Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Produksi Tunas Juvenil Jati (Tectona grandis L.f) Pada Klon yang Berbeda Setelah Pangkas Pertama di Kebun Pangkas Pudjiono, Sugeng; Adinugraha, Hamdan Adma
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2019: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.518 KB)

Abstract

Jati merupakan salah satu tanaman hutan penghasil kayu yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Produktivitas hutan rakyat jati masih rendah. Perbanyakan tanaman jati dapat dilakukan secara generatif dan vegetatif. Perbanyakan vegetatif merupakan salah satu cara untuk mendapatkan tanaman unggul yang sama dengan induknya atau clonning. Langkah-langkah pemilihan materi genetik unggul yang diperbanyak secara vegetative merupakan salah satu tahapan yang perlu diketahui untuk mendapatkan bibit yang mempunyai produktivitas tinggi. Materi genetik unggul diperoleh melalui uji klon yang kemudian klon terpilih diperbanyak. Untuk memperbanyak klon unggul diperlukan informasi produksi tunas yang dihasilkan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui produksi tunas juvenil yang dihasilkan dari klon jati yang berbeda yang terdapat di kebun pangkas jati. Metode penelitian yaitu Kebun Pangkas umur 4 bulan dipangkas setinggi 50 cm diatas permukaan tanah. Empat minggu setelah pangkas tunas yang tumbuh diamati. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap berblok, 12 klon jati dengan 3 ulangan masing-masing ulangan 10 unit tanaman. Jarak tanam antar tanaman 1 m x 1 m. Pemangkasan dilakukan pada bulan April. Karakter yang diukur adalah tinggi tunas, diameter tunas dan jumlah tunas. Dianalisis varian jika terdapat beda nyata dilakukan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klon berpengaruh sangat nyata terhadap parameter yang diamati yaitu tinggi tunas, diameter tunas dan jumlah tunas. Tinggi tunas 12,6 cm-34,4 cm dengan rerata 24,7 cm. Diameter tunas antara 6,74 mm-8,95 mm dengan rerata 7,60 mm. Jumlah tunas antara 2,98 - 4,24 dengan rerata 3,57 tunas.
Pengaruh Klon Jati (Tectona grandis L.f) terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tunas setelah Pangkas Kedua di Kebun Pangkas Pudjiono, Sugeng
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu cara mendapatkan bibit unggul Jati (Tectona grandis L.f) yaitu pembiakan vegetatif stek pucuk yang berasal dari kebun pangkas. Kebun pangkas merupakan sumber bibit yang menghasilkan materi genetik tunas pucuk untuk bahan stek yang mempunyai kualitas terbaik. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh klon terhadap tinggi tunas, diameter tunas, jumlah node dan jumlah tunas. setelah pangkas kedua di kebun pangkas Jati. Kebun Pangkas ditanam di Purwobinangun Pakem Sleman Yogyakarta, dengan 10 klon yang terdiri masing-masing 100 ramet tanaman, jarak tanam 1m x 1m. dalam bentuk larikan 4 x 25 tanaman. Sepuluh klon tersebut adalah klon dari hasil uji klon di Watusipat Gunung Kidul Yogyakarta dan Wonogiri Jawa Tengah. Setelah umur tanam kebun pangkas jati 4 bulan dilakukan pangkas pertama setinggi 50cm diatas permukaan tanah. Kemudian satu bulan setelah pangkas pertama dilakukan pangkas kedua dan diamati. Metoda pengamatan dari 10 klon diamati masing masing klon 3 ulangan, masing masing ulangan 10 unit tanaman. Pengukuran variabel tanaman dilakukan pada umur 4 minggu setelah pemangkasan kedua yaitu tinggi tunas, diameter tunas, jumlah node dan jumlah tunas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klon berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tunas, diameter tunas, jumlah node dan jumlah tunas. Rerata tinggi tunas 17,04±8,23cm. Klon 9 mempunyai tinggi tunas terbaik yaitu 23,12cm. Rerata diameter tunas 7,46±2,10 mm. Klon 5 mempunyai diemeter tunas terbaik yaitu 9,02mm. Rerata jumlah node 2,74±0,48. Klon 8 mempunyai jumlah node terbanyak yaitu 3,06. Rerata jumlah tunas 10,68±5,80. Klon 2 mempunyai jumlah tunas terbanyak yaitu 14,73.