Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Agroteknika

Kajian Serapan Logam Berat Timbal (Pb) pada Pertumbuhan Bawang Merah (Allium ascalonicum) Hepa Lestari; Eries Dyah Mustikarini; Nyayu Siti Khodijah
Agroteknika Vol 6 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v6i2.214

Abstract

Bawang merah sebagai komoditas sayuran dengan banyak manfaat sehingga dibutuhkan dalam jumlah besar. Pengembangan bawang merah pada Lahan Pasca Tambang diterapkan oleh beberapa petani hortikultura Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Budidaya Bawang Merah pada Pasca Tambang Timah teridentifikasi tercemar logam berat timbal (Pb) di bawah batas maksimum residu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan bawang merah pada media tanam mengandung logam berat Pb dan tingkat konsentrasi Pb yang dapat mencemari umbi bawang merah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pertumbuhan bawang merah pada media tanam mengandung logam berat Pb dan tingkat konsentrasi Pb yang dapat mencemari umbi bawang merah. Metode yang digunakan metode eksperimen Rancangan Acak Kelompok (RAK) sebanyak 6 perlakuan. Perlakuan dosis pemberian logam timbal (Pb) terdiri dari P0 (0 ppm) sebagai kontrol, P1 (25 ppm), P2 (50ppm), P3 (75 ppm), P4 (100 ppm) dan P5 (150 ppm). Pemberian logam berat timbal (Pb) pada media tanam dengan konsentrasi berbeda menunjukkan pengaruh tidak nyata pada pertumbuhan bawang merah. Serapan Pb sangat dipengaruhi oleh konsentrasi jumlah logam berat yang diberikan. Serapan logam berat Pb tertinggi sebesar 0,27 ppm yaitu pada perlakuan P5 dengan konsentrasi 150 ppm. Logam berat Pb dengan konsentrasi 25-150 ppm dapat mencemari umbi bawang merah jika terdapat pada media tanam. Hasil uji diketahui bahwa umbi bawang merah yang tercemar tidak melebihi batas maksimum cemaran sebesar 0,5 ppm sesuai dengan standar batas maksimum cemaran SNI 7387 Tahun.
Keragaan Nanas Badau Belitong Pada Lahan Suboptimal di Desa Badau Kabupaten Belitung Hepa Lestari; Eries Dyah Mustikarini; Tri Lestari
Agroteknika Vol 7 No 3 (2024): September 2024
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v7i3.265

Abstract

Keragaan tanaman dapat dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan tumbuh yang berbeda. Lahan yang berbeda akan memberikan pengaruh pertumbuhan suatu jenis tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaan tanaman nanas Badau Belitong pada lahan suboptimal yang ada di Desa Badau, Kabupaten Belitung. Penelitian ini dilaksanakan selama 12 bulan yaitu Desember 2022 sampai dengan Desember 2023 menggunakan metode survei dengan pengambilan contoh secara Purposive Random Sampling. Pengambilan contoh dilakukan pada populasi nanas Badau Belitong dengan tipe kebun untuk komersial dan siap panen pada beberapa lahan suboptimal yaitu Lahan Ultisol 1 (kontrol), pasca tambang timah, Ultisol 2 dan Ultisol 3 di Desa Badau, Kabupaten Belitung. Contoh yang diambil dari tiap kebun sebanyak 30 tanaman sehingga jumlah sampel yang digunakan sebanyak 120 tanaman. Analisa data menggunakan uji variabilitas. Hasil uji variabilitas menunjukkan nanas Badau Belitong memiliki nilai variabilitas fenotipe dengan kriteria sempit sebanyak 12 pada karakter tanaman dan kriteria luas pada 4 karakter. Variabilitas dengan kriteria sempit ditunjukkan oleh nilai ragam fenotipe suatu tanaman lebih kecil dari nilai dua kali standar deviasi ragam fenotipe. Keragaan nanas Badau Belitong yang dihasilkan di lahan suboptimal menunjukkan keragaan yang relatif seragam dengan nilai variabilitas fenotipe berkriteria sempit hampir pada semua karakter kecuali pada karakter tebal daun, tebal kulit, bobot buah dan bobot buah tanpa mahkota.
Uji Daya Hasil Genotipe cabai Rawit di Lahan Pasca Penambangan Timah Bangka Elmiah, Elmiah; Mustikarini, Eries Dyah; Lestari, Tri; Syukur, Muhammad
Agroteknika Vol 8 No 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v8i2.459

Abstract

Cabai rawit merupakan sayuran pedas yang penting bagi masyarakat. Tanaman cabai rawit perlu dikembangkan pada lahan marginal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Uji adaptasi tanaman cabai di lahan pasca tambang timah dilakukan untuk mendapatkan genotipe yang toleran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola adaptasi serta daya hasil genotipe yang paling toleran dari 13 genotipe pada lahan pasca penambangan timah. Tempat pelaksanaan penelitian yaitu Desa Benteng, Kecamatan Pangkalan Baru Bangka Tengah. Metode penelitian yaitu Rancangan Kelompok Lengkap Teracak dengan tiga ulangan dengan bahan penelitian adalah 10 genotipe cabai rawit dan 3 varietas pembanding koleksi IPB. Pengamatan terdiri dari kualitatif dan kuantitatif. Pengamatan kuantitatif menghasilkan data kuantitatif yang akan dianalisis Varians (Anova) kemudian dilanjutkan dengan uji Least Significant Increase (LSI). Hasil penelitian menunjukkan genotipe uji berpengaruh nyata pada karakter tinggi tanaman dan berpengaruh sangat nyata pada karakter lebar tajuk, umur berbunga, umur panen, panjang buah, bobot buah perbuah, jumlah buah pertanaman dan bobot buah pertanaman. Uji LSI pada genotipe cabai rawit menunjukkan hasil tertinggi pada genotipe F63723407-28-6-2 sebesar 87,25 g. ”Genotipe F63723407-28-6-2 lebih unggul terhadap kondisi lahan pasca tambang timah yang di tunjukkan pada beberapa karakter penting pertumbuhan dan hasil genotipe tanaman tersebut.