Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Evaluasi Karakter Agronomi Beberapa Calon Varietas Paria (Momordica Charantia L.) Sebagai Dasar Seleksi Varietas Unggul Arfian Faqih Rahmani; Sari Megawati; Asih Farmia
Jurnal Agroqua: Media Informasi Agronomi dan Budidaya Perairan Vol 24 No 1 (2026): Jurnal Agroqua
Publisher : University of Prof. Dr. Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/ja.v24i1.5573

Abstract

Bitter gourd (Momordica charantia L.) is a horticultural crop with high potential for development through breeding of high-yielding varieties. This study aimed to evaluate agronomic characteristics and yield potential of the bitter gourd hybrid candidate PRBI001 compared with three check varieties, namely YSPA 095, MC 2604, and PJHL 912. The research was conducted at PT Dinasty Inti Agrosarana, Banguntapan District, Bantul Regency, Special Region of Yogyakarta, from December 2025 to April 2026. A non-factorial randomized complete block design (RCBD) was used with four varieties and four replications. Each plot consisted of 40 plants with 12 sampled plants per plot. Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) at the 5% significance level, followed by Honest Significant Difference (HSD) test at 5% using PKBT-STAT 3.2 software. The results showed that variety had significant to highly significant effects on several agronomic traits, with a coefficient of variation ranging from 0.25% to 9.71%. PRBI001 exhibited superior performance in leaf width (18.66 cm), fruit length (33.14 cm), flesh thickness (1.06 cm), fruit weight (337.30 g), fruit weight per plant (3.53 kg plant⁻¹), fruit weight per plot (121.87 kg plot⁻¹), yield (62.81 ton ha⁻¹), and 1000-seed weight (197.96 g). These traits can be used as priority selection criteria in breeding programs. Overall, PRBI001 shows strong potential to be developed as a superior bitter gourd hybrid variety with high yield performance.
Peran Pemberdayaan dalam Mendukung Peningkatan Kapasitas Petani Kakao pada Tahapan Pascapanen Muhamad Fahrizki Gustaman; Siti Nurlaela; Asih Farmia
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2026): Mei 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i3.1209

Abstract

Pengelolaan pascapanen merupakan faktor kunci dalam menentukan mutu dan nilai jual biji kakao, namun praktik di tingkat petani masih belum optimal. Kondisi ini dipengaruhi oleh rendahnya pemahaman, kebiasaan pemasaran instan, serta keterbatasan sarana dan pendampingan. Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan menganalisis peran pemberdayaan dalam meningkatkan kapasitas petani di Kelompok Tani Sido Muncul 2, Kabupaten Gunungkidul, pada periode November 2025 hingga Mei 2026. Melalui tahapan penyadaran, pengkapasitasan, dan pendayaan, hasil penelitian telah menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas petani yang signifikan. Evaluasi berdasarkan aspek Knowledge, Skill, and Attitude (KSA) mencatat kenaikan pengetahuan sebesar 21%, sikap 7%, dan lonjakan keterampilan sebesar 97%. Meskipun keterampilan teknis meningkat sangat signifikan, perubahan perilaku belum sepenuhnya merata akibat kendala ekonomi, kebiasaan lama, serta pasar kakao fermentasi yang belum stabil. Oleh karena itu, diperlukan pendampingan berkelanjutan, penguatan kelembagaan kelompok tani, serta kolaborasi lintas stakeholder guna menjamin keberlanjutan praktik pengelolaan pascapanen kakao yang lebih optimal dan kompetitif di masa depan.
Keunggulan Karakter Agronomi Calon Varietas Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) JS CR EVI 510 Khasanudin khasanudin; Asih Farmia; Rajiman R
Jurnal Sains Agro Vol 11, No 1 (2026): Jurnal Sains Agro
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jsa.v11i1.2032

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi dengan permintaan pasar yang stabil, namun produktivitasnya masih belum optimal sehingga diperlukan pengembangan varietas unggul baru yang berdaya hasil tinggi. Penelitian ini bertujuan mengetahui keunggulan karakter agronomi calon varietas cabai rawit JS CR EVI 510. Penelitian dilaksanakan pada Oktober 2025-Maret 2026 di Dusun Rekesan, Desa Sugihan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah pada ketinggian 686 mdpl. Penelitian dilakukan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan empat perlakuan dan empat ulangan. Parameter yang diamati meliputi umur berbunga, umur panen, tinggi tanaman, diameter batang, panjang daun, lebar daun, panjang buah, diameter buah, berat buah, tebal kulit buah, berat buah per tanaman, jumlah buah per tanaman, berat buah per petak, dan produktivitas per hektare, dan daya simpan buah. Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam taraf 5% dan dilanjutkan dengan uji BNJ taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa JS CR EVI 510 unggul pada berat buah (3,64 g), tebal kulit buah (1,82 mm), berat buah per tanaman (1,00 kg), jumlah buah per tanaman (273,40 buah), berat buah per petak (28,04 kg), produktivitas per hektare (13,92 ton/ha), dan daya simpan buah (12,50 hari). Berdasarkan hasil tersebut, JS CR EVI 510 berpotensi untuk diusulkan sebagai calon varietas unggul baru.
Keunggulan Agronomi Empat Calon Varietas Hibrida F1 Mentimun (Cucumis sativus L.) Tipe Lalap Galih Wahyu Septiawan; Annisa Khoiriyah; Asih Farmia
JURNAL VIGOR Vol 11, No 1 (2026): VIGOR: JURNAL ILMU PERTANIAN TROPIKA DAN SUBTROPIKA
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/vigor.v11i1.9880

Abstract

The development of superior cucumber (Cucumis sativus L.) varieties requires the identification of distinctive morphological characteristics and superior agronomic performance to support cultivar selection and release. This study aimed to identify the morphological characteristics and evaluate the agronomic superiority of four candidate F1 hybrid cucumber varieties for fresh consumption compared with one commercial check variety. The experiment was conducted from February to May 2026 at PT. Tani Murni Jogja using a non-factorial Randomized Complete Block Design with five treatments and four replications. Morphological traits were evaluated descriptively according to the Distinctness, Uniformity, and Stability (DUS) testing guidelines, whereas agronomic traits were analyzed using analysis of variance (ANOVA) followed by the 5% Honestly Significant Difference (HSD) test. The results revealed morphological variation in leaf orientation, young fruit spine density, fruit base shape, and fruit tip shape, while the remaining traits were relatively uniform among the tested genotypes. Variety significantly affected most agronomic traits, including stem length, stem diameter, leaf length, leaf width, flowering age, fruit length, fruit diameter, flesh thickness, number of fruits per plant, and fruit weight. Among the tested genotypes, TL-03 and TL-04 exhibited the most balanced agronomic performance and are considered the most promising candidates for further evaluation and development as superior fresh-market cucumber varieties.Keywords: Cucumber, morphological characterization, agronomic traits, F1 hybrid, superior variety
Respons Bibit Melon (Cucumis melo L.) Varietas TM Gaiya dan Manika terhadap Berbagai Media Persemaian Shinta Rahmalia; Annisa khoiriyah; Asih Farmia
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 32 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55259/jiip.v32i2.325

Abstract

Melon (Cucumis melo L.) was a high-value horticultural commodity with increasing demand in both domestic and international markets. However, melon productivity in Indonesia remained unstable, partly due to low seed quality and the inappropriate selection of seedling media. The seedling stage played a crucial role in determining the success of plant growth in subsequent stages. Therefore, optimal seedling media were required to support the viability, vigor, and early growth of melon seedlings. This study aimed to determine the effects of different seedling media and melon varieties, as well as their interaction, on seed viability, vigor, and early seedling growth. The research was conducted from October 2024 to July 2025 at the Teaching Factory (TEFA) Celeban and the Seed Technology Laboratory of the Agricultural Development Polytechnic of Yogyakarta Magelang. A factorial randomized complete block design (RCBD) with four replications was used. The first factor was seedling media (soil, cocopeat, rice husk charcoal, and vermiculite), and the second was melon varieties (TM Gaiya and Manika). Data were analyzed using ANOVA, DMRT, multiple linear regression, and Pearson correlation for normally distributed data, and Kruskal–Wallis, Mann–Whitney, Generalized Linear Model (GLM), and Kendall Tau-b correlation for non-normal data. Vermiculite showed the best results and was recommended as an effective medium to enhance viability, vigor, and early seedling growth of melon.
Analisis Karakter Fenotip Terong Ungu (Solanum melongena L.) menggunakan Metode Klaster Rizki Anisa Khumaira; Rajiman; Asih Farmia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/2km5mc22

Abstract

Kebutuhan terong (Solanum melongena L.) di Indonesia terjadi pergeseran minat ke arah warna ungu sehingga diperlukan penyediaan varietas yang unggul. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keragaman karakter fenotipe antar galur terong ungu generasi F5 menggunakan analisis klaster. Penelitian ini dilaksanakan di lahan RnD PT Tunas Agro Persada yang berlokasi di Desa Brajan, Kecamatan Mojosongo , Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode single plant pada tiga galur yaitu TR3, TR 5 dan TR 12 yang masing-masing terdiri dari 30 tanaman. Data dianalisis menggunakan metode klaster hierarki dengan metode Ward dan jarak Euclidean kemudian disajikan dalam bentuk dendrogram. Hasil analisis menunjukkan adanya variasi fenotip yang cukup jelas antar galur terutama pada karakter warna batang, intensitas pewarnaan antosianin, bentuk bunga dan bentuk buah. Berdasarkan dendrogram, galur yang diamati terbagi menjadi tiga klaster utama pada rescaled 8 dimana galur TR 3 dan TR 12 berada dalam kelompok yang berdekatan sedangkan TR 5 cenderung membentuk kelompok tersendiri akibat perbedaan beberapa karakter fenotipe. Perbedaan beberapa karakter fenotipe pada setiap galur dapat dimanfaatkan pada program pemuliaan untuk meningkatkan produktivitas serta memberikan informasi yang berguna untuk upaya pengembangan varietas yang lebih unggul.
Pendugaan Viabilitas Benih Padi (Oryza sativa L.) dengan Uji Tetrazolium: Viability of Rice Seeds (Oryza sativa L.) Via The Tetrazolium Test Wati Tri Utami; Asih Farmia; Suharno Suharno
Gontor Agrotech Science Journal Vol. 10 No. 01 (2024): Juni 2024
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Faktor pendukung keberhasilan penanaman padi diantaranya adalah ketersediaan benih dalam jumlah yang cukup, bermutu tinggi, dan tersedia ketika dibutuhkan. Uji viabilitas benih padi secara konvensional pada umumnya memerlukan waktu cukup lama, sekitar 14 hari. Oleh karena itu, perlu dikembangkan beberapa metode uji cepat viabilitas benih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pewarnaan benih padi, perbedaan viabilitas yang diuji tetrazolium konsentrasi 0,25%, dan mengetahui hubungan antara nilai viabilitas benih yang diuji kecambah dengan yang diuji tetrazolium 0,25%. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai Mei 2023 di Laboratorium Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Jawa Tengah. Perlakuan yang digunakan adakah pengujian menggunakan uji kecambah langsung (uji kertas digulung dalam plastik) dan metode uji tetrazolium konsentrasi 0,25%. Benih yang digunakan adalah benih dengan waktu penyimpanan yang berbeda-beda (0, 1, 2, dan 3 bulan) untuk mendapatkan variasi vigor benih. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis visual dan deskriptif, uji t serta analisis korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji tetrazolium dengan konsentrasi 0,25% pada benih padi Inpari 42 menghasilkan 7 pola pewarnaan yang dikelompokkan menjadi 4 pola benih viabel dan 3 pola pewarnaan benih non viabel. Pengujian tetrazolium konsentrasi 0,25% menunjukkan hasil yang tidak berpengaruh signifikan dan mempunyai keeratan hubungan dengan hasil uji perkecambahan secara langsung, sehingga uji cepat dapat digunakan sebagai pengganti uji perkecambahan (konvensional) untuk skala luas.