Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Strategi Optimalisasi Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) Di KWT Safinatunnajah Kecamatan Kaliwiro Qoni'ah Putri Surono; Sukadi Sukadi; Annisa Khoiriyah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1134

Abstract

Pekarangan Pangan Lestari merupakan kegiatan pemanfaatan lahan pekarangan secara berkelanjutan untuk meningkatkan ketersediaan, aksesibilitas, dan pemanfaatan pangan. Produksi pangan belum memenuhi kebutuhan pangan keluarga karena kurangnya keterampilan bertani anggota KWT dan lahan yang digunakan luasnya belum sesuai dengan Petunjuk Teknis Kegiatan P2L. Keterbatasan sumber daya manusia dalam pelaksanaan kegiatan memerlukan pelatihan dan pendampingan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan program P2L di KWT Safinatunnajah. Pendekatan penelitian dilakukan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan FGD, kemudian dilakukan analisis dengan metode SWOT dan QSPM. Hasil penelitian menunjukkan, KWT perlu melakukan pemberdayaan melalui perencanaan budidaya tanaman hortikultura dengan pembuatan kalender tanam sebagai upaya mitigasi cuaca dan serangan hama penyakit tanaman. Penerapan kalender tanam membantu mengelola risiko, menjaga produktivitas, dan membangun sistem ketahanan pangan terhadap perubahan iklim serta ancaman serangan hama penyakit sehingga kemiskinan dan keberhasilan Program P2L dapat terwujud dengan baik, mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan keluarga di tingkat rumah tangga.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Minat Petani terhadap penggunaan Paenibacillus polymyxa sebagai pengendali Serangan Jamur Blas (Pyricularia oryzae) pada Tanaman Padi Habib Mustofa; Sukadi Sukadi; Ananti Yekti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1346

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi minat petani dalam menggunakan Paenibacillus polymyxa sebagai pengendali serangan jamur blas (Pyricularia oryzae) pada tanaman padi di Kalurahan Girijati, Kapanewon Purwosari, Kabupaten Gunung Kidul. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survei terhadap 36 petani padi yang dipilih melalui teknik random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, seluruh variabel independen yang diteliti memiliki pengaruh signifikan terhadap minat petani. Namun secara parsial, hanya peran kelompok wanita tani yang menunjukkan pengaruh signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis kelompok, khususnya yang melibatkan kelompok wanita tani sebagai fasilitator lokal, mampu membangun kepercayaan dan meningkatkan adopsi teknologi hayati oleh petani. Sementara itu, peran penyuluh dan faktor individu seperti umur, pendidikan formal, pendidikan nonformal, pengalaman usaha, luas lahan, pendapatan, minat petani dalam menggikuti penyuluhan, kekerapan mengikuti penyuluhan belum memberikan pengaruh signifikan secara langsung. Oleh karena itu, strategi pengembangan adopsi teknologi pertanian ramah lingkungan perlu difokuskan pada penguatan kelembagaan petani dan dukungan kolaboratif di tingkat lokal.
Pengaruh Motivasi Petani terhadap Penerapan Pemupukan Berimbang pada Budidaya Padi (Oryza sativa L.) Royan Hidayat; Sukadi Sukadi; RR. Siti Astuti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1409

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh motivasi petani terhadap penerapan pemupukan berimbang pada budidaya tanaman padi (Oryza sativa L.). Penelitian ini dilakukan di Kelompok Tani Gemah Ripah, di Kalurahan Sendangtirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman pada bulan Oktober 2024-Maret 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, menggunakan analisis regresi linear berganda yang didasarkan pada kuisioner yang dibagikan kepada 30 petani. Hasil penelitian menunjukan motivasi fisiologi pada kategori tinggi dengan skor 77%, motivasi sosiologi pada kategori sedang dengan skor 72%, dan motivasi aktualisasi diri pada kategori tinggi dengan skor 85%. Hasil dari analisis regresi linear berganda menunjukan bahwa secara simultan variabel motivasi fisiologi, motivasi sosiologi, dan motivasi aktualisasi diri berpengaruh signifikan terhadap penerapan pemupukan berimbang (F hitung= 12.044; sig.=0,000). Namun secara parsial hanya dua variabel yang berpengaruh signifikan yaitu; motivasi fisiologi berpengaruh negatif (t = -0,202; sig. = 0,046) dan motivasi aktualisasi diri berpengaruh positif (t = 0.729; sig. = 0,000). Koefisien determinasi(R2) sebesar 0,533 menunjukan bahwa 53,3% variasi pada variabel pemupukan berimbang dapat di jelaskan oleh tiga variabel independen yang digunakan dalam model ini Sisanya yaitu 46,7% dijelaskan oleh faktor-faktor lain dari luar model yang diteliti seperti luas lahan, umur, modal, akses sarana dan prasarana produksi. Temuan ini menegaskan bahwa motivasi aktualisasi diri merupan faktor motivasi yang paling dominan dalam upaya mendorong petani untuk menerapkan pemupukan berimbang. Oleh karena itu penting bagi penyuluh pertanian, pemerintah, dan lembaga pendidikan agar dapat memfasilitasi peningkatan kapasitas dan kesadaran diri petani supaya mampu berinovasi dan bertindak secara berkelanjutan dalam pengelolaan usahataninya.  
Motivasi Petani dalam Pemanfaatan Lidah Buaya menjadi Permen Jeli di Kelompok Wanita Tani Mekar Asri Kalurahan Rejosari, Kapanewon Semin, Kabupaten Gunungkidul Choirul Cahyo Nugroho; Endah Puspitojati; Sukadi Sukadi3
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1800

Abstract

Keberhasilan dari sebuah kelompok wanita tani dapat ditandai dengan tingginya motivasi dalam melakukan suatu hal. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji tingkat serta pengaruh motivasi petani dalam pemanfaatan lidah buaya (Aloe Vera) menjadi permen jeli. Penelitian ini dilaksanakan di Kelompok Wanita Tani Mekar Asri, Kalurahan Rejosari, Kapanewon Semin, Kabupaten Gunungkidul pada bulan Oktober 2024-Februari 2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan analisis regresi linier berganda, yang berdasarkan kuesioner yang disebarkan kepada 31 petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat motivasi fisiologi masuk dalam kategori tinggi dengan nilai 97,42%, tingkat motivasi sosiologi masuk dalam kategori tinggi dengan nilai 81,94%, dan tingkat motivasi aktualisasi diri masuk dalam kategori tinggi dengan nilai 96,46%. Hasil dari analisis regresi linier berganda menunjukkan secara simultan variabel motivasi fisiologi, motivasi sosiologi, dan motivasi aktualisasi diri berpengaruh signifikan terhadap pemanfaatan lidah buaya menjadi permen jeli (Fhitung = 22,902: sig = 0,000). Kemudian secara parsial keseluruhan variabel berpengaruh signifikan yaitu; motivasi fisiologi berpengaruh positif (t = 2,515; sig = 0,018), motivasi sosiologi berpengaruh positif (t = 2,671; sig = 0,013), dan motivasi aktualisasi diri berpengaruh positif ( t = 4,124; sig = 0,000). Koefisien determinasi (R2) sebesar 0,718% menunjukkan bahwa pengaruh tiga variabel simultan terhadap variabel terpengaruh adalah sebesar 71,8%. Sehingga sisanya sebesar 28,2% terpengaruh oleh variabel lain dari luar model yang diteliti. Hasil kajian ini memutuskan bahwa motivasi fisiologi, sosiologi dan aktualisasi diri merupakan faktor penting dalam upaya mendorong petani dalam memanfaatkan lidah buaya menjadi permen jeli. Oleh karena itu penting bagi penyelenggara garda terdepan yakni penyuluh pertanian, pemerintah, dan lembaga masyarakat agar mampu memberikan fasilitas dan meningkatkan kesadaran petani supaya mampu berinovasi dan bertindak secara berkelanjutan dalam pengelolaan pertanian.
Hubungan Tingkat Keberdayaan Petani Terhadap Penerapan Pupuk Organik Cair Diperkaya Nitrobacter Di Desa Bengkal Kabupaten Temanggung Lulu’a Haqi Rahmani; Sukadi Sukadi; Nicky Oktav Fauziah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1964

Abstract

Penerapan pupuk organik cair yang diperkaya Nitrobacter di Desa Bengkal tergolong masih rendah meskipun kegiatan penyuluhan telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keberdayaan petani pada variabel-variabel kesadaran dan keinginan berubah, kemampuan meningkatkan kapasitas untuk memperoleh akses, kemampuan menghadapi hambatan, dan kemampuan kerjasama dan solidaritas, tingkat penerapan pupuk organik cair yang diperkaya nitrobacter dan pengaruh variabel-variabel tingkat keberdayaan petani secara simultan dan parsial terhadap penerapan pupuk organik cair yang diperkaya Nitrobacter serta pengaruh keberdayaan petani terhadap penerapan tersebut. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2024 sampai Juni 2025 di Desa Bengkal Kecamatan Kranggan Kabupaten Temanggung menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan asosiatif (hubungan) kausal. Penelitian ini menggunakan sampel jenuh yang melibatkan 32 responden dari kelompok Tani Ngudi Rejeki. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara deskriptif dan regresi linier berganda. Hasil menunjukkan bahwa kemampuan meningkatkan kapasitas akses berpengaruh signifikan terhadap penerapan pupuk organik cair Nitrobacter. Sementara kesadaran dan keinginan untuk berubah, kemampuan menghadapi hambatan, dan kemampuan kerjasama dan solidaritas tidak berpengaruh signifikan. Secara simultan, seluruh variabel keberdayaan berpengaruh signifikan terhadap penerapan pupuk organik cair yang diperkaya Nitrobacter. Dengan demikian, meningkatkan kapasitas untuk memperoleh akses dan kemampuan menghadapi hambatan menjadi fokus utama dalam pemberdayaan untuk mendorong optimalisasi penerapan pupuk organik cair Nitrobacter.
Analisis Faktor yang Mempengaruhi Minat Petani dalam Penggunaan Paenibacillus polymyxa untuk Pengendalian Jamur Blas pada Tanaman Padi Di Kalurahan Girijati Kapanewon Purwosari Kabupaten Gunung Kidul Habib Mustofa Syaifudin; Sukadi Sukadi; Ananti Yekti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1984

Abstract

This study aims to analyze the factors that influence farmers' interest in using Paenibacillus polymyxa as a control agent for blast fungus (Pyriculariaoryzae) on rice plants in Girijati Village, Purwosari District, Gunung Kidul Regency. The research approach used was quantitative with a surveymethod of 36 rice farmers selected through random sampling techniques. Data were collected using a questionnaire that had been tested for validity and reliability, then analyzed using multiple linear regression with the help of SPSS software. The results showed that simultaneously, allindependent variables studied had a significant influence on farmers' interest. However, partially, only the role of women's farmer groups showed asignificant influence. These findings indicate that a group-based approach, especially involving women's farmer groups as local facilitators, is ableto build trust and increase the adoption of biotechnology by farmers. Meanwhile, the role of extension workers and individual factors such as age,formal education, non-formal education, business experience, land area, income, farmers' interest in participating in extension, and frequency ofattending extension have not provided a significant direct influence. Therefore, the strategy for developing the adoption of environmentally friendly agricultural technology needs to focus on strengthening farmer institutions and collaborative support at the local level
Model Kemitraan Berkelanjutan pada Usahatani Penangkaran Benih Padi di Desa Blimbing Kecamatan Sambirejo Kabupaten Sragen Faiz Sabila Rosyada; Siti Nurlaela; Sukadi Sukadi; Annisa Wirrdiana Yuniasih
JIA (Jurnal Ilmiah Agribisnis) : Jurnal Agribisnis dan Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : Department of Agribusiness, Halu Oleo University Jointly with Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia - Indonesian Society of Agricultural Economics (PERHEPI/ISAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37149/jia.v10i1.1502

Abstract

Rice seed is considered one of the important elements in optimizing yields in rice cultivation. The increasing demand for certified rice seeds is one of the factors that facilitated the emergence of rice seed breeding partnerships between farmers and rice seed-producing companies. One of the partnerships to produce certified rice seeds is a partnership between PT Saprotan Benih Utama and the Rukun Tani Sulur Farmer Group. The partnership does not continue because there is no explicit agreement or contract farming between partner farmers and the company. This study aimed to determine the dynamics of partnerships and strategies for building partnerships to determine a sustainable partnership model in rice seed breeding farms. This research was conducted from January to June 2024 in Blimbing Village, Sambirejo District, Sragen Regency, Central Java Province. This research uses descriptive qualitative methods through in-depth interviews, observation, documentation, and focus group discussions. Data analysis uses the Miles and Huberman model, and partnership strategy was identified using SWOT analysis. The informants used in this study were seven people. The results showed that the rice seed breeding partnership dynamics that occurred between the Rukun Tani Sulur Farmer Group and PT Saprotan Benih Utama was in the form of an Agribusiness Operational Cooperation (KOA) pattern. Partner farmers provide land, inputs, and labor, while PT Saprotan Benih Utama provides costs and facilities. The strategy to build partnerships from the research results requires the application of SOPs and assistance to increase productivity and purchase price agreements for farmers. A written cooperation contract is needed to strengthen the partnership between farmers and companies so that both parties know their obligations and rights.
Partisipasi Kelompok Wanita Tani dalam Mengolah Sampah Rumah Tangga Menjadi Pupuk Organik di Kalurahan Margokaton, Kapanewon Seyegan, Sleman Diamu Diamu; Sukadi; Nur Rohmah Lufti A`Yuni
Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Volume 7, No 1, Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/atjpm.v7i1.6547

Abstract

Permasalahan pengelolaan sampah rumah tangga menjadi isu penting di berbagai daerah, termasuk di Kalurahan Margokaton, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman. Salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah dengan memberdayakan kelompok wanita tani (KWT) dalam pengolahan sampah organik menjadi pupuk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis partisipasi KWT Subur Lestari dalam pengelolaan sampah rumah tangga menjadi pupuk organik, yang ditinjau dari aspek kesadaran, kemauan, dan kebutuhan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan instrumen kuisioner dan wawancara terhadap 33 anggota KWT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesadaran anggota KWT berada pada kategori tinggi dengan persentase rata-rata 80,13%, kemauan anggota juga tinggi dengan rata-rata 84,5%, dan kebutuhan terhadap pupuk organik sangat tinggi dengan rata-rata 88,83%. Temuan ini menunjukkan bahwa anggota KWT memiliki pemahaman dan motivasi yang kuat dalam pengolahan sampah, serta melihat nilai ekonomi dan lingkungan dari penggunaan pupuk organik. Oleh karena itu, diperlukan dukungan berkelanjutan berupa pelatihan dan penyuluhan, serta keterlibatan pemerintah desa dan penyuluh pertanian guna menjaga semangat dan memperkuat kapasitas produksi pupuk berbasis rumah tangga. Partisipasi aktif KWT dalam kegiatan ini diharapkan menjadi model pemberdayaan yang mendorong pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan lokal.
EVALUASI KEGIATAN PENYULUHAN PERTANIAN DALAM UPAYA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PADI DI DESA BENDOSARI KABUPATEN SUKOHARJO: EVALUASI KEGIATAN PENYULUHAN PERTANIAN DALAM UPAYA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PADI DI DESA BENDOSARI KABUPATEN SUKOHARJO Fifit Rahma; Annisa Khoiriyah; Sukadi
Learning Society: Jurnal CSR, Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ls.v7i1.6959

Abstract

Abstract Rice productivity in Bendosari Village, Bendosari District, Sukoharjo Regency has not yet reached its optimal potential amounting to 31.10 million tons, despite the regular implementation of agricultural extension activities (BPS, 2024). This condition indicates the need to evaluate the implementation of agricultural extension to determine its contribution to improving rice productivity. This study aimed to analyze the implementation of agricultural extension, including extension materials, extension methods, extension media, and extension resources, and to examine their influence on rice productivity. The research employed a quantitative approach using descriptive and correlational research designs. The study population consisted of 82 rice farmers from two farmer groups, with a sample of 30 respondents selected through purposive sampling. Data were collected using questionnaires, structured interviews, and documentation, and were analyzed using descriptive statistics and multiple linear regression with the assistance of SPSS software. The results showed that the implementation of agricultural extension and rice productivity were both categorized as high, with an average productivity score of 82.38%. Multiple linear regression analysis revealed that extension materials, extension methods, and extension resources had a positive and significant effect on rice productivity, whereas extension media had no significant effect. Simultaneously, the four variables explained 77.7% of the variation in rice productivity, with extension resources identified as the most influential factor affecting rice productivity.
Partisipasi Anggota Kelompok Wanita Tani dalam Program GEMPAR: Analisis Faktor Penentu Pemanfaatan Pekarangan di KWT Kenanga Cenli Maria Terok; Novia Aristi Rahayu; Sukadi Sukadi
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2026): Mei 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i3.1201

Abstract

Penelitian ini mengkaji variasi partisipasi anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Kenanga dalam Program Gerakan Menanam Pangan di Pekarangan (GEMPAR). Penelitian bertujuan untuk menganalisis tingkat partisipasi serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif dan eksplanatori. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil menunjukkan bahwa partisipasi tergolong tinggi namun tidak merata, dengan keterlibatan tertinggi pada tahap pelaksanaan. Secara simultan semua faktor berpengaruh signifikan, tetapi secara parsial hanya umur dan peran penyuluh yang signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa partisipasi lebih dipengaruhi oleh karakteristik individu dan dukungan kelembagaan.