Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

KURASSAKI:BENTUK DAN STRATEGI TANGGUNGJAWAB TERHADAP SAMPAH SISWA MIN 2 MAGETAN Putriana, Erlinda; Fitriawan, Fuad; Rosyidah, Ais
BASICA Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/basica.v1i1.795

Abstract

Garbage is a problem that always appears in various media, humans as the main actors sometimes feel that they have nothing to do with the problem of waste. Various kinds of waste are recognized or not as the cause is human, there are organic waste that can still be used or can be decomposed, there are inorganic waste such as domestic liquid waste, industrial waste, heavy metal waste to toxic waste. MIN 2 magetan's concern with the problem of waste has yielded results. The Kurassaki program, which was launched for more than 2 years, can be carried out by all school components, starting from students, teachers and other personnel. Lessons learned from the Tangerang City Government as a pioneer, one of which has implemented it in the province of East Java is MIN 2 Magetan.
STUDI IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MODEL SISWA INKLUSI DI SDS MUTIARA HATI PONOROGO Sari, Dian Puspita; Fitriawan, Fuad
BASICA Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/basica.v1i1.814

Abstract

Inclusive education is education for children with special needs so that they can study together with regular children in general. One school that implements inclusive education is SDS Mutiara Hati Ponorogo. Students with disabilities can study together with regular children without being discriminated against. The form of learning model applied in this school pays attention to the condition of the child. With the existence of inclusive schools, it can help children with special needs to get the same place to learn as other regular children and can bring the development of children with special needs to be better. Based on the results of the data analysis, it was concluded that (1) the learning process of inclusive students at SDS Mutiara Hati Ponorogo, namely inclusion students accompanied by a special companion teacher, learning in the same class with regular children and for the gradation is lowered, (2) the form of learning model Inclusion students who are applied at SDS Mutiara Hati Ponorogo are paying attention or adjusted to the conditions of their students by being monitored by psychologists and also the principal, and (3) the impact of implementing the learning model for inclusive students at SDS Mutiara Hati Ponorogo, namely that the development is getting up to the class the better and able to develop its potential.
Scaffolding: Strategi Pembelajaran dalam Membentuk Kemandirian Belajar Siswa Mata Pelajaran IPA Materi Gaya, Gerak dan Energi Kelas V Witasari, Rinesti; Fitriawan, Fuad
BASICA Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/basica.v1i2.1120

Abstract

: Proses pembelajaran kelas V di MI Sabilil Muttaqin Kapuran masih berpusat pada fasilitator/guru. Pesera didik hanya diam mendengarkan apa yang disampaikan oleh guru, membaca buku materi kemudian menghafal materi-materi yang tertulis dalam buku pelajaran. Menghafalkan materi pembelajaran tanpa mengajaknya mengalami secara langsung, mempelajari bayang-bayang tanpa mengetahui wujud asli yang dipelajari hal ini sering kali membuat peserta didik merasa bosan di sekolah. Memilih strategi pembelajaran perlu dilakukan berdasarkan pada kesesuaian materi yang akan disampaikan. Hal ini dapat membantu meningkatkan keaktifan dan kreatifitas belajar siswa selama proses belajar mengajar berlangsung dan mencapai tujuan yang telah dirancang. metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa: (1) Proses pembelajaran IPA kelas V di MI Sabilil Muttaqin Kapuran lebih dominan menggunakan metode ceramah, demostrasi, dan belajar di luar kelas. (2) Proses penerapan strategi pembelajaran scaffolding ini dengan mengorganisasi isi materi, mengorganisasi cara penyampaian materi dan mengorganisasi peserta didik. (3) Bentuk kemandirian belajar siswa kelas V mata pelajaran IPA materi gaya, gerak dan energi ini adalah mereka diberikan otonomi dan tanggung jawab untuk berinisiatif dan berperan aktif dalam mengatur sendiri berbagai aspek kegiatan belajar sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya tanpa selalu bergantung kepada orang lain.
Animation Interactive Base Learning pada Mata Pelajaran IPA Materi Siklus Air Kelas V Madrasah Ibtidaiyah Al Uwais Fitriawan, Fuad; Rohmah, Fitria Nur
Tarsib: Jurnal Program Studi PGMI Vol 1 No 1 (2023): TARSIB
Publisher : Prodi PGMI STAI At-Tahdzib Ngoro Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61181/tarsib.v1i1.370

Abstract

Tujuan riset ini untuk mengetahui bagaimana penggunaan media interaktif animasi dan bagaimana minat belajar siswa pada mata pelajran IPA materi Siklus Air serta adakah hubungan yang signifikan antara penggunaan media interaktif terhadap minat belajar IPA materi Siklus Air siswa kelas V MI Al Uwais. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemenarikan penggunaan media interaktif pada rentang 37-38 (52%), sedangkan minat belajar siswa saat penggunaan media sebesar 40-41 (38%) dimana hubungan antara keduanya pada nilai 4,435 ≥ 0,325 dengan koefisien determinasi 61%.
Pemberdayaan Ekonomi Pemuda Melalui Budidaya Jamur Tiram di Dusun Sidowayah, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo Fitriawan, Fuad; Rohmatulloh, Dawam Multazamy; Asfahani, Asfahani; Ulfa, Risa Alfiyah
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 1 No. 1 (2020): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v1i01.187

Abstract

Sidowayah is a hamlet located in Sidoharjo Village, Jambon District. Sidowayah is known as an idiot village, even though actually there are only a few people having mental limitations. On the other hand, Sidowayah is also an area that has advantages both in natural and human resources. The productive age of the Sidowayah community has been on the rise lately, the most prominent is the existence of youth where they have the determination to advance the hamlet, one of them in the economic field. Mushroom cultivation is a long-term plan for them, and therefore better mushroom cultivation training done by university side as proposer plays an important role in realizing these ideals. The training was intended as an initial provision before starting a business. The impact of the training is expected to be able to provide provisions and motivation for young people to start a mushroom cultivation business. In addition, it is expected that the existence of mushroom cultivation can increase assets and the economy of the community of Sidowayah. Keywords: Sidowayah, youth, mushroom cultivation Abstrak Sidowayah adalah sebuah dusun yang terletak di Desa Sidoharjo, Kabupaten Jambon. Sidowayah dikenal sebagai desa idiot, meskipun sebenarnya hanya ada beberapa orang yang memiliki keterbatasan mental. Di sisi lain, Sidowayah juga merupakan daerah yang memiliki keunggulan baik dalam sumber daya alam maupun manusia. Usia produktif masyarakat Sidowayah telah meningkat akhir-akhir ini, yang paling menonjol adalah keberadaan kaum muda di mana mereka memiliki tekad untuk memajukan dusun, salah satunya di bidang ekonomi. Budidaya jamur adalah rencana jangka panjang bagi mereka, dan oleh karena itu pelatihan budidaya jamur yang lebih baik, yang dilakukan oleh pihak universitas sebagai pengusul program pengabdian kepada masyarakat, memainkan peran penting dalam mewujudkan cita-cita ini. Pelatihan ini dimaksudkan sebagai inisiatif awal sebelum memulai bisnis. Dampak pelatihan ini diharapkan mampu memberikan bekal dan motivasi bagi generasi muda untuk memulai usaha budidaya jamur. Selain itu, diharapkan adanya budidaya jamur dapat meningkatkan aset dan ekonomi masyarakat Sidowayah. Kata kunci: Sidowayah, pemuda, budidaya jamur
Fasilitasi Peternak Kambing Dalam Pembuatan Pupuk Kompos di Desa Ngreco Kecamatan Tegalombo Kabupaten Pacitan: Facilitation of Goat Breeders in Making Compost Fertilizer in Ngreco Village, Tegalombo District, Pacitan Regency Ratnasari, Seli; Fitriawan, Fuad; Miftahudin, Miftahudin
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 3 No. 1 (2022): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v3i1.1379

Abstract

Kompost post is an organic fertilizer derived from plant residues and animal waste. This fertilizer is environmentally friendly, increases soil fertility, and can increase the income of farmers. The people of Ngreco Village are farmers' villages. Planting vegetables and secondary crops are a solution during the Covid-19 pandemic. The majority of the population raises goats. To improve the quality of creativity and good planting results, namely by providing education, counseling, and training. Making compost from goat manure is very important and needed by plants because it contains nutrients such as nitrogen (N), phosphorus (P), and potassium (K) as well as micronutrients including calcium, magnesium, sulfur, sodium, iron, and copper. relatively high plant requirements and soil fertility. Technology transfer through facilitation increases public knowledge and awareness about the importance of compost fertilizers for plants. However, the implementation is still lacking due to limited materials. So people only rely on assistance from the government or apply without the composting process. Kompos merupakan pupuk organik yang berasal dari sisa tanaman dan kotoran hewan. Pupuk merupakan media tanam yang ramah lingkungan, menambah kesuburan tanah, dan mampu menambah pendapatan peternak. Desa Ngreco merupakan desa petani. Menanam sayuran dan palawija menjadi solusi di masa pandemi Covid-19 bagi masyarakat Desa Ngreco. Mayoritas penduduknya juga memelihara kambing. Untuk meningkatkan kualitas, kreativitas, dan hasil penanaman yang baik adalah dengan memberikan edukasi, penyuluhan, dan pelatihan. Membuat pupuk kompos dari kotoran kambing merupakan kegiatan yang sangat penting dan dibutuhkan oleh tanaman karena mengandung zat hara seperti nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) serta unsur hara mikro di antaranya kalsium, magnesium, belerang, natrium, besi, dan tembaga relatif tinggi yang dibutuhkan tanaman untuk kesuburan tanah. Transfer teknologi dapat dilakukan melalui fasilitasi menambah pengetahuan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pupuk kompos pada tanaman. Keterbatasan bahan menjadi pemicu rendahnya tingkat kesadaran dalam pengimplementasian, sehingga masyarakat hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah atau mengaplikasikan tanpa proses pengomposan.
Peningkatan Berhitung Anak Usia Dini Menggunakan Alat Permainan Edukatif Apron Hitung: Improving Early Childhood Numeracy Using the Apron Counting Educational Game Tool Fitriawan, Fuad; Krisnawati, Nova; Eviyanti, Nancy Prita; Ulfa, Risa Alfiyah
Absorbent Mind Vol. 2 No. 2 (2022): Psychology and Child Development
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/absorbent_mind.v2i02.1513

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berhitung anak usia dini, proses berhitung anak usia dini dengan media alat permainan edukatif apron hitung, dan menjelaskan hasil berhitung dengan menggunakan alat permainan edukatif apron hitung anak usia dini TK B di RA Muslimat NU 101 Pembatik I Patihan Wetan Ponorogo. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian ini adalah kemampuan berhitung anak usia dini yaitu sebagian besar anak-anak belum mampu menyebutkan angka secara urut dan perlu pendampingan dari gurunya dan masih terdapat kesalahan seperti terbaliknya angka, proses perhitungannya dilaksanakan dengan tahapan kegiatan awal, kegiatan inti, dan penutup. Kegiatan pembelajaran dilakukan di ruang maupun di halaman sekitar sekolah dan kegiatan pembelajaran melalui kegiatan belajar sambil bermain. Hasil berhitung dengan menggunakan alat permainan edukatif apron hitung di TK B di RA Muslimat NU 101 Pembatik I Patihan Wetan Ponorogo dapat mengembangkan kemampuan membilang angka 1-20 (membilang, mengurangi dan menambah) bagi peserta didik, karena yang awalnya beberapa anak yang belum berkembang (BB), menjadi berkembang sesuai harapan (BSH) dan berkembang sangat baik (BSB). This study aims to describe the numeracy skills of early childhood, the process of early childhood numeracy with the media of the counting apron educational game tool, and explain the results of counting using the counting apron educational game tool for early childhood kindergarten B at RA Muslimat NU 101 Pembatik I Patihan Wetan Ponorogo. The method used in this study is a qualitative research method. The results of this study are early childhood numeracy skills, namely most children have not been able to say numbers in sequence and need assistance from their teachers and there are still errors such as turning the numbers upside down, the calculation process is carried out with the stages of initial activities, core activities, and closing. Learning activities are carried out in the room or in the yard around the school and learning activities through learning activities while playing. The results of counting using the counting apron educational game tool in Kindergarten B at RA Muslimat NU 101 Pembatik I Patihan Wetan Ponorogo can develop the ability to count numbers 1-20 (counting, subtracting, and adding) for students, because initially some children have not developed (BB), developed as expected (BSH) and very well developed (BSB).