Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Invigorasi Mutu Fisiologis Benih Terung Ungu (Solanum melongena L.) Kadaluarsa dengan Beberapa Teknik Osmoconditioning Asih, Pitri Ratna
AGRITROP Vol 18, No 2 (2020): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v18i2.3905

Abstract

Invigorasi merupakan salah satu metode yang digunakan untuk mengatasi benih yang telah mengalami deteriorasi. Osmoconditioning adalah teknik invigorasi dengan perlakuan hidrasi benih terkontrol dengan tujuan mempercepat proses imbibisi dan aktivasi enzim sehingga perkecambahan terjadi lebih cepat dan serempak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik osmoconditioning yang mampu meningkatkan mutu fisiologis benih terung yang telah lewat masa edar/kadaluarsa. Penelitian ini dilaksanakan secara acak lengkap faktor tunggal yaitu perlakuan osmoconditioning yang terdiri dari 9 (sembilan) perlakuan yaitu kontrol, air hangat, ekstrak bawang merah, Poli Etilen Glikol (PEG) 1%, PEG 3%, PEG 5%, KNO3 2 gr/L, KNO3 4 gr/L, dan KNO3 6 gr/L. Masing-masing perlakuan terdiri dari 25 butir benih dan diulang 3 kali. Benih terung kadaluarsa 2 tahun 10 bulan telah mengalami deteriorasi dengan viabilitas 80%. Perlakuan osmoconditioning menggunakan KNO3 mampu meningkatkan viabilitas maupun vigor benih terung kadaluarsa nyata lebih baik dibandingkan kontrol dari pengamatan daya berkecambah, indeks vigor, bobot kering kecambah normal, serta tinggi kecambah. Perlakuan osmoconditioning dengan PEG menghasilkan panjang akar paling besar sebagai respon benih terhadap lambatnya imbibisi yang cenderung mengarah ke kondisi kekeringan.
Peningkatan Produktivitas Benih Jagung Hibrida (Zea mays L.) Menggunakan Paket Teknologi Pemupukan Pitri Ratna Asih; Koeswini Tri Ariani; Joko Suryono
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 8, No 3 (2020): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v8i3.3476

Abstract

Jagung telah menjadi komoditas pangan utama setelah padi yang berkontribusi dalam penyediaan bahan pangan dan bahan baku industri dalam negeri. Produktivitas benih jagung hibrida perlu ditingkatkan sebagai upaya pemenuhan kebutuhan jagung yang terus meningkat. Peningkatan produktivitas benih bisa dilakukan melalui teknologi pemupukan tanaman. Penelitian ini bertujuan mendapatkan paket teknologi pemupukan terbaik yang mampu meningkatkan produktivitas benih jagung hibrida. Metode penelitian menggunakan rancangan acak kelompok dengan faktor paket teknologi pemupukan sebagai perlakuan dan 6 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan paket teknologi pemupukan B hanya berpengaruh terhadap tinggi tanaman saat panen, dan produktivitas jagung cenderung dipengaruhi oleh faktor genetik dibandingkan dengam perlakuan paket teknologi pemupukan yang diberikan.
Pelatihan dan Pendampingan Teknologi Asap Cair Menggunakan Limbah Pertanian di Kecamatan Parengan, Tuban Adi Rastono; Refa Firgiyanto; Pitri Ratna Asih; Ega Faustina; Dita Megasari
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 2 NOMOR 2 SEPTEMBER 2018 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.422 KB) | DOI: 10.30595/jppm.v2i2.2179

Abstract

ABSTRAKPada era globalisasi persoalan mengenai pencemaran dan kerusakan lingkungan menjadi suatu permasalahan yang masih belum bisa dipecahkan oleh masyarakat secara berkelanjutan. Salah satu penyebabnya adalah penumpukan limbah seperti limbah pertanian. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk mengolah limbah pertanian menjadi produk asap cair yang multifungsi dengan menggunakan metode pirolisis.Kegiatan pengabdian dilaksanakan mulai bulan Agustus sampai dengan Desember 2017 di Desa Sukorejo Kecamatan Parengan Kabupaten Tuban dengan kelompok sasaran adalah petani. Metode kegiatan ini meliputi a) penyuluhan dengan tujuan meningkatkan pemahaman petani dalam mengelola limbah pertanian menjadi asap cair, b) Difusi Iptek melalui pembuatan peralatan asap cair dengan menggunakan metode pirolisis, c) Pelatihan dan pendampingan dalam proses pembuatan asap cair berbahan limbah pertanian disertai dengan monitoring dan evaluasi. Hasil dari kegiatan adalah meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan mitra, terciptanya instalansi alat pembuatan asap cair dan asap cair berbahan limbah pertanian yang multifungsi.  Kata Kunci: Asap cair, Limbah, Pelatihan, Pendampingan, Pestisida.
Invigorasi Mutu Fisiologis Benih Terung Ungu (Solanum melongena L.) Kadaluarsa dengan Beberapa Teknik Osmoconditioning Pitri Ratna Asih
AGRITROP Vol 18, No 2 (2020): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v18i2.3905

Abstract

Invigorasi merupakan salah satu metode yang digunakan untuk mengatasi benih yang telah mengalami deteriorasi. Osmoconditioning adalah teknik invigorasi dengan perlakuan hidrasi benih terkontrol dengan tujuan mempercepat proses imbibisi dan aktivasi enzim sehingga perkecambahan terjadi lebih cepat dan serempak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik osmoconditioning yang mampu meningkatkan mutu fisiologis benih terung yang telah lewat masa edar/kadaluarsa. Penelitian ini dilaksanakan secara acak lengkap faktor tunggal yaitu perlakuan osmoconditioning yang terdiri dari 9 (sembilan) perlakuan yaitu kontrol, air hangat, ekstrak bawang merah, Poli Etilen Glikol (PEG) 1%, PEG 3%, PEG 5%, KNO3 2 gr/L, KNO3 4 gr/L, dan KNO3 6 gr/L. Masing-masing perlakuan terdiri dari 25 butir benih dan diulang 3 kali. Benih terung kadaluarsa 2 tahun 10 bulan telah mengalami deteriorasi dengan viabilitas 80%. Perlakuan osmoconditioning menggunakan KNO3 mampu meningkatkan viabilitas maupun vigor benih terung kadaluarsa nyata lebih baik dibandingkan kontrol dari pengamatan daya berkecambah, indeks vigor, bobot kering kecambah normal, serta tinggi kecambah. Perlakuan osmoconditioning dengan PEG menghasilkan panjang akar paling besar sebagai respon benih terhadap lambatnya imbibisi yang cenderung mengarah ke kondisi kekeringan.
Aplikasi Bakteri Pelarut Fosfat dan Fungi Mikoriza Arbuskula dalam Meningkatkan Hasil dan Mutu Benih Kacang Tanah Pitri Ratna Asih; Agus Wartapa
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 10, No 3 (2022): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v10i3.6328

Abstract

pemberian bakteri pelarut fosfat (Pseudomonas fluorescens) dan Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) terhadap hasil dan mutu benih kacang tanah di tanah lathosol, serta mendapatkan kombinasi bakteri pelarut fosfat (P. fluorescens) dan FMA yang terbaik dalam meningkatkan hasil dan mutu benih kacang tanah di lahan lathosol. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK). Perlakuan meliputi BP1 (Kontrol tanpa pemupukan), BP2 (Pupuk P (100 kg SP36/ha)), BP3 (P. fluorescens (105cfu mL-1) + FMA (10gr/tanaman)), BP4 (P. fluorescens (105cfu mL-1) + FMA (20 gr/tanaman)), BP5 (P. fluorescens (105cfu mL-1) + FMA (30 gr/tanaman)), BP6 (P. fluorescens (107 cfu mL-1) + FMA (10 gr/tanaman)), BP7 (P. fluorescens (107 cfu mL-1) + FMA (20 gr/tanaman)), BP8 (P. fluorescens (107 cfu mL-1) + FMA (30 gr/tanaman)), BP9 (P. fluorescens (109cfu mL-1) + FMA (10 gr/tanaman)), BP10 (P. fluorescens (109cfu mL-1) + FMA (20 gr/tanaman)), dan BP11 (P. fluorescens (109 cfu mL-1) + FMA (30 gr/tanaman)). Hasil menunjukkan perlakuan bakteri pelarut fosfat dan FMA tidak berpengaruh terhadap hasil dan mutu benih kacang tanah pada tanah dengan pH rendah yaitu 5.11. Perlakuan BP9 memiliki kecenderungan  mampu meningkatkan jumlah polong isi, menekan jumlah polong cipo dan meningkatkan indeks vigor lebih baik dibandingkan kontrol. Perlakuan BP2 mampu memberikan kecenderungan menaikkan daya berkecambah dan potensi tumbuh maksimum
Aplikasi Beberapa Bahan Invigorasi untuk Meningkatkan Viabilitas Benih Jagung (Zea mays L.) pada Beberapa Taraf Perendaman Widiastuti Adilistyani; Pitri Ratna Asih; Siwitri Munambar; Jujuk Juhariah
AGROTECH Research Journal Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.442 KB) | DOI: 10.36596/arj.v3i2.805

Abstract

Invigorasi merupakan salah satu teknik untuk memperbaiki mutu benih yang mengalami kemunduran akibat penyimpanan benih yang kurang standar. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh perlakuan bahan invigorasi dan lama perendaman yang paling baik untuk mutu benih jagung yang mendekati kedaluwarsa. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor yang diteliti yaitu bahan invigorasi (B) dan lama perendaman (L). Faktor pertama bahan invigorasi sejumlah 3 taraf yaitu air (B1), KNO3 1 % (B2), dan ekstrak bawang merah 6 % (B3). Sedangkan faktor kedua lama perendaman sejumlah 5 taraf yaitu 0 jam (L1), 6 jam (L2), 12 jam (L3), 18 jam (L4), dan 24 jam (L5). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor tunggal bahan invigorasi yaitu perlakuan air memberikan hasil yang terbaik terhadap parameter mutu fisiologis benih, meliputi daya berkecambah (86,13 %), kecepatan tumbuh (22,65 %), dan indeks vigor (71,33 %). Faktor tunggal lama perendaman yaitu perendaman 0 jam dan 6 jam memberikan hasil yang terbaik terhadap parameter potensi tumbuh maksimum (90,00 %). Untuk interaksi bahan invigorasi dengan lama perendaman, perlakuan perendaman air selama 18 jam dan perlakuan perendaman KNO3 1% selama 6 jam memberikan nilai yang terbaik terhadap parameter pertumbuhan kecambah yaitu panjang akar masing-masing sebesar 17,88 cm dan 17,87 cm. Sedangkan parameter tinggi kecambah menunjukkan berbeda tidak nyata.
Pengaruh Perlakuan secara Fisik dan Kimia terhadap Mutu Kesehatan Viabilitas Benih Paria (Momordica charantia L) Hildazya Hartono; Pitri Ratna Asih; Rika Nalinda
JURNAL AGROTEKNOLOGI UNIVERSITAS ANDALAS Vol 5 No 2 (2023): In Press
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jagur.5.2.48-55.2023

Abstract

Paria is a plant that is usually cultivated to be used as a vegetable or medicinal ingredient. This research was conducted to determine the effect of physical and chemical treatment on the health quality and viability of Bitter Gourd Seeds. This research was conducted from February to June 2022 at the CV Jogja Horti Lestari Laboratory and the Bantul Pest and Diseases Laboratory. The study was conducted using a single factor Completely Randomized Design (RAL) analysis, which consisted of 9 levels and 3 replications, if the treatment showed a significant effect on the observation results, further testing was carried out using the Honest Significant Difference Test (Tukey) at the 5% level. The results showed that physical and chemical treatment had an effect on the health quality of seeds, namely physical treatment with hot water soaking at 53oC for 10 minutes had a significant effect on suppressing the growth of seed-borne pathogens with a growth rate of only 0,75%, but the effect of physical and chemical treatment in viability had no significant effect on germination, growth synchronously, maximum growth potential, and growth speed.
Kombinasi Naa Dan Tdz Dengan Berbagai Taraf Konsentrasi Dalam Kultur In Vitro Tanaman Pisang Cavendish (Musa Acuminata C.) Wisesa , Cindekia Purba; Asih, Pitri Ratna; Farmia, Asih
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 29 No. 1 (2022): Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55259/jiip.v29i1.6

Abstract

The objective of the study is to obtain best composition of Plant Growth RegulatorTDZ and NAA for 1.) shoot multiplication, 2.) root formation of cavendish banana using in vitro methods. This research was conducted at Biotechnology Laboratory of Agriculture Development Polytechnic Yogyakarta-Magelang Department of Agriculture. This research was carried out from 27th January to 20th April 2022. The experimental design was factorial design that consisted of two factors and arranged in Completely Randomized Design with five replicates. The first factor was medium containing TDZ with four levels of concentration, these are 0 ppm, 0,1 ppm, 0,2 ppm, and 0,3 ppm. The second one was medium containing NAA with four levels of concentration, these are 0 ppm, 0,4 ppm, 0,8 ppm, and 1,2 ppm. The data were analysed using analysis of variance (ANOVA) and tested for significancy using DMRT 5%. The result indicated that medium which containing TDZ 0,3 ppm and NAA 0,4 ppm have the best effect for shoot multiplication in cavendish banana comparing to other treatment. Furhermore, medium that containing NAA 1,2 ppm have the best effect for root formation in cavendish banana comparing to other treatment.
STRATEGI PENUMBUHAN PENANGKAR BENIH PADI (Oryza sativa L.) BERSERTIFIKAT DI DESA MULYODADI KECAMATAN BAMBANGLIPURO KABUPATEN BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Sukadi, Sukadi; Wartapa, Agus; Asih, Pitri Ratna; Febriani, Dian Putri
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 27 No. 1 (2020): Juli
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55259/jiip.v27i1.76

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mengetahui faktor internal dan eksternal yang dihadapi petani dalam menumbuhkan penangkar benih padi bersertifikat, serta merumuskan alternatif strategi dan prioritas strategi yang dapat direkomendasikan untuk petani di Desa Mulyodadi. Kajian dilaksanakan pada bulan Februari-Juni 2020 di Desa Mulyodadi, Kecamatan Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam kajian ini yaitu metode kombinasi. Penentuan sampel petani dilakukan dengan proportional random sampling. Hasil dari kajian yaitu analisis faktor internal dan eksternal yang kemudian diidentifikasi dengan matriks IFE dan EFE. Data dari matriks IFE dan EFE digunakan untuk dasar penyusunan alternatif strategi dengan analisis matriks IE dan SWOT, sehingga didapatkan 8 alternatif strategi. Tahapan untuk menentukan prioritas strategi yang dapat direkomendasikan menggunakan analisis QSPM. Hasil dari prioritas strategi yaitu menumbuhkan penangkar benih padi bersertifikat secara berkelompok dengan melakukan penyuluhan SOP perbenihan. Selanjutnya dilakukan penyuluhan tentang penumbuhan penangkar benih padi bersertifikat secara berkelompok. Hasil penyuluhan menunjukkan bahwa aspek pengetahuan dan sikap mengalami peningkatan sebesar 45,5% dan 31,2%
Seed Coating Sebagai Pengganti Fungsi Polong pada Penyimpanan Benih Kacang Tanah Sari, Maryati; Widajati, Eny; Asih, Pitri Ratna
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 41 No. 3 (2013): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.872 KB) | DOI: 10.24831/jai.v41i3.8099

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mencari alternatif pengganti fungsi polong dalam melindungi viabilitas benih kacangtanah selama penyimpanan, sehingga dapat menekan volume dan bobot dalam penyimpanan dan distribusi. Penelitiandilakukan pada benih kacang tanah varietas Kelinci. Percobaan dilaksanakan dengan rancangan petak terbagi. Petakutama adalah periode simpan, yaitu 0, 4, 7, 10, 13, dan 16 minggu. Anak petak adalah perlakuan pelapisan benih, yangterdiri atas benih dalam polong, benih kupas tanpa coating, benih kupas dengan coating arabic gum, coating arabic gum+ 0.5 g benomil L, coating arabic gum + 100 ppm, 150 ppm, dan 200 ppm tepung kurkuma, coating arabic gum + asamaskorbat 150 ppm, 250 ppm, dan 350 ppm. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan coating + 0.5 g benomil L-1  danperlakuan coating + 350 ppm asam askorbat mampu mempertahankan daya berkecambah dan indeks vigor terbaik selamapenyimpanan. Kedua perlakuan tersebut nyata memberikan nilai indeks vigor yang lebih baik (setelah disimpan selama 16minggu, masing-masing memiliki nilai indeks vigor 40.2% dan 45.8%) dibandingkan perlakuan benih kupas tanpa coating(32.9%) dan perlakuan penyimpanan benih dalam polong (28.2%).Kata kunci: Arachis hypogaea L., pelapisan benih, penyimpanan benih, viabilitas benih