Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Daya Hasil Galur Tomat Hibrida Dataran Rendah (Solanum lycopersicum L.) Di Kediri Jawa Timur: Penelitian Alfiyah Rubet Lestari; Sari Megawati; Agus Wartapa
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.1080

Abstract

Tomat ( Solanum lycopersicum L.) merupakan salah satu komoditas pertanian yang unggul, hal ini dikarenakan tomat memiliki kandungan gizi dan prospek pasar yang cukup baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keunggulan dan daya hasil dari 7 galur tomat di dataran rendah dengan 2 varietas pembanding. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2024 sampai November 2024 di Lahan CV Ever Fresh Kediri, Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 9 perlakukan diantaranya 7 galur ( 2403, 2404, 2405, 2406, 2407, 2408, 2409 ) dan 2 varietas pembanding ( Corona F1, Servo F1 ) masing-masing perlakukan dilakukan 3 ulangan. Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam atau uji F dengan taraf 5% dan apabila hasilnya menyatakan beda nyata maka dilanjutkan dengan Uji BNJ dengan taraf 5%. Perlakuan 2404 memberikan hasil terbaik dengan jumlah buah per tanaman mencapai 50,33 buah dan produksi per hektar sebesar 36,68 ton, serta daya simpan terpanjang yaitu 23,67 hari. Sementara itu, perlakuan 2409 memiliki umur panen paling lambat yaitu 60 hari, sedangkan 2404 berbunga paling awal pada 23 hari. Secara keseluruhan, perlakuan 2404 menonjol pada produktivitas dan efisiensi, sehingga menjadi pilihan terbaik untuk hasil yang maksimal.
Perbandingan Daya Hasil Varietas Bawang Merah di Kabupaten Sleman, Provinsi D.I. Yogyakarta Megawati, Sari; Fauziah, Nicky Oktav; Rajiman, Rajiman
Jurnal Media Pertanian Vol 10, No 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Batanghari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jagro.v10i2.264

Abstract

Penggunaan varietas unggul merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan produktivitas tanaman bawang merah. Varietas merupakan salah satu faktor kunci yang mempengaruhi pertumbuhan bawang merah. Suatu varietas dikatakan adaptif terhadap kondisi lingkungannya apabila pertumbuhan dan produktivitasnya tidak menunjukkan perbedaan yang nyata dibandingkan dengan kinerjanya di daerah penanaman asalnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi hasil beberapa varietas bawang merah di Kabupaten Sleman. Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai dengan Juli 2024 di Kecamatan Kalasa, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAL) dengan enam perlakuan varietas (V): V1 = Katumi, V2 = Kuning, V3 = Pikatan, V4 = Gempita Agrihorti, V5 = Kramat 1, dan enam kali ulangan, sehingga diperoleh total 30 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas Gempita Agrihorti (V4) menunjukkan parameter pertumbuhan tinggi tanaman tertinggi pada umur 1-2 minggu setelah tanam (MST). Sementara itu, varietas Katumi (V1) secara konsisten menunjukkan kinerja terbaik pada beberapa parameter, meliputi bobot daun segar per rumpun, bobot biomassa segar per rumpun, bobot biomassa kering per rumpun, dan total padatan terlarut. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi penggunaan varietas adaptif lain dan jenis pupuk yang cocok untuk budidaya di dataran rendah, seperti di Kabupaten Sleman.
Pertumbuhan Plantlet Anggrek Dendrobium Discolor ‘Merauke’ pada Media Vacint and Went dengan Pengaturan Dosis Salicylic Acid dan Activated Charcoal : Penelitian Arif Bigarto; Elea Nur Aziza; Megawati, Sari
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.675

Abstract

Indonesia has high biological wealth, one of which is the Dendrobium discolor 'Merauke' orchid endemic to the Papuan forest. The use of in vitro culture techniques with Vacin and Went media, supplemented with salicylic acid and activated charcoal, is believed to enhance growth and reduce contamination in in vitro culture media. This study aims to determine the interaction and dosage between salicylic acid and activated charcoal on the growth of Dendrobium discolor 'Merauke' orchid plantlets. 2-factorial Completely Randomized Design (CRD) with 4 replications was used, followed by analysis using 5% DMRT. The parameters of this study included leaf length, leaf width, number of leaves, root length, and number of roots. A dose of 50 ppm salicylic acid combined with various doses of activated charcoal resulted in the longest leaves, while a dose of 75 ppm salicylic acid without activated charcoal produced the widest leaves. The treatment with 1 g of activated charcoal without salicylic acid led to the longest roots, whereas the treatment with 3 g/l of activated charcoal without salicylic acid resulted in the highest number of roots.
Karakter Kualitatif Kacang Panjang (Vigna sinensis L.) Calon Varietas KP 03 di CV Everfresh Anisa Chintami Putri Kinasih; Suharno Suharno; Sari Megawati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1950

Abstract

Kacang panjang merupakan salah satu tanaman sayuran yang disukai oleh masyarakat, dimana memiliki nilai gizi yang tinggi seperti sayuran lainnya. Kacang panjang mengandung protein sebesar 2,7 % pada polong muda, 4,1 % daun, dan 22,3 % biji kering. Pengembangan varietas unggul memiliki peluang besar untuk mendukung peningkatan produktivitas tanaman di Indonesia, terutama pada budidaya kacang panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan deskripsi varietas dan penciri khusus dari tanaman kacang panjang calon varietas KP 03. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan satu faktor terdiri dari 4 perlakuan varietas. Varietas tersebut adalah KP 03 yang merupakan calon varietas atau galur harapan yang diuji, dan tiga varietas yang telah dilepas sebagai pembanding, yaitu varietas Pangeran Anvi (PT Agri Makmur Pertiwi), Janges (CV Everfresh), dan Guarda (PT East West Seed Indonesia). Analisis untuk data kualitatif yang telah diperoleh dari penelitian ini dilakukan dengan pengamatan deskriptif menggunakan acuan PPU (Panduan Pelaksanaan Uji) Keunikan, Keseragaman, dan Kestabilan tanaman kacang panjang. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat karakter unggul yang dijadikan sebagai penciri khusus tanaman, yaitu warna sekunder bunga dan warna antosianin pada batang tanaman kacang panjang calon varietas KP 03.
PENGARUH TAKARAN UREA TERHADAP HASIL DAN MUTU BENIH BAWANG MERAH Sari Megawati; Rajiman; Ismadi; Abid Raif Rahmatullah
Jurnal Pertanian Agros Vol 28 No 1 (2026): EDISI JANUARI
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v28i1.176

Abstract

Shallot (Allium ascalonicum L.) is a high-value horticultural commodity with continuously increasing demand. The success of shallot cultivation, particularly for seed production, largely depends on the availability of high-quality seeds, which is influenced by fertilization practices. Nitrogen (N) plays an important role in plant growth and yield formation; however, inappropriate N application can reduce seed quality. This study aimed to evaluate the effects of different urea fertilizer doses on the growth, yield, and seed quality of shallots, as well as to determine the optimal and efficient urea dosage. The research was conducted in Nglipar District, Gunungkidul Regency, Special Region of Yogyakarta, from April to December 2025, using a Randomized Complete Block Design with four urea dose treatments, namely 0, 100, 150, and 200 kg/ha, each replicated six times. Observed parameters included vegetative growth, yield components, and the physical and chemical quality of bulbs. The results showed that increasing urea doses tended to enhance plant height and leaf number up to a certain level, but did not always have a significant effect at the maximum vegetative stage. A urea dose of 100 kg/ha produced the highest bulb weight, productivity, and the best physical and chemical bulb quality compared to higher doses. Application of urea above the optimal rate reduced yield and nitrogen use efficiency. Therefore, a urea dose of 100 kg/ha is recommended as the optimal rate to improve the quantity and quality of shallot seed.  
Teknik Perbanyakan Sirih Merah dengan Kombinasi Media, Hormon, dan Jumlah Stek Elea Nur Aziza; Annisa Khoiriyah; Sari Megawati
Agriekstensia : Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian Vol. 20 No. 1 (2021): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.525 KB) | DOI: 10.34145/agriekstensia.v20i1.1501

Abstract

ABSTRAK Sirih merah (Piper crocatum) merupakan tanaman obat yang dipercaya memiliki banyak khasiat sekaligus tanaman hias yang eksotis. Daun sirih merah mengandung flavonoid, polevenolad, tanin, dan minyak atsiri, yang secara empiris memiliki efek anti kejang, membasmi kuman, penghilang rasa nyeri dan menghilangkan bengkak. Perbanyakan sirih merah secara vegetatif yang dianggap paling mudah adalah stek. Namun tingkat keberhasilannya masih rendah. Kombinasi penggunaan media tanam, hormon atau vitamin tanaman, serta jumlah mata tunas diharapkan dapat menyelesaikan masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanggapan pertumbuhan stek sirih merah terhadap 12 perlakuan yang diujikan berupa kombinasi media tanam, hormon atau vitamin, dan jumlah mata tunas yang digunakan. Secara kualitatif dan visual, media M0 menunjukkan persentase keberhasilan yang lebih rendah dibandingkan media M1. Pada pengamatan selama 13 MST, perlakuan M1H2S1 memiliki rata-rata pertumbuhan tinggi tunas paling tinggi dibandingkan perlakuan lain. M1H2S1 merupakan kombinasi media campuran, Vitamin B1, dan menggunakan stek sebanyak satu mata tunas. Dari penelitian ini dapat disarankan bahwa penggunaan stek sebanyak satu mata tunas dapat digunakan untuk perbanyakan bibit sirih merah. Hal ini dapat menguntungkan karena produsen bibit sirih merah dapat menghemat jumlah kebutuhan mata tunas. Kata kunci: Stek, media tanam, dan vitamin B1. ABSTRACT Red betel (Piper crocatum) is a medicinal plant that has many benefits and is an ornamental plant with exotic leaf patterns and colours. Red betel leaf contains flavonoids, polevenolad, tannins, and essential oils. Empirically, the active substance can prevent anticonvulsants, eradicate germs, relieve pain, and eliminate swelling. Cuttings are well known as the most straightforward vegetative propagation of red betel, but the success rate is low. The combination of planting media, plant hormones or vitamins, and the correct number of cuttings are expected to solve this problem. This study aims to determine the growth response of red betel cuttings to 12 treatments tested (combination of soil media, hormones or vitamins, and the number of cuttings). Qualitatively and visually, M0 media showed a lower percentage of success than M1 media. At 13 WAP observations, the M1H2S1 treatment had the highest average shoot height growth compared to other treatments. The M1H2S1 is a combination of mixed media, Vitamin B1, and uses one bud cuttings. It is suggested that one cutting can be used for red betel seedlings propagation, so it can be beneficial for seed producers because they can save cuttings needs. Keywords: Cuttings, soil media, and B1 vitamin.
Inovasi Teknologi Media Tanam dan Pupuk Organik Cair pada Fase Aklimatisasi Planlet Pisang Cavendish Frisila Vira Delvia; Sari Megawati; Elea Nur Aziza; Geraldo Adinugra Rimartin
Agriekstensia : Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian Vol. 24 No. 2 (2025): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/agriekstensia.v24i2.3960

Abstract

Keberhasilan aklimatisasi tanaman hasil budidaya secara kultur jaringan dipengaruhi oleh faktor lingkungan, media tanam dan nutrisi, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui media tanam dan konsentrasi pupuk organik cair (POC) yang sesuai terhadap pertumbuhan planlet pisang cavendish (Musa acuminata C.) pada aklimatisasi. Penelitian dilaksanakan bulan November 2023 sampai Februari 2024 di Greenhouse Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kota Yogyakarta. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) factorial dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu media tanam dengan perlakuan M0 (cocopeat), M1 (cocopeat dan tanah humus) (1:1), dan M2 (cocopeat, arang sekam, dan pasir steril) (1:1:1). Faktor kedua yaitu konsentrasi POC yang terdiri dari perlakuan P0 (0 ml/liter), P1 (2 ml/liter), P2 (4 ml/liter), dan P3 (6 ml/liter). Hasil penelitian menunjukan bahwa media tanam M1 (cocopeat: tanah humus) dengan perbandingan 1:1, berpengaruh sangat nyata terhadap variabel tinggi tanaman, panjang daun, lebar daun, diameter batang, dan panjang akar panjang akar. Perlakuan POC yaitu P2 (4 ml/liter) berpengaruh nyata terhadap variabel jumlah akar dan perlakuan P1 (2 ml/liter) berpengaruh nyata terhadap variabel jumlah helai daun. Perlakuan media tanam dan konsentrasi POC berinteraksi tidak nyata terhadap pertumbuhan planlet pisang cavendish (Musa acuminata C.).
PENGARUH DIMENSI MOTIVASI PETANI TERHADAP KEMANDIRIAN BENIH BAWANG MERAH DI KALURAHAN SELOPAMIORO, KAPANEWON IMOGIRI Darana Widyarini; Sari Megawati; Sujono
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 16 No 1 (2026): Juni
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bawang merah merupakan komoditas hortikultura strategis yang memiliki nilai ekonomi tinggi danberperan penting dalam mendukung ketahanan pangan. Salah satu permasalahan dalam usahatani bawang merah adalah ketergantungan petani terhadap benih dari luar daerah, sehingga kemandirian benih menjadi aspek penting untuk dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dimensi motivasi petani yang terdiri dari kebutuhan akan prestasi, kebutuhan berhubungan sosial, dan kebutuhan akan kekuasaan atau memengaruhi terhadap kemandirian benih bawang merah di Kalurahan Selopamioro, Kapanewon Imogiri. Penelitian ini dilaksanakan pada November 2025 hingga Maret 2026 dengan pendekatan kuantitatif menggunakan metode survei. Teknik pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling dengan jumlah responden sebanyak 44 petani. Analisis data menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan dimensi motivasi petani berpengaruh signifikan terhadap kemandirian benih bawang merah. Secara parsial, motivasi kebutuhan berhubungan sosial dan kebutuhan akan kekuasaan berpengaruh signifikan, sedangkan motivasi kebutuhan akan prestasi tidak berpengaruh signifikan. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,626 menunjukkan bahwa 62,6% variasi kemandirian benih dapat dijelaskan oleh variabel motivasi petani. Dengan demikian, motivasi kebutuhan petani akan berhubungan sosial dan motivasi petani akan kekuasaan atau memengaruhi memiliki peran penting dalam mendukung kemandirian benih bawang merah.
Karakter Agronomi Calon Varietas Mentimun (Cucumis sativus L.) Varietas JSKE092 Di Dataran Menengah Kabupaten Semarang Prasasti Lintang Wengi; Asih Farmia; Sari Megawati
Jurnal Sains Agro Vol 11, No 1 (2026): Jurnal Sains Agro
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jsa.v11i1.1993

Abstract

Mentimun (Cucumis sativus L.) merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi sehingga diperlukan varietas unggul yang adaptif dan berdaya hasil tinggi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi karakter agronomi calon varietas mentimun JSKE092 dibandingkan varietas Bhakti, Sukoi, dan Ferrari. Penelitian dilaksanakan pada Januari 2026–Maret 2026 di lahan CV Everfresh, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang (±700 mdpl) menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan empat varietas dan empat ulangan. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas berpengaruh sangat nyata (P0,01) terhadap diameter batang, panjang daun, lebar daun, umur panen, diameter buah, panjang buah, bobot per buah, jumlah buah per tanaman, bobot buah per tanaman, dan bobot buah per hektar, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap umur berbunga dan daya simpan. Varietas JSKE092 unggul pada panjang buah (20,24 cm), jumlah buah per tanaman (13,00 buah), bobot buah per tanaman (3,89 kg), dan bobot buah per hektar (76,31 ton/ha). Produktivitas JSKE092 tercatat 11,73–36,88% lebih tinggi dibandingkan varietas Bhakti, Sukoi, dan Ferrari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa JSKE092 berpotensi dikembangkan sebagai calon varietas unggul mentimun yang adaptif dan berdaya hasil tinggi pada dataran menengah Kabupaten Semarang.
Evaluasi Karakter Agronomi Beberapa Calon Varietas Paria (Momordica Charantia L.) Sebagai Dasar Seleksi Varietas Unggul Arfian Faqih Rahmani; Sari Megawati; Asih Farmia
Jurnal Agroqua: Media Informasi Agronomi dan Budidaya Perairan Vol 24 No 1 (2026): Jurnal Agroqua
Publisher : University of Prof. Dr. Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/ja.v24i1.5573

Abstract

Bitter gourd (Momordica charantia L.) is a horticultural crop with high potential for development through breeding of high-yielding varieties. This study aimed to evaluate agronomic characteristics and yield potential of the bitter gourd hybrid candidate PRBI001 compared with three check varieties, namely YSPA 095, MC 2604, and PJHL 912. The research was conducted at PT Dinasty Inti Agrosarana, Banguntapan District, Bantul Regency, Special Region of Yogyakarta, from December 2025 to April 2026. A non-factorial randomized complete block design (RCBD) was used with four varieties and four replications. Each plot consisted of 40 plants with 12 sampled plants per plot. Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) at the 5% significance level, followed by Honest Significant Difference (HSD) test at 5% using PKBT-STAT 3.2 software. The results showed that variety had significant to highly significant effects on several agronomic traits, with a coefficient of variation ranging from 0.25% to 9.71%. PRBI001 exhibited superior performance in leaf width (18.66 cm), fruit length (33.14 cm), flesh thickness (1.06 cm), fruit weight (337.30 g), fruit weight per plant (3.53 kg plant⁻¹), fruit weight per plot (121.87 kg plot⁻¹), yield (62.81 ton ha⁻¹), and 1000-seed weight (197.96 g). These traits can be used as priority selection criteria in breeding programs. Overall, PRBI001 shows strong potential to be developed as a superior bitter gourd hybrid variety with high yield performance.