Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PEDOFILIA MENURUT PERSPEKTIF HUKUM PIDANA ISLAM DAN HUKUM POSITIF Rahman, Fadhlur; Suparmin, Sudirman
Gorontalo Law Review Vol. 7 No. 2 Oktober 2024, Gorontalo Law Review
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/golrev.v7i2.3783

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti tentang tindak pidana kejahatan pedofilia yang pada umumnya terjadi pada anak-anak sebagaimana yang terjadi di Kabupaten Langkat, pada penelitian ini meneliti mengenai bagaimana pengaturan hukum positif terhadap pelaku tindak pidana pedofilia, bagaimana pengaturan hukum pidana Islam terhadap pelaku tindak pidana pedofilia , bagaimana analisis yuridis tentang tindak pidana pedofilia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis pendekatan yuridis empiris yang menggunakan dua sumber data yaitu sumber data primer dan juga sumber data sekunder. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa di dalam KUHP pidana ada menjelaskan secara khusus mengenai sanksi hukum bagi pelaku pedofilia  pada anak, akan tetapi di dalam undang-undang Nomor 17 Tahun 2016 pada pasal 81 ayat 1 dan 2 dijelaskan bahwa orang yang melanggar ketentuan pasal 76d maka dijerat pidana minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun dengan denda sebesar Rp. 5.000.000.000. Dalam ketentuan hukum pidana Islam mengenai tindakan pedofilia atau terhadap anak adalah jarimah dan hukumannya adalah hukuman ta’zir, Praktik tindak pidana pedofilia misalnya yang terjadi di Jln. Tengku Amir Hamzah No.1 Stabat Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara dialami oleh dua orang anak di bawah umur, yang mana berdasarkan ketentuan hukumnya maka pelaku dijerat dengan  jarimah ta’zir.
SISTEM INFORMASI PENGOLAHAN DATA NILAI SISWA PADA SMP CENDIKIA DEWANTARA BERBASIS WEB Rahman, Fadhlur; Endang
Jurnal Informatika SIMANTIK Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Informatika SIMANTIK
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Panca Sakti Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengolahan nilai siswa pada SMP Cendikia Dewantara dicatat dan disimpan manual akan mengakibatkan masalah yang serius seperti tidak tepat waktu dalam memberikan nilai raport, tercecernya data nilai siswa yang sudah pernah diolah, kesalahan pemberian nilai oleh guru, dapat tertukarnya nilai siswa dengan siswa lain, dan masih banyak permasalahan-permasalahan lainnya. Metode waterfall merupakan salah satu metode  dalam pengembangan sistem yang tersetruktur,dimulai dari tahap analisa kebutuhan system sampai pada tahap maintenance.  Dalam penelitian ini menerapkan metode waterfall untuk mengembangkan system informasi pengolahan nilai siswa. Hasil pengujian menunjukkan bahwa system yang diusulkan dapat diterima oleh pimpinan sekolah, bagian tata usaha, guru, dan siswa
Framing Power and Ideology: A Critical Discourse Analysis of Elon Musk’s Town Hall Speech Siregar, Ahmad Mulia Panigoran; Rahman, Fadhlur
International Journal of English and Applied Linguistics (IJEAL) Vol. 5 No. 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 Desember 2025
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/ijeal.v5i3.7195

Abstract

This study examines how language constructs power and ideology in Elon Musk’s Town Hall Speech in Pennsylvania through Fairclough’s (2010) three-dimensional model of Critical Discourse Analysis (CDA). The analysis investigates how linguistic features and rhetorical strategies function to legitimize technopopulism, a discourse that merges technocratic authority with populist appeal. Drawing on the full transcript of the speech, data were analyzed across textual, discursive, and sociocultural dimensions. The findings reveal that Musk’s discourse combines emotional populism with rational technocracy. At the textual level, metaphors, inclusive pronouns, and crisis framing generate collective urgency and moral unity. Through digital mediation on X (formerly Twitter), the speech evolves from a local communicative act into a global ideological performance. At the sociocultural level, Musk’s rhetoric naturalizes neoliberal and technocratic values such as efficiency and deregulation, framing them as moral imperatives. The study concludes that Musk’s language conceals domination behind narratives of innovation and progress, exemplifying how technopopulism legitimizes authority in digital capitalism. This research contributes to CDA scholarship by demonstrating that technological discourse not only reflects but actively shapes power relations and ideological formations in contemporary political communication.