Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

RANCANG BANGUN ALAT PENDETEKSI ARUS PUTUS PADA JARINGAN LISTRIK DOMESTIK Nofan Toding; Saharuddin Saharuddin; Supriadi Supriadi
Jurnal Elektronika Telekomunikasi & Computer Vol 10, No 1 (2025): April
Publisher : Jurnal Elektronika Telekomunikasi & Computer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) membangun sebuah alat pendeteksi arus putus yang dapat digunakan dalam instalasi tegangan domestik rumah tangga dengan pendekatan non-kontak. Arus putus adalah masalah umum dalam instalasi listrik rumah tangga yang dapat menyebabkan kebakaran dan bahaya lainnya. Metode non-kontak dipilih untuk menghindari resiko bahaya bagi pengguna saat melakukan pengukuran. (2) Mempercepat dan mempermudah proses pencarian titik gangguan arus putus. (3) Memanfaatkan teknologi mikrokontroller yang dengan mudah membantu proses pembuatan alat pendeteksi arus putus pada Jaringan Domestik. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D). Langkah kerja alat pendeteksi arus putus dengan menekan pushbutton sebagai saklar power untuk mengalirkan tegangan listrik dari baterai ke mikrokontroller dan LED berwarna kuning dengan posisi standby. Untuk membuat perangkat input bekerja perlu menekan pushbutton. Setelah itu dekatkan alat pendeteksi dengan kabel yang di uji coba. Ketika kabel yang diuji memiliki arus listrik maka buzzer mengeluarkan suara dan LED berwarna hijau menyala. Tetapi apabila kabel yang diuji coba tidak memiliki tegangan maka buzzer tidak mengeluarkan suara dan LED warna hijau tidak menyala. Penelitian yang dilakukan pada 10 lokasi di Kota Makassar yang berbeda-beda dengan percobaan yang dilakukan sebanyak 100 kali. Pengumpulan data dari hasil pengujian tegangan, pengamatan observasi, pengujian Laboratorium dan usability. Hasil pengujian usability dari responden menghasilkan persentase 87,3% dengan kategori (Sangat Layak). Berdasarkan kedua pengujian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa alat tersebut dapat digunakan dengan baik dan efektif dengan tetap mengevaluasi tingkat kelayakan alat ini. Alat ini tidak dapat mendeteksi arus listrik pada instalasi dalam tembok.
ANALISIS BAHAN EVALUASI MATA KULIAH ORGANISASI DAN ARSITEKTUR KOMPUTER PADA PROGRAM STUDI D4 TEKNIK ELEKTRONIKA JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRONIKA Fajar Aswar; Sutarsi Suhaeb; Saharuddin
Jurnal Elektronika Telekomunikasi & Computer Vol 9 No 1 (2024): April
Publisher : Jurusan Teknik Elektronika & Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi tingkat kesulitan dan kelayakan soal pada mata kuliah organisasi komputer dan arsitektur pada program studi D4 Teknik Elektronika Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar. Penelitian ini menggunakan metodologi naratif deskriptif secara kuantitatif. Lembar pertanyaan yang dihasilkan peneliti dan lembar validasi dari ahli materi pelajaran dijadikan sebagai alat penelitian. Empat puluh lima soal pilihan ganda dijawab oleh sampel 100 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa soal yang telah disusun oleh peneliti pada mata kuliah Organisasi dan Arsitektur komputer program studi D4 Teknik Elektronika, ditinjau dari tingkat kesukarannya butir-butir soal tergolong cukup baik. Hal ini dapat diketahui bahwa dari 45 butir soal yang tergolong dalam soal kategori sukar sebanyak 10 butir soal (22,3%), soal berkategori sedang sebanyak 33 butir (73,3%) dan soal berkategori mudah sebanyak 2 butir (4,4%).
RANCANG BANGUN ALAT PENDETEKSI ARUS PUTUS PADA JARINGAN LISTRIK DOMESTIK Nofan Toding; Saharuddin; Supriadi
Jurnal Elektronika Telekomunikasi & Computer Vol 10 No 1 (2025): April
Publisher : Jurusan Teknik Elektronika & Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) membangun sebuah alat pendeteksi arus putus yang dapat digunakan dalam instalasi tegangan domestik rumah tangga dengan pendekatan non-kontak. Arus putus adalah masalah umum dalam instalasi listrik rumah tangga yang dapat menyebabkan kebakaran dan bahaya lainnya. Metode non-kontak dipilih untuk menghindari resiko bahaya bagi pengguna saat melakukan pengukuran. (2) Mempercepat dan mempermudah proses pencarian titik gangguan arus putus. (3) Memanfaatkan teknologi mikrokontroller yang dengan mudah membantu proses pembuatan alat pendeteksi arus putus pada Jaringan Domestik. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D). Langkah kerja alat pendeteksi arus putus dengan menekan pushbutton sebagai saklar power untuk mengalirkan tegangan listrik dari baterai ke mikrokontroller dan LED berwarna kuning dengan posisi standby. Untuk membuat perangkat input bekerja perlu menekan pushbutton. Setelah itu dekatkan alat pendeteksi dengan kabel yang di uji coba. Ketika kabel yang diuji memiliki arus listrik maka buzzer mengeluarkan suara dan LED berwarna hijau menyala. Tetapi apabila kabel yang diuji coba tidak memiliki tegangan maka buzzer tidak mengeluarkan suara dan LED warna hijau tidak menyala. Penelitian yang dilakukan pada 10 lokasi di Kota Makassar yang berbeda-beda dengan percobaan yang dilakukan sebanyak 100 kali. Pengumpulan data dari hasil pengujian tegangan, pengamatan observasi, pengujian Laboratorium dan usability. Hasil pengujian usability dari responden menghasilkan persentase 87,3% dengan kategori (Sangat Layak). Berdasarkan kedua pengujian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa alat tersebut dapat digunakan dengan baik dan efektif dengan tetap mengevaluasi tingkat kelayakan alat ini. Alat ini tidak dapat mendeteksi arus listrik pada instalasi dalam tembok.
RANCANG BANGUN ALAT PENDETEKSI KEBOCORAN GAS LPG MENGGUNAKAN SENSOR MQ2 DAN SENSOR FLAME DETECTOR BERBASIS IoT (INTERNET OF THINGS) Afdar Uhas; Saharuddin; Ummiati Rahmah
Jurnal Elektronika Telekomunikasi & Computer Vol 10 No 2 (2025): September
Publisher : Jurusan Teknik Elektronika & Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan tabung gas Liquefied Petroleum Gas (LPG) sangat membantu masyarakat dalam berbagai aktivitas sehari-hari. Namun, ada beberapa masalah yang timbul akibat kelalaian manusia saat menggunakan tabung gas ini, salah satunya adalah kebocoran tabung gas. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat perangkat yang menggunakan sensor untuk mendeteksi kebocoran tabung gas. gas dan api. serta solenoid valve melalui aplikasi yang terhubung ke jaringan Internet. Penelitian dan pengembangan (R&D) adalah metodologi yang digunakan. memanfaatkan model penelitian Prototype, yang dimana prosedur penelitiannya terdiri atas empat tahap, yaitu: 1. Perencanaan, 2. Analisis, 3. Perancangan, 4. Implementasi Adapun implementasi yang dilakukan dengan menggunakan uji laboratorium yang dimana pengumpulan datanya dengan melakukan pengujian tegangan, efektivitas dan functionality. Hasil pengukuran tegangan menyiratkan bahwa setiap komponen dalam alat bekerja menyesuaikan fungsi yang di inginkan. Dalam pengujian efektivitas, alat berhasil mendeteksi adanya gas dan api serta solenoid menutup aliran gas danaplikasi Telegram memberikan notifikasi jika terjadi kebocoran gas atau api. sedangkan pengujianfunctionality alat yang diuji berhasil mencapai 100% dari kedua validator yang menunjukkanbahwa alat tersebut beroperasi secara efektif sesuai dengan yang di inginkan.
PENGEMBANGAN TRAINER PNEUMATIK KONTROL ARDUINO DI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN VOKASIONAL MEKATRONIKA Muh. Bili Akbar; Edy Sabara; Saharuddin
Jurnal Elektronika Telekomunikasi & Computer Vol 9 No 2 (2024): September
Publisher : Jurusan Teknik Elektronika & Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem pneumatik merupakan sebuah teknologi yang menggunakan udara terkompresi untuk menciptakan efek gerakan mekanis. Sajian mata kuliah sistem pneumatik ini wajib ditempuh oleh mahasiswa program studi pendidikan vokasional mekatronika. Media pendidikan guru sangat dibutuhkan dalam dunia pendidikan, khususnya program profesi. Berdasarkan hal tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana cara membuat pneumatic controller arduino dan mengetahui hasil support dari trainer yang dibuat setelah mengetahui nilai dari trainer tersebut. Jenis penelitian adalah penelitian pengembangan dan menggunakan proses pengembangan research and development (R&D) dengan menggunakan model Computer Assisted Instruction (CAI) yang terdiri dari 4 fase yaitu fase penilaian kebutuhan, fase desain, fase pengembangan dan implementasi, evaluasi dan revisi. Subjek penelitian terdiri dari 20 orang mahasiswa pendidikan vokasional mekatronika yang telah memprogram mata kuliah sistem pneumatik. Tingkat kelayakan dari trainer yang dikembangkan ditentukan oleh validator atau ahli berdasarkan penilaian yang diisikan pada angket, sedangkan tingkat kepraktisan trainer ditentukan dari hasil penelitian mahasiswa berdasarkan isian angket. Adapun hasil penelitian yaitu: (1) Hasil Validasi instrumen pada aspek petunjuk sebesar 100%, aspek isi 100%, dan aspek bahasa 97% sehingga persentase totalnya adalah 99% berada pada kategori sangat valid. (2) Hasil validasi media pada aspek aplikasi dan perangkat sebesar 91% dan aspek tampilan sebesar 100% sehingga persentase total 95% berada pada kategori sangat valid. (3) Hasil validasi materi pada aspek isi sebesar 87%, aspek kebahasaan sebesar 88% dan aspek penyajian 83% sehingga persentase total 86% berada pada kategori valid. (4) Pada tahap implementasi data kepraktisan diperoleh dari 20 responden dengan melakukan penilaian terhadap 4 aspek yaitu perangkat dengan rata- rata 91%, tampilan 91%, isi 91%, bahasa 91% dan diperoleh total hasil rata-rata dari penilaian kepraktisan sebesar 91% pada kategori Sangat Praktis.
RANCANG BANGUN SISTEM SMART INKUBATOR PENETAS TELUR BERBASIS IOT Aldy Juni Triansyah; Edy Sabara; Saharuddin
Jurnal Media Elektronika Vol. 1 No. 2: Oktober 2025
Publisher : Jurnal Media Elektronika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: 1) Merancang Sistem Smart Inkubator Penetas Telur Berbasis IoT. 2) Mengetahui kelayakan dari alat Sistem Smart inkubator penetas berbasis IoT. Adapun jenis penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian Rancang Bangun dengan menggunakan model pengembangan prototype yang memiliki beberapa tahapan yaitu: analisis dan studi literatur, pembuatan alat, evaluasi alat, revisi dan perbaikan alat. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi, dan juga kuesioner. Hasil penelitian dalam rancang bangun sistem smart inkubator penetas telur berbasis IoT ini yaitu pada pengujian functionality, kehandalan produk, dan juga pengujian efektivitas memperoleh hasil 100% yang menandakan bahwa alat yang dibuat kategori “sangat layak”. Pengujian laboratorium dilakukan juga untuk mengetahui tegangan kerja dan sinyal digital pada komponen input yang digunakan pada penelitian ini dengan menggunakan bantuan alat ukur Osiloskop. Dari hasil penelitian yang dilakukan maka diperoleh produk berupa alat sistem smart inkubator penetas telur berbasis IoT
Pelatihan Sistem Keamanan IoT berbasis Model PBL untuk Warga Ridwansyah; Saharuddin; Nurfauziah; Darlan Sidik; Ahmad Risal
Vokatek : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 3: Issue 3 (Oktober 2025)
Publisher : Sakura Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan kapasitas warga dalam mengelola sistem keamanan perumahan berbasis Internet of Things (IoT) di kawasan padat penduduk. Pelatihan yang dilaksanakan di Kelurahan Mannuruki, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, mencakup pengenalan perangkat IoT, penggunaan aplikasi pemantauan real-time, pemeliharaan, dan troubleshooting dasar. Model Problem Based Learning (PBL) digunakan untuk mendorong partisipasi aktif melalui praktik perakitan sensor, konfigurasi mikrokontroler, serta pengujian notifikasi otomatis. Peserta juga dibekali materi keamanan siber untuk meminimalkan risiko akses ilegal dan kerentanan sistem. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan warga dalam mengoperasikan sistem IoT secara mandiri, mendeteksi aktivitas mencurigakan, dan merespons insiden lebih cepat. Dukungan peserta dan aparat setempat menegaskan relevansi program ini sebagai langkah menuju sistem keamanan berbasis komunitas yang terintegrasi.
Student Perspectives on Virtual-Based Simulation Practicum: Challenges and External Factors at SMKN 10 Makassar Hendra Jaya; Irma Tamrin; Indar Winardy; M. Arham; Aqri Dwi Aqram; Mustamin; Saharuddin; Putri Ida Sunaryathy Samad
Jurnal MEKOM (Media Komunikasi Pendidikan Kejuruan) Volume 13, Issue 1, February 2026
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/mekom.v13i1.266

Abstract

Purpose - This study explores students’ perspectives on virtual simulation-based practicum learning at SMKN 10 Makassar, focusing on challenges and external factors affecting learning effectiveness. Methods - A mixed-method approach was used, combining descriptive quantitative analysis with qualitative data. Participants were 39 eleventh- and twelfth-grade students from electronics and mechatronics programs. Data were collected through Likert-scale questionnaires and semi-structured interviews, then analyzed using descriptive statistics and thematic analysis based on the Attride-Stirling Thematic Network framework. Findings - Most students showed positive perceptions of virtual simulation learning, particularly in digital literacy and application use. About 64.1% were familiar with digital technology in learning, and 56.4% could independently operate simulation applications. However, challenges remained, including fear of making mistakes, limited understanding of concepts and digital instructions, lack of virtual practicum experience, and low confidence in using technology. External factors such as family support, device access, internet quality, and digital media use also influenced learning success. Research Implication - Virtual simulation practicum learning requires more than reliable technology. Schools must strengthen students’ digital literacy, self-efficacy, and learning support through interactive strategies, continuous scaffolding, accessible infrastructure, and adaptive instructional design. Originality - This study highlights vocational students’ direct perspectives on virtual simulation practicum learning and shows how both internal factors, such as confidence and digital literacy, and external factors, such as family support and internet access, shape learning effectiveness.