Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Hubungan Self-Compasion dengan Burnout Akademik pada Man 1 Kota Gorontalo Putri Mutmaina Datau; Anik indarwati; muhammad mursyid
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.3049

Abstract

Burnout akademik merupakan kondisi kelelahan emosional, sikap sinis terhadap aktivitas belajar, serta menurunnya keyakinan terhadap kemampuan diri akibat tuntutan akademik yang berkepanjangan. Salah satu faktor yang dapat membantu siswa menghadapi tekanan akademik adalah self-compassion, yaitu kemampuan individu untuk bersikap baik kepada diri sendiri, menerima kekurangan, dan memandang kegagalan sebagai bagian dari pengalaman hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-compassion dan burnout akademik pada siswa MAN 1 Kota Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian berjumlah 1.049 siswa dengan sampel sebanyak 92 siswa yang dipilih menggunakan teknik random sampling berdasarkan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala Self-Compassion berdasarkan teori Neff dan skala Burnout Akademik berdasarkan teori Schaufeli dkk. Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara self-compassion dan burnout akademik (r = -0,542; p = 0,000). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi self-compassion yang dimiliki siswa, maka semakin rendah burnout akademik yang dialaminya. Sebaliknya, semakin rendah self-compassion, maka semakin tinggi burnout akademik yang dirasakan siswa. Dengan demikian, self-compassion berperan sebagai faktor protektif dalam menurunkan burnout akademik pada siswa MAN 1 Kota Gorontalo.
PENERAPAN EXPRESSING WRITING DALAM MENINGKATKAN ADVERSITY QUOTIENT PADA ANAK PANTI ASUHAN Inayah Nabila Abdjul; Adinda Kartika Putri Neoe; Anisa Anisa; Fajriah An. Sabbu; Fatra Adjis; Marya Danisyah Mandagi; Maya Maya; Anik Indarwati
Elsia: Jurnal Psikologi Manusia Vol 2, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : program studi psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/jpm.2.2.94-97.2023

Abstract

This study was conducted to determine whether there was an increase in adversity quotient after implementing expressing writing in orphanage children. This research method uses a quantitative research type and uses a pre-experimental design experiment with a pretest-posttest one group design research type. This type of user is imposed on one group only without a comparison group with a total of 30 populations and 14 samples, The results of this study are that the subjects did a pretest with a total value of 104.36 then given treatment and after being given treatment the subjects did a posttest with a total value of 111.29. which means that the subject's AQ increased by 6.7% with a significance of 0.001 <0.05 which means significant.
HUBUNGAN ANTARA SELF ESTEEM DAN SUBJECTVE WELL BEING PADA REMAJA MADRASAH ALIYAH YANG TINGGAL DI PONDOK PESANTREN Al-ISLAM KAB.GORONTALO Siskawati Siskawati; Rahmawaty Parman; Anik Indarwati
Elsia: Jurnal Psikologi Manusia Vol 3, No 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : program studi psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/jpm.3.1.1-14.2024

Abstract

This research aims to determine the relationship between self-esteem and subjective well-being in madrasah Aliyah teenagers who live in the Al-Islami Islamic boarding school in Gorontalo district. This research is a form of quantitative research with a sampling technique using simple random sampling technique and the sample in this research was 60 students. Data were collected using a self-esteem scale and a subjective well-being scale and analyzed using the pearson product moment correlation the results of the research show that there is a relationship between self- esteem and subjective well-being in students with a correlation coefficient value of 0.698 with a significant relationship between self-esteem and subjective well-being among madrasah Aliyah teenagers who live in the Al-Islam Islamic boarding school Gorontalo Regency.
HUBUNGAN ANTARA PENYESUAIAN DIRI DENGAN KENAKALAN REMAJA PADA SISWA SMP NEGERI 1 TELAGA KABUPATEN GORONTALO anik indarwati; Dian Luawo
Elsia: Jurnal Psikologi Manusia Vol 2, No 1 (2023): April 2023
Publisher : program studi psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/jpm.2.1.1-9.2023

Abstract

This research aims to determine the relationship between self-adjustment and juvenile delinquency in students of SMP Negeri 1 Telaga. With a quantitative research design approach. Sampling with clustered random sampling technique and a research sample of 71 students. The measuring instrument uses two questionnaires: the self-adjustment questionnaire and juvenile delinquency. The data analysis method uses product-moment correlation. The results of this study show that there is a correlation coefficient value of r = 0.333 with sig ≤ a 0,004 p=0,05, with a sign of moderate relationship closeness and a negative sign in the results that the higher the self-adjustment, the lower the juvenile delinquency.
KEMANDIRIAN ANAK USIA PRA SEKOLAH DITINJAU DARI IBU BEKERJA DAN TIDAK BEKERJA DI TK MUTIARA DESA PILOHAYANGA KECAMATAN TELAGA Anik Indarwati; Fadelia Duu
Elsia: Jurnal Psikologi Manusia Vol 1, No 1 (2022): Oktober 2022
Publisher : program studi psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/jpm.1.1.24-31.2022

Abstract

Independence can make children responsible for meeting their needs and foster self-confidence. Children who have independence can adapt to the environment and make children able to learn to overcome the difficulties they face. The independence of early childhood depends on the parenting applied in the family, especially the mother. Even though the mother has a job status, it is expected that the mother can have the expertise to fulfill her obligations as a housewife. This study aims to determine whether there are differences in children's independence in working and non-working mothers in Mutiara Kindergarten, Pilohayanga Village, Telaga District, Gorontalo Regency. This study used a quantitative method. The sample in this study amounted to 45 students. The sampling technique used was random cluster sampling. This study's results show a value of 229. The value is more significant than 0.05, and the calculated f value is 1.487. It is concluded that there is a difference between the level of independence of preschool children in working and non-working mothers.
PENGARUH OPTIMISME TERHADAP ADVERSITY QUOTIENT PADA MAHASISWA YANG BEKERJA DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GORONTALO Syamsul Abdul Aziz; Anik Indarwati; Rahmawaty Parman
Elsia: Jurnal Psikologi Manusia Vol 3, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : program studi psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/jpm.3.2.76-85.2024

Abstract

The Effect of Optimism on Adversity Quotient in Working Students at the Universitas Muhammadiyah Gorontalo. Supervised by Anik Indarwati, as the chair and Rahmawaty Parman, as a member. This study used a quantitative approach to determine the effect of optimism on the adversary ratio of working students at the Universitas Muhammadiyah Gorontalo. The sampling technique used was simple random sampling, with a research sample of 70 working students. The data collection technique used optimism and adversity quotient questionnaires, and the research method used simple linear regression analysis. This study’s results showed a significant effect of Optimism on the Adversity Quotient, with the t count being greater than or equal to the t table (3.149 ≥ 1.670) and a significance value of 0.002 ≤ 0.05. This indicated that there was a significant influence between Optimism and Adversity Quotient. The influence given was 12.7%, and the remaining was influenced by variables other than optimism.
Hubungan Antara Self-Esteem Dengan Self-Adjustment Pada Santri di Pondok Pesantren Sirojuth Tholibin Sintiyawati Ladiku; Salahuddin Liputo; Muhammad Mursyid; Anik Indarwati
Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol. 4 No. 2 (2026): Juni
Publisher : putrapublisher.org

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jurpendis.v4i2.1790

Abstract

Kehidupan di pondok pesantren menempatkan santri dalam lingkungan asrama yang sarat aturan, jadwal terstruktur, dan pola interaksi sosial yang berbeda jauh dari kehidupan keluarga. Kondisi ini menuntut kemampuan adaptasi yang tinggi, terutama bagi santri yang baru pertama kali meninggalkan lingkungan keluarganya. Kemampuan penyesuaian diri (self adjustment) santri diduga berkaitan erat dengan tingkat harga diri (self esteem) yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self esteem dengan self adjustment pada santri di Pondok Pesantren Sirojuth Tholibin, Kabupaten Gorontalo. Metode pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan teknik analisis korelasi pearson. Populasi berjumlah 94 santri MTs Sirojuth Tholibin, dan sampel ditetapkan sebanyak 76 santri menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling berdasarkan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 5%. Data dikumpulkan melalui skala self esteem dan skala self adjustment yang disebarkan secara langsung.Hasil analisis korelasi pearson diperoleh nilai signifikan sebesar p = 0,000 (p < 0,05) dan nilai koefisien korelasi sebesar r = -0,492, yang menandakan adanya hubungan negatif yang signifikan antara self esteem dengan self adjustment, yang bermakna bahwa semakin tinggi tingkat self esteem yang dimiliki santri, maka semakin rendah tingkat self adjustmentnya dan sebaliknya. Temuan ini menunjukkan bahwa santri dengan harga diri yang sangat tinggi cenderung merasa lebih sulit untuk menyesuaikan diri dengan norma dan aturan di lingkungan pesantren yang menuntut kepatuhan kolektif. Dengan demikian, keseimbangan antara harga diri dan kemampuan beradaptasi menjadi hal penting yang perlu diperhatikan dalam pembinaan santri.
Hubungan Antara Hardiness Dengan Emotional Labor pada Perawat Instalasi Rawat Inap RSUD di Kabupaten Boalemo Rahmiyati Rizkiah Ismail; Anik Indarwati; Zulkarnain Zulkarnain
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i4.17499

Abstract

Tuntutan emosional dalam pelayanan kesehatan mengharuskan perawat memiliki ketangguhan mental, salah satunya dipengaruhi oleh faktor hardiness. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara hardiness dengan emotional labor pada perawat instalasi rawat inap di RSUD Kabupaten Boalemo. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik total sampling terhadap 125 perawat. Instrumen penelitian meliputi Dispositional Resilience Scale (DRS-15) dan emotional labor scale. Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara hardiness dan emotional labor (p < 0,05) dengan koefisien korelasi sebesar 0,502. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat hardiness, maka semakin tinggi pula kemampuan perawat dalam mengelola emosi saat memberikan pelayanan. Temuan ini mengindikasikan bahwa hardiness berperan penting dalam meningkatkan kemampuan perawat dalam mengelola emosi saat memberikan pelayanan kepada pasien. Oleh karena itu, pengembangan aspek hardiness perlu menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan, khususnya dalam menghadapi tuntutan emosional di lingkungan kerja rumah sakit.