechosen as the influential factors to boost the development of their local basedactivities. They are very unlikely to consider technology and innovation that mayimportant to create a more market based products/market-oriented activities asthe influential factors that should be further developed. Therefore, there is a needof paradigm shift for these economic actors to be directed to a morecontemporary thought that put element of technology and innovation as importantand should be improved rather than keep the traditional thought that onlyconsider conventional production factors as the key succes factors to developsuch economic activities.
Housing Needs Assessment in Parakan Urban Area of Temanggung Regency Astuti, Khristiana Dwi; Yesiana, Reny; Noerhidayat, Hendy Wahyu; Fitri, Nefia Nur; Puspita, Delia
Jurnal Planologi Vol 22, No 2 (2025): October 2025
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jpsa.v22i2.40156

Abstract

ABSTRACTDevelopment in urban areas is indicated by the existence of infrastructure and facilities that support the lives of its people. This encourages urban areas to develop into centers of community activities and influences the use of space in the area (Bai et al., 2021). Based on Temanggung Regency Regional Regulation Number 1 of 2024 concerning the Temanggung Regency Spatial Planning Plan (RTRW) for 2024-2044, the Parakan urban area is designated as one of the urban areas in Temanggung Regency which is a strategic node for the development of the Magelang-Temanggung corridor area. This is one of the factors that influences development and encourages population growth in the area. This population growth increases the need for housing as one of the basic human needs. The analysis method used in this study is quantitative analysis. The analysis carried out includes calculating population projections, calculating the backlog of housing needs, analyzing land availability, and spatial analysis in determining the location for housing needed in the planning year. The final results of the study show that the population will increase in 2043 with a total land area needed for settlements reaching 35,13 ha, while land availability until 2043 is 243,97 ha. This study contributes to spatial planning by integrating housing demand projections and land availability mapping, this approach is still rarely applied in spatial planning studies in an area.Keywords: housing needs, land availability, urban area ABSTRAKPerkembangan pada kawasan perkotaan diindikasikan dengan keberadaan prasarana dan sarana yang menunjang kehidupan masyarakatnya. Hal ini mendorong kawasan perkotaan berkembang menjadi pusat kegiatan masyarakat dan mempengaruhi pemanfaatan ruang kawasannya (Bai et al., 2021). Berdasarkan pada Peraturan Daerah Kabupaten Temanggung Nomor 1 Tahun 2024 tentang  Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Temanggung Tahun 2024-2044, kawasan perkotaan parakan ditetapkan sebagai salah satu wilayah perkotaan di Kabupaten Temanggung yang menjadi simpul strategis pengembangan Wilayah koridor Magelang- Temanggung. Hal ini menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya perkembangan dan mendorong pertumbuhan penduduk di kawasan. Pertumbuhan penduduk tersebut meningkatkan kebutuhan hunian sebagai salah satu kebutuhan dasar manusia. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif. Analisis yang dilakukan meliputi perhitungan proyeksi penduduk, perhitungan backlog kebutuhan rumah, analisis ketersediaan lahan, dan analisis spasial dalam menentukan lokasi untuk hunian yang dibutuhkan pada tahun perencanaan.  Hasil akhir penelitian menunjukkan bahwa populasi meningkat pada tahun 2043 dengan total luas lahan yang dibutuhkan untuk permukiman mencapai 35,13 ha, sementara ketersediaan lahan hingga tahun 2043 sebesar 243,97 ha. Penelitian ini berkontribusi pada perencanaan tata ruang dengan mengintegrasikan proyeksi kebutuhan rumah dan pemetaan ketersediaan lahan, pendekatan ini masih jarang diterapkan dalam studi perencanaan tata ruang di suatu kawasan.Kata Kunci: kebutuhan rumah, ketersediaan lahan, kawasan perkotaan