Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA SISWA KELAS 3 MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS CERITA RAKYAT SDN 2 TANJUNG INTEN Lisa Fitria Dewi; Binti Khoiriyah; Nurkaif
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.12539

Abstract

Reading skill is a fundamental ability that is very important for elementary school students because it becomes the foundation for understanding various subjects and supports the development of early literacy. However, based on the results of the initial observation in the third grade of SDN 2 Tanjung Inten, students’ reading skills were still relatively low, especially in the aspects of reading fluency, intonation, and pronunciation accuracy. This research aimed to improve students’ reading skills through the implementation of folklore-based learning media that is appropriate to the characteristics of elementary school students. This research used the Classroom Action Research (CAR) approach which was conducted in two cycles consisting of planning, action, observation, and reflection stages, with 17 students as the research subjects. Data were collected through reading skill tests. The data analysis technique used quantitative descriptive analysis to calculate the percentage of learning mastery and qualitative descriptive analysis to analyze the learning process. The results of the research showed an improvement in students’ reading skills from 47.1% in the pre-cycle to 58.8% in Cycle I, and it increased again in Cycle II to 94.1%. The improvement could be seen in the aspects of reading fluency, more appropriate intonation according to punctuation, and clearer word pronunciation. Therefore, the use of folklore-based learning media proved to be effective in improving the reading skills of third grade students at SDN 2 Tanjung Inten.
Implementasi Project Based Learning dalam Pembelajaran IPAS: Studi Kasus di MI Miftahul Ulum Tulung Jaya Binti Khoiriyah; Sulis Anjarwati
Sulawesi Tenggara Educational Journal Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/seduj.v5i3.1353

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi model Project Based Learning (PjBL) dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di MI Miftahul Ulum Tulung Jaya serta dampaknya terhadap pemahaman konsep, keterampilan kolaborasi, keterampilan psikomotor, dan motivasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang melibatkan guru IPAS dan siswa kelas IV. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta tes hasil belajar, dan dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PjBL diimplementasikan melalui enam tahapan utama: perumusan pertanyaan mendasar, perencanaan proyek, penyusunan jadwal, pelaksanaan proyek, monitoring, dan presentasi hasil. Penerapan PjBL terbukti meningkatkan pemahaman konsep siswa, terlihat dari peningkatan nilai rata-rata dari 58,4 menjadi 83,7. Kemampuan kolaborasi, keterampilan psikomotor, serta motivasi dan keaktifan siswa juga meningkat secara signifikan melalui kegiatan proyek yang kontekstual dan melibatkan praktik langsung. Guru dan siswa memberikan respons positif terhadap model ini karena pembelajaran menjadi lebih bermakna, menyenangkan, dan relevan dengan kehidupan nyata. Secara keseluruhan, PjBL efektif diterapkan dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada Hasil Belajar Matematika Kelas IV UPTD SDN 3 Rajabasa Lama Erwin Prasetyo; Binti Khoiriyah; Misrodin Misrodin
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 9 No. 2 (2026): April - Juni 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.9.2.2026.8121

Abstract

Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya mengkaji efektivitas model Problem Based Learning dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa sekolah dasar yang masih cenderung rendah dan membutuhkan pendekatan pembelajaran yang lebih aktif serta kontekstual. Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar matematika siswa yang disebabkan oleh pembelajaran yang masih berpusat pada guru dan kurang melibatkan siswa secara aktif. Padahal, matematika membutuhkan pemahaman konsep dan kemampuan berpikir kritis, sehingga diperlukan model pembelajaran yang dapat meningkatkan keaktifan siswa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap hasil belajar matematika siswa kelas IV UPTD SDN 3 Rajabasa Lama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experimental tipe pretest-posttest control group. Subjek penelitian berjumlah 40 siswa yang terdiri atas 20 siswa kelas IV A sebagai kelas eksperimen yang diajar menggunakan model PBL dan 20 siswa kelas IV B sebagai kelas kontrol yang diajar dengan pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar matematika yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis menggunakan independent sample t-test. Hasil uji normalitas menunjukkan data berdistribusi normal sig 0,170 > 0,05, dan uji homogenitas menunjukkan varians data homogen sig 0,275 > 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil belajar matematika siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol, pada hasil uji homogenitas menggunakan uji independent t test dengan nilai signifikansi 0,01 < 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar matematika siswa kelas IV UPTD SDN 3 Rajabasa Lama.
Fostering Student Discipline through School Culture at MI Miftahul Ulum Tulung Jaya Binti Khoiriyah; Misrodin; Siti Nur Karismawati
EDUJAVARE: International Journal of Educational Research Vol. 4 No. 02 (2026): EDUJAVARE: International Journal of Educational Research
Publisher : CV. Edujavare Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70610/edujavare.1940

Abstract

This study aims to describe the forms of school culture implemented to foster student discipline, the process of cultivating this discipline through school culture, and the roles of the madrasa principal, teachers, students, educational staff, and parents in this endeavor at MI Miftahul Ulum Tulung Jaya. A qualitative approach utilizing a case study design was employed. The research was conducted at MI Miftahul Ulum Tulung Jaya during the current semester of the 2025/2026 academic year. Informants—comprising the madrasa principal, teachers, students, and parents—were selected using purposive sampling. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation. Qualitative data analysis was performed through processes of organization, reduction, presentation, and conclusion drawing. The results indicate that the school culture implemented to foster discipline includes punctuality, adherence to regulations, the habituation of religious activities, maintaining environmental cleanliness, modeling by teachers and the principal, and fostering responsibility through classroom duty rosters. The process of cultivating discipline involves the dissemination of rules, habituation, role modeling, supervision and guidance, and continuous evaluation. The madrasa principal acts as a leader, director, supervisor, and evaluator; teachers serve as role models, guides, motivators, and mentors; students act as implementers of the discipline culture; and parents play a role in reinforcing disciplined habits within the family environment. The findings demonstrate that consistent implementation of school culture and synergy among all members of the madrasa community are crucial factors in shaping student discipline.