Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : e-GIGI

GAMBARAN KECEMASAN PASIEN EKSTRAKSI GIGI SEBELUM DAN SESUDAH MENGHIRUP AROMATERAPI LAVENDER ., Merinchiana; Opod, Hendri; Maryono, Jimmy
e-GiGi Vol 3, No 2 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.2.2015.9633

Abstract

Abstract: Anxiety due tooth extraction can causes obstacles for the operators and it delivers several problems. To overcome this anxiety, a consideration treatment is required, to settle anxiety experienced by patients. One of the solutions is to inhale lavender aromatherapy. Essensial oil of lavender can affect the brain activity through nerve system related to sense of smell and it connects with psychology condition such as emotional. This study aimed to describe the anxiety of patients with tooth extraction before and after inhaling lavender aromatherapy. This was a descriptive study with a cross sectional design. There were 30 respondents who are going to be undergone tooth extraction. Physical evaluation such as blood pressure, pulse, and respiration, and Visual analogue scale (VAS) for measureing anxiety were used. The results showed that patients had lower blood pressure, pulse, respiration as well as VAS after they inhaled lavender aromatherapy. Conclusion: Patients who were going to undergo tooth extraction had declined anxiety after inhalation of Lavender aromatherapy.Keywords: tooth extraction, anxiety, visual analogue scale, lavender aromatherapyAbstrak: Kecemasan karena ekstraksi gigi dapat menjadi penghambat bagi operator dan menimbulkan banyak masalah. Untuk mengatasi masalah kecemasan diperlukan pertimbangan perawatan yang dapat menanggulangi kecemasan yang dialami pasien salah satu diantaranya dengan menghirup aromaterapi lavender. Minyak esensial lavender dapat memengaruhi aktivitas fungsi kerja otak melalui saraf yang berhubungan dengan indera penciuman dan berkaitan dengan kondisi psikologis seperti emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kecemasan pasien ekstraksi gigi sebelum dan sesudah menghirup aromaterapi lavender. Jenis penelitian deskriptif dengan rancangan penelitian potong lintang dilakukan pada 30 responden yang akan menjalani prosedur ekstraksi gigi dengan menggunakan evalusi fisik berupa tekanan darah, nadi, dan respirasi, serta visual analogue scale (VAS) untuk mengukur kecemasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan darah, nadi, dan respirasi serta VAS pasien yang cemas mengalami penurunan setelah menghirup aromaterapi lavender. Simpulan: Kecemasan pasien ekstraksi gigi mengalami penurunan setelah menghirup aromaterapi lavender.Kata kunci: ekstraksi gigi, kecemasan, visual analogue scale, aromaterapi lavender
Pengaruh tingkat pendidikan masyarakat terhadap upaya pemeliharaan gigi tiruan di Kelurahan Upai Kecamatan Kotamobagu Utara Mokoginta, Randy S.; Wowor, Vonny N.S.; Opod, Hendri
e-GiGi Vol 4, No 2 (2016): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.4.2.2016.14158

Abstract

Abstract: Denture appliances is not just as a replacement for any kind of tooth loss but it is also a necessary to keep the hygiene and maintenance of the denture appliance, therefore, the denture appliances will not cause any bad effects on oral health. Knowledge of how to keep the denture appliance clean could be represented by a positive attitude through cleaning one’s denture appliance. This study was aimed to analyze the effect of education level on the maintenance efforts of denture appliances among denture users in Upai, North Kotamobagu.This was an analytical descriptive study with a cross-sectional design. Samples were obtained by using total sampling method. The instrument of this study was a valid and reliable questionnaire. Data were analyzed with the Chi-Square test. This study was conducted from February to August 2016. The results showed that 41.9% of the samples had moderate level of education; 47.1% had low education; and 11% had high education. In keeping their denture appliances clean, there were 74.2% that had moderate efforts; 13,6% had bad efforts; and 12.2% had good efforts. The Chi-square test showed a p value of 0.001 (p<0.05). Conclusion: Most of the denture users were low-level educated, however, most of them had moderate efforts in keeping their dentures clean.Keywords: education level of society, maintenance efforts of denture appliances. Abstrak: Penggunaan gigi tiruan tidak hanya sebatas penggantian gigi yang hilang tetapi harus memperhatikan pemeliharaan kebersihannya agar tidak berdampak buruk bagi kesehatan rongga mulut. Pengetahuan yang baik dari masyarakat akan membentuk sikap positif dan diwujudkan melalui tindakan pemeliharaan gigi tiruan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat pendidikan masyarakat terhadap upaya pemeliharaan gigi tiruan di Kelurahan Upai Kecamatan Kotamobagu Utara. Jenis penelitian ialah deskriptif analitik dengan desain potong lintang. Populasi penelitian yakni masyarakat pengguna gigi tiruan lepasan (GTL) di Kelurahan Upai Kecamatan Kotamobagu Utara sebanyak 155 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Analisis hasil penelitian digunakan uji statistic Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan 41,9% masyarakat kelurahan Upai memiliki tingkat pendidikan sedang, 47,1% memiliki tingkat pendidikan rendah, dan 11% memiliki tingkat pendidikan tinggi. Terdapat 74,2% memiliki upaya yang cukup dalam pemeliharaan gigi tiruan, 13,6% buruk, dan 12,2% baik. Hasil uji Chi Square mendapatkan p=0,001 (p<0,05). Simpulan:: Tingkat pendidikan masyarakat pengguna gigi tiruan umumnya tergolong rendah tetapi memiliki upaya yang cukup dalam pemeliharaan gigi tiruan. Juga terdapat pengaruh bermakna dari tingkat pendidikan masyarakat terhadap upaya pemeliharaan gigi tiruan. Kata kunci: tingkat pendidikan masyarakat, upaya pemeliharaan gigi tiruan.
GAMBARAN KECEMASAN PASIEN MENGGUNAKAN TERAPI MUSIK KLASIK PADA PROSEDUR EKSTRAKSI GIGI DI RSGM PSPDG-FK UNSRAT Mantiri, Meliana A.; Opod, Hendri; Parengkuan, Wulan G.
e-GiGi Vol 3, No 2 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.2.2015.10483

Abstract

Abstract: Tooth extraction is a complicated procedure, especially if there are additional treatment considerations due to the high risk patients. Anxiety can make the patient cannot cooperate thus inhibit the performance of dentists during dental extraction procedures. Anxiety can be reduced by using distraction techniques such as classical music. This study aimed to obtain an overview of the patient's anxiety using classical music therapy during a tooth extraction procedure in RSGM PSPDG-FK Unsrat. This was a descriptive study with a cross sectional design using the total sampling method. Samples were 40 adults aged 17-65 years consisting of 21 people who had undergone dental extraction and 19 people who had not undergone dental extraction. Physical examination and Visual Analogue Scale (VAS) were performed before and after the classical music therapy. Based on physical examination decreased anxiety was found in 36.83% of the group who had never undergone a tooth extraction and 11.11% of the group who had undergone a tooth extraction. Based on VAS, of the group who had never undergone a tooth extraction 26.32% patients looked slight anxious, 5.26% looked unpleasant; no patients belonged to the sad category. Of the group who had undergone tooth extraction 9.52% of patients looked slight anxious. Conclusion: Anxiety of patients who were undergoing dental extraction decreased after classical music therapy performed.Keywords: tooth extraction, anxiety, visual analogue scale, classical music therapyAbstrak: Prosedur ekstraksi gigi merupakan prosedur yang rumit, terlebih lagi bila ada pertimbangan perawatan tambahan karena adanya pasien dengan resiko tinggi. Kecemasan dapat membuat pasien tidak bisa bekerjasama sehingga menghambat kinerja dokter gigi dalam melakukan prosedur ekstraksi gigi. Kecemasan dapat dikurangi melalui teknik distraksi yang efektif seperti musik klasik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran kecemasan pasien menggunakan terapi musik klasik pada prosedur ekstraksi gigi di RSGM PSPDG-FK Unsrat. Jenis penelitian deskriptif dengan rancangan potong lintang menggunakan metode pengambilan sampel total. Jumlah sampel 40 orang dewasa berusia 17-65 tahun terdiri dari 21 orang pernah dan 19 orang belum pernah menjalani prosedur ekstraksi gigi sebelumnya. Data diambil berdasarkan pemeriksaan fisik dan Visual Analogue Scale (VAS) sebelum dan sesudah mendapat terapi musik klasik. Berdasarkan pemeriksaan fisik pada kelompok yang belum pernah menjalani prosedur ekstraksi gigi terjadi penurunan kecemasan sejumlah 36,83% pasien dan yang sudah pernah menjalani prosedur ekstraksi gigi sejumlah 11,11% pasien. Berdasarkan VAS pada pasien yang belum pernah menjalani prosedur ekstraksi gigi sejumlah 26,32% pasien kategori sedikit cemas, 5,26% pasien kategori tidak menyenangkan, dan tidak ada pasien pada kategori menyedihkan. Pada yang pernah menjalani prosedur ekstraksi gigi sejumlah 9,52% pasien kategori sedikit cemas. Simpulan: Kecemasan pasien yang akan menjalani ekstraksi gigi mengalami penurunan setelah mendapat terapi musik klasik.Kata kunci: ekstraksi gigi, kecemasan, visual analogue scale, terapi musik klasik