Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

STUDI AWAL ENERGI TERMAL PADA TOSAN AJI Amos Setiadi
Ornamen Vol 19, No 1 (2022)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/ornamen.v19i1.4349

Abstract

The existence of thermal energy in Tosan Aji recorded with a measuring instrument with an image output (visual) is one learning medium that helps the sense of view. In a Tosan Aji made of iron and steel, metal materials and prestige materials are believed to be stored thermal energy suspected to be a store when creating and forging materials, and other techniques have not been revealed. In the process, heat transfer occurs, called heat transfer, which can be analyzed from engineering disciplines that learn how to generate heat, use heat, change heat, and move heat. Tosan Aji thermal measurements using FLIR Infrared Camera instrument is an infrared camera whose results show images/visualization of thermal gradations of objects caught by the camera. With the method of treatment in the absence of conduction, convection, radiation, and the thermal condition of space, Tosan Aji has a thermal condition of 31.3 to 34.0 degrees Celsius. Unlike other metal objects, sickle and lower crowbar. Thermal distribution on blades and blades in “warangka” is different.
THE TRANSFORMATION OF RESIDENTIAL SPATIAL AND FORM IN KAUMAN VILLAGE YOGYAKARTA Amos Setiadi; C. Dwi Astuti Depari
Journal of Islamic Architecture Vol 6, No 4 (2021): Journal of Islamic Architecture
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, UIN Maliki Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jia.v6i4.11665

Abstract

Kauman village becomes a symbol of the Javanese philosophy and the Islamic ideology on which the local society orient their faith. This research aims to find the residential transformation factors and form in Kauman village in Yogyakarta and the characteristic of each object to conserve Kauman village as a constituent element that defines Yogyakarta City's identity. This research method is qualitative – descriptive research using a synchronic approach to present synthetic results from each object and detailed object characteristics conducted in a certain period. All data are collected by doing observation and interviewing second parties. The discussion led to the residential spatial change as an adaptation form of Batik skipper's and Ketib's residence in Kauman village of Yogyakarta. It can be concluded that the identity of the residents as a part of a modern community is gradually more dominant than the desire to reveal their identity as a part of a traditional Javanese community. Nevertheless, Batik skipper's residences retain Javanese architecture and Indische architecture characteristics as a symbol of the social status of the Batik Skipper and Ketib; The space for religious activities is no longer available in Batik skipper's residence. On the contrary, it is available in Ketib's home, where the residents still retain the function of langgar, which is located in the highest privacy zone.
Penataan Lingkungan Kantor Desa Caturharjo Kecamatan Pandak Kabupaten Bantul Sekarlangit, Nimas; Setiadi, Amos; Putri, Riana Novita Rachmanti
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (727.97 KB) | DOI: 10.24002/jai.v2i1.4967

Abstract

Desa Caturharjo mulai dikembangkan menjadi Kawasan Desa Wisata dengan membedayakan masyakarat secara terpadu. Desa wisata tersebut di kembangkan oleh pemerintah, sawsta dan masyarakat dengan melakukan secara gotong royong.  Desa Caturharjo memiliki potensi yang dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata. Pengabdian pada Masyarakat dilaksanakan bersama mitra berupa penataan desain lingkungan kantor desa Caturharjo yaitu penataan Kawasan alun-alun. Penataan Kawasan Alun-alun berkonsep pada arsitektur tropis. Hal ini dikarenakan desa Caturharjo yang berada di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta ingin tetap melestarikan material local dan pemanfaatan penghawaan alami dan pencahayaan alami untuk mengurangi penggunaan energi. Pengabdian yang dilakukan menggunakan metode pendekatan terhadap pihak desa dengan melakukan observasi, wawancara dan analisis. Analisis yang dilakukan adalah analisis SWOT terhadap fasilitas yang ada di desa Caturharjo. Analisis dilakukan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan dari desa tersebut. Hasil pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat berupa desain penataan lapangan desa sebagai alun-alun desa. Pekarangan kemungkinan akan menjadi identitas caturharjo Desa. Masyarakat sekitar diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai ruang publik. Hasilnya sarana penunjang yang terdiri dari kawasan kuliner, area duduk, area air mancur, gazebo, dan lapangan sepak bola mini.
Master Plan Wisata Desa Segoroyoso, Kapanewon Pleret, Kabupaten Bantul Setiadi, Amos; Sekarlangit, Nimas; Sthepan, Theodorus; Anggarajati
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 5 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (750.785 KB)

Abstract

Kapanewon Pleret is one of the areas with an element of tourism, considering its location and state, primarily hills; besides that, there are many other potentials, including hilly nature tourism and the Suharto monument. The arrangement of the Segoroyoso Tourism Area is carried out with the stages and methods of preparation, including the preparation of an activity plan; Collecting data, both primary data and secondary data, through field observations, measuring the site, documentation, and interviews; Study of literature on the concept of site design, natural tourism areas, spatial regulations in Bantul Regency; Qualitative descriptive data analysis; and the concept and design of the Master Plan. The design of supporting facilities involves the role of residents as active managers of the Pangul hill area and the Suharto monument. The community's commitment is very good with the efforts that have been made in the form of providing supporting facilities independently. Citizens' awareness and response to this tourism potential will benefit from increasing welfare through community involvement in managing this tourism potential. The Segoroyoso tourist area is expected to develop as an attractive and sustainable natural tourism destination.
Perancangan “Alas Jati” Sebagai Wisata Alam di Desa Wisata Caturharjo, Bantul Sekarlangit, Nimas; Setiadi, Amos; Priatama, Andika
Jurnal Atma Inovasia Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v3i1.6514

Abstract

Desa Wisata merupakan pedesaan yang memiliki karakteristik khusus dan dapat digunakan sebagai daerah tujuan wisata karena penduduknya masih memiliki tradisi dan budaya asli. Faktir pendukung desa wisata adalah pertanian, kekayaan alam dan struktur sosial yang masih asli. Salah satu desa wisata yang memiliki tradisi dan alam yang masih asli adalah Desa Caturharjo. Desa ini memiliki kekayaan pemandangan alam yang indah yang menyebar di seluruh wilayah. Salah satu potensi wisata alam yang menjadi unggulan adalah wisata alam Alas Jati. Wisata ini memiliki keunikan karena hutan jati tumbuh di batu kapur bekas pertambangan kapur. Pohon jati memiliki karakteristik akan menggugurkan daunnya pada musim kemarau, sehingga hutan tersebut akan tampak berwarna putih pada saat musim kemarau. Metode yang digunakan untuk mencari kebutuhan pengguna adalah metode observasi lapangan dan wawancara dengan pihak desa. Pengaruh budaya yang kental dan tuntuntan akan modernitas membuat perancangan masterplan kawasan wisata Alas Jati menggunakan konsep Neo-Vernakular . Konsep tersebut mampu menyatukan lokalitas dan modernitas. Penggunaan konsep Neo-Vernakular tercermin dalam desain fasilitas wisata dan material yang digunakan.
Disain Wisata Desa Triwidadi, Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul - Zona A Setiadi, Amos; Binarti, Floriberta; Tesalonika, Clara
Jurnal Atma Inovasia Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v3i1.6610

Abstract

“Pengabdian pada Masyarakat” was done to assist partners by designing tourism-supporting facilities. The intended outcomes of this Pengabdian kepada Masyarakat are the increase in tourist visits and its effect on the welfare of the surrounding local communities. The Pengabdian kepada Masyarakat was conducted in three steps, i.e., Preparation and Data Collection, Location Survey and Interviewing Partners, and Drafting Concepts and Designs. This tourist destination has a potential artificial lake, but no tourism support facilities exist, so it can not be developed. Tourism support facilities are essential because they serve as tourist attractions when in a tourist destination. The problem in this design is how the creation of this attraction is aligned with the local natural conditions. The program’s conclusion is a design of tourism-supporting facilities in Triwidadi village such as Resto, Gazebo, Viewing Post, Toilet, and Playground.
Pengembangan area wisata ATV dan hammock di Dusun Trucuk, Kalurahan Triwidadi Binarti, Floriberta; Setiadi, Amos; Antarangga, Eppatta Kaelasa; Yuansha Putra, Patric Chrisna
Jurnal Atma Inovasia Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v3i2.6849

Abstract

The development of the ATV and hammock tourism area is part of the design of the community-based tourism region along the Progo River in Trucuk Hamlet. The design theme is natural and based on ecological principles. Minimal environmental intervention with a maximum provision of tourist facilities is carried out by by conserving the local vegetation maximally and selecting environmentally friendly construction materials and permeable surface materials. The ATV tourist area is the end of a series of areas with a bridge connecting this tourist area with the Progo River bank area on the other side. This area provides an ATV point and track and a playground. The hammock tourist area in the middle of the region functions as a resting point where visitors can lie down in the hammock, eat at a floating restaurant, and take a boat down the Progo River.
Perancangan Desa Wisata Kadisoro Nyawiji Dadi Siji (KAJII), Kapanewon Pandak, Kabupaten Bantul Setiadi, Amos; Binarti, Floriberta; Armando, Nicolas; Pitaloka, Anastasya
Jurnal Atma Inovasia Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v3i3.7312

Abstract

This Community Service activity aims to encourage the region as a partnership model for Higher Education to impact community welfare through community partnership-based Master Plan design assistance and services. The method used to achieve this goal is problem-solving through identifying village potentials carried out by universities to provide design services. The steps include coordinating with the OPD through the Bantul Regency Tourism Office, surveying locations, and formulating a design for identifying potentials that are expected to become icons and tourist destinations for the Gilangharjo village area in Kapanewon Pandak. It is hoped that the activity plans prepared in the Community Service for lecturers and Student Practical Work courses are aligned with the MBKM for students and help accelerate the achievement of the Bantul Regency RPJM, especially for the Gilangharjo Kapanewon Pandak Village area. The outputs of the Community Service activities in Gilangharjo Village are identification or pre-designed albums and scientific articles in the Community Service journal. The focus of this activity is to solve the problem of identifying village potential so that it has a tourist attraction and improves the appearance of the environment and accommodates the socio-cultural values of the community. The activities that will be carried out are outer space design, which needs to be organized. This activity will also produce a picture album/identification of village potential that involves students as a form of MBKM partnering with the Tourism Office and Gilangharjo Village
Estetika Ergonomi Seni Perabot Keris Gagrak Yogyakarta Setiadi, Amos; Kusumatatwa, Ismara
Ornamen Vol. 20 No. 1 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/ornamen.v20i1.4986

Abstract

Produk perabot keris dari segi tampilan, warna, purnarupa (finishing), model (style), dan bahan (material) yang digunakan menentukan segi kenyamanan (comfort), estetika (aesthetic), kekuatan (structure) dan ukuran (standard). Standar ukuran perabot keris berpengaruh secara langsung terhadap kenyamanan pemakai. Studi ini menggunakan metode kuantitatif. Data ukuran perabot keris Jawa dibahas berdasar standar ukuran tangan orang dewasa. Hasil studi sebagai masukan bagi praktisi mranggi (perajin warangka keris). Kesimpulannya yaitu desain perabot keris yang standar membutuhkan berbagai variabel berdasarkan tingkat kenyamanan bagi pemakai. Desain perabot keris yang tidak memenuhi standar ukuran dan dimensi antropometri pemakai dapat dikatakan kurang berhasil dari aspek desain ergonomi. Akibatnya adalah akan menimbulkan ketidaknyamanan secara fisik bagi pengguna.  
Perancangan Pasar Kuliner Gunungsari di Kabupaten Bantul Setiadi, Amos; Binarti, Floriberta; Harsowibowo, Eddy; Aminah Yusuf, Mimin; Berlianna Byatara Seketi, Paringga
Jurnal Atma Inovasia Vol. 4 No. 6 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v4i6.9955

Abstract

Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) dilakukan untuk membantu mitra dalam merancang pasar kuliner sebagai sarana penunjang pariwisata desa. Hasil yang diharapkan dari PPM ini yaitu meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat. PPM dilakukan melalui tiga tahap, yaitu persiapan dan pengumpulan data, survei lokasi dan wawancara mitra, serta penyusunan Konsep dan Desain. Hasil akhir dari kegiatan ini adalah perancangan sarana penunjang pariwisata di Pasar Kuliner Gunungsari, meliputi: area parkir, jalan setapak, toilet dan kios. Pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Partisipasi yang dijabarkan dalam 3 tahap, yaitu Persiapan, Pelaksanaan, dan Pemanfaatan. Tahap Persiapan meliputi koordinasi dengan Dinas Pariwisata dan Perangkat Desa Sitimulyo serta identifikasi data potensi desa yang dilakukan bekerja sama dengan mitra. Sedangkan tahap Pelaksanaan meliputi survei dan diskusi kelompok terarah (FGD). Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang berlokasi di Desa Sitimulyo, Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul ini bertujuan untuk mendorong masyarakat dalam meningkatkan daya tarik wisata desa melalui bantuan desain.