Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

EKSISTENSI MUSIK OKLEK KARANG TARUNA POHAGUNG TERHADAP SOSIAL MASYARAKAT DUKUH POHAGUNG DESA CAMPUREJO VIRGI PRASETYA, DODDY; YUDHA KARYAWANTO, HARPANG
APRON Jurnal Pemikiran Seni Pertunjukan Vol 1, No 15 (2020)
Publisher : APRON Jurnal Pemikiran Seni Pertunjukan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKesenian Musik Oklek yang berada di Dukuh Pohagung Desa Campurejo Kabupaten Bojonegoro biasanya digunakan untuk membangunkan orang sahur pada bulan Ramadhan, alat Musik Oklek yang dipadu dengan gamelan, gong, dan juga beberapa alat musik modern. Kesenian Oklek ini sudah menjadi ikon dari Kabupaten Bojonegoro dan diakui oleh masyarakat, juga Dinas Kebudayaan Kabupaten Bojonegoro. Musik Oklek karang taruna Pohagung ini sangat menarik perhatian kabupaten Bojonegoro karena Musik Oklek ini bisa membuat masyarakat dukuh Pohagung desa Campurejo semakin guyub rukun dan harmonis dengan adanya Musik Oklek ini yang dulunya dukuh pohagung ini kurang guyub rukun. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu 1) Bagaimana fungsi Musik Oklek terhadap sosial masyarakat yang dilakukan oleh karang taruna di dukuh pohagung desa Campurejo?, 2) Bagaimana Kendala Musik Oklek terhadap sosial masyarakat yang dilakukan oleh karang taruna di dukuh pohagung desa Campurejo?. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan tentang eksistensi Musik Oklek karang taruna Pohagung terhadap sosial masyarakat di Dukuh Pohagung Desa Campurejo. Landasan teori dalam penelitian ini adalah teori eksistensi, musik tradisional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, dan teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis data menggunakan 1) Reduksi data, 2) Penyajian Data, dan 3) Penarikan simpulan.Hasil penelitian ?EksistensiMusik Oklek Karang Taruna Pohagung terhadap Sosial Masyarakat Dukuh Pohagung Desa Campurejo? meliputi eksistensi,faktor pendukung dan usaha grup Musik Oklek pohagung untuk mempertahankan eksistensiannya terhadap sosial masyarakatnya. Berikut simpulan dari penelitian ini adalah eksistensi Musik Oklek karang taruna pohagung ini mampu membuat masyarakatnya yang dulu kurang guyub rukun karena adanya gadget di era digital sekarang masyarakatnya menjadi masyarakat yang guyub rukun dengan mengikuti aktivitas grup Musik Oklek pohagung ini.Kata Kunci: Eksistensi, Musik Oklek Karang Taruna Pohagung, Sosial Masyarakat.
EKSISTENSI MUSIK OKLEK KARANG TARUNA POHAGUNG TERHADAP SOSIAL MASYARAKAT DUKUH POHAGUNG DESA CAMPUREJO VIRGI PRASETYA, DODDY; YUDHA KARYAWANTO, HARPANG
APRON Jurnal Pemikiran Seni Pertunjukan Vol 1, No 15 (2020)
Publisher : APRON Jurnal Pemikiran Seni Pertunjukan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKesenian Musik Oklek yang berada di Dukuh Pohagung Desa Campurejo Kabupaten Bojonegoro biasanya digunakan untuk membangunkan orang sahur pada bulan Ramadhan, alat Musik Oklek yang dipadu dengan gamelan, gong, dan juga beberapa alat musik modern. Kesenian Oklek ini sudah menjadi ikon dari Kabupaten Bojonegoro dan diakui oleh masyarakat, juga Dinas Kebudayaan Kabupaten Bojonegoro. Musik Oklek karang taruna Pohagung ini sangat menarik perhatian kabupaten Bojonegoro karena Musik Oklek ini bisa membuat masyarakat dukuh Pohagung desa Campurejo semakin guyub rukun dan harmonis dengan adanya Musik Oklek ini yang dulunya dukuh pohagung ini kurang guyub rukun. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu 1) Bagaimana fungsi Musik Oklek terhadap sosial masyarakat yang dilakukan oleh karang taruna di dukuh pohagung desa Campurejo?, 2) Bagaimana Kendala Musik Oklek terhadap sosial masyarakat yang dilakukan oleh karang taruna di dukuh pohagung desa Campurejo?. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan tentang eksistensi Musik Oklek karang taruna Pohagung terhadap sosial masyarakat di Dukuh Pohagung Desa Campurejo. Landasan teori dalam penelitian ini adalah teori eksistensi, musik tradisional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, dan teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis data menggunakan 1) Reduksi data, 2) Penyajian Data, dan 3) Penarikan simpulan.Hasil penelitian ?EksistensiMusik Oklek Karang Taruna Pohagung terhadap Sosial Masyarakat Dukuh Pohagung Desa Campurejo? meliputi eksistensi,faktor pendukung dan usaha grup Musik Oklek pohagung untuk mempertahankan eksistensiannya terhadap sosial masyarakatnya. Berikut simpulan dari penelitian ini adalah eksistensi Musik Oklek karang taruna pohagung ini mampu membuat masyarakatnya yang dulu kurang guyub rukun karena adanya gadget di era digital sekarang masyarakatnya menjadi masyarakat yang guyub rukun dengan mengikuti aktivitas grup Musik Oklek pohagung ini.Kata Kunci: Eksistensi, Musik Oklek Karang Taruna Pohagung, Sosial Masyarakat.
EKSISTENSI MUSIK OKLEK KARANG TARUNA POHAGUNG TERHADAP SOSIAL MASYARAKAT DUKUH POHAGUNG DESA CAMPUREJO VIRGI PRASETYA, DODDY; YUDHA KARYAWANTO, HARPANG
APRON Jurnal Pemikiran Seni Pertunjukan Vol 1, No 15 (2020)
Publisher : APRON Jurnal Pemikiran Seni Pertunjukan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKesenian Musik Oklek yang berada di Dukuh Pohagung Desa Campurejo Kabupaten Bojonegoro biasanya digunakan untuk membangunkan orang sahur pada bulan Ramadhan, alat Musik Oklek yang dipadu dengan gamelan, gong, dan juga beberapa alat musik modern. Kesenian Oklek ini sudah menjadi ikon dari Kabupaten Bojonegoro dan diakui oleh masyarakat, juga Dinas Kebudayaan Kabupaten Bojonegoro. Musik Oklek karang taruna Pohagung ini sangat menarik perhatian kabupaten Bojonegoro karena Musik Oklek ini bisa membuat masyarakat dukuh Pohagung desa Campurejo semakin guyub rukun dan harmonis dengan adanya Musik Oklek ini yang dulunya dukuh pohagung ini kurang guyub rukun. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu 1) Bagaimana fungsi Musik Oklek terhadap sosial masyarakat yang dilakukan oleh karang taruna di dukuh pohagung desa Campurejo?, 2) Bagaimana Kendala Musik Oklek terhadap sosial masyarakat yang dilakukan oleh karang taruna di dukuh pohagung desa Campurejo?. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan tentang eksistensi Musik Oklek karang taruna Pohagung terhadap sosial masyarakat di Dukuh Pohagung Desa Campurejo. Landasan teori dalam penelitian ini adalah teori eksistensi, musik tradisional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, dan teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis data menggunakan 1) Reduksi data, 2) Penyajian Data, dan 3) Penarikan simpulan.Hasil penelitian ?EksistensiMusik Oklek Karang Taruna Pohagung terhadap Sosial Masyarakat Dukuh Pohagung Desa Campurejo? meliputi eksistensi,faktor pendukung dan usaha grup Musik Oklek pohagung untuk mempertahankan eksistensiannya terhadap sosial masyarakatnya. Berikut simpulan dari penelitian ini adalah eksistensi Musik Oklek karang taruna pohagung ini mampu membuat masyarakatnya yang dulu kurang guyub rukun karena adanya gadget di era digital sekarang masyarakatnya menjadi masyarakat yang guyub rukun dengan mengikuti aktivitas grup Musik Oklek pohagung ini.Kata Kunci: Eksistensi, Musik Oklek Karang Taruna Pohagung, Sosial Masyarakat.
EKSISTENSI MUSIK OKLEK KARANG TARUNA POHAGUNG TERHADAP SOSIAL MASYARAKAT DUKUH POHAGUNG DESA CAMPUREJO VIRGI PRASETYA, DODDY; YUDHA KARYAWANTO, HARPANG
APRON Jurnal Pemikiran Seni Pertunjukan Vol 1, No 15 (2020)
Publisher : APRON Jurnal Pemikiran Seni Pertunjukan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKesenian Musik Oklek yang berada di Dukuh Pohagung Desa Campurejo Kabupaten Bojonegoro biasanya digunakan untuk membangunkan orang sahur pada bulan Ramadhan, alat Musik Oklek yang dipadu dengan gamelan, gong, dan juga beberapa alat musik modern. Kesenian Oklek ini sudah menjadi ikon dari Kabupaten Bojonegoro dan diakui oleh masyarakat, juga Dinas Kebudayaan Kabupaten Bojonegoro. Musik Oklek karang taruna Pohagung ini sangat menarik perhatian kabupaten Bojonegoro karena Musik Oklek ini bisa membuat masyarakat dukuh Pohagung desa Campurejo semakin guyub rukun dan harmonis dengan adanya Musik Oklek ini yang dulunya dukuh pohagung ini kurang guyub rukun. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu 1) Bagaimana fungsi Musik Oklek terhadap sosial masyarakat yang dilakukan oleh karang taruna di dukuh pohagung desa Campurejo?, 2) Bagaimana Kendala Musik Oklek terhadap sosial masyarakat yang dilakukan oleh karang taruna di dukuh pohagung desa Campurejo?. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan tentang eksistensi Musik Oklek karang taruna Pohagung terhadap sosial masyarakat di Dukuh Pohagung Desa Campurejo. Landasan teori dalam penelitian ini adalah teori eksistensi, musik tradisional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, dan teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis data menggunakan 1) Reduksi data, 2) Penyajian Data, dan 3) Penarikan simpulan.Hasil penelitian ?EksistensiMusik Oklek Karang Taruna Pohagung terhadap Sosial Masyarakat Dukuh Pohagung Desa Campurejo? meliputi eksistensi,faktor pendukung dan usaha grup Musik Oklek pohagung untuk mempertahankan eksistensiannya terhadap sosial masyarakatnya. Berikut simpulan dari penelitian ini adalah eksistensi Musik Oklek karang taruna pohagung ini mampu membuat masyarakatnya yang dulu kurang guyub rukun karena adanya gadget di era digital sekarang masyarakatnya menjadi masyarakat yang guyub rukun dengan mengikuti aktivitas grup Musik Oklek pohagung ini.Kata Kunci: Eksistensi, Musik Oklek Karang Taruna Pohagung, Sosial Masyarakat.
Bentuk Lagu Dan Ambitus Nada Pada Orkestrasi Mars Unesa Karyawanto, Harpang Yudha
Virtuoso: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Musik Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/vt.v1n1.p8-14

Abstract

Perguruan Tinggi di Indonesia mempunyai karakter berbeda-beda yang unggul diberbagai bidang, salah satu yang memberikan icon tersebut adalah lagu mars dalam sebuah lembaga pendidikan tinggi. Lagu mars mempunyai ringkasan makna yang mencerminkan suatu lembaga, baik internal maupun eksternal. Tidak hanya pada Perguruan Tinggi saja, lembaga-lembaga lainnya, seperti Sekolah negeri maupun swasta, Korpi, Koperasi, Dharma Wanita, dan juga Golongan/Partai sampai perusahasan maupun yang lain juga mempunyai lagu mars. Hal tersebut membuktikan bahwa mars sangat memberikan konstribusi terhadap suatu lembaga maju yang memiliki kualitas dan dorongan peningkatan ke masa depan. Penelitian ini memberikan alternative dalam menganalisis sebuah lagu mars. Metode yang digunakan yaitu Ilmu Bentuk Analisis Musik. artikel ini memaparkan hasil analisis bentuk lagu dan ambitus nada pada orkestrasi Mars Unesa.Kata kunci: Orkestrasi, Bentuk Lagu, Lagu Mars
Fungsi dan Makna Seni Jemblung Murtadho dari Jawa Timur Karyawanto, Harpang Yudha
Jurnal Budaya Nusantara Vol 1 No 1 (2017): NUSANTARA & KONTEMPORER
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/b.nusantara.vol1.no1.a984

Abstract

This research examines the problem of the value of Jemblung Murtadho art.The research object is Jemblung’sart Sadat Kawedar Murthado in Tunjung village, Udanawu subdistrict, Blitar regency. The purpose of this researchare: (1) examine the meaning of art performing of Jemblung Murthado, (2) examine the art function of Jemblung inperformances. The research approach is using qualitative approach with ethnomusicology method. Data collectiontechniques is using: (1) recording techniques, audio and audiovisual, (2) note taking, (3) interviewing, (4) literaturestudy and documentation analysis. The steps in analyzing the data was done by: Data transcription, understandingdata, classification, and data condification. While for the validity of data, the researcher (1) doing triangulation, (2)doing peer debriefing, and (3) doing member check and audit trial.The research on music in Jemblung’s Murtadhowith ethnomusicology approach will be reviewed by the textual and contextual. The textual elements will expose theproblems concerning aspects of his music while contextual elements will explain about the culture of the community as asupporter of the arts.The results of this research on forms of art music Jemblung covered all of musikologic aspects,namely: (a) the concept of music in Jemblung’s, it has Java’s concept of Islamic art music, which is a form of praisesongs with the addition of story as a media in religious proselyzing, (b) the form of presentation is divided into twoelements among the elements of music and literature, and (c) The means of presentation which includes place, time,players, and costumes. The findings regarding the social function of Jemblung’s Murtadho include: (a) as aestheticsatisfaction,(b) as an entertainment,(c) as a means of communication, (d) as a strengthen compliance with social norms,(e) as a validation of social institutions, and religious rituals, (f) as a contribution to the sustainability and stability ofculture, (g) as an educational tool for the community, (h) as a community mental forming,(i) as a means of obtainingincome and (j) as a Host side traders to sell.
Bentuk Lagu Dan Ambitus Nada Pada Orkestrasi Mars Unesa Karyawanto, Harpang Yudha
Virtuoso: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Musik Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/vt.v1n1.p8-14

Abstract

Perguruan Tinggi di Indonesia mempunyai karakter berbeda-beda yang unggul diberbagai bidang, salah satu yang memberikan icon tersebut adalah lagu mars dalam sebuah lembaga pendidikan tinggi. Lagu mars mempunyai ringkasan makna yang mencerminkan suatu lembaga, baik internal maupun eksternal. Tidak hanya pada Perguruan Tinggi saja, lembaga-lembaga lainnya, seperti Sekolah negeri maupun swasta, Korpi, Koperasi, Dharma Wanita, dan juga Golongan/Partai sampai perusahasan maupun yang lain juga mempunyai lagu mars. Hal tersebut membuktikan bahwa mars sangat memberikan konstribusi terhadap suatu lembaga maju yang memiliki kualitas dan dorongan peningkatan ke masa depan. Penelitian ini memberikan alternative dalam menganalisis sebuah lagu mars. Metode yang digunakan yaitu Ilmu Bentuk Analisis Musik. artikel ini memaparkan hasil analisis bentuk lagu dan ambitus nada pada orkestrasi Mars Unesa.Kata kunci: Orkestrasi, Bentuk Lagu, Lagu Mars
THE DEVELOPMENT OF SUBJECT MODULE OF THE PRINCIPAL STRING INSTRUMENT (BEGINNER) AT THE MUSIC ARTS STUDY PROGRAM, FBS, UNESA Vivi Ervina Dewi; Harpang Yudha Karyawanto; Dhani Kristiandri
Imaji Vol 19, No 2 (2021): IMAJI OKTOBER
Publisher : FBS UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/imaji.v19i2.43749

Abstract

This study program is under the Department of Art, Drama, Dance, and Music, Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Surabaya. This program uses the Independent Learning Curriculum. A course on the principal string instrument (beginner) is featured in the third semester. However,  there are still many issues with its execution. Due to the COVID-19 pandemic, students must study at home. Thus, this scenario affects students' capacities. As a result, this research will show the development and effectiveness of a subject module of the principal string instrument (beginner) at the Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Surabaya.  This study uses the ADDIE learning design model (Analysis-Design-Develop-Implement-Evaluate). Learning products research produces a learning module designed to help students improve their violin playing skills, especially in the principal string instrument (beginner). Developing the principal string instrument (beginner) learning module begins with a needs analysis based on observation, field studies, and literature. Each stage of product development involves analysis, design, development, implementation, and evaluation. The design results were assessed by material, language, and graphic experts and revised. After revisions, the product was tested on students of the music arts study program, Universitas Negeri Surabaya.  The results are packaged as learning modules for music arts lecturers and students. The development research results show that using products in learning modules can improve violin playing skills. The t-test value of 0.000 indicates that the experimental and control groups differ significantly.Keywords: Development, Module, Learning, Violin.
Penyajian Musik Goa Tabuhan di Pacitan Jawa Timur Harpang Yudha Karyawanto; Moh. Sarjoko
PROMUSIKA Vol 7, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/promusika.v7i2.3516

Abstract

Goa Tabuhan music in Wareng Village, Punung District, Pacitan Regency, East Java, is a unique musical phenomenon, so that its sustainability needs to be preserved. Since the first appearance of the Goa Tabuhan music tradition community until now, percussion music activity with rocks on the cave wall as its media has become a performance art that is accepted as part of the social life of the community in Pacitan. This study tries to uncover the characteristics and structure of the presentation of the music performance of Goa Tabuhan. Based on the nature of the data to be analyzed, this study uses a qualitative research approach. The purpose of this study is to describe the phenomenon of the emergence of Goa Tabuhan musical art in Pacitan, the unique presentation of the position of the stone that hangs naturally as well as its playing techniques, and the overall structure of the performance. This study concludes that the music of Goa Tabuhan, which appeared in rural communities, turned out to have a different form of performance art compared to the others. Its appearance as a natural phenomenon that was created in the cave, then packaged in the form of a unique musical performance, could finally be a musicthat can be accepted by the public in general.Musik Goa Tabuhan di Desa Wareng, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, adalah fenomena musik yang unik, sehingga keberlanjutannya perlu dilestarikan. Sejak kemunculan pertama komunitas tradisi musik Goa Tabuhan hingga sekarang, aktivitas musik perkusi dengan batu di dinding gua sebagai medianya telah menjadi seni pertunjukan yang diterima sebagai bagian dari kehidupan sosial masyarakat di Pacitan. Penelitian ini mencoba mengungkap karakteristik dan struktur presentasi dari pertunjukan musik Goa Tabuhan. Berdasarkan sifat data yang akan dianalisis, penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan fenomena munculnya seni musik Goa Tabuhan di Pacitan, presentasi unik dari posisi batu yang menggantung secara alami serta teknik bermainnya, dan keseluruhan struktur pertunjukan. Studi ini menyimpulkan bahwa musik Goa Tabuhan, yang muncul di masyarakat pedesaan, ternyata memiliki bentuk seni pertunjukan yang berbeda dibandingkan yang lain. Penampilannya sebagai fenomena alam yang diciptakan di dalam gua, kemudian dikemas dalam bentuk pertunjukan musik yang unik, akhirnya bisa menjadi musik yang bisa diterima oleh masyarakat pada umumnya.
MUSIK OKLEK SEBAGAI SARANA RITUAL MASYARAKAT DESA SOBONTORO KECAMATAN BALEN KABUPATEN BOJONEGORO Harpang Yudha Karyawanto; Moh Sarjoko; Heri Murbiyantoro
JADECS (Journal of Art, Design, Art Education & Cultural Studies) Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.055 KB) | DOI: 10.17977/um037v3i12018p1-7

Abstract

Kesenian tradisional dalam masyarakat memiliki fungsi dan nilai sendiri dalam keberadaanya. Musik kerakyatan mempunyai hubungan yang erat dengan kehidupan pada jaman dulu. Penelitian ini mengkaji masalah fungsi ritual dalam sebuah kesenian. Musik yang menjadi sarana ritual oleh masyarakat. Objek dalam penelitian ini kesenian musik Oklek di Desa Subontoro, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro. Berdasarkan sifat data yang akan dianalisa, penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif analisis.  Hasil dari penelitian ini mendiskripsikan: (1) Sejarah munculnya kesenian musik Oklek di dalam masyarakat Bojonegoro, (2) Fungsi kesenian musik Oklek sebagai sarana ritual masyarakat Bojonegoro, (3) Perkembangan kesenian musik Oklek di  dalam masyarakat Bojonegoro.