Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Ruang

Penilaian Tingkat Layak Huni terhadap Aspek Sistem Jaringan Drainase Kecamatan Sungai Kunjang berdasarkan Persepsi Masyarakat Romi Alfianor; Mega Ulimaz; Achmad Ghozali
Ruang Vol 6, No 2 (2020): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.6.2.67-76

Abstract

Pada tahun 2017 Kota Samarinda diklasifikasikan oleh Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) sebagai kota yang tidak layak huni. Standar rata-rata kota layak huni secara nasional memiliki nilai persentase sebesar 63,2 persen tingkat layak huni, sedangkan Kota Samarinda memiliki nilai lebih rendah dari nilai rata-rata nasional. Kota Samarinda hanya memiliki nilai persentase sebesar 56,9 persen tingkat layak huni sehingga diklasifikasikan sebagai kota yang tidak layak huni dari persepsi masyarakat. Salah satu penilaian kriteria layak huni yang memiliki nilai terendah adalah kondisi sistem jaringan drainase dengan persentase 45 persen tingkat layak huni. Sistem drainase yang ada saat ini belum berfungsi optimal terutama pada kapasitas saluran. Tidak tertampungnya limpasan air hujan pada saluran akan mengakibatkan genangan pada ruas jalan. Salah satunya terdapat pada Jalan Pangeran Antasari Kecamtan Sungai Kunjang. Pada saat musim pasang surut air Sungai Mahakam, ketinggian genangan mencapai sekitar 50-80 cm dengan lama genangan 6-10 jam.
Analisis Emisi Primer Gas CO2 Rumah Tangga di Kelurahan Muara Rapak, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan Tahun 2020 Siti Dewi Barokatul Fadhilah; Achmad Ghozali; Rahmi Yorika
Ruang Vol 8, No 1 (2022): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.8.1.47-57

Abstract

Pertambahan jumlah rumah tanggadan jumlah penduduk di Kelurahan Muara Rapak, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan selaras dengan peningkatan kebutuhan pokok rumah tangga, salah satunya kebutuhan pangan. Peningkatan kebutuhantersebut, menyebabkan tingginya penggunaan gasLPG(Liquid Petroleum Gas) untuk memasak danpenggunaan BBM (Bahan Bakar Minyak) transportasi untuk berbelanja, sekolah, maupun bekerja. Akibat meningkatnya penggunaan LPG dan BBM Transportasirumah tangga, memicu tingginya produksi emisi primer gas CO2. Tingginya produksi emisi gas CO2 sayangnya berbanding terbalik dengan ketersediaan ruang terbuka hijau (RTH), dimana luas RTH hanya 21% dari total luasKelurahan Muara Rapak. Pelepasan emisi primer gas CO2 yang dihasilkan dari aktivitas rumah tangga dalam jumlah besar tanpa adanya penyerapan emisi gas CO2 dari RTH, tentu akan berdampak pada percepatan pemanasan global di Kota Balikpapan, khususnya Kelurahan Muara Rapak. Hal ituterbukti dimana terjadi peningkatan suhu Kota Balikpapan dari tahun 2011 hingga tahun 2018 sebesar 4,5OC (BPS, 2018). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar emisi CO2 yang dihasilkan dari aktivitas rumah tangga di wilayah tersebut sehingga dari analisis tersebut dapat dijadikan referensi dalam penyediaan RTH di Kelurahan Muara Rapak, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan. Analisis ini mengacu pada metode kuantitatif IPCC menurut The2006 IPCC Guidelines for National Greenhouse Gas Inventories.Hasil analisis menunjukan jumlah emisi primer CO2 yang berasal dari transportasirumah tangga di Kelurahan Muara Rapak sebesar 5.401,79 ton CO2/tahun dan jumlah emisi primer CO2 yang berasal dari penggunaan LPG rumah tangga di Kelurahan Muara Rapak sebesar 580,85 ton CO2/tahun, sehingga total keseluruhan emisi primer CO2 rumah tangga di Kelurahan Muara Rapak mencapai 5.982,65 ton CO2/tahun.
Analisis Tingkat Pelayanan Jalan di Koridor Jalan Jenderal Sudirman – Gunung Semeru Kota Samarinda Umul Baitul Mu'amanah; Achmad Ghozali; Asri Prasaningtyas
Ruang Vol 9, No 1 (2023): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.9.1.52-61

Abstract

Jalan Jenderal Sudirman – Gunung Semeru adalah jalan Arteri Sekunder yang menghubungkan kawasan primer dan kawasan sekunder. Dimana Jalan Jenderal Sudirman adalah satu arah tanpa median (1-3/1), sedangkan untuk Jalan Gunung Semeru termasuk pada tipe jalan dua jalur dua arah tanpa median (2/2 UD). Peningkatan volume lalu lintas harus di imbangi dengan peningkatan tingkat pelayanan jalan. Hasil volume lalu lintas harian rata-rata yang didapatkan selama 2 hari pada tiap ruas jalan 1, 2, 3, 4, 5, dan 6. Meningkatnya volume kendaraan pada koridor Jalan Jenderal Sudirman – Gunung Semeru berbanding terbalik dengan kinerja ruas jalan di Jalan Jenderal Sudirman - Jalan Gunung Semeru yang mana didapatkan nilai LOS (level of services) yang semakin menurun mulai dari nilai 0,43 yang berarti B pada tahun 2003, menjadi 0,68 yang berarti C pada tahun 2014, hingga pada tahun 2018 memiliki nilai 1,55 yang berarti F. Sedangkan menurut RTRW Kota Samarinda Tahun 2014-2034 jalan arteri sekunder sekurang-kurangnya harus memiliki nilai LOS (level of services) C agar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan analisis tingkat pelayanan jalan dengan menentukan kapasitas, derajat kejenuhan hingga tingkat pelayanan dari 6 ruas jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruas jalan 4,5, dan 6 memiliki nilai LOS diatas dari batas yang ditentukan yaitu E, F, dan F.