Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

UPAYA KONSERVASI JALAK BALI (Leucopsar rothschildi) MELALUI KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT BALI kadek yuniari suryatini; Ni Made Milati
SEMBIO: Prosiding Seminar Nasional Biologi dan Pendidikan Biologi Vol. 3 (2024): SEMBIO : Prosiding Seminar Nasional Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/sembio.v3.4527

Abstract

Bali starling (Leucopsar rothschildi) is one of the endemic species of Bali and the typical Indonesian animal whose natural distribution is only found in the Bali Barat National Park. The number of Bali starlings in nature is few and are classified as rare or endangered animals. This is the effect of the large number of illegal hunts in natural habitats because of high market demand and loss of forest habitat which causes the population of Bali starlings to decline rapidly. The method used in this research is library research with a qualitative descriptive approach. Based on the research results, it is known that conservation efforts for the Bali starling as a protected animal through the local wisdom of the Balinese people which is based on the Tri Hita Karana philosophy have had a positive influence on the number of Bali starlings. The explanation of Tri Hita Karana is in the form of awig-awig or customary law. Community support for local wisdom is important in its implementation in a conservation-carrying capacity.
POTENSI MICROLEARNING SEBAGAI STRATEGI PEMBELAJARAN BIOLOGI DI ERA DIGITAL Kadek Yuniari Suryatini; Kadek Citra Wydia Putri; Maria Gresiana
SEMBIO: Prosiding Seminar Nasional Biologi dan Pendidikan Biologi Vol. 5 (2026): SEMBIO: Prosiding Seminar Nasional Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/sembio.v5.6600

Abstract

The transformation of education in the digital era has brought about fundamental changes in learning. One approach that has developed in the digital era is microlearning. This article aims to examine the potential of microlearning as a strategy in biology learning in the digital era. This study uses a qualitative approach with descriptive methods. Research data were obtained through library research, involving the review of journal articles, books, and relevant research reports. Based on the results of the study, it shows that: (a) microlearning has great potential as a biology learning strategy in the digital era because it can provide learning that is more flexible, effective, and in accordance with the characteristics of today's students; (b) microlearning as a biology learning strategy supports the development of 21st-century skills such as digital literacy, critical thinking skills, and independent learning; and (c) The implementation of microlearning still faces several challenges, such as limited technological infrastructure, educators' readiness in designing digital content, and the potential for reduced material depth if content preparation is not carried out systematically.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Briket dari Sampah Upakara di Desa Adat Kedongan Kecamatan Kuta Selatan Kabupaten Badung-Bali I Wayan Suanda; I Ketut Widnyana; Kadek Intan Rusmayanthi; Agustinus Dei; Kadek Yuniari Suryatini
CEMARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol 4 No 1 (2026): CEMARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Indragiri (UNISI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61672/cemara.v4i1.3541

Abstract

Keindahan alam Bali dengan kehidupan sosial religius disertai tatanan kehidupan sosial umat Hindu yang mayoritas dianut masyarakat Bali menjadi tujuan wisata. Kunjungan wisatawan ke Bali yang terus meningkat memberikan kesempatan untuk tumbuhnya lapangan kerja. Kesempatan berusaha yang tinggi melahirkan ide, daya cipta, dan kreasi untuk beraktivitas bagi memasyarakat. Peningkatan taraf hidup masyarakat Bali dapat menghidupkan kesenian, adat, sosial budaya dan menjalankan kegiatan spiritual keagamaan dengan mengadakan upakara/upacara. Aktivitas kehidupan yang terus meningkat disertai munculnya kesenian yang mendukung kepariwisataan dapat menghasilkan suatu bahan sisa berupa limbah atau sampah. Sampah organik yang dihasilkan dari aktivitas upakara/upacara dan aktivitas kepariwisataan volumenya terus bertambah dan menumpuk di tempat pengelolaan sampah sementara (TPS) maupun di TPS3R yang dikhawatirkan dapat memberi kesan negatif terhadap pariwisata Bali, mengganggu kesehatan dan lingkungan. Untuk mengurangi tumpukan sampah dan terjaganya lingkungan bersih diperlukan tata kelola sampah berbasis sumber melalui pemberdayaan masyarakat dengan alih teknologi agar menjadi bernilai ekonomi untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Tim dosen pengabdian dari beberapa perguruan tinggi memberikan solusi alternatif, yaitu: “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Briket Sampah Upakara”, dengan alih teknologi berupa pembuatan tungku pembakaran sampah organik menjadi Briket atau Bio-arang untuk menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Kegiatan pengabdian ini diikuti dengan antusias tinggi ditandai kehadiran peserta dengan diskusi dan meningkatnya pengetahuan serta keterampilan masyarakat tentang pengelolaan sampah menjadi briket.