Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengaruh Motivasi Petani terhadap Penerapan Pemupukan Berimbang pada Budidaya Padi (Oryza sativa L.) Royan Hidayat; Sukadi Sukadi; RR. Siti Astuti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1409

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh motivasi petani terhadap penerapan pemupukan berimbang pada budidaya tanaman padi (Oryza sativa L.). Penelitian ini dilakukan di Kelompok Tani Gemah Ripah, di Kalurahan Sendangtirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman pada bulan Oktober 2024-Maret 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, menggunakan analisis regresi linear berganda yang didasarkan pada kuisioner yang dibagikan kepada 30 petani. Hasil penelitian menunjukan motivasi fisiologi pada kategori tinggi dengan skor 77%, motivasi sosiologi pada kategori sedang dengan skor 72%, dan motivasi aktualisasi diri pada kategori tinggi dengan skor 85%. Hasil dari analisis regresi linear berganda menunjukan bahwa secara simultan variabel motivasi fisiologi, motivasi sosiologi, dan motivasi aktualisasi diri berpengaruh signifikan terhadap penerapan pemupukan berimbang (F hitung= 12.044; sig.=0,000). Namun secara parsial hanya dua variabel yang berpengaruh signifikan yaitu; motivasi fisiologi berpengaruh negatif (t = -0,202; sig. = 0,046) dan motivasi aktualisasi diri berpengaruh positif (t = 0.729; sig. = 0,000). Koefisien determinasi(R2) sebesar 0,533 menunjukan bahwa 53,3% variasi pada variabel pemupukan berimbang dapat di jelaskan oleh tiga variabel independen yang digunakan dalam model ini Sisanya yaitu 46,7% dijelaskan oleh faktor-faktor lain dari luar model yang diteliti seperti luas lahan, umur, modal, akses sarana dan prasarana produksi. Temuan ini menegaskan bahwa motivasi aktualisasi diri merupan faktor motivasi yang paling dominan dalam upaya mendorong petani untuk menerapkan pemupukan berimbang. Oleh karena itu penting bagi penyuluh pertanian, pemerintah, dan lembaga pendidikan agar dapat memfasilitasi peningkatan kapasitas dan kesadaran diri petani supaya mampu berinovasi dan bertindak secara berkelanjutan dalam pengelolaan usahataninya.  
Motivasi Petani dalam Pemanfaatan Lidah Buaya menjadi Permen Jeli di Kelompok Wanita Tani Mekar Asri Kalurahan Rejosari, Kapanewon Semin, Kabupaten Gunungkidul Choirul Cahyo Nugroho; Endah Puspitojati; Sukadi Sukadi3
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1800

Abstract

Keberhasilan dari sebuah kelompok wanita tani dapat ditandai dengan tingginya motivasi dalam melakukan suatu hal. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji tingkat serta pengaruh motivasi petani dalam pemanfaatan lidah buaya (Aloe Vera) menjadi permen jeli. Penelitian ini dilaksanakan di Kelompok Wanita Tani Mekar Asri, Kalurahan Rejosari, Kapanewon Semin, Kabupaten Gunungkidul pada bulan Oktober 2024-Februari 2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan analisis regresi linier berganda, yang berdasarkan kuesioner yang disebarkan kepada 31 petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat motivasi fisiologi masuk dalam kategori tinggi dengan nilai 97,42%, tingkat motivasi sosiologi masuk dalam kategori tinggi dengan nilai 81,94%, dan tingkat motivasi aktualisasi diri masuk dalam kategori tinggi dengan nilai 96,46%. Hasil dari analisis regresi linier berganda menunjukkan secara simultan variabel motivasi fisiologi, motivasi sosiologi, dan motivasi aktualisasi diri berpengaruh signifikan terhadap pemanfaatan lidah buaya menjadi permen jeli (Fhitung = 22,902: sig = 0,000). Kemudian secara parsial keseluruhan variabel berpengaruh signifikan yaitu; motivasi fisiologi berpengaruh positif (t = 2,515; sig = 0,018), motivasi sosiologi berpengaruh positif (t = 2,671; sig = 0,013), dan motivasi aktualisasi diri berpengaruh positif ( t = 4,124; sig = 0,000). Koefisien determinasi (R2) sebesar 0,718% menunjukkan bahwa pengaruh tiga variabel simultan terhadap variabel terpengaruh adalah sebesar 71,8%. Sehingga sisanya sebesar 28,2% terpengaruh oleh variabel lain dari luar model yang diteliti. Hasil kajian ini memutuskan bahwa motivasi fisiologi, sosiologi dan aktualisasi diri merupakan faktor penting dalam upaya mendorong petani dalam memanfaatkan lidah buaya menjadi permen jeli. Oleh karena itu penting bagi penyelenggara garda terdepan yakni penyuluh pertanian, pemerintah, dan lembaga masyarakat agar mampu memberikan fasilitas dan meningkatkan kesadaran petani supaya mampu berinovasi dan bertindak secara berkelanjutan dalam pengelolaan pertanian.
Hubungan Tingkat Keberdayaan Petani Terhadap Penerapan Pupuk Organik Cair Diperkaya Nitrobacter Di Desa Bengkal Kabupaten Temanggung Lulu’a Haqi Rahmani; Sukadi Sukadi; Nicky Oktav Fauziah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1964

Abstract

Penerapan pupuk organik cair yang diperkaya Nitrobacter di Desa Bengkal tergolong masih rendah meskipun kegiatan penyuluhan telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keberdayaan petani pada variabel-variabel kesadaran dan keinginan berubah, kemampuan meningkatkan kapasitas untuk memperoleh akses, kemampuan menghadapi hambatan, dan kemampuan kerjasama dan solidaritas, tingkat penerapan pupuk organik cair yang diperkaya nitrobacter dan pengaruh variabel-variabel tingkat keberdayaan petani secara simultan dan parsial terhadap penerapan pupuk organik cair yang diperkaya Nitrobacter serta pengaruh keberdayaan petani terhadap penerapan tersebut. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2024 sampai Juni 2025 di Desa Bengkal Kecamatan Kranggan Kabupaten Temanggung menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan asosiatif (hubungan) kausal. Penelitian ini menggunakan sampel jenuh yang melibatkan 32 responden dari kelompok Tani Ngudi Rejeki. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara deskriptif dan regresi linier berganda. Hasil menunjukkan bahwa kemampuan meningkatkan kapasitas akses berpengaruh signifikan terhadap penerapan pupuk organik cair Nitrobacter. Sementara kesadaran dan keinginan untuk berubah, kemampuan menghadapi hambatan, dan kemampuan kerjasama dan solidaritas tidak berpengaruh signifikan. Secara simultan, seluruh variabel keberdayaan berpengaruh signifikan terhadap penerapan pupuk organik cair yang diperkaya Nitrobacter. Dengan demikian, meningkatkan kapasitas untuk memperoleh akses dan kemampuan menghadapi hambatan menjadi fokus utama dalam pemberdayaan untuk mendorong optimalisasi penerapan pupuk organik cair Nitrobacter.