Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Teknik Perbanyakan Sirih Merah dengan Kombinasi Media, Hormon, dan Jumlah Stek Elea Nur Aziza; Annisa Khoiriyah; Sari Megawati
Agriekstensia : Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian Vol. 20 No. 1 (2021): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.525 KB) | DOI: 10.34145/agriekstensia.v20i1.1501

Abstract

ABSTRAK Sirih merah (Piper crocatum) merupakan tanaman obat yang dipercaya memiliki banyak khasiat sekaligus tanaman hias yang eksotis. Daun sirih merah mengandung flavonoid, polevenolad, tanin, dan minyak atsiri, yang secara empiris memiliki efek anti kejang, membasmi kuman, penghilang rasa nyeri dan menghilangkan bengkak. Perbanyakan sirih merah secara vegetatif yang dianggap paling mudah adalah stek. Namun tingkat keberhasilannya masih rendah. Kombinasi penggunaan media tanam, hormon atau vitamin tanaman, serta jumlah mata tunas diharapkan dapat menyelesaikan masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanggapan pertumbuhan stek sirih merah terhadap 12 perlakuan yang diujikan berupa kombinasi media tanam, hormon atau vitamin, dan jumlah mata tunas yang digunakan. Secara kualitatif dan visual, media M0 menunjukkan persentase keberhasilan yang lebih rendah dibandingkan media M1. Pada pengamatan selama 13 MST, perlakuan M1H2S1 memiliki rata-rata pertumbuhan tinggi tunas paling tinggi dibandingkan perlakuan lain. M1H2S1 merupakan kombinasi media campuran, Vitamin B1, dan menggunakan stek sebanyak satu mata tunas. Dari penelitian ini dapat disarankan bahwa penggunaan stek sebanyak satu mata tunas dapat digunakan untuk perbanyakan bibit sirih merah. Hal ini dapat menguntungkan karena produsen bibit sirih merah dapat menghemat jumlah kebutuhan mata tunas. Kata kunci: Stek, media tanam, dan vitamin B1. ABSTRACT Red betel (Piper crocatum) is a medicinal plant that has many benefits and is an ornamental plant with exotic leaf patterns and colours. Red betel leaf contains flavonoids, polevenolad, tannins, and essential oils. Empirically, the active substance can prevent anticonvulsants, eradicate germs, relieve pain, and eliminate swelling. Cuttings are well known as the most straightforward vegetative propagation of red betel, but the success rate is low. The combination of planting media, plant hormones or vitamins, and the correct number of cuttings are expected to solve this problem. This study aims to determine the growth response of red betel cuttings to 12 treatments tested (combination of soil media, hormones or vitamins, and the number of cuttings). Qualitatively and visually, M0 media showed a lower percentage of success than M1 media. At 13 WAP observations, the M1H2S1 treatment had the highest average shoot height growth compared to other treatments. The M1H2S1 is a combination of mixed media, Vitamin B1, and uses one bud cuttings. It is suggested that one cutting can be used for red betel seedlings propagation, so it can be beneficial for seed producers because they can save cuttings needs. Keywords: Cuttings, soil media, and B1 vitamin.
Keunggulan dan Penciri Utama Calon Varietas Kangkung RKS 06 pada Dataran Rendah Ardi Wijayago; Rajiman Rajiman; Elea Nur Aziza
Agriekstensia : Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian Vol. 22 No. 2 (2023): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/agriekstensia.v22i2.2908

Abstract

The purpose of this study was to identify the benefits and primary features of the proposed RKS 06 kangkong variety. The study was carried out in January through May 2023 at the Karangsari experimental field of Polytechnic for Agricultural Development in Yogyakarta Magelang, Sleman Regency, Yogyakarta Special Region. The experimental design was Complete Randomized Block Design (RAKL) with four replications using The RKS 06, Pusaka 33, KNBI001, and KD 99 variety as factors. Qualitative characters such as stem cross-sectional shape, stem color, leaf shape, leaf color, flower form, petal color, flower crown color, and head color were tested. Kangkong flavor, seed color, seed form, and pistil, harvest age, plant height, stem diameter, leaf length, leaf breadth, number of seeds per capsule, weight per plant, kangkong storageability, weight of 1000 seeds, yield per hectare, and seed demand per hectare were tested quantitative features Utilizing analysis of variance (ANOVA) and the 5% BNJ test, observational data were examined. The results demonstrated that the proposed RKS 06 kangkong variety had high production per hectare (21.8 tons/hectare). The primary features of proposed RKS 06 kangkong variety were the shape of elongated spear-shaped leaves with a tapering tip and a dark green stem color (RHS 144B).
Integrasi Teknologi Penundaan Ekstraksi dan Tingkat Kemasakan Buah pada Produksi Benih Cabai Rawit Varietas JS CR 02 Rukha Heny Pramubinasih; Elea Nur Aziza; Agus Wartapa; Annisa Khoiriyah
Agriekstensia : Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian Vol. 24 No. 2 (2025): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/agriekstensia.v24i2.3238

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penundaan ekstraksi dan tingkat kemasakan buah yang terbaik terhadap mutu benih dan pertumbuhan semai benih cabai rawit varietas JS CR 02. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Benih dan greenhouse Polbangtan Yogyakarta Magelang Jurusan Pertanian Kampus Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) 2 faktor dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah waktu penundaan ekstraksi dan faktor kedua adalah warna buah. Analisis data menggunakan uji Analysis of Varian (ANOVA) dan uji lanjut dengan Uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan terbaik penundaan ekstraksi dan warna buah cabai rawit varietas JS CR 02 berpengaruh nyata terhadap mutu benih dan tidak berpengaruh nyata terhadap mutu pertumbuhan semai benih. Perlakuan terbaik terhadap mutu benih adalah perlakuan R2H3 (penundaan ekstraksi dua hari, warna buah merah tua) terhadap variabel bobot 1.000 butir, kecepatan tumbuh, keserempakan tumbuh, indeks vigor, dan daya berkecambah benih. Pertumbuhan semai benih terbaik dihasilkan dari tingkat kemasakan buah H3 (warna merah tua) terhadap variabel berat kering kecambah normal, tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar bibit, dan bobot kering bibit.
Keunggulan Karakter Agronomi Calon Varietas Cabai Merah Keriting (Capsicum annum L.) JS CK 01 Zantri Nanda Anggraini; Asih Farmia; Elea Nur Aziza
Agriekstensia : Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian Vol. 24 No. 2 (2025): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/agriekstensia.v24i2.3398

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keunggulan karakter agronomi, mutu benih, dan mendapatkan penciri khusus dari cabai merah keriting calon varietas JS CK 01. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni – Oktober 2023 di Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, di Laboratorium Teknologi Benih Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta – Magelang pada bulan November 2023 – Maret 2024, dan di Greenhouse Tefa Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang pada bulan April – Mei 2024. Metode pelaksanaan penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan empat ulangan dan satu faktor yaitu varietas. Calon varietas yang diuji adalah JS CK 01, dan tiga varietas pembanding yaitu CMK Tavi, Vigor Tavi, dan Rizki Tavi. Karakter yang diamati meliputi karakter kualitatif dan kuantitatif. Untuk parameter mutu benih yang diamati adalah daya kecambah benih, kecepatan tumbuh benih, keserempakan tumbuh benih, potensi tumbuh maksimum, dan kadar air. Sedangkan untuk morfologi tumbuhan, yang diamati adalah daun, batang, akar, bunga, dan buah. Data pengamatan dianalisis menggunakan uji F (ANOVA) dan uji lanjut BNJ (Beda Nyata Jujur) 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cabai merah keriting calon varietas JS CK 02 memiliki nilai produksi buah per hektar tinggi, dan memiliki penciri utama tangkai daun pendek dengan sisi daun bergelombang, bentuk buah silindris panjang dengan permukaan buah yang rata, serta mampu beradaptasi dengan baik di dataran rendah di Kabupaten Sleman DI Yogyakarta pada musim kemarau.
Inovasi Teknologi Media Tanam dan Pupuk Organik Cair pada Fase Aklimatisasi Planlet Pisang Cavendish Frisila Vira Delvia; Sari Megawati; Elea Nur Aziza; Geraldo Adinugra Rimartin
Agriekstensia : Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian Vol. 24 No. 2 (2025): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/agriekstensia.v24i2.3960

Abstract

Keberhasilan aklimatisasi tanaman hasil budidaya secara kultur jaringan dipengaruhi oleh faktor lingkungan, media tanam dan nutrisi, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui media tanam dan konsentrasi pupuk organik cair (POC) yang sesuai terhadap pertumbuhan planlet pisang cavendish (Musa acuminata C.) pada aklimatisasi. Penelitian dilaksanakan bulan November 2023 sampai Februari 2024 di Greenhouse Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kota Yogyakarta. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) factorial dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu media tanam dengan perlakuan M0 (cocopeat), M1 (cocopeat dan tanah humus) (1:1), dan M2 (cocopeat, arang sekam, dan pasir steril) (1:1:1). Faktor kedua yaitu konsentrasi POC yang terdiri dari perlakuan P0 (0 ml/liter), P1 (2 ml/liter), P2 (4 ml/liter), dan P3 (6 ml/liter). Hasil penelitian menunjukan bahwa media tanam M1 (cocopeat: tanah humus) dengan perbandingan 1:1, berpengaruh sangat nyata terhadap variabel tinggi tanaman, panjang daun, lebar daun, diameter batang, dan panjang akar panjang akar. Perlakuan POC yaitu P2 (4 ml/liter) berpengaruh nyata terhadap variabel jumlah akar dan perlakuan P1 (2 ml/liter) berpengaruh nyata terhadap variabel jumlah helai daun. Perlakuan media tanam dan konsentrasi POC berinteraksi tidak nyata terhadap pertumbuhan planlet pisang cavendish (Musa acuminata C.).
KARAKTERISASI MORFOLOGI DAN AGRONOMI LIMA AKSESI TOMAT (Solanum lycopersicum L.) LOKAL KUTOARJO Dani Arya Armadhan; Elea Nur Aziza; Annisa Khoiriyah
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 51, No 2 (2026)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v51i2.23533

Abstract

This study aimed to characterize the morphological and agronomic traits of five local tomato accessions from Kutoarjo (A, B, C, D, and E) as a foundation for plant breeding programs. The experiment was conducted using a randomized complete block design with six replications. Observations included qualitative and quantitative characters based on the IPGRI and UPOV descriptor guidelines. The analysis results proved that vegetative traits, such as plant height, stem diameter, and leaf size, did not show significant differences among the accessions. In contrast, generative traits (days to flowering, fruit size, productivity, and seed weight) showed highly significant differences. The Kutoarjo E accession exhibited the best agronomic performance with a productivity of 2.20 kg/plant, 67.83 fruits/plant, and a 1000-seed weight of 3.47 g. In conclusion, these local tomato accessions possess phenotypic and agronomic variations with great potential for sustainable utilization as basic breeding materials.
RESPONS PRODUKTIVITAS DAN MUTU BENIH KACANG PANJANG (Vigna sinensis L.) VARIETAS JS KCP 02 TERHADAP BERBAGAI WAKTU PEMANGKASAN DAN JARAK TANAM Natasya Salsa Dilla Ulla; Asih Farmia; Elea Nur Aziza
Pro-STek Vol. 8 No. 1 (2026): June
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi terbaik antara waktu pemangkasan cabang lateral dan pengaturan jarak tanam terhadap produksi dan kualitas benih tanaman kacang panjang (Vigna sinensis L.) varietas JS KCP 02. Metode yang digunakan adalah Factorial Complete Group Random Design (RAKL) dengan dua faktor yaitu jarak tanam (J0: 20 cm x 50 cm, J1: 40 cm x 50 cm, J2: 60 cm x 50 cm) dan waktu pemangkasan (P0: Unpruned, P1: 21 HST, P2: 28 HST), diulang tiga kali. Hasil analisis sidik jari menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan tidak memiliki efek nyata terhadap parameter pertumbuhan vegetatif yang meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, dan diameter batang, serta tidak berpengaruh signifikan terhadap parameter kadar air benih. Namun, perlakuan memiliki pengaruh yang sangat nyata pada parameter produksi benih. Kombinasi jarak tanam yang longgar dengan pemangkasan, terutama perlakuan J2P2 dan J2P1, menunjukkan kinerja produksi terbaik. Selain itu, jarak tanam yang paling lemah (J2) memiliki pengaruh yang signifikan dalam menstabilkan dan memaksimalkan persentase daya perkecambahan pada benih. Secara keseluruhan, penataan jarak tanam yang lebih luas (60 cm x 50 cm) telah terbukti efektif dalam meminimalisir persaingan antar tanaman dalam memperebutkan sumber daya lingkungan sehingga memaksimalkan hasil produksi dan viabilitas benih.
Pengaruh Waktu Petik dan Pemeraman Bunga Jantan Terhadap Produksi Benih Hibrida Semangka Tipe Dragon Rose Kharisma Septiani; Annisa Khoiriyah; Elea Nur Aziza; Krisna Hamid
Jurnal Greenation Pertanian dan Perkebunan Vol. 4 No. 2 (2026): (JGPP) Jurnal Greenation Pertanian dan Perkebunan (Mei 2026)
Publisher : Greenation Publisher & Yayasan Global Research National

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jgpp.v4i2.641

Abstract

Semangka (Citrullus lanatus L.) merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi, namun ketersediaan benih hibrida unggul masih menjadi kendala dalam peningkatan produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu petik bunga jantan dan lama pemeraman terhadap viabilitas polen, keberhasilan polinasi, dan produksi benih hibrida semangka tipe dragon. Penelitian dilaksanakan di PT Tani Murni Indonesia, Sleman, Yogyakarta menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial dengan dua faktor, yaitu waktu petik bunga jantan pada pukul 14.00 WIB, 15.00 WIB, dan 16.00 WIB serta lama pemeraman selama 16, 17, dan 18 jam. Parameter yang diamati meliputi viabilitas polen, persentase keberhasilan polinasi, berat buah, jumlah biji per buah, berat biji per buah, dan daya berkecambah benih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu petik bunga jantan berpengaruh nyata terhadap viabilitas polen, dimana viabilitas tertinggi diperoleh pada pemetikan pukul 14.00 WIB sebesar 98,82%. Interaksi antara waktu petik dan lama pemeraman berpengaruh nyata terhadap keberhasilan polinasi dan daya berkecambah benih. Kombinasi pemetikan pukul 14.00 WIB dengan pemeraman 16 jam menghasilkan keberhasilan polinasi tertinggi sebesar 96,46%, sedangkan kombinasi pemetikan pukul 15.00 WIB dengan pemeraman 17 jam menghasilkan daya berkecambah tertinggi sebesar 100%. Perlakuan tidak memberikan pengaruh nyata terhadap berat buah, jumlah biji per buah, dan berat biji per buah. Penelitian ini menunjukkan bahwa sinkronisasi waktu pemetikan bunga jantan dan lama pemeraman yang tepat dapat meningkatkan efektivitas polinasi serta kualitas benih pada produksi benih hibrida semangka.
Strategi Peningkatan Daya Saing Melalui Inisiasi Pemasaran Kolektif Produk Hortikultura di Kapanewon Patuk Risma Yulianti yulianti; Siti Nurlaela; Elea Nur Aziza
Jurnal Greenation Pertanian dan Perkebunan Vol. 4 No. 2 (2026): (JGPP) Jurnal Greenation Pertanian dan Perkebunan (Mei 2026)
Publisher : Greenation Publisher & Yayasan Global Research National

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jgpp.v4i2.650

Abstract

The horticulture sector has significant economic potential; however, farmers continue to face several constraints in improving competitiveness, particularly farm fragmentation, weak bargaining power, limited access to market information, and the absence of product quality standardization. This study aims to analyze the initiation process of collective marketing for horticultural products, identify internal and external factors affecting its development, and formulate strategic priorities to enhance farmers’ competitiveness. This research employed a descriptive qualitative approach, with data collected through observation, in-depth interviews, documentation, and Focus Group Discussion (FGD). The informants consisted of four horticultural farmers as key informants and two additional informants, namely an agricultural extension officer and a collection point manager. Data were analyzed using IFAS and EFAS matrices, SWOT analysis, and the Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). The results indicate that the initiation of collective marketing in Patuk District remains at the stage of awareness building and informal coordination through WhatsApp. Social capital in the form of trust, solidarity, and information openness has been established, but it has not yet been supported by adequate institutional structure, administration, quality standardization, and production continuity. The IFAS and EFAS results positioned the strategy in Quadrant III, with an X value of -0.89 and a Y value of 1.15, indicating that the recommended strategy is the WO strategy. Based on QSPM analysis, the strategic priorities are the formulation and implementation of cultivation standard operating procedures, digitalization of group administration and financial records, strengthening institutional governance through collaboration with BPP Patuk, and optimizing WhatsApp-based coordination. These strategies are expected to strengthen farmer institutions and sustainably improve the competitiveness of horticultural products.
Keragaman Morfologi dan Seleksi Galur Harapan Terung (Solanum melongena L) Generasi F2 Tipe Pyriform Muhafido Nafngi Huda; Elea Nur Aziza; Annisa Khoiriyah
INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 3 (2026): Juni 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/insologi.v5i3.8215

Abstract

Eggplant (Solanum melongena L.) is an important horticultural crop with high economic value and broad morphological diversity, particularly in fruit traits. This study aimed to characterize the morphological diversity of an F2 eggplant population a Pyriform-fruited, evaluate phenotypic segregation based on qualitative traits, and identify promising lines for breeding programs. The study was conducted from November 2025 to March 2026 at the Teaching Factory Celeban Experimental Field, Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang, Yogyakarta, Indonesia. The plant materials consisted of 155 F2 individuals and three genotypes, TEV 01, TEV 02, and TB 412, used as references. Observations were conducted on 17 qualitative traits based on UPOV descriptors. Data were analyzed descriptively using frequency distributions and percentages, followed by UPGMA cluster analysis. The F2 population exhibited broad morphological diversity in vegetative, floral, and fruit traits. Dominant traits were Pyriform fruit shape (55%), dark purple fruit skin color (51%), spineless calyx (72%), absence of fruit grooves (55%), and straight fruit curvature (69%). Cluster analysis grouped the population into five major clusters at 70% similarity. Six promising lines were identified: 43-24, 48-8, 48-18, 92-5, 107-20, and 107-25. The F2 population has potential as a source of morphological diversity for further selection in developing superior eggplant varietiesTop of Form