Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Aktivitas Antifungi Fraksi Etil Asetat Ekstrak Daun Pacar Kuku terhadap Candida Albicans Resisten Flukonazol Mulangsri, Dewi Andini Kunti; Nurani, Laela Hayu
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 12 No. 1: Maret 2015
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v12i1.3017

Abstract

Infeksi kandidiasis meningkat selama dekade terakhir di dunia. Peningkatan ini menandai munculnya isolat Candida albicans resisten Flukonazol. Diperlukan obat baru untuk mengatasi permasalahan resistensi ini.  Daun pacar kuku (L. inermis L.) secara empiris mempunyai aktivitas sebagai antijamur. Kandungan kimia daun pacar kuku larut dalam etil asetat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antifungi dari fraksi etil asetat ekstrak daun pacar kuku (L. inermis L.) terhadap strain C. albicans sensitif Flukonazol dan C. albicans resisten Flukonazol. Fraksi etil asetat ekstrak daun pacar kuku (L. inermis L.)dibuat dengan memfraksinasi ekstrak etanol dengan  pelarut etil asetat.Konsentrasi fraksi etil asetat ekstrak daun pacar kuku yang digunakan terhadap C. albicans sensitif Flukonazol dan C. albicans resisten Flukonazol sebesar 10%; 5%; 2,5%; 1,25% dan 0,625%. Pengujian aktivitas antifungi fraksi etil asetat ekstrak daun pacar kuku menggunakan metode mikrodilusi cair dengan parameter pengukuran Minimum Inhibitory Concentration (MIC) dan Minimum Fungicidal Concentration (MFC). Nilai MIC dan MFC yang diperoleh sama yaitu sebesar 1,25% untuk C. albicans resisten Flukonazol dan 0,625% untuk C. albicans sensitif Flukonazol. Rasio MFC terhadap MIC yang diperoleh sebesar 1 yang menyatakan bahwa fraksi etil asetat ekstrak daun pacar kuku memiliki daya fungicide. Skrining fitokimia fraksi etil asetat ekstrak daun pacar kuku mengandung fenolik dan kuinon.
Penyuluhan dan Praktik Pengelolaan Pascapanen Tanaman Obat di Plalangan Gunungpati Semarang: The Socialization and Practice of Post-harvest Management for Medicinal Plants at Plalangan Gunungpati Semarang Mulangsri, Dewi Andini Kunti; Hidayati, Devi Nisa; Puspitasari, Anita Dwi; Rahmatun, Mutia; Pasha, Salsabilla Putri Buana; Fikriyyah, Shafa
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2024): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v9i1.5771

Abstract

Post-harvest management is essential because it will affect the final results. Post-harvest management products can be classified as simplicia because the stages include wet sorting, washing, draining, changing shape, drying, packaging, and storage. These steps must be paid attention to to ensure the content of active compounds in simplicia. The Bejo Bintang Toedjoe herbal garden at the Plalangan Gunungpati sub-district is managed by women from the Plalangan sub-district, both housewives and workers. Community service was implemented by preparing and making leaflets/brochures, conducting site surveys, conducting pretests and posttests, and monitoring and evaluating the practical results. This activity was attended by 25 participants, not only participants from the managers of the Bejo Bintang Toedjoe herbal garden but also residents from representatives of several community associations. The discussion session was opened after the counseling had been delivered. After the discussion session is finished, it continues with practice. The results of the pretest analysis showed that most participants still need to learn the effect of direct heating with sunlight for drying medicinal plant materials. Some participants also needed to learn that the tools used to cut medicinal plant materials were stainless steel. The posttest results showed that there was an increase in knowledge after conducting counseling and post-harvest management practices of medicinal plants.
Antifungal Activity the Active Fraction of Orange Jasmine (Murraya paniculata (Linn) Jack) Leaves and Stem Bark Against Malassezia furfur: Aktivitas Antifungi Fraksi Aktif Daun dan Kulit Batang Kemuning (Murraya paniculata (Linn) Jack) terhadap Malassezia furfur Mulangsri, Dewi Andini Kunti; Rosella, Sevitia; Isna Azmut Baroroh
Jurnal Tumbuhan Obat Indonesia Vol. 17 No. 1 (2024): July 2024
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jtoi.v17i1.1186

Abstract

Leaves and stem bark of orange jasmine have bioactive compounds such as phenol and flavonoids, which these compounds could be extracted by organic solvent and have antifungal activity against Malassezia furfur which cause excema, dandruff and tinea versicolor in humans. Fractionation of the extract would obtain a specific compound based on the polarity of the solvent. This research aims to know the active fraction of leaves and stem bark of orange jasmine which had antifungal activity against Malassezia furfur.  The simplicia powder of leaves and stem bark orange jasmine was macerated with 96% ethanol solvent and then fractionated as gradually with n-hexane, ethyl acetate, and water solvent. The antifungal activity of ethanol extract and fractions was tested against Malassezia furfur with 80; 90; 100% concentration by disk diffusion method at 37˚C for 48 hours of incubation. The data of antifungal activity was analyzed by two-way ANOVA. The result of this research showed antifungal activity from active fraction as water fraction of leaves and stem bark of orange jasmine against Malassezia furfur. The diameter of inhibition zones for the active fraction of leaves and stem bark of orange jasmine such as 8.6 – 14 mm and 12.3 – 15.8 mm respectively.
Pelatihan Produksi Kombucha sebagai Inovasi Pangan Fungsional untuk Kesehatan dan Kewirausahaan Komunitas di Desa Bocor Kebumen Chasanah, Siti Nur; Hartati, Indah; Maharani, Farikha; Mulangsri, Dewi Andini Kunti; Hidayati, Devi Nisa; Nugroho, Agung; Priangkoso, Tabah
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.20905

Abstract

Pendahuluan: Kombucha merupakan minuman fermentasi berbasis teh yang semakin populer sebagai produk pangan fungsional karena kandungan probiotik dan senyawa bioaktifnya yang bermanfaat bagi kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan komunitas pemuda di Desa Bocor, Kecamatan Buluspesantren, Kabupaten Kebumen dalam memproduksi kombucha secara higienis dan bernilai ekonomi. Metode: Pelatihan meliputi edukasi mengenai manfaat kesehatan kombucha, teknik produksi yang aman, serta strategi pemasaran berbasis potensi lokal. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami dan menerapkan proses produksi kombucha dengan baik, serta menunjukkan minat terhadap pengembangan usaha berbasis fermentasi pangan. Kesimpulan: Kombucha dinilai memiliki potensi besar sebagai produk kewirausahaan komunitas yang mendukung gaya hidup sehat, pemberdayaan ekonomi lokal, dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG), khususnya SDGs 3.
Aktivitas Antioksidan Fraksi Dietileter Buah Mangga Arumanis (Mangifera indica L.) dengan Metode DPPH Dewi Andini Kunti Mulangsri; Aqnes Budiarti; Endah Novia Saputri
Journal of Pharmascience Vol. 4 No. 1 (2017): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v4i1.5760

Abstract

ABSTRAK Sistem antioksidan merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh yang mampu menghambat reaktifitas radikal bebas. Sumber alami antioksidan salah satunya adalah buah yaitu buah mangga Arumanis. Proses fraksinasi dengan pelarut dietileter dilakukan untuk menyari senyawa-senyawa yang bersifat semipolar yang diharapkan memiliki potensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan fraksi dietil eter ekstrak etanol buah mangga arumanis (Mangifera indica L.) dengan Metode DPPH. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, kemudian dipartisi cair-cair menggunakan pelarut dietil eter. Penentuan aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH dengan membuat seri konsentrasi fraksi dietil eter ekstrak etanol buah mangga Arumanis yaitu 12,5; 25; 50 dan 100ppm. Vitamin C digunakan sebagai larutan pembanding dengan seri konsentrasi 0,625; 1,25; 2,5 dan 5 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi dietil eter ekstrak etanol buah mangga arumanis memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 75,22 ppm dan 1,18 ppm untuk Vitamin C. Fraksi dietileter ekstrak etanol buah mangga Arumanis memiliki potensi lemah sebagai antioksidan jika dibandingkan dengan Vitamin C. Kata Kunci: antioksidan, fraksi dietileter, buah mangga arumanis, Mangifera indica, DPPH ABSTRACT Antioxidant systems are part of the immune system which is able to inhibit the reactivity of free radical. Source of natural antioxidants is a fruit that is mango Arumanis. Process of fractionation with solvent diethylether to extraction the compounds semipolar and expected to have potential as antioxidants. This study aims to determine the antioxidant activity of diethyl ether fraction of ethanol extract Arumanis mango (Mangifera indica L.) with DPPH method. Extraction used ethanol 70% by maceration method, then partitioned using a liquid-liquid partition with diethylether as a solvent. Determination of antioxidant activity using DPPH method with a series of concentrations of diethyl ether fraction of ethanol extract Arumanis mango ie 12.5; 25; 50 and 100ppm. Vitamin C used as a reference solution with a concentration series of 0,625; 1.25; 2.5 and 5 ppm. The results showed that the diethyl ether fraction of ethanol extract Arumanis mango have antioxidant activity with IC50 value of 7.22 ppm and 1.18 ppm for Vitamin C. Diethylether fraction of ethanol extract Arumanis mango has weak potential as a antioxidant, if compared with Vitamin C. Keywords: Antioxidants, diethylether fractions, arumanis mango fruit, Mangifera indica, DPPH.