Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Analisis Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Menggunakan Metode Job Safety Analysis (JSA) pada PT. Adhi Persada Beton Batching Plant Kebonarum Frysilia Tri Oktiasari; Ayudyah Eka Apsari
Journal of Student Research Vol. 3 No. 3 (2025): Journal of Student Research
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jsr.v3i1.3643

Abstract

This study aims to analyze the implementation of occupational safety and health (OHS) and identify potential hazards and risks of work accidents in the production section of PT. Adhi Persada Beton Batching Plant Kebonarum using the Job Safety Analysis (JSA) method. The study was conducted with a descriptive analytical approach through direct observation. The results of the study showed that the highest risk of accidents occurred in the mobilization of the loader to the hopper, while moderate risks were found in the process of washing the mixer truck, loading concrete, transporting concrete to the casting location, and unloading concrete. The risk controls implemented, such as providing personal protective equipment (PPE), installing safety signs, and routine training, succeeded in reducing the risk level significantly.
EQ Spacing Quality Control Using Statistical Quality Control and Fault Tree Analysis at PT Sinar Semesta Ahmad Zada Hilmi Syifa’; Ayudyah Eka Apsari
International Journal of Industrial Innovation and Mechanical Engineering Vol. 2 No. 3 (2025): August: International Journal of Industrial Innovation and Mechanical Engineeri
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/ijiime.v2i1.166

Abstract

PT Sinar Semesta is a company engaged in the metal casting industry. In its production process, defects were still found during the period from March 2023 to February 2024. Out of a total production of 4,950 units, there were 1,004 defective units, consisting of 534 units with flow error defects and 470 units with porosity defects. To address this issue, quality control methods such as Statistical Quality Control (SQC) and Fault Tree Analysis (FTA) are necessary to minimize product defects, improve quality, and maintain high standards. Based on the Pareto diagram, the most dominant defect percentages are flow error defects at 53.19% and porosity defects at 46.81%. The control chart shows points beyond the upper control limit (UCL) occurring in April with 148 units, May with 145 units, and October with 149 units, and below the lower control limit (LCL) occurring in August with 35 units, January with 36 units, and February with 32 units. Based on the fault tree analysis, five main factors causing defects were identified: human, machine, raw material, method, and environment. Proposed improvements include operator training, routine machine maintenance, accurate raw material measurement, use of high-quality raw materials, pre-pouring temperature checks, increased supervision, and environmental improvements.
ANALISIS RISIKO KECELAKAAN KERJA PADA BAGIAN STASIUN PENGGILINGAN DI PT SINERGI GULA NUSANTARA DENGAN METODE JSA DAN HIRARC Aprita, Trike Aprita Fresa Kurnia; Ayudyah Eka Apsari
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer Vol. 3 No. 2 (2023): Juli: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/juritek.v3i2.1692

Abstract

PT Sinergi Gula Nusantara (PG Pagotan Madiun) merupakan perusahaan yang bergerak dibidang produksi gula, yang berlokasi dijalan raya Ponorogo, Pagotan, Geger, Kota Madiun. Masalah yang ada pada PG Pagotan Madiun pada saat produksi penggilingan masih mengabaikan keselamatan dan Kesehatan kerja yang dimana hal tersebut memungkinkan terjadinya potensi bahaya kecelakaan kerja pada saat proses penggilingan. Metode Hazard Identification Risk Assesment and Risk Control (HIRARC) merupakan metode yang digunakan dari menentukan jenis kegiatan kerja yang kemudain diidentifikasi sumber bahayanya sehingga di dapatkan risikonya. kemudian akan dilakukan penilaian resiko dan pengendalian risiko untuk mengurangi paparan bahaya yang terdapat pada setiap jenis pekerjaan. Sedangkan Job Safety Analisys merupakan metode yang bertujuan untuk melakukan analisis terhadap potensi bahaya yang ada dan untuk melakukan Langkah pencegahan terhadap risiko kecelakaan yang ada. Setelah dilakukan perhitungan risiko kecelakaan kerja dengan metode Hazard Identification Risk Assesment and Risk Control didapatkan nilai risiko kecelakaan kerja dengan kategori High Risk sebesar 0,52 %, Moderate Risk sebesar 0,47 %, dan Low Risk sebesar 0 %. Kata kunci: K3, JSA dan HIRARC
PENGENDALIAN RISIKO BAHAYA KECELAKAAN DENGAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) DAN HAZARD IDENTIFICATION RISK ASSESSMENT (HIRA) Vinsensius Hendro; Ayudyah Eka Apsari
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer Vol. 3 No. 2 (2023): Juli: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/juritek.v3i2.1872

Abstract

Pada kegiatan kerja UKM Mebel seperti pemotonga kayu, pembentukaan kayu menjadi balok, dsb. Masih banyak ditemukan risiko dan bahaya kerja yang sewaktu – waktu bisa menimpa para pekerja. Sehingga dapat menimbulkan kerugian material, fisik, finansial, serta produksi. Untuk mengurangi dan mencegah terjadinya kecelakaan kerja yang dapat menimbulkan cidera atau kerugian material, dsb. Berdasarkan hasil identifikasi serta penilaian risiko menggunakan metode FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) dengan pengolahan kuisioner terhadap 5 orang pekerja, didapatkan nilai Risk Priority Number (RPN) pada jenis risiko terjepit kayu sebesar 103.2, tertusuk serpihan kayu 91.728, gangguan atau iritasi pada mata 82.992, gangguan pernafasan sebesar 76.608, kejatuhan alat 71.672, terkena mata gergaji mesin. Hasil identifikasi risiko dan bahaya menggunakan metode HIRA (Hazard Identification Risk Assessment) ditemukan 23 potensi bahaya yang terdapat paa 4 aspek kerja yang dapat merugikan karyawan serta pemilik. Dan dari keempat aspek kerja dengan 23 potensi bahaya kerja masih terdapat hasil risk rating kategori parah dan sangat parah dengan rentang nilai risk rating sebesar 15-25, serta masih banyak terdapat potensi bahaya dengan skala kategori sedang dengan rentang nilai 6-12. Usulan perbaikan kedepan untuk lebih meningkatkan faktor keselamatan dan kesehatan kerja pada lingkungan kerja dengan melakukan kontrol dan pengawasan secara rutin, serta penggunaan APD sesuai standar yang telah ditentukan serta melakukan pelatihan, inspeksi peralatan dan lingkungan kerja dan pemasangan rambu keselamatan.
Development of a Soybean Crushing Machine Based on the VDI 2221 Method at UKM Tempe Tiga Putra Hilmi Syifa, Ahmad Zada; Ayudyah Eka Apsari
JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING MANUFACTURES MATERIALS AND ENERGY Vol. 9 No. 1 (2025): June 2025 Edition
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jmemme.v9i1.13864

Abstract

UKM Tempe Tiga Putra, located in Jepara, faces challenges in the manual soybean crushing process. This process takes approximately 2 hours and 30 minutes per day to handle a daily capacity of 65 kg and imposes significant physical strain on workers, especially on the wrists. This study aims to design a more efficient and ergonomic soybean crusher using the VDI 2221 method. The resulting machine features specifications such as a ¼ hp AC motor, a hollow galvanized frame, an A-type V-belt, and dimensions tailored to the operator's anthropometry. The machine reduces processing time to 24 minutes per day, improving efficiency by 83.97%. The VDI 2221 method facilitated a design that meets the technical and economic requirements of the UKM while enhancing operator comfort. This innovation not only boosts production efficiency but also minimizes the risk of injury from manual labor. Consequently, the tool significantly enhances productivity and fosters a better working environment at UKM Tempe Tiga Putra.
Pengendalian Kualitas Produk Tempe menggunakan Metode Six Sigma di UMKM Tempe Ibu Ida Alisa Muljoko Muljoko; Ayudyah Eka Apsari
Jurnal Rekayasa Proses dan Industri Terapan Vol. 3 No. 2 (2025): Mei: Jurnal Rekayasa Proses dan Industri Terapan ( REPIT )
Publisher : Politeknik Kampar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59061/repit.v3i2.1121

Abstract

UMKM owned by Mrs. Ida Alisa use 150 kg of soybeans which produce around 400 pcs of tempeh per day. MSMEs owned by Mrs. Ida Alisa have 5 employees in the traditional tempeh production process with the tempeh production process covering several stages, namely soaking, peeling, boiling, adding yeast, packaging, and fermentation. Six Sigma is a structured and systematic problem-solving method using the DMAIC (define, measure, action, improve, control) standard as the process flow. The main focus of Six Sigma is on quality improvement to meet customer satisfaction. The number of defects in tempeh products is Gross with a total of 299 with a defect percentage of 39.2%, packaging with a number of 228 with a defective percentage of 29.9%, and Texture with a number of 236 with a defect percentage of 30.9%. From this percentage, the highest percentage value can be obtained, namely on dirty tempeh defects. From the results of data processing, suggestions for improvement were obtained, among others, training and socialization to operators in order to maximize the production process, giving directions to operators and maintenance to check before starting production so that the readiness of the machine to be used can be tested. In addition, a Standard operating procedure (SOP) was made regarding sorting and soaking processes for the production process.
ANALISIS SPC PADA PRODUKSI GENTENG DI UD. GENTENG MANTILI SDH KABUPATEN PRINGSEWU Yosijanuardi, Yosi; Ayudyah Eka Apsari
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 3 No. 10: Juni 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Problems in the production process at UD. Mantili Tile Sdh Pringsewu Districtcaused losses to the company and customers. From January to December 2023, theproduct defect rate reaches 13%, while the allowable production defect tolerancelimit is 7%. This high level of defects contributes to an increase in production costs.Therefore, this research is expected to reduce the level of production defects. Manyfactors cause defects, such as raw material quality, human error, and poorequipment condition, affecting productivity and product quality. By using theStatistical Process Control (SPC) method, it is expected to reduce the defect rate,identify the type of damage, and categorize the factors causing product defects. Dataprocessing using pareto charts shows that fracture defects are the most dominantwith a percentage of 53.1%, followed by crack defects at 46.9%. Analysis withfishbone diagrams reveals that the causative factors of disability consist of threemain elements: human, material, and method
ANALISIS RESIKO KERJA PT ANEKA ADHILOGAM KARYA DENGAN METODE JSA DAN HIRARC Wahid Nur Akbar Putra Harahap; Ayudyah Eka Apsari
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 3 No. 11: Juli 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Aneka Adhilogam Karya merupakan perusahaan industri logam di Jl. Kop. Batur Jaya, Batur, Tegalrejo, Kec. Ceper, Kab. Klaten, Jawa Tengah 57465, yang memproduksi sambungan pipa air minum dengan spesifikasi besi tuang kelabu dan besi cor bergrafit bulat. Penerapan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) menjadi tanggung jawab seluruh elemen pada perusahaan tersebut dan harus diterapkan dengan benar sesuai dengan standar K3 itu sendiri. Lingkungan kerja yang tidak memenuhi Standard Operating Procedure (SOP), contohnya alat pelindung diri (APD) karena dapat meminimalisir kecelakaan kerja yang terjadi. Permasalahan yang ada pada PT Aneka Adhilogam Karya masih kurang penerapan keselamatan dan kesehatan kerja pada setiap proses area lantai produksi dengan tujuan penelitian mengidentifikasi potensi bahaya, mengetahui penilaian level risiko, dan rekomendasi pengendalian. Dari 6 area lantai produksi setelah dilakukan perhitungan metode JSA dan HIRARC terdapat 29 potensi bahaya dari 3 kategori risiko dan penilaian risiko kecelakaan kerja dengan kategori risiko tinggi berjumlah 2 dengan nilai presentase 6,89 %, kategori risiko sedang berjumlah 7 dengan nilai presentase 24,13 % dan kategori risiko rendah berjumlah 20 dengan nilai presentase 68,96 %.
Analisis K3 Pada Aktivitas Pemotongan Ayam Dengan Menggunakan Metode JSA dan HIRARC Nofal Azhar Pratama; Ayudyah Eka Apsari
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v3i2.327

Abstract

Pekerjaan pemotongan hewan merupakan sebuah pekerjaan yang memiliki pontensi bahaya dan dapat menimbulkan terjadinya kecelakaan kerja. Kecelakaan kerja tersebut dapat menimbulkan bahaya bagi pekerja, perusaahaan, dan bahkan masyarakat sekitar. Pemotongan Ayam UD. XYZ ini perharinya dapat menerima pesanan sekitar 100 hingga 250 ekor ayam dan pada saat proses produksi tentunya diperoleh sejumlah risiko kecelakaan bagi pekerja yang terlibat. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil analisis data kecelakaan kerja dengan metode JSA dan HIRARC serta untuk mengetahui rekomendasi pengendalian bahaya untuk mengurangi tingkat kecelakaan kerja yang terjadi. Dalam penelitian ini yang menjadi subjek penelitian adalah bahaya yang terdapat di lokasi kerja dan bahaya yang terjadi pada saat proses produksi berlangsung. Sedangkan yang menjadi objek penelitian adalah seluruh kegiatan proses produksi, kondisi lingkungan didalam pabrik dan kinerja pekerja. Hasil dari penelitian ini adalah diketahui persentase tingkatan resiko berdasarkan skala tingkat kemungkinan kejadian (likelihood) dan keparahan yang dapat ditimbulkan (concequences). Nilai presentase untuk masing masing tingkat risikonya adalah Low Risk sebesar 27,78%, Medium Risk sebesar 50%, High Risk sebesar 16,67% dan Extreme Risk sebesar 5,55%. Rekomendasi pengendalian yang dapat diterapkan berdasarkan segitiga hirarki pengendalian adalah menghilangkan (elimination), rekayasa teknik (engineering control), administrasi (administrative control), dan pemberian APD (PPE)
Analisis Material Requirement Planning (MRP) untuk Perencanaan dan Pengendalian Persediaan Bahan Baku Produksi Saus Martinus Wisnu Saputra; Ayudyah Eka Apsari
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v3i3.363

Abstract

PT XYZ merupakan perusahaan di wilayah Yogyakarta yang memproduksi saos sebagai produk utamanya. Saat ini sistem perencanaan kebutuhan bahan baku perusahaan belum optimal karena tidak memperhitungkan kebutuhan masa depan, sehingga perlu melakukan perencanaan tingkat produksi dan pengelolaan bahan baku baik dalam hal pembelian maupun pemakaian yang didahului dengan perhitungan peramalan permintaan konsumen. Titik fokus atau yang menjadi objek penelitian adalah tingkat pemakaian dan kebutuhan bahan baku saos. Pengumpulan data dilaksanakan dengan observasi dan wawancara serta pengolahan data dilakukan dengan metode Material Requirement Planning (MRP) dengan membandingkan teknik lot sizing seperti Lot for Lot (LFL) dan Economic Order Quantity (EOQ). Teknik lot sizing yang menghasilkan biaya lebih rendah adalah teknik LFL, sehingga keputusan yang diambil adalah perencanaan kebutuhan bahan baku di PT XYZ dengan metode MRP akan menggunakan teknik LFL. Perhitungan MRP dengan teknik LFL dapat diimplemetasikan karena lead time bahan baku tidak lama serta pemasok bahan baku tidak mensyaratkan ukuran lot tertentu. Perencanaan kebutuhan bahan baku dengan metode MRP lebih optimal dibandingkan metode konvensional. Penggunaan metode MRP dapat menghemat biaya persediaan hingga sebesar Rp 1.983.657,33 atau hampir 2 kali lipat dari metode konvensional.