Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Peran Kelompok Tani dalam Pengolahan Limbah Hidrosol Menjadi Pestisida Nabati di Kalurahan Semoyo: Penelitian Siti Nur Anisah; Ina Fitria Ismarlin; Sari Megawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.867

Abstract

This study aims to determine the level of each variable of learning classes, cooperation vehicles, production units, and treatment of citronella waste and to determine the role of farmer groups in processing citronella waste into vegetable pesticides. The method used in study is a descriptive quantitative method using questionnaires as a research instrument. This study was carried out from November 2024 to March 2025 in Semoyo Village. The selection of the location was carried out by purposive sampling. The sample used in this study was a saturated sample totaling 56 people. The results of the study showed that the role of farmer groups in processing citronella waste into vegetable pesticides in Semoyo Village as learning class was with the value 65,3% and as a vehiche for cooperation was categorized as medium with values 57,6% and groups as production units in the medium category with value 67,3% and the level of processing of citronella waste in the category medium with values 71,1%. Simultaneously, the role of farmer groups as learning classes and cooperation vehicles does not have a significant of citronella waste, while groups as a production unit has a significant effect on the processing of citronella waste.
Daya Hasil Galur Tomat Hibrida Dataran Rendah (Solanum lycopersicum L.) Di Kediri Jawa Timur: Penelitian Alfiyah Rubet Lestari; Sari Megawati; Agus Wartapa
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.1080

Abstract

Tomat ( Solanum lycopersicum L.) merupakan salah satu komoditas pertanian yang unggul, hal ini dikarenakan tomat memiliki kandungan gizi dan prospek pasar yang cukup baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keunggulan dan daya hasil dari 7 galur tomat di dataran rendah dengan 2 varietas pembanding. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2024 sampai November 2024 di Lahan CV Ever Fresh Kediri, Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 9 perlakukan diantaranya 7 galur ( 2403, 2404, 2405, 2406, 2407, 2408, 2409 ) dan 2 varietas pembanding ( Corona F1, Servo F1 ) masing-masing perlakukan dilakukan 3 ulangan. Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam atau uji F dengan taraf 5% dan apabila hasilnya menyatakan beda nyata maka dilanjutkan dengan Uji BNJ dengan taraf 5%. Perlakuan 2404 memberikan hasil terbaik dengan jumlah buah per tanaman mencapai 50,33 buah dan produksi per hektar sebesar 36,68 ton, serta daya simpan terpanjang yaitu 23,67 hari. Sementara itu, perlakuan 2409 memiliki umur panen paling lambat yaitu 60 hari, sedangkan 2404 berbunga paling awal pada 23 hari. Secara keseluruhan, perlakuan 2404 menonjol pada produktivitas dan efisiensi, sehingga menjadi pilihan terbaik untuk hasil yang maksimal.
Karakter Kualitatif Kacang Panjang (Vigna sinensis L.) Calon Varietas KP 03 di CV Everfresh Kinasih, Anisa Chintami Putri; Suharno, Suharno; Megawati, Sari
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kacang panjang merupakan salah satu tanaman sayuran yang disukai oleh masyarakat, dimana memiliki nilai gizi yang tinggi seperti sayuran lainnya. Kacang panjang mengandung protein sebesar 2,7 % pada polong muda, 4,1 % daun, dan 22,3 % biji kering. Pengembangan varietas unggul memiliki peluang besar untuk mendukung peningkatan produktivitas tanaman di Indonesia, terutama pada budidaya kacang panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan deskripsi varietas dan penciri khusus dari tanaman kacang panjang calon varietas KP 03. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan satu faktor terdiri dari 4 perlakuan varietas. Varietas tersebut adalah KP 03 yang merupakan calon varietas atau galur harapan yang diuji, dan tiga varietas yang telah dilepas sebagai pembanding, yaitu varietas Pangeran Anvi (PT Agri Makmur Pertiwi), Janges (CV Everfresh), dan Guarda (PT East West Seed Indonesia). Analisis untuk data kualitatif yang telah diperoleh dari penelitian ini dilakukan dengan pengamatan deskriptif menggunakan acuan PPU (Panduan Pelaksanaan Uji) Keunikan, Keseragaman, dan Kestabilan tanaman kacang panjang. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat karakter unggul yang dijadikan sebagai penciri khusus tanaman, yaitu warna sekunder bunga dan warna antosianin pada batang tanaman kacang panjang calon varietas KP 03.
Perbandingan Daya Hasil Varietas Bawang Merah di Kabupaten Sleman, Provinsi D.I. Yogyakarta Megawati, Sari; Fauziah, Nicky Oktav; Rajiman, Rajiman
Jurnal Media Pertanian Vol 10, No 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Batanghari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jagro.v10i2.264

Abstract

Penggunaan varietas unggul merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan produktivitas tanaman bawang merah. Varietas merupakan salah satu faktor kunci yang mempengaruhi pertumbuhan bawang merah. Suatu varietas dikatakan adaptif terhadap kondisi lingkungannya apabila pertumbuhan dan produktivitasnya tidak menunjukkan perbedaan yang nyata dibandingkan dengan kinerjanya di daerah penanaman asalnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi hasil beberapa varietas bawang merah di Kabupaten Sleman. Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai dengan Juli 2024 di Kecamatan Kalasa, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAL) dengan enam perlakuan varietas (V): V1 = Katumi, V2 = Kuning, V3 = Pikatan, V4 = Gempita Agrihorti, V5 = Kramat 1, dan enam kali ulangan, sehingga diperoleh total 30 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas Gempita Agrihorti (V4) menunjukkan parameter pertumbuhan tinggi tanaman tertinggi pada umur 1-2 minggu setelah tanam (MST). Sementara itu, varietas Katumi (V1) secara konsisten menunjukkan kinerja terbaik pada beberapa parameter, meliputi bobot daun segar per rumpun, bobot biomassa segar per rumpun, bobot biomassa kering per rumpun, dan total padatan terlarut. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi penggunaan varietas adaptif lain dan jenis pupuk yang cocok untuk budidaya di dataran rendah, seperti di Kabupaten Sleman.
Pertumbuhan Plantlet Anggrek Dendrobium Discolor ‘Merauke’ pada Media Vacint and Went dengan Pengaturan Dosis Salicylic Acid dan Activated Charcoal : Penelitian Arif Bigarto; Elea Nur Aziza; Megawati, Sari
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.675

Abstract

Indonesia has high biological wealth, one of which is the Dendrobium discolor 'Merauke' orchid endemic to the Papuan forest. The use of in vitro culture techniques with Vacin and Went media, supplemented with salicylic acid and activated charcoal, is believed to enhance growth and reduce contamination in in vitro culture media. This study aims to determine the interaction and dosage between salicylic acid and activated charcoal on the growth of Dendrobium discolor 'Merauke' orchid plantlets. 2-factorial Completely Randomized Design (CRD) with 4 replications was used, followed by analysis using 5% DMRT. The parameters of this study included leaf length, leaf width, number of leaves, root length, and number of roots. A dose of 50 ppm salicylic acid combined with various doses of activated charcoal resulted in the longest leaves, while a dose of 75 ppm salicylic acid without activated charcoal produced the widest leaves. The treatment with 1 g of activated charcoal without salicylic acid led to the longest roots, whereas the treatment with 3 g/l of activated charcoal without salicylic acid resulted in the highest number of roots.