Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

The Effect of Sintering Time on Surface Morfology of Pb-Doped Bi-2223 Oxides Superconductors Prepared by the Solid State Reaction Methods at 840 oC Yufita, Evi; ., Nurmalita
Journal of Aceh Physics Society Volume 5 2016
Publisher : Aceh Physics Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was investigating the effect of sintering time (30 h, 32 h, and 34 h) on surface morphology of Pb-doped Bi-2223 oxides of superconductors prepared by the solid-state reaction method at 840 oC. The superconductor was characterized by X-Ray Diffraction (XRD) and Scanning Electron Microscopy (SEM).  In the present study, phase purity, volume fraction, surface morphology, texturing, crystallinity, grain connectivity and grain size of the bulk samples are found and compared with each other. The enhancement in the sintering time is confirmed that it will decrease Bi-2223 phase fraction and increase the impurity of the samples. SEM images shows that the sample has the best crystallinity, grain connectivity and largest grain size. Based on the present results, it is conclude that the surface morphological is improving with the increasing of the sintering time.
Heat Energy of Candlenut Shell and Tamarind Skin Briquet with Variation on Particle Size and Pressure Pressing Cut Dewi Afriani; Evi Yufita; Nurmalita Nurmalita
Journal of Aceh Physics Society Volume 6 Number 1, March 2017
Publisher : PSI-Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.2 KB)

Abstract

Pemanfaatan limbah dari hasil perkebunan dapat digunakankan untuk pembuatan briket bioarang yang energinya dapat diperoleh sebagi energi alternatif. Pada penelitian ini dilakukan pembuatan briket bioarang campuran antara limbah tempurung kemiri dan kulit asam jawa dengan memvariasikan tekanan pengepresan (4 ton, 5 ton, 6 ton) dan ukuran partikel dari cangkang kemiri (20 mesh, 40 mesh, 60 mesh) untuk mengetahui kualitas briket yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bawa nilai kalor briket bioarang tertinggi berada pada tekanan pengepresan 6 ton dengan ukuran butir 60 mesh sebesar 3350 kal dengan porositas sebesar 5,58 % dan kadar air sebesar 7,6 %. Farm waste utilization can be done by making a briquet as an alternative energy. In this research mixture of waste candlenut shell and tamarind skin as a briquet is studied by varying the pressure pressing (4 tons, 5 tons, 6 tons) and grain size of the candlenut shell (20 mesh, 40 mesh, 60 mesh) to determine the quality of briquettes resulting from. The results show that the highest heat energy of briquet currently on the pressing pressure of 6 tons with a grain size of 60 mesh at 3350 cal with a porosity of 5.58% and a water content of 7.6%. Keywords: briket bioarang, tempurung kemiri, kulit asam jawa, tekanan pengepresan, ukuran butir
XRD ANALYSIS OF Bi-2212 SUPERCONDUCTORS: PREPARED BY THE SELF-FLUX METHOD Nurmalita Nurmalita; Nailul Amani; Fauzi Fauzi
Jurnal Natural Volume 13, Number 1, March 2013
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.897 KB)

Abstract

An experiment had been carried out on formation of Bi-2212 crystals with the self-flux method. Flux was used and derived from CuO and CaCO3. The process of synthesis was equipped with the melting process at temperature 890 °C with time variation of melting 35 minutes and 40 minutes, followed by slow cooling at a rate of 1°C/hour for 70 hours. The results were obtained and characterized by XRD test. This research aimed to produce superconducting materials with self-flux method, calculate the percentage of the value of the volume fraction, the percentage of oriented phase and impurities. Samples generated from XRD measurements were made to match with the XRD Strobell’s pattern of the superconducting Bi-2212 standards. The results showed that the value of the volume fraction of 2212 phase and the phase of the highest oriented melting at 40 minutes were equal to 67.68% and 38.89%, while the smallest impurity phase of 32.32% were obtained at the same time melting.
Edukasi Masyarakat Terkait Mitigasi Bencana Gempabumi dan Tsunami di Desa Blang Pulo Kecamatan Muara Satu Kota Lhokseumawe Siska, Deassy; Nayan, Ahmad; Sofyan, Sofyan; Yusuf, Muhammad; Nazaruddin, Muhammad; Nurmalita, Nurmalita; Haykal, Muhammad; AR, Marzuki
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, Oktober 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v3i2.18786

Abstract

Indonesia adalah Negara yang rawan terjadinya bencana alam, termasuk salah satunya adalah bencana tanah gempa dan tsunami. Musibah ini menuntut masyarakat untuk tanggap dalam menghadapi situasi bencana guna mengurangi adanya korban jiwa dan kerusakan lingkungan beserta harta benda. Bencana tsunami di Aceh pada tahun 2004 merupakan salah satu bencana alam terbesar di Indonesia yang menyebabkan lebih dari dua ratus ribu jiwa menjadi korban. Desa Blang Pulo Kecamatan Muara Satu Kota Lhokseumawe merupakan salah satu Desa binaan Universitas Malikussaleh yang terletak di pesisir pantai dan merupakan salah satu desa yang terkena sapuan tsunami meskipun tidak secara langsung pada tahun 2004. Desa Blang Pulo merupakan Kawasan pesisir dekat dengan perusahaan vital negara yang kondisinya sangat rentan terhadap musibah tsunami. Pada saat terjadi tsunami tahun 2004, masyarakat tidak memiliki pengetahuan terkait mitigasi bencana alam, sehingga tidak siap ketika terjadi gempa dan tsunami. Kegiatan pelatihan mitigasi bencana dilakukan untuk memberikan pengetahuan dan meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Blang Pulo terhadap persiapan menghadapi gempa dan tsunami. Pelathan dilaksanakan melalui kegiatan ceramah dan tanya jawab terkait bencana alam gempa dan tsunami serta tindakantindakan persiapan untuk menghadapinya. Masyarakat yang diwakilkan oleh tim Karang Taruna juga akan diajak untuk mengenali rute evakuasi tsunami dari tempat tinggal mereka masing-masing. Kata kunci: MIndonesia adalah Negara yang rawan terjadinya bencana alam, termasuk salah satunya adalah bencana tanah gempa dan tsunami. Musibah ini menuntut masyarakat untuk tanggap dalam menghadapi situasi bencana guna mengurangi adanya korban jiwa dan kerusakan lingkungan beserta harta benda. Bencana tsunami di Aceh pada tahun 2004 merupakan salah satu bencana alam terbesar di Indonesia yang menyebabkan lebih dari dua ratus ribu jiwa menjadi korban. Desa Blang Pulo Kecamatan Muara Satu Kota Lhokseumawe merupakan salah satu Desa binaan Universitas Malikussaleh yang terletak di pesisir pantai dan merupakan salah satu desa yang terkena sapuan tsunami meskipun tidak secara langsung pada tahun 2004. Desa Blang Pulo merupakan Kawasan pesisir dekat dengan perusahaan vital negara yang kondisinya sangat rentan terhadap musibah tsunami. Pada saat terjadi tsunami tahun 2004, masyarakat tidak memiliki pengetahuan terkait mitigasi bencana alam, sehingga tidak siap ketika terjadi gempa dan tsunami. Kegiatan pelatihan mitigasi bencana dilakukan untuk memberikan pengetahuan dan meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Blang Pulo terhadap persiapan menghadapi gempa dan tsunami. Pelathan dilaksanakan melalui kegiatan ceramah dan tanya jawab terkait bencana alam gempa dan tsunami serta tindakantindakan persiapan untuk menghadapinya. Masyarakat yang diwakilkan oleh tim Karang Taruna juga akan diajak untuk mengenali rute evakuasi tsunami dari tempat tinggal mereka masing-masing. Kata kunci: Mitigas, Bencana, Gempa Bumi, Tsunami, Pengabdian Masyarakat, Blang Pulo
Pemberdayaan Masyarakat Blang Pulo Kota Lhokseumawe Melalui Inovasi Teknologi Pengolahan Limbah Kelapa Muda Menjadi Produk Bioarang Setiawan, Adi; Alchalil, Alchalil; Daud, Muhammad; Nayan, Ahmad; Heikal, Mohammad; Nurmalita, Nurmalita; Karim, Firman; Siregar, Umar Ramadhan; Br. Simajuntak, Ochitria Cintia; Nasution, Ichsan Alwi
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 4, No 3 (2024): Desember 2024
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Blang Pulo merupakan salah satu Desa Binaan dari Universitas Malikussaleh dan berdekatan dengan kampus Bukit Indah Universitas Malikussaleh. Masyarakat di Desa Blang Pulo memiliki mata pencarian sebagai jualan toko kelontong, grosir, maupun penjual minuman salah satunya kelapa muda. Limbah kelapa ini memang termasuk limbah organik, namun memiliki kadar air yang tinggi dan bersifat sangat keras. Hal ini membuat kulit dan sabut kelapa muda sulit diurai oleh mikroorganisme. Sulitnya terurai dan memiliki ukuran yang cukup besar, menjadikan limbah ini mengalami penumpukkan sehingga berdampak buruk pada lingkungan. Di sisi lain, arang kayu yang digunakan selama ini bersumber dari tanaman hutan yang ditebang secara illegal sehingga terjadi deforestrasi yang mengancam lingkungan hidup. Untuk mengatasi persoalan ini dikembangkan sebuah strategi melalui pengolahan limbah kelapa muda menjadi bioarang dengan teknologi kiln. Metode pendekatan yang ditawarkan untuk menyelesaikan persoalan mitra adalah dalam bentuk pelatihan dan pembinaan/ penendampingan pada pengolahan limbah kelapa muda menjadi bioarang yang dapat digunakan oleh masyarakat sebagai bahan bakar padat pengganti arang kayu. Tahapan kegiatan ini diawali dengan memberikan pengetahuan mitra tentang pengelolaan limbah biomassa, pembuatan bioarang dari limbah kelapa muda menggunakan teknologi kiln. Harapan utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa Blang Pulo dengan memanfaatkan limbah kelapa muda pada menjadi bioarang, serta dapat menghasilkan produk turunan dari bioarang seperti bio-briket dan bio-pelet yang dapat dikomersialkan.
Kajian Karakteristik Hydrohar Berbahan Baku Limbah Kulit Luar Biji Kopi (Eksocarp) Melalui Proses Karbonsasi Hidrotermal Saragih, Tamara Habibi; Ginting, Zainuddin; Ibrahim, Ishak; Kamar, Iqbal; Faisal, Faisal; Nurmalita, Nurmalita
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 6 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i6.16857

Abstract

Hydrochar ialah padatan berkarbon yang dihasilkan dari konversi biomassa dengan menggunakan metode karbonisasi hidrotermal (HTC). Waktu tinggal dan jenis pelarut yang digunakan merupakan beberapa faktor yang mempengaruhi karakteristik hydrochar yang dihasilkan. Penelitian sebelumnya digunakan variasi suhu dan waktu tinggal, sedangkan dalam penelitian ini digunakan variasi waktu tinggal dan konsentrasi pelarut.  Pada penelitian ini hydrochar dibuat dari limbah kulit luar biji kopi (Eksocarp) dengan proses hidrotermal menggunakan alat autoclave pada suhu 130°C  dan tekanan 2 bar. Proses hidrotermal dilakukan dengan pelarut NaOH dan variasi konsentrasi NaOH yaitu 0; 0,25; 0,5; 0,75 dan 1 Molar. Waktu tinggal yang digunakan divariasikan antara 60, 90, 120, 150 menit. Setelah proses hidrotermal dilanjutkan dengan penyaringan hydrochar padat dan cairannya. Hydrochar kemudian dilakukan pengeringan dalam oven selama 8 jam pada suhu 105°C untuk mengurangi kandungan airnya. Pengujian terhadap sampel meliputi kadar air, kadar abu, kadar zat mudah menguap, kadar karbon tetap, Analisa Gugus Fungsi Hydrochar dengan Fourier Transform Infra Red (FTIR) dan Analisa Morfologi Hydrochar dengan Scanning Electron Microscope (SEM). Hasil pengujian kadar air yang diperoleh yaitu antara 2.22-6,52%, kadar abu berkisar antara 2,76-8,54%, kadar zat mudah menguap berkisar antara 51,11-62,47%, dan kadar karbon tetap berkisar antara 22,45-43,89%.
PEMBUATAN BAHAN DASAR LULUR SCRUBBER DENGAN PENAMBAHAN AROMA TERAPI DARI NILAM Sitorus, Sarifah; Masrullita, Masrullita; Sulhatun, Sulhatun; Sylvia, Novi; Fibarzi, Wiza Ulfa; Nurmalita, Nurmalita
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 2 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-Mei 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i2.19179

Abstract

Tanaman kemiri mempunyai banyak manfaat bagikehidupan manusia karena hampir semua bagiantanaman dapat dimanfaatkan. Didalam biji kemirimemiliki kandungan minyak yang tinggi yaitu sekitar35%-65% dari berat bijinya. Minyak kemiri digunakanuntuk mengurangi rambut rontok, menjaga kesehatanrambut dan menjaga kelembaban kulit selain itu ampas kemiri memiliki aroma yang khas dan teksturyang sangat lembut sehingga ampas kemiri dapatdiolah menjadi produk yang berguna bagi masyarakat, salah satunya adalah lulur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji mengkaji proses pembuatanlulur ampas kemiri dan pengaruh waktu pengadukanterhadap produk lulur yang dihasilkan. Proses pembuatan lulur menggunakan bahan baku kemiri, aquadest, propil paraben, propilen glikol, trietanolamin, metil paraben 24, parfum nilam, asamstearat dan kertas perkamen. Variabel tetap yaitu asamstearate, trietanolamin , propilen glikol, metil paraben, propil paraben, parfum nilam, minyak zaitun, dan suhupenyimpanan. Sementara itu, variabel bebas yaitu berat ampas kemiri (20 gram, 30 gram, 40 gram, 50 gram) dan waktu pengadukan (2 menit, 4 menit, 6 menit dan 8 menit). Sampel yang telah didapatkemudian diuji, yang meliputi pengujian organoleptik, pengukuran pH, uji daya sebar dan uji stabilitas. Hasil penelitian didapat bahwa lulur dengan kondisioptimum terbaik adalah lulur pada run 2,3,6 dan 7 (konsentrasi 20,30 gram dengan waktu pengadukan 4 dan 6 menit). Hasil yang didapat telah memenuhistandar organoleptik (tidak bau tengik dan tekstursemi padat) dan standart daya sebar (5-7 cm) adalahlulur dengan konsentrasi 20 gram dan 30 gram yaitumemiliki tekstur semi padat dengan daya sebar 5-6,1 cm. 
The Mechanical Properties of Bismuth-based Ceramic Nanocomposite Nurmalita, Nurmalita; Fikri, Ahmad; Masrullita, Masrullita; Sylvia, Novi; Fazira, Zetta; Jalaluddin, Jalaluddin; Ginting, Zainuddin
International Journal of Engineering, Science and Information Technology Vol 5, No 3 (2025)
Publisher : Malikussaleh University, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52088/ijesty.v5i3.1086

Abstract

This research investigated a Bismuth-based ceramic nanocomposite material with the stoichiometric composition Bi?.?Pb?.?Sr?Ca?Cu?O_y (abbreviated as B(P)SCCO-2223), synthesized via the solid-state reaction method. The fabrication process involved compound composition calculations and powder metallurgy using several high-purity oxide precursors, with bismuth oxide as the primary component. Heat treatment in the form of sintering was conducted at 846?°C for durations of 32 and 34 hours to examine its effects on the material’s physical properties. Scanning Electron Microscopy (SEM) analysis revealed layered grain structures with the presence of pores at grain boundaries. Energy Dispersive X-ray (EDX) analysis confirmed that the target 2:2:2:3 elemental ratio was achieved across all samples. X-ray Diffraction (XRD) analysis showed that the sample sintered for 34 hours exhibited the largest grain size of 48.07?nm. The holding time of 34 hours during the sintering process has provided sufficient opportunity for the crystal grains to grow larger. Scanning electron microscopy photos also show that longer sintering times make the empty space between the grains smaller because the crystal grains are closer together, followed by the pore size becoming smaller. This sample also demonstrated the highest oriented phase percentage (58.12%) and the lowest impurity level (6.05%). Mechanical properties, evaluated using Vickers microhardness testing, indicated that the 34-hour sintered sample had superior performance, with a Vickers hardness of 0.905?GPa, Young’s modulus of 74.2?GPa, yield strength of 0.301?GPa, fracture toughness of 5.17, surface energy of 0.18?J, and a brittleness index of 0.175. Overall, the study concluded that the physical properties of the ceramic nanocomposite improved with increased sintering duration.
ADSORPSI RHODAMIN B MENGGUNAKAN ADSORBEN KARBON AKTIF DARI DAUN KETAPANG (TERMINALIA CATAPPA Frandica, Dandy; Masrullita, Masrullita; Ulfa, Raudhatul; Suryati, Suryati; Sulhatun, Sulhatun; Nurmalita, Nurmalita
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 3 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i3.15141

Abstract

Adsorpsi ialah proses penyerapan molekul terlarut pada permukaan pori-pori. Daun ketapang mempunyai kandungan senyawa tanin, gugus hidroksil, dan gugus karboksil. Rhodamine B yang digunakan secara berlebihan dapat mempengaruhi fotosintesis dan pH air.Tujuan penelitian ini ialah untuk menganalisa pengaruh ukuran partikel dan massa adsorben terhadap persen penyerapan dan kapasitas penyerapan serta uji gugus fungsi. Penelitian ini mengkaji kemampuan adsorben daun ketapang untuk menyerap zat pewarna sintetik rhodamin B dengan memvariasikan massa dan ukuran partikel adsorben daun ketapang yang teraktivasi asam fosfat (H3PO4).Proses pembuatan adsorben daun ketapang dikarbonisasi dengan suhu 300oC selama 1 jam, diayak dengan ukuran 40, 60, 80 dan 100 mesh, diaktivasi dengan asam fosfat 10% selama  24 jam. Daun ketapang yang telah diaktivasi dengan variasi massa adsorben 0,3; 0,5; 0,7 dan 0,9 gram. Adsorpsi berlangsung 90 menit dan adsorbansi diukur dengan alat spektofotometer UV-Vis. Karakterisasi karbon aktif diuji dengan alat FTIR untuk mengetahui gugus fungsi. Hasil penelitian menunjukan kapasitas adsorpsi maksimum pada adsorpsi menggunakan adsorben daun ketapang adalah 3321,62 mg/g,. Efisiensi adsorpsi maksimum pada adsorpsi menggunakan adsorben daun ketapang adalah 99,87%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah massa adsorben berbanding terbalik terhadap kapasitas penyerapan sedangkan ukuran partikel berbanding lurus dengan kapasitas penyerapan dan massa serta ukuran partikel adsorben berbanding lurus dengan efesiensi penyerapan.