Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Uni Eropa Dalam Penanganan Kasus Pengusiran Suku Gipsi di Prancis Artika Dewi, Dewa Ayu Suri; Parameswari, A.A. Ayu Intan; Putri, Penny Kurnia
DIKSHI (DISKUSI ILMIAH KOMUNITAS HUBUNGAN INTERNASIONAL) Vol 4 No 2 (2024): JURNAL DIKSHI
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suku Gipsi merupakan orang - orang nomaden yang nenek moyangnya diperkirakan telah meninggalkan India barat laut pada awal abad ke-11 dan mulai memasuki Prancis pada tahun 1419. Hadirnya suku Gipsi di tengah – tengah masyarakat Prancis sejak tahun 1419 hingga abad ke- 20 mengalami banyak tantangan, salah satunya kebijakan pengusiran. Kebijakan pengusiran suku Gipsi dilakukan oleh Presiden Nicolas Sarkozy dengan berdasar anggapan bahwa suku Gipsi merupakan wadah kriminalitas. Selain itu, terjadinya bentrokan antara pemuda suku Gipsi dengan polisi membuat keputusan tersebut makin bulat. Uni Eropa sebagai organisasi regional ikut menyoroti kasus ini mengingat adanya peraturan Uni Eropa yang dilanggar oleh Prancis dengan pengusiran suku Gipsi. Tulisan ini akan membahas mengenai peran Uni Eropa dalam kasus pengusiran suku Gipsi di Prancis pada masa pemerintahan Presiden Nicolas Sarkozy (2007-2012) dan Presiden François Hollande (2012-2017). Konsep yang digunakan adalah neoliberal institusionalisme dan peran organisasi internasional dengan metode penelitian kualitatif – deskriptif. Melalui konsep dan metode penelitian yang dilakukan, didapatkan hasil temuan penelitian bahwa Uni Eropa sebagai institusi neoliberal dalam menjalankan perannya sebagai instrumen memberikan peringatan mengenai pelanggaran terhadap hukum Uni Eropa serta menginstruksikan dijalankannya arahan bergerak bebas Uni Eropa oleh Prancis. Sebagai arena, Uni Eropa menjadi wadah untuk berdiskusi dengan menyelenggarakan EU Summit, KTT Komisi Eropa di Bukares dan KTT Dewan Eropa di Strasbourg. Dalam perannya sebagai aktor, Uni Eropa melakukan pengembangan dan promosi kebijakan lunak seperti melalui program integrasi ekonomi dan sosial yang berisi dialog, partisipasi dan pemenuhan kebutuhan khusus suku Gipsi. Kata-kunci : neoliberal institusionalisme, organisasi internasional, prancis, suku gipsi, uni eropa
Upaya Diplomasi Publik Uni Emirat Arab dalam Membentuk Citra Luxury Tourism Dubai Sari, Sofie Dian; Parameswari, Anak Agung Ayu Intan; Wiranata, I Made Anom
DIKSHI (DISKUSI ILMIAH KOMUNITAS HUBUNGAN INTERNASIONAL) Vol 4 No 1 (2024): JURNAL DIKSHI
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini membahas tentang implementasi upaya-upaya yang dilakukan Uni Emirat Arab dalam membentuk citra pariwisata mewah melalui Dubai sebagai objek penguat citranya. Tulisan ini mengidentifikasi Dubai dengan mengadopsi konsep pariwisata mewah dunia baru yang meliputi lima faktor dari: (a) lingkungan politik-hukum, (b) lingkungan ekonomi, (c) lingkungan sosial-budaya, (d) lingkungan teknologi, dan (e) lingkungan ekologi. Berdasarkan data sekunder, penelitian ini menemukan bahwa pariwisata mewah memang telah dikembangkan oleh Uni Emirat Arab dan memberikan dampak positif pada kepentingan negara. Upaya diplomasi publik Uni Emirat Arab yang akan dijelaskan dalam tulisan ini ditunjukkan melalui: (1) manajemen berita dengan membuat situs resmi dan media sosial untuk pariwisata Dubai, (2) komunikasi strategis dengan melakukan upaya kampanye langsung ke beberapa negara dan kampanye online, serta (3) membangun hubungan baik dengan negara-negara yang berpotensial untuk meningkatkan kunjungan wisata ke Uni Emirat Arab. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan pariwisata mewah Dubai dan upaya diplomasi publik yang dilakukan Uni Emirat Arab untuk memperkenalkan pariwisatanya ke masyarakat internasional berhasil, sehingga terjadi peningkatan kunjungan wisatawan yang signifikan dari tahun ke tahun dan citra pariwisata mewah Dubai juga menguat.
Diplomasi Digital Amerika Serikat Terhadap Perang Dagang Tiongkok Anugrah Pardede, Julyo Paulus Putra; Putri, Penny Kurnia; Parameswari, A.A.A Intan
DIKSHI (DISKUSI ILMIAH KOMUNITAS HUBUNGAN INTERNASIONAL) Vol 3 No 1 (2023): JURNAL DIKSHI
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

2018 has been a tense year in international trade because two superpower country on world economic, the US and China involved in a conflict known as the trade war. Various ways are taken by the US to win the trade war against China, one of which is by using digital diplomacy, digital diplomacy itself is a new concept in international relations. This research seeks to explain the United States digital diplomacy efforts against China by using qualitative research. The United States digital diplomacy against China in trade war has been successful so the United States can reduce international pressure on it, influence public perspectives, and legitimize its actions through the spread of posts on the Facebook and Twitter platforms by targeting national and international publics.
Hexagon Model for Local Economic Development: Unlocking Green Job Opportunities in Bali’s UMKM Sector as a Model for the Global South Priadarsini S, Ni Wayan Rainy; Wiranata, I Made Anom; Listya Dewi, Ni Nyoman Clara; Parameswari, Anak Agung Ayu Intan
AEGIS : Journal of International Relations Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : President University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33021/aegis.v9i2.6232

Abstract

Bali’s Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) are increasingly adopting green business models to sustain local enterprises in line with the Sustainable Development Goals (SDGs). With their significant role in the regional economy, Bali’s MSMEs have the potential to advance sustainable practices while creating inclusive green jobs. This study analyzes the application of the Hexagon Model for Local Economic Development (LED), combined with the big push theory, to unlock these opportunities. Using qualitative methods through interviews and literature review, the findings highlight the need to strengthen ecosystems and resources to enable MSMEs to generate effective, productive, and inclusive jobs. Despite strategic potential, green MSMEs face challenges such as low awareness of eco-friendly practices, limited financing, and weak cross-sector collaboration. The Hexagon Model offers a structured framework for policymakers and practitioners to build synergy, broaden perspectives, and formulate concrete strategies for sustainable job creation. By linking upstream and downstream actors in local business ecosystems, Bali’s green MSME sector emerges as a replicable model for the Global South, generating opportunities for both the productive-age population and marginalized groups, including persons with disabilities.Keywords: 
Co-Authors A.A.Alit Maradi Wiswa Dhamana, A.A.Alit Maradi Adika Sari, Ni Putu Ayu Amatya Ananta, Amatya Ananda, Febrina Ruri Anugrah Pardede, Julyo Paulus Putra Apsari, Ni Made Listu Ayu Belia Artika Dewi, Dewa Ayu Suri Ayu Suwari, Ni Wayan Christina, Eunike Dewa Ayu Tania Taradewi, Dewa Ayu dewi, ni putu ari sawitri Dharma Putra, I Putu Andre Dharmansyah, Juan Dianingrum, Ni Luh Putu Ariesta Dinata, Made Mustika Sastra Dwijayanti, Cicilia Septi Edwin Peter Mathews Pangaribuan, Edwin Peter Mathews Etfa, Yosuananda Haqxyla, Aliyya I Gusti Agung Rahadyan Bhimantra, I Gusti Agung I Made Anom Wiranata I Wayan Widyartha Suryawan, I Wayan Widyartha Idin Fasisaka Indah Lestari, I Gusti Ayu Irayani, Ni Luh Ketut Ayu Julita Maharani, Ni Luh Putu Ratih Kurnia Putri, Penny Listya Dewi, Ni Nyoman Clara Mahadiyasa, I Gede Mario Marlina, Ida Ayu Ngurah Intan Mastaridevi, Luh Putu Mutiara Ayu, Femmyoroi Ni Nyoman Ayu Nikki Avalokitesvari, Ni Nyoman Ayu Ni Wayan Rainy Priadarsani, Ni Wayan Rainy Ni Wayan Rainy Priadarsini S Ni Wayan Rainy Priadarsini, Ni Wayan Ningrat, Komang Ayu Rahajeng Ningsih, Ida Ayu Tirta Purnama Nugraha, A.A.B Surya Surya Widya Paramitha, Made Cynthia Permanasari, Komang Adhy Prabandari, Ni Made Media Pradnya Nareswari, Ni Luh Putu Paramitha Prameita Yastini, Made Dwi Prema Vipassani, Prema Priadarsini S, Ni Wayan Rainy Priardarsini, Ni Wayan Rainy Putri GW, Maria Triana Putri, Kadek Dwi Sanjani Putri, Penny Kurnia Putu Ika Astiti Tajem, Putu Ika Putu Ratih Kumala Dewi Putu Titah Kawitri Resen Rahyuda Redi, A. A. Ngurah Made Ramadhanty, Arva Salsa Riry, Yolansya Lisya Gibrilya Santi, Mia Krisna Santika Dewi, Ida Ayu Alit Sari, Anggun Putri Kemuning Sari, Sofie Dian Sinaga, Indah Sudira, I Gede Bayu Wicaksana Sukma Sushanti Sukmatika, Anak Agung Yumas Sumerta Putri, Ni Putu Metaliana Suwecawangsa, Putu Adi Putra Tampubolon, Leonardo Daniel Vernina Dewi, Luh Gede Merlia Victorina, Jessica Wasia, Zuriel Juliando Wiguna, Ketut Gede Wulandari, Ni Komang Triani Yana Miranti, Putu Linda