Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Evaluasi Pengaruh Teknologi Pruning pada Berbagai Usia Pertanaman terhadap Mutu Benih Padi (Oryza sativa L.) Khoiriyah, Annisa; Aziza, Elea Nur; Rimartin, Geraldo Adinugra
Jurnal Agroteknologi (Agronu) Vol 5 No 01 (2026): Jurnal Agroteknologi
Publisher : Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53863/agronu.v5i01.2163

Abstract

This study aimed to analyze the effects of pruning at different crop ages on the physical, physiological, and biochemical quality of rice seeds, as well as to identify seed responses to variations in pruning timing. The experiment was conducted using a non-factorial Completely Randomized Design on the rice variety Inpari 32. Four pruning treatments were applied, namely no pruning (P0), pruning at 25 days after transplanting (DAT) (P1), 35 DAT (P2), and 45 DAT (P3), with three replications for each treatment. Observations focused on physical seed quality parameters, including moisture content, seed purity, and 1000-seed weight, as well as physiological seed quality parameters, namely germination percentage, vigor index, growth rate, rapid emergence (RE), percentage of normal seedlings, percentage of non-emerged fresh weight, and seed biochemical composition (total sugars, starch, and carbohydrates). Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) at a 5% significance level, followed by Duncan’s Multiple Range Test. The results revealed that pruning treatments did not significantly affect moisture content, seed purity, growth rate, germination percentage, vigor index, rapid emergence, percentage of abnormal seedlings, non-emerged fresh weight, starch content, or carbohydrate content. However, the highest 1000-seed weight was observed in the non-pruned treatment. In contrast, pruning at 35 DAT resulted in the highest total sugar content compared to other treatments, indicating its potential contribution to improved seed physiological quality. These findings suggest that pruning at an appropriate growth stage may influence specific seed quality attributes, particularly biochemical characteristics.
Technology-Based Utilisation of Liquid Organic Fertiliser Derived from Herbal Medicine Waste and Rabbit Urine to Enhance Turmeric (Curcuma longa L.) Growth Annisa Khoiriyah; Elea Nur Aziza; Geraldo Adinugra Rimartin
AJARCDE (Asian Journal of Applied Research for Community Development and Empowerment) Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Asia Pacific Network for Sustainable Agriculture, Food and Energy (SAFE-Network)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29165/ajarcde.v10i1.876

Abstract

The excessive use of synthetic fertilizers and pesticides in biopharmaceutical crop production has raised increasing concerns regarding environmental sustainability and food safety. This study investigated the potential of liquid organic fertilizer (LOF) derived from herbal medicine waste and rabbit urine as an alternative nutrient source for turmeric (Curcuma longa L.), focusing on plant growth, micronutrient uptake, and curcumin accumulation. A factorial randomized complete block design was implemented using varying concentrations of herbal medicine waste LOF (0–200 mL L?¹) and rabbit urine LOF (0–20 mL L?¹). Rhizome biomass, leaf iron (Fe) and boron (B) concentrations, and rhizome curcumin content were evaluated. The results demonstrated that moderate application rates of herbal medicine waste LOF (100 mL L?¹) combined with rabbit urine LOF (20 mL L?¹) effectively enhanced curcumin content without significantly increasing rhizome biomass. Elevated boron accumulation was observed at higher LOF concentrations. These findings highlight the potential of organic waste-derived LOF to improve turmeric quality while promoting sustainable and environmentally responsible cultivation practices. Contribution to Sustainable Development Goals (SDGs):SDG 2   : Zero Hunger SDG 12: Responsible Consumption and Production SDG 13: Climate ActionSDG 15: Life on Land
Karakterisasi Morfologi Enam Galur Melon (Cucumis melo L.) di CV Multi Global Agrindo Elvara Risma Sandiana; Elea Nur Aziza; Agus Wartapa
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/hs66gz92

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi sifat morfologi enam galur melon (Cucumis melo L.) berdasarkan karakter kualitatif dan kuantitatif di CV Multi Global Agrindo. Penelitian dilaksanakan di greenhouse Karangpandan (500 mdpl) pada bulan Juli hingga Oktober 2025. Metode penelitian menggunakan standar deskriptor IPGRI dan NAKTuinbouw dengan analisis klaster melalui software OriginPro. Hasil menunjukkan variabilitas genetik substansial pada karakter vegetatif (daun) dan generatif (buah) sebagai penciri utama pembeda antar galur, sementara karakter bunga cenderung stabil. Analisis dendrogram mengidentifikasi galur 5 sebagai outlier tunggal dengan tingkat kemiripan genetik hanya 3,32% didukung oleh kemanisan maksimal 15% Brix dan struktur jaringan (net) buah yang sangat tebal. Galur 3 unggul pada bobot buah, galur 1 memiliki umur panen paling cepat, dan galur 6 potensial sebagai produk premium dengan daging buah jingga kemerahan. Lingkungan mikro dengan suhu 36,3 - 40  dan sistem irigasi tetes mendukung kelangsungan hidup tanaman hingga 100%. Galur 5 sangat potensial dimanfaatkan sebagai tetua donor dalam program pemuliaan hibrida. Penelitian ini diharapkan mampu menjadi referensi dalam pemanfaatan plasma nutfah lokal untuk perakitan varietas melon hibrida unggul yang mampu mengurangi ketergantungan pada benih impor.
Teknik Perbanyakan Sirih Merah dengan Kombinasi Media, Hormon, dan Jumlah Stek Elea Nur Aziza; Annisa Khoiriyah; Sari Megawati
Agriekstensia : Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian Vol. 20 No. 1 (2021): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.525 KB) | DOI: 10.34145/agriekstensia.v20i1.1501

Abstract

ABSTRAK Sirih merah (Piper crocatum) merupakan tanaman obat yang dipercaya memiliki banyak khasiat sekaligus tanaman hias yang eksotis. Daun sirih merah mengandung flavonoid, polevenolad, tanin, dan minyak atsiri, yang secara empiris memiliki efek anti kejang, membasmi kuman, penghilang rasa nyeri dan menghilangkan bengkak. Perbanyakan sirih merah secara vegetatif yang dianggap paling mudah adalah stek. Namun tingkat keberhasilannya masih rendah. Kombinasi penggunaan media tanam, hormon atau vitamin tanaman, serta jumlah mata tunas diharapkan dapat menyelesaikan masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanggapan pertumbuhan stek sirih merah terhadap 12 perlakuan yang diujikan berupa kombinasi media tanam, hormon atau vitamin, dan jumlah mata tunas yang digunakan. Secara kualitatif dan visual, media M0 menunjukkan persentase keberhasilan yang lebih rendah dibandingkan media M1. Pada pengamatan selama 13 MST, perlakuan M1H2S1 memiliki rata-rata pertumbuhan tinggi tunas paling tinggi dibandingkan perlakuan lain. M1H2S1 merupakan kombinasi media campuran, Vitamin B1, dan menggunakan stek sebanyak satu mata tunas. Dari penelitian ini dapat disarankan bahwa penggunaan stek sebanyak satu mata tunas dapat digunakan untuk perbanyakan bibit sirih merah. Hal ini dapat menguntungkan karena produsen bibit sirih merah dapat menghemat jumlah kebutuhan mata tunas. Kata kunci: Stek, media tanam, dan vitamin B1. ABSTRACT Red betel (Piper crocatum) is a medicinal plant that has many benefits and is an ornamental plant with exotic leaf patterns and colours. Red betel leaf contains flavonoids, polevenolad, tannins, and essential oils. Empirically, the active substance can prevent anticonvulsants, eradicate germs, relieve pain, and eliminate swelling. Cuttings are well known as the most straightforward vegetative propagation of red betel, but the success rate is low. The combination of planting media, plant hormones or vitamins, and the correct number of cuttings are expected to solve this problem. This study aims to determine the growth response of red betel cuttings to 12 treatments tested (combination of soil media, hormones or vitamins, and the number of cuttings). Qualitatively and visually, M0 media showed a lower percentage of success than M1 media. At 13 WAP observations, the M1H2S1 treatment had the highest average shoot height growth compared to other treatments. The M1H2S1 is a combination of mixed media, Vitamin B1, and uses one bud cuttings. It is suggested that one cutting can be used for red betel seedlings propagation, so it can be beneficial for seed producers because they can save cuttings needs. Keywords: Cuttings, soil media, and B1 vitamin.
Keunggulan dan Penciri Utama Calon Varietas Kangkung RKS 06 pada Dataran Rendah Ardi Wijayago; Rajiman Rajiman; Elea Nur Aziza
Agriekstensia : Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian Vol. 22 No. 2 (2023): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/agriekstensia.v22i2.2908

Abstract

The purpose of this study was to identify the benefits and primary features of the proposed RKS 06 kangkong variety. The study was carried out in January through May 2023 at the Karangsari experimental field of Polytechnic for Agricultural Development in Yogyakarta Magelang, Sleman Regency, Yogyakarta Special Region. The experimental design was Complete Randomized Block Design (RAKL) with four replications using The RKS 06, Pusaka 33, KNBI001, and KD 99 variety as factors. Qualitative characters such as stem cross-sectional shape, stem color, leaf shape, leaf color, flower form, petal color, flower crown color, and head color were tested. Kangkong flavor, seed color, seed form, and pistil, harvest age, plant height, stem diameter, leaf length, leaf breadth, number of seeds per capsule, weight per plant, kangkong storageability, weight of 1000 seeds, yield per hectare, and seed demand per hectare were tested quantitative features Utilizing analysis of variance (ANOVA) and the 5% BNJ test, observational data were examined. The results demonstrated that the proposed RKS 06 kangkong variety had high production per hectare (21.8 tons/hectare). The primary features of proposed RKS 06 kangkong variety were the shape of elongated spear-shaped leaves with a tapering tip and a dark green stem color (RHS 144B).
Integrasi Teknologi Penundaan Ekstraksi dan Tingkat Kemasakan Buah pada Produksi Benih Cabai Rawit Varietas JS CR 02 Rukha Heny Pramubinasih; Elea Nur Aziza; Agus Wartapa; Annisa Khoiriyah
Agriekstensia : Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian Vol. 24 No. 2 (2025): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/agriekstensia.v24i2.3238

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penundaan ekstraksi dan tingkat kemasakan buah yang terbaik terhadap mutu benih dan pertumbuhan semai benih cabai rawit varietas JS CR 02. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Benih dan greenhouse Polbangtan Yogyakarta Magelang Jurusan Pertanian Kampus Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) 2 faktor dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah waktu penundaan ekstraksi dan faktor kedua adalah warna buah. Analisis data menggunakan uji Analysis of Varian (ANOVA) dan uji lanjut dengan Uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan terbaik penundaan ekstraksi dan warna buah cabai rawit varietas JS CR 02 berpengaruh nyata terhadap mutu benih dan tidak berpengaruh nyata terhadap mutu pertumbuhan semai benih. Perlakuan terbaik terhadap mutu benih adalah perlakuan R2H3 (penundaan ekstraksi dua hari, warna buah merah tua) terhadap variabel bobot 1.000 butir, kecepatan tumbuh, keserempakan tumbuh, indeks vigor, dan daya berkecambah benih. Pertumbuhan semai benih terbaik dihasilkan dari tingkat kemasakan buah H3 (warna merah tua) terhadap variabel berat kering kecambah normal, tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar bibit, dan bobot kering bibit.
Keunggulan Karakter Agronomi Calon Varietas Cabai Merah Keriting (Capsicum annum L.) JS CK 01 Zantri Nanda Anggraini; Asih Farmia; Elea Nur Aziza
Agriekstensia : Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian Vol. 24 No. 2 (2025): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/agriekstensia.v24i2.3398

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keunggulan karakter agronomi, mutu benih, dan mendapatkan penciri khusus dari cabai merah keriting calon varietas JS CK 01. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni – Oktober 2023 di Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, di Laboratorium Teknologi Benih Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta – Magelang pada bulan November 2023 – Maret 2024, dan di Greenhouse Tefa Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang pada bulan April – Mei 2024. Metode pelaksanaan penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan empat ulangan dan satu faktor yaitu varietas. Calon varietas yang diuji adalah JS CK 01, dan tiga varietas pembanding yaitu CMK Tavi, Vigor Tavi, dan Rizki Tavi. Karakter yang diamati meliputi karakter kualitatif dan kuantitatif. Untuk parameter mutu benih yang diamati adalah daya kecambah benih, kecepatan tumbuh benih, keserempakan tumbuh benih, potensi tumbuh maksimum, dan kadar air. Sedangkan untuk morfologi tumbuhan, yang diamati adalah daun, batang, akar, bunga, dan buah. Data pengamatan dianalisis menggunakan uji F (ANOVA) dan uji lanjut BNJ (Beda Nyata Jujur) 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cabai merah keriting calon varietas JS CK 02 memiliki nilai produksi buah per hektar tinggi, dan memiliki penciri utama tangkai daun pendek dengan sisi daun bergelombang, bentuk buah silindris panjang dengan permukaan buah yang rata, serta mampu beradaptasi dengan baik di dataran rendah di Kabupaten Sleman DI Yogyakarta pada musim kemarau.
Inovasi Teknologi Media Tanam dan Pupuk Organik Cair pada Fase Aklimatisasi Planlet Pisang Cavendish Frisila Vira Delvia; Sari Megawati; Elea Nur Aziza; Geraldo Adinugra Rimartin
Agriekstensia : Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian Vol. 24 No. 2 (2025): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/agriekstensia.v24i2.3960

Abstract

Keberhasilan aklimatisasi tanaman hasil budidaya secara kultur jaringan dipengaruhi oleh faktor lingkungan, media tanam dan nutrisi, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui media tanam dan konsentrasi pupuk organik cair (POC) yang sesuai terhadap pertumbuhan planlet pisang cavendish (Musa acuminata C.) pada aklimatisasi. Penelitian dilaksanakan bulan November 2023 sampai Februari 2024 di Greenhouse Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kota Yogyakarta. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) factorial dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu media tanam dengan perlakuan M0 (cocopeat), M1 (cocopeat dan tanah humus) (1:1), dan M2 (cocopeat, arang sekam, dan pasir steril) (1:1:1). Faktor kedua yaitu konsentrasi POC yang terdiri dari perlakuan P0 (0 ml/liter), P1 (2 ml/liter), P2 (4 ml/liter), dan P3 (6 ml/liter). Hasil penelitian menunjukan bahwa media tanam M1 (cocopeat: tanah humus) dengan perbandingan 1:1, berpengaruh sangat nyata terhadap variabel tinggi tanaman, panjang daun, lebar daun, diameter batang, dan panjang akar panjang akar. Perlakuan POC yaitu P2 (4 ml/liter) berpengaruh nyata terhadap variabel jumlah akar dan perlakuan P1 (2 ml/liter) berpengaruh nyata terhadap variabel jumlah helai daun. Perlakuan media tanam dan konsentrasi POC berinteraksi tidak nyata terhadap pertumbuhan planlet pisang cavendish (Musa acuminata C.).
KARAKTERISASI MORFOLOGI DAN AGRONOMI LIMA AKSESI TOMAT (Solanum lycopersicum L.) LOKAL KUTOARJO Dani Arya Armadhan; Elea Nur Aziza; Annisa Khoiriyah
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 51, No 2 (2026)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v51i2.23533

Abstract

This study aimed to characterize the morphological and agronomic traits of five local tomato accessions from Kutoarjo (A, B, C, D, and E) as a foundation for plant breeding programs. The experiment was conducted using a randomized complete block design with six replications. Observations included qualitative and quantitative characters based on the IPGRI and UPOV descriptor guidelines. The analysis results proved that vegetative traits, such as plant height, stem diameter, and leaf size, did not show significant differences among the accessions. In contrast, generative traits (days to flowering, fruit size, productivity, and seed weight) showed highly significant differences. The Kutoarjo E accession exhibited the best agronomic performance with a productivity of 2.20 kg/plant, 67.83 fruits/plant, and a 1000-seed weight of 3.47 g. In conclusion, these local tomato accessions possess phenotypic and agronomic variations with great potential for sustainable utilization as basic breeding materials.
RESPONS PRODUKTIVITAS DAN MUTU BENIH KACANG PANJANG (Vigna sinensis L.) VARIETAS JS KCP 02 TERHADAP BERBAGAI WAKTU PEMANGKASAN DAN JARAK TANAM Natasya Salsa Dilla Ulla; Asih Farmia; Elea Nur Aziza
Pro-STek Vol. 8 No. 1 (2026): June
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi terbaik antara waktu pemangkasan cabang lateral dan pengaturan jarak tanam terhadap produksi dan kualitas benih tanaman kacang panjang (Vigna sinensis L.) varietas JS KCP 02. Metode yang digunakan adalah Factorial Complete Group Random Design (RAKL) dengan dua faktor yaitu jarak tanam (J0: 20 cm x 50 cm, J1: 40 cm x 50 cm, J2: 60 cm x 50 cm) dan waktu pemangkasan (P0: Unpruned, P1: 21 HST, P2: 28 HST), diulang tiga kali. Hasil analisis sidik jari menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan tidak memiliki efek nyata terhadap parameter pertumbuhan vegetatif yang meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, dan diameter batang, serta tidak berpengaruh signifikan terhadap parameter kadar air benih. Namun, perlakuan memiliki pengaruh yang sangat nyata pada parameter produksi benih. Kombinasi jarak tanam yang longgar dengan pemangkasan, terutama perlakuan J2P2 dan J2P1, menunjukkan kinerja produksi terbaik. Selain itu, jarak tanam yang paling lemah (J2) memiliki pengaruh yang signifikan dalam menstabilkan dan memaksimalkan persentase daya perkecambahan pada benih. Secara keseluruhan, penataan jarak tanam yang lebih luas (60 cm x 50 cm) telah terbukti efektif dalam meminimalisir persaingan antar tanaman dalam memperebutkan sumber daya lingkungan sehingga memaksimalkan hasil produksi dan viabilitas benih.