Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENGARUH HAMBATAN SAMPING TERHADAP KINERJA LALU LINTAS (Studi Kasus: Jalan Prof. A. Majid Ibrahim - Jalan Panglima Polem Kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen) Kumita, Kumita; Idayani, Idayani; Ismy, Romaynoor; Suhaimi, Suhaimi; Kurnia, R. Dedi Iman
VARIASI : Majalah Ilmiah Universitas Almuslim Vol. 14 No. 3: Variasi, Oktober 2022
Publisher : LPPM Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/vrs.v14i3.1515

Abstract

Jalan merupakan prasarana transportasi darat yang memegang peranan penting dalam sektor perhubungan darat. Hambatan samping adalah aktivitas di samping jalan yang berpengaruh terhadap kinerja lalu lintas. Aktivitas pada samping jalan yang berpengaruh terhadap lalu lintas adalah pejalan kaki, kendaraan berjalan lambat, kendaraan keluar/masuk sisi jalan, kendaraan berhenti sembarangan dan parkir dibadan jalan (on street parking). Jalan Prof. A. Majid Ibrahim - Jln. Panglima Polem Kec. Kota Juang Kab. Bireuen adalah salah satu jalan sekunder di Kab. Bireuen yang mengalami kepadatan arus lalu lintas karena kapasitasnya sudah tidak mencukupi lagi dengan banyaknya kendaraan yang melaju di jalan tersebut. Permasalahan yang terjadi di Jln. Prof. A. Majid Ibrahim - Jln. Panglima Polem adalah tidak cukupnya areal parkir di jalan tersebut, sehingga banyak kendaraan yang parkir di bahu jalan bahkan di badan jalan yang menyebabkan tidak maksimalnya kinerja jalan sehingga memungkinkan terjadinya kemacetan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja jalan dan pengaruh hambatan samping pada ruas jalan tersebut. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 hari, yaitu pada Senin, Rabu dan Sabtu selama 12 jam dimulai dari pukul 07.00 s.d 19.00 Wib. Lokasi penelitian ini adalah ruas Jln. Prof. A. Majid Ibrahim - Jln. Panglima Polem Kec. Kota Juang Kab. Bireuen. Metode penelitian ini menggunakan kajian kuantitatif untuk mencari besarnya kapasitas dan derajat kejenuhan yang mempengaruhi aktivitas Jln. Prof A. Majid Ibrahim - Jln. Panglima Polem Kec. Kota Juang Kab. Bireuen. Sedangkan, analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak microsoft excel, sedangkan perhitungan arus kendaraan dan sebagainya menggunakan metode PKJI 2014Pada Jln. Prof A. Majid Ibrahim didapatkan volume lalu lintas tertinggi terjadi pada Senin pukul 11.00 - 12.00 sebesar 554 skr/jam, hambatan samping sebesar 161 dengan kelas hambatan samping rendah (R). Untuk tingkat pelayanan pada Jln. Prof. A. Majid Ibrahim di dapatkan nilai tingkat pelayanan B dengan derajat kejenuhan 0,42. Sedangkan Jln. Panglima Polem didapatkan volume lalu lintas tertinggi pada Senin pukul 17.00 - 18.00 sebesar 774 skr/jam, hambatan samping sebesar 816 dengan kelas hambatan samping tinggi (T). Untuk tingkat pelayanan pada Jln. Panglima Polem dengan nilai derajat kejenuhan 0,64 didapatkan nilai tingkat pelayanan C.Website slot Online terbaik dan terpercaya di tahun 2025 adalah 12DJARUM.COM
Enhancing flexural resistance in hot mix asphalt: a study of effects of wire mesh on load-bearing capacity Ismy, Romaynoor; Suhaimi, Suhaimi; Kurnia, Raden Dedi Iman; Mareno, Richard
International Journal of Advances in Applied Sciences Vol 13, No 4: December 2024
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijaas.v13.i4.pp1039-1045

Abstract

In transportation engineering, road pavement is commonly categorized as either flexible pavement or rigid pavement. The pavement demonstrates a distinct capacity to endure a variety of loads, including compressive and tensile loads. The capacity to endure compressive and tensile forces is extremely important, especially in the field of pavement construction, as it ensures both the longevity and the safety of the pavement. The objective of this study was to evaluate the capacity of hot mix asphalt to endure compressive and tensile pressures. The experimental methodology employed four different wire mesh deployment configurations on hot asphalt mixtures, utilizing three-point flexural test equipment. The data indicates the most effective method for mimicking hot mix asphalt involves adding a wire mesh layer at a depth of 30 mm below the surface of the experimental specimen. The particular modeling method showed a measurement of flexural resistance up to 291.85 kN. The study's findings indicate that the hot asphalt mixture exhibits a state of balance in its capacity to endure both compressive and tensile pressures. Incorporating a wire mesh layer within the middle section of the hot asphalt mixture has been perceived to enhance its ability to withstand tensile loads, hence improving its overall performance.
Pelatihan Penggunaan Alat Ukur Theodolit dan Waterpass untuk Meningkatkan Kompetensi Mahasiswa Teknik Sipil di Aceh Fadhil, Ammar; Ismy, Romaynoor; Kumita; Muliani, Fitri; Amna, Khairul; Khairunnisa, Hanyta; Munandar, Aris
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, Januari 2026
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v5i1.25073

Abstract

Pelatihan penggunaan alat ukur tanah theodolite dan waterpass merupakan salah satu upaya peningkatan kompetensi praktis mahasiswa Teknik Sipil di Provinsi Aceh. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya fasilitas praktik dan pengalaman lapangan mahasiswa dalam bidang survei pemetaan, sehingga diperlukan pelatihan terstruktur yang mengintegrasikan teori dan praktik. Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah memberikan pemahaman menyeluruh mengenai prinsip kerja, kalibrasi, dan prosedur pengoperasian alat ukur tanah, serta meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam melakukan pengukuran sudut dan beda tinggi secara akurat di lapangan. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi teori, demonstrasi alat, praktik langsung di lahan Rusunawa Gampong Paya Cut, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan kemampuan peserta secara signifikan, di mana 92% mahasiswa mampu mengoperasikan alat secara mandiri dan nilai rata-rata post-test meningkat sebesar 30% dibandingkan dengan pretest. Peserta juga mampu membaca dan mencatat hasil pengukuran dengan satuan internasional secara tepat, serta memahami prinsip perhitungan beda tinggi dan sudut vertikal. Dampak kegiatan ini terlihat dari meningkatnya kesiapan mahasiswa dalam menghadapi kegiatan praktik lapangan, serta terbangunnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berbasis praktik. Kegiatan ini juga menghasilkan luaran berupa peningkatan keterampilan teknis mahasiswa, dokumentasi video pelatihan, dan publikasi ilmiah sebagai bentuk diseminasi hasil pengabdian kepada masyarakat.