Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Penyuluhan dan Pemeriksaan Kesehatan Gigi untuk Meningkatkan Kesadaran Kesehatan Mulut pada Anak Sekolah Dasar Rezqiqah Aulia Rahmat; Nurhaedah Nurhaedah; Eko Prastyo
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Desember)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i1.938

Abstract

Children's dental health is a crucial foundation for their future growth, development, and quality of life. The high caries rate among elementary school children in Indonesia indicates a low level of awareness about maintaining dental hygiene from an early age. This Community Service (PKM) activity aims to improve students' understanding of dental and oral health through education, toothbrushing demonstrations, educational games, and direct dental health examinations. The activity was conducted with 20 students in grades I–VI at an elementary school. Results showed a 20% increase in student knowledge and the identification of various dental problems such as caries, plaque, and mild gingivitis. This program has had a positive impact on increasing oral health awareness in children and serves as a foundation for ongoing development.
Edukasi Pencegahan Penyakit Paru-Paru Melalui Pengendalian Polusi Udara Dan Rokok Abdul Rivai Saleh Dunggio; Yermi Yermi; Muh. Rudini; Nurhaedah Nurhaedah
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i2.1023

Abstract

Lung disease is a public health problem with a steadily increasing prevalence, primarily due to exposure to air pollution and smoking. Air pollution, both from outdoor and indoor environments, as well as active and passive cigarette smoke, are major risk factors for respiratory disorders. Low public knowledge and awareness of the dangers of air pollution and cigarettes contribute to the increasing number of lung diseases. This Community Service activity aims to improve public knowledge, attitudes, and awareness in efforts to prevent lung disease through education on air pollution control and smoking cessation. Implementation methods included health education, interactive discussions, demonstrations of clean and healthy living behaviors, and evaluation through pre- and post-tests. The results of the activity indicate an increase in public knowledge and awareness regarding the dangers of air pollution and cigarettes, as well as the importance of preventing lung disease. This education is expected to encourage behavioral changes in the community towards a healthier, smoke-free environment.
Skrining Dini Penyakit Paru-Paru Dengan Pemeriksaan Spirometri Pada Masyarakat Tri Wahyuni; Taslim Taslim; Rezqiqah Aulia Rahmat; Rahmat Pannyiwi; Nurhaedah Nurhaedah
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i2.1024

Abstract

Lung disease is a leading cause of morbidity and mortality in the community, particularly chronic obstructive pulmonary disease (COPD), asthma, and lung disorders caused by exposure to air pollution and smoking. Most lung diseases develop slowly and often go undetected in the early stages because symptoms are still mild. Early screening through spirometry is a simple, non-invasive, and effective method for detecting impaired lung function early. This Community Service activity aims to conduct early screening for lung disease through spirometry and raise public awareness of the importance of lung health. Implementation methods include lung health education, spirometry examinations, interpretation of results, and health counseling. The activity results showed the detection of impaired lung function in some participants and increased public knowledge and awareness about early detection of lung disease. Spirometry screening is expected to be a preventive measure in reducing the burden of lung disease in the community.
Konseling Obat Bagi Pasien Dengan Penyakit Kronis Untuk Meningkatkan Kepatuhan Terapi Guntur Roryngosan Fara; Arlina Muhtari; Nurhaedah Nurhaedah; Rezqiqah Aulia Rahmat; Rahmat Pannyiwi
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i2.1028

Abstract

Chronic diseases require continuous, long-term treatment to control symptoms, prevent complications, and improve quality of life. However, adherence to therapy in patients with chronic diseases remains low due to a lack of understanding of medications, their side effects, and the importance of regular medication use. Medication counseling is an effective strategy for improving patient adherence to therapy. This Community Service program aims to improve knowledge and adherence in patients with chronic diseases through structured medication counseling. Implementation methods include individual education and counseling, interactive discussions, and evaluation through pre- and post-tests. Results indicate increased patient knowledge regarding medication use and improved adherence to therapy after counseling. This program is expected to serve as a promotive and preventive effort in the management of chronic diseases in the community.
Efektivitas Promosi Kesehatan Dalam Mendukung Pengobatan Karies Gigi Pada Pasien Dewasa Harlina Harlina; Nurhaedah Nurhaedah
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1444

Abstract

Latar Belakang: Karies gigi merupakan salah satu penyakit kronis yang paling banyak dialami masyarakat dan menjadi masalah kesehatan gigi serta mulut di berbagai negara. Pada pasien dewasa, karies yang tidak ditangani secara tepat dapat menyebabkan nyeri, gangguan fungsi pengunyahan, infeksi, penurunan kualitas hidup, hingga kehilangan gigi. Keberhasilan pengobatan karies tidak hanya ditentukan oleh tindakan klinis, tetapi juga oleh perilaku pasien dalam menjaga kebersihan rongga mulut, mematuhi jadwal kontrol, dan menerapkan pola hidup sehat. Promosi kesehatan berperan penting dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku pasien sehingga mendukung keberhasilan terapi karies. Tujuan: Menganalisis efektivitas promosi kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan, perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut, serta kepatuhan menjalani pengobatan karies gigi pada pasien dewasa. Metode: Penelitian menggunakan desain quasi-experimental pretest–posttest with control group. Sebanyak 80 pasien dewasa yang menjalani perawatan karies dibagi menjadi kelompok intervensi (n=40) dan kelompok kontrol (n=40). Kelompok intervensi menerima promosi kesehatan melalui edukasi tatap muka, media leaflet, video edukasi, dan penguatan melalui media digital selama empat minggu, sedangkan kelompok kontrol memperoleh pelayanan rutin. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan, observasi perilaku kebersihan gigi dan mulut, serta lembar kepatuhan kontrol. Analisis menggunakan paired t-test, independent t-test, uji Chi-square, dan ANCOVA dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil: Kelompok intervensi mengalami peningkatan skor pengetahuan yang signifikan dibandingkan kelompok kontrol (p<0,001). Perilaku menjaga kebersihan gigi dan mulut meningkat secara bermakna setelah intervensi (p<0,001). Tingkat kepatuhan terhadap jadwal kontrol pengobatan pada kelompok intervensi mencapai 90,0%, lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (67,5%; p=0,012). Kesimpulan: Promosi kesehatan terbukti efektif meningkatkan pengetahuan, perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut, serta kepatuhan pengobatan karies gigi pada pasien dewasa. Integrasi program promosi kesehatan ke dalam pelayanan kedokteran gigi dapat mendukung keberhasilan terapi dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Hubungan Pengetahuan Kebencanaan Dengan Kemampuan Pengambilan Keputusan Saat Situasi Darurat Pada Masyarakat Marlin Eppang; Nurhaedah Nurhaedah
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1465

Abstract

Latar Belakang: Indonesia merupakan negara yang memiliki tingkat kerawanan bencana yang tinggi akibat kondisi geografis, geologis, hidrologis, dan klimatologis. Tingginya kejadian bencana menuntut masyarakat memiliki pengetahuan kebencanaan yang memadai agar mampu mengambil keputusan secara cepat dan tepat ketika terjadi situasi darurat. Kemampuan pengambilan keputusan menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko korban jiwa maupun kerugian material. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara pengetahuan kebencanaan dengan kemampuan pengambilan keputusan saat situasi darurat pada masyarakat di daerah rawan bencana. Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana. Sampel sebanyak 200 responden dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan kebencanaan dan skenario pengambilan keputusan saat kondisi darurat yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil: Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kebencanaan kategori baik (62,5%) dan kemampuan pengambilan keputusan kategori baik (59,0%). Hasil uji Spearman menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara pengetahuan kebencanaan dengan kemampuan pengambilan keputusan (r=0,621; p<0,001). Kesimpulan: Pengetahuan kebencanaan berhubungan secara signifikan dengan kemampuan masyarakat dalam mengambil keputusan saat situasi darurat. Semakin tinggi pengetahuan kebencanaan yang dimiliki masyarakat, semakin baik kemampuan mereka dalam menentukan tindakan yang tepat ketika menghadapi bencana.