Claim Missing Document
Check
Articles

Peran PBB dalam Menanggulangi Bride Kidnapping Non Konsensual di Kirgistan Sari, Anggun Putri Kemuning; Parameswari, Anak Agung Ayu Intan; Sushanti, Sukma
DIKSHI (DISKUSI ILMIAH KOMUNITAS HUBUNGAN INTERNASIONAL) Vol 4 No 2 (2024): JURNAL DIKSHI
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the role of the United Nations in tackling non-consensual Bride Kidnapping in Kyrgyzstan with a time locus of 2020-2021. This paper examines the role played by the United Nations as an international organization which has 3 main roles, such as an instrument, arena and actor. Based on secondary data sources, researcher found a correlation between the United Nations through the 6 pillars of the global spotlight initiative in dealing with non-consensual Bride Kidnapping in Kyrgyzstan with the main role of international organizations and their functions and powers. Among the 3 main roles that the UN has, this article concludes that the role used by the UN as an international organization is an instrument and actor through the 6 pillars of the global spotlight initiative namely law and policy, data, institutions, services, prevention and change of norms, and women's social movements . Keywords : Bride Kidnapping, Global Spotlight Initiative, Kyrgyzstan, United Nations (UN)
Upaya Gerakan My Stealthy Freedom dalam Menyuarakan Kesetaraan Gender Pada Perempuan Iran Pada Tahun 2014 – 2019 Putri, Kadek Dwi Sanjani; Kumala Dewi, Putu Ratih; Parameswari, Anak Agung Ayu Intan
DIKSHI (DISKUSI ILMIAH KOMUNITAS HUBUNGAN INTERNASIONAL) Vol 4 No 1 (2024): JURNAL DIKSHI
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Iran merupakan salah satu negara yang memiliki masalah dengan kesetaraan gender, menduduki peringkat 141 dari 145 negara mengenai kesetaraan gender pada tahun 2015. Pasca Revolusi Islam tahun 1979, Iran memang mengalami kemunduran dalam perihal kesetaraan gender diakibatkan oleh banyak diubahnya peraturan negara dan undang-undang yang sangat membatasi hak perempuan dan cenderung mendiskriminasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai aksi protes dan perlawanan diupayakan oleh kaum perempuan Iran untuk mendapatkan kesetaraan gender di Iran, seperti membentuk Zanan Magazine, terbentuknya gerakan - gerakan sosial seperti One Million Signature dan The Stop Stoning Forever. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data adalah studi pustaka dengan mengambil sumber dari jurnal-jurnal yang bereputasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa salah satu gerakan sosial lain yang juga muncul akibat adalah My Stealthy Freedom yang lahir pada tahun 2014 dan berawal dari pergerakan social melalui social media. My Stealthy Freedom berupaya menyuarakan kesetaraan gender dengan berbagai metode.
PERAN INTERGOVERNMENTAL AUTHORITY ON DEVELOPMENT (IGAD) DALAM PEMBAGIAN KEKUASAAN DI SUDAN SELATAN MELALUI REVITALIZED AGREEMENT ON THE RESOLUTION OF THE CONFLICT OF SOUTH SUDAN (R-ARCSS) Christina, Eunike; Putri, Penny Kurnia; Parameswari, A.A.A Intan
DIKSHI (DISKUSI ILMIAH KOMUNITAS HUBUNGAN INTERNASIONAL) Vol 3 No 1 (2023): JURNAL DIKSHI
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sudan Selatan merupakan negara yang baru mendapatkan kemerdekaannya pada 2011 lalu. Namun tidak lama setelah kemerdekaannya, terjadi perang saudara yang berkepanjangan. IGAD sebagai organisasi sub kawasan memiliki tanggung jawab untuk menjaga perdamaian di kawasan Tanduk Afrika. Maka dari itu terbitlah R-ARCSS sebagai kesepakatan perdamaian yang akan menjadi pedoman dalam proses peacebuilding. Penelitian ini menggunakan konsep organisasi internasional sebagai aktor dan konsep peacebuilding untuk memaparkan peran organisasi IGAD dalam proses pembagian kekuasaan yang juga termasuk dalam upaya membangun perdamaian. Analisis dilakukan secara kualitatif melalui penghimpunan data yang kemudian diintepretasikan untuk menjawab rumusan masalah. Dari penelitian ini tampak bahwa IGAD memiliki pengaruh besar terhadap implementasi R-ARCSS. Beberapa hal yang dilakukan IGAD adalah membentuk beberapa lembaga sesuai dengan R-ARCSS, membantu dalam perbaikan komunikasi antara pihak-pihak yang sebelumnya berkonflik, dan melakukan pemantauan serta evaluasi terhadap jalannya penerapan R-ARCSS. Kata-kunci : IGAD, Organisasi Internasional, Peacebuilding, Sudan Selatan.
IMPLIKASI KEBIJAKAN IMIGRASI ILEGAL AMERIKA SERIKAT TERHADAP POLITIK LUAR NEGERI AMERIKA SERIKAT Tampubolon, Leonardo Daniel; Putri, Penny Kurnia; Parameswari, Anak Agung Ayu Intan
DIKSHI (DISKUSI ILMIAH KOMUNITAS HUBUNGAN INTERNASIONAL) Vol 4 No 2 (2024): JURNAL DIKSHI
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebijakan Imigrasi Amerika Serikat pada Pemerintahan Donald Trump dirangkum dalam dua perintah eksekutif, yaitu perintah eksekutif 13767 dan perintah eksekutif 13780. Perintah eksekutif ini memperketat proses masuknya imigran ke Amerika Serikat dengan tujuan memastikan keamanan dan kesejahteraan Amerika Serikat. Kebijakan imigrasi ilegal ini diterapkan oleh Donald Trump dengan pondasi politik luar negeri America First. Penelitian yang menggunakan metode kualitatif ini bertujuan untuk mengetahui implikasi kebijakan imigrasi ilegal terhadap politik luar negeri Amerika Serikat pada masa pemerintahan Donald Trump melalui analisis kepentingan nasional dan kebijakan luar negeri. Penelitian ini kemudian menemukan jawaban bahwa kebijakan imigrasi ilegal Amerika Serikat pada pemerintahan Donald Trump dan politik luar negeri Amerika Serikat yaitu America First saling memengaruhi. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat beberapa kesepakatan baru yang dibuat untuk menyukseskan kebijakan imigrasi ilegal ini, seperti Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa 2396 dan keluarnya Donald Trump dari Kesepakatan Global Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang migrasi. Penelitian ini juga menunjukkan terdapat perubahan terhadap tingkat keamanan dan kesejahteraan Amerika Serikat semenjak kedua kebijakan imigrasi ilegal ini diimplementasikan. Kata-kunci : America First, Amerika Serikat, Imigrasi Ilegal, Kepentingan Nasional, Politik Luar Negeri
Analisis Praktik Diplomasi Budaya Tiongkok di Indonesia Melalui Tourism Confucius Institute Universitas Udayana Tahun 2017-2022 Marlina, Ida Ayu Ngurah Intan; Parameswari, Anak Agung Ayu Intan; Wiranata, I Made Anom
DIKSHI (DISKUSI ILMIAH KOMUNITAS HUBUNGAN INTERNASIONAL) Vol 4 No 2 (2024): JURNAL DIKSHI
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research describes Chinese cultural diplomacy practice through Tourism Confucius Institute (TCI) Udayana University’s activities from its establishment process until its two-year operation. This writing analyzes the existence and practice of TCI using soft power and cultural diplomacy concepts. Based on primary and secondary data, it is found that the TCI was established based on its potential to support tourism sector development. This support is in the form of reducing barriers to cultural differences and creating interest in China through the practice of cultural diplomacy. The long-term goal (objective) of the cultural diplomacy practice is to form a positive image towards China. After the BRI emergence, this initiative became an influencing factor so that CI units supported and operated in synergy with it. TCI Udayana University has carried out 6 parts of cultural diplomacy practices, namely dissemination of cultural identity, national language promotion activities, promotion and explanation of cultural values, promotion of cooperation, negotiation of cultural cooperation, and ongoing contact with expatriates. This research concludes that TCI’s various cultural diplomacy practices are classified as instruments of exchange. TCI conducts educational, scientific, and artistic exchanges through Mandarin language training, student exchanges, cultural exchanges, seminars, and art performances. Despite only been operating for two years amidst the pandemic, TCI has shown the impact of its activities on the tourism sector by increasing the interest of tourism faculty students and Balinese tourism practitioners in learning Mandarin. Keywords : BRI, cultural diplomacy, exchange, TCI Udayana University, tourism
FAKTOR PENDORONG PEMBUATAN PAKTA AUKUS: ANALISA GEOPOLITIK DI KAWASAN ASIA PASIFIK dewi, ni putu ari sawitri; Parameswari, A.A. Ayu Intan; Priadarsini, Ni Wayan Rainy
DIKSHI (DISKUSI ILMIAH KOMUNITAS HUBUNGAN INTERNASIONAL) Vol 4 No 2 (2024): JURNAL DIKSHI
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This study examines the factors that influenced the creation of the AUKUS pact, which is seen from the security complexities of the Asia Pacific region through the perspective of the United States. Asia Pacific is a strategic and distinguished regional which though it has been potential regional , Asia Pacific also contains several problems such as territorial conflict of South China Sea by the countries in this region and also there is power competition between United States and China. United States tried to restain China’s power through AUKUS pact. This research aim to analyze the push factors of AUKUS pact. This research also uses qualitative method. As for, the result of research is there are four variables i.e boundary, anarchy structure, polarity and social contruction which is only boundary can not be fulfilled. Keywords : United States, AUKUS, Asia Pacific, Regional Security Complexity Theory, and Regional Study.
Analisis Realisme Neoklasik Terhadap Keputusan Mesir Menghentikan Pasokan Gas Alam ke Israel Tahun 2012 Riry, Yolansya Lisya Gibrilya; Suwecawangsa, Adi Putra; Parameswari, A.A.A Intan
DIKSHI (DISKUSI ILMIAH KOMUNITAS HUBUNGAN INTERNASIONAL) Vol 3 No 2 (2024): JURNAL DIKSHI
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research examines Egypt's decision to stop supplying natural gas to Israel in 2012 through an analysis of systemic and domestic factors. Egypt's reaction to Israel after the fall of dictator Mubarak seems contradictory to the commitments that have been fostered through the series of peace agreements back to 1978 and 1979. Despite the criticism and the risk of foreign aid cuts, Egypt continued to cancel Israeli gas contract. Neoclassical Realism approach is used by the researcher to analyze the factors that drove Egypt's decision to stop the natural gas supply to Israel using qualitative method. This research identifies that the pressures which occured in the Middle East and Eastern Mediterranean region, as well as its own domestic politics had led Egypt to this decision. Therefore, the interaction between both foreign and domestic politics has significantly influenced Egypt's foreign policy towards Israel. Keywords : Egypt, Israel, natural gas supply, Neoclassical Realism
UPAYA DIPLOMASI INDONESIA SEBAGAI NEGARA MARITIM MENGGUNAKAN KAPAL PINISI Dharmansyah, Juan; Suwecawangsa, Adi Putra; Parameswari, A.A. Ayu Intan
DIKSHI (DISKUSI ILMIAH KOMUNITAS HUBUNGAN INTERNASIONAL) Vol 4 No 1 (2024): JURNAL DIKSHI
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya Indonesia untuk menempatkan miniature kapal pinisi di Gedung Pengadilan Internasional untuk Hukum Laut yang berhasil dipajang pada tahun 2019 menjadi upaya yang paling signifikan dalam mengangkat citra Indonesia di kancah internasional. Dengan begitu Indonesia mengupayakan agar Kapal pinisi digunakan untuk dapat mengejar kepentingan untuk menjadi sebuah negara maritim. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif untuk lebih mengeksplorasi fenomena sosial yang bertujuan untuk meraih kedalaman dalam sebuah penelitian. Penelitian ini menggunakan data sekunder sebagai sumber datanya. Analisis negara digunakan untuk meneliti negara dalam mencapai kepentingannya saat berdiplomasi di kancah internasional. Pemerintah melibatkan kapal pinisi untuk berbagai kepentingan sebagai bentuk upaya meningkatkan nation branding sebagai negara maritim. Kepentingan lainnya untuk melakukan diplomasi publik dalam rangka mempromosikan identitas sebagai negara maritim serta untuk kepentingan ekonomi dan pariwisata. Hal ini dilakukan dengan melibatkan kapal pinisi dalam rangkaian kegiatan Wonderful Indonesia, Travel Mart, didaftarkannya kapal pinisi ke UNESCO hingga peletakan miniatur di ITLOS. Nilai yang dimiliki oleh kapal pinisi sebagai representasi negara Indonesia terus digunakan sebagai nation branding untuk mencapai citra negara Indonesia sebagai sebuah negara maritim. Penyebaran branding ini diperkuat dengan serangkaian upaya diplomasi publik. Semua ini bertujuan untuk menunjukkan negara Indonesia sebagai negara dengan kekuatan maritim dan lebih dipandang dan dilibatkan dalam berbagai persoalan maritim internasional
Turkey's Interests in Maintaining Diplomatic Relations With Russia Over Conflict in Iblid, Syria year 2019 Ningsih, Ida Ayu Tirta Purnama; Kurnia Putri, Penny; Intan Parameswari, Anak Agung Ayu
DIKSHI (DISKUSI ILMIAH KOMUNITAS HUBUNGAN INTERNASIONAL) Vol 3 No 2 (2024): JURNAL DIKSHI
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This study aims to describe Turkiye's interests in establishing relations with Russia amid conflict tensions in the Idlib region, Syria in 2019. In the Sochi Agreement (2018), Turkey and Russia agreed to secure the Syrian situation, and make the Idlib region a demilitarized zone. However, Russia violated the agreement by carrying out air strikes in the region, thus endangering Turkiye's security stability. In response to this, Turkey actually took diplomatic steps against Russia through a ceasefire agreement in 2020. This study was analyzed qualitatively using the concepts of National Interest and Neoclassical Realism. The data interpretation process is carried out by collecting supporting data such as; data tables, graphs, and images. The data is then used as a reference to support the researcher's hypothesis. The researcher then found an answer that the interests that underlie Turkey's policy to maintain relations with Russia in the midst of the conflict situation in Idlib are economic interests related to Turkiye's dependence on export and import goods, interests in Russia's role in supporting revenues from Turkish tourism, Turkiye's energy interests which are still dependent on Russia, as well as Turkiye's defense and security interests which are unable to accommodate the surge in refugees from Syria. Keywords : Syrian Conflict, national Interest, Sochi Agreement, Neoclassical Realism, Turkey-Russia
Diplomasi Budaya Prancis Melalui Alliance Francaise di Indonesia 2011-2021 Vernina Dewi, Luh Gede Merlia; Kumala Dewi, Putu Ratih; Parameswari, A.A. Ayu Intan
DIKSHI (DISKUSI ILMIAH KOMUNITAS HUBUNGAN INTERNASIONAL) Vol 4 No 1 (2024): JURNAL DIKSHI
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

French cultural diplomacy through the Alliance Francaise has undertaken several activities to increase the spread of French culture in Indonesia. France considers Indonesia as a country that has the potential to collaborate and spread French language and culture. The spread of French culture through language is carried out by people to people, in other hand there have been several attempts by the French government to spread French culture through AF. This study then aims to understand the efforts of the French government to spread French culture in Indonesia from 2011 to 2021 using qualitative methods. This research refers to the theory of cultural diplomacy and second track diplomacy. This study found that French cultural diplomacy through AF can bring a positive French image and introduce French culture through language, film festival screenings and music. the target audience of the French cultural diplomacy program through AF is citizens or groups of individuals, but cultural diplomacy itself is funded, designed and delivered by the French government. AF indirectly contributes to the spread of French culture in Indonesia.
Co-Authors A.A.Alit Maradi Wiswa Dhamana, A.A.Alit Maradi Adika Sari, Ni Putu Ayu Amatya Ananta, Amatya Ananda, Febrina Ruri Anugrah Pardede, Julyo Paulus Putra Apsari, Ni Made Listu Ayu Belia Artika Dewi, Dewa Ayu Suri Ayu Suwari, Ni Wayan Christina, Eunike Dewa Ayu Tania Taradewi, Dewa Ayu dewi, ni putu ari sawitri Dharma Putra, I Putu Andre Dharmansyah, Juan Dianingrum, Ni Luh Putu Ariesta Dinata, Made Mustika Sastra Dwijayanti, Cicilia Septi Edwin Peter Mathews Pangaribuan, Edwin Peter Mathews Etfa, Yosuananda Haqxyla, Aliyya I Gusti Agung Rahadyan Bhimantra, I Gusti Agung I Made Anom Wiranata I Wayan Widyartha Suryawan, I Wayan Widyartha Idin Fasisaka Indah Lestari, I Gusti Ayu Irayani, Ni Luh Ketut Ayu Julita Maharani, Ni Luh Putu Ratih Kurnia Putri, Penny Listya Dewi, Ni Nyoman Clara Mahadiyasa, I Gede Mario Marlina, Ida Ayu Ngurah Intan Mastaridevi, Luh Putu Mutiara Ayu, Femmyoroi Ni Nyoman Ayu Nikki Avalokitesvari, Ni Nyoman Ayu Ni Wayan Rainy Priadarsani, Ni Wayan Rainy Ni Wayan Rainy Priadarsini S Ni Wayan Rainy Priadarsini, Ni Wayan Ningrat, Komang Ayu Rahajeng Ningsih, Ida Ayu Tirta Purnama Nugraha, A.A.B Surya Surya Widya Paramitha, Made Cynthia Permanasari, Komang Adhy Prabandari, Ni Made Media Pradnya Nareswari, Ni Luh Putu Paramitha Prameita Yastini, Made Dwi Prema Vipassani, Prema Priadarsini S, Ni Wayan Rainy Priardarsini, Ni Wayan Rainy Putri GW, Maria Triana Putri, Kadek Dwi Sanjani Putri, Penny Kurnia Putu Ika Astiti Tajem, Putu Ika Putu Ratih Kumala Dewi Putu Titah Kawitri Resen Rahyuda Redi, A. A. Ngurah Made Ramadhanty, Arva Salsa Riry, Yolansya Lisya Gibrilya Santi, Mia Krisna Santika Dewi, Ida Ayu Alit Sari, Anggun Putri Kemuning Sari, Sofie Dian Sinaga, Indah Sudira, I Gede Bayu Wicaksana Sukma Sushanti Sukmatika, Anak Agung Yumas Sumerta Putri, Ni Putu Metaliana Suwecawangsa, Putu Adi Putra Tampubolon, Leonardo Daniel Vernina Dewi, Luh Gede Merlia Victorina, Jessica Wasia, Zuriel Juliando Wiguna, Ketut Gede Wulandari, Ni Komang Triani Yana Miranti, Putu Linda