Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Pengaruh Serbuk Cangkang Keong Sawah Sebagai Pengganti Sebagian Semen Pada Beton Normal Pakanan, Reiner Putra; Tanijaya, Jonie; Jujun Sanggaria, Olan
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 3 No. 3 (2021): PCEJ, Vol.3, No.3, September 2021
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/jaha7980

Abstract

Seiring meningkatnya laju pembangunan, banyak cara dan penelitian yang dilakukan dan dikembangkan yang bertujuan meningkatkan kekuatan beton yakni salah satunya dengan memanfaatkan limbah cangkang keong sawah sebagai pengganti sebagian semen. Keong dianggap sebagai hama bagi para petani. Limbah cangkang keong juga dapat merusak lingkungan serta menimbulkan bau busuk ini dapat digunakan dan dimanfaatkan sebagai alternatif material dalam campuran beton. Persentase penggunaan substitusi cangkang keong sawah bervariasi yakni 0%, 10%, dan 15%. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian kuat tekan, uji kuat tarik belah, uji kuat lentur, serta modulus elastisitas beton dengan mutu beton rencana 25 MPa. Benda uji yang digunakan berupa silinder berukuran 15 cm dan tinggi 30 cm serta balok berukuran 60 cm × 15 cm × 15 cm dengan variasi umur 7 hari, 21 hari, dan 28 hari. Diperoleh hasil nilai tertinggi pada variasi cangkang keong 10% dengan masing-masing 27,540 MPa, 2,735 MPa, 4,131 MPa. sehingga variasi cangkang keong 10% yang digunakan dalam penelitian ini masih aman untuk digunakan sebagai bahan substitusi semen pada campuran beton normal. 
Karakteristik Campuran AC-WC Menggunakan Bahan Tambah Limbah Ban Bekas Bessoran, Owen Irianto; Alpius; Jujun Sanggaria, Olan
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 3 No. 3 (2021): PCEJ, Vol.3, No.3, September 2021
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/v7gqsk53

Abstract

Permasalahan kualitas campuran beraspal terutama pada lapisan permukaan menjadi hal yang sangat perlu diperhatikan, dikarenakan campuran aspal yang kurang baik akan menyebabkan lapisan permukaan pada jalan menjadi cepat rusak atau tidak sesuai dengan masa layanan yang diharapkan.Penelitian ini dilakukan untuk pengujian campuran AC-WC dengan bahan tambah limbah ban bekas. Metodologi penelitian menggunakan metode Marshall Konvensional untuk mendapatkan karakteristik campuran AC-WC dan Marshall Immersion untuk mendapatkan nilai Stabilitas Marshall Sisa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik campuran AC-WC memenuhi Spesifikasi Bina Marga 2018. Hasil pengujian Marshall Immersion dengan kadar ban bekas optimum 4% diperoleh nilai Stabilitas Marshall Sisa sebesar 94,64% serta pengaruh penambahan karet ban bekas akan membuat rongga dalam campuran menjadi kecil, sehingga campuran dapat tahan terhadap air. 
Perbandingan Beton Dengan Menggunakan Portland Composite Cement Dan Ordinary Portland Cemen Krisianto, Vinansius Ponco; Tanijaya, Jonie; Jujun Sanggaria, Olan
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 3 No. 3 (2021): PCEJ, Vol.3, No.3, September 2021
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/mya33220

Abstract

Semen adalah material dasar untuk pembuatan beton yang dapat digunakan sebagai zat yang bersifat pengikat hidraulis. Beraneka ragam jenis semen diantaranya semen OPC dan PCC Permasalahanya yang dihadapi sekarang belum ada data teknik yang dapat sebagai acuan dalam menentukan proporsi campuran Contoh semen di peroleh dari pabrik yang sama yaitu PT. Semen Tonasa, Sulawesi Selatan dengan jumlah masing- masing semen 78,96 kg setiap jenis semen. Hasil pengujian yang didapatkan bahwa semen OPC 31,690 Mpa dan semen PCC 27,917 Mpa, Kuat tarik belah untuk semen OPC 2,829 Mpa dan semen PCC 2,405 Mpa, untuk pengujian lentur semen OPC 3,726 Mpa dan semen PCC 3,223 Mpa dan untuk pengujian modulus elastisitas semen OPC 19371,316 Mpa dan semen PCC 17579,182 Mpa. Hasil pengujian tersebut telah memenuhi standar untuk Benton struktural dengan faktor air semen yang sama.
Analisis Kekuatan Kolom Beton Bertulang Berdasarkan Diagram Interaksi Kolom Kurniawan Manguki’, Indra Dody; Tanijaya, Jonie; Jujun Sanggaria, Olan
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 3 No. 2 (2021): PCEJ, Vol.3, No.2, June 2021
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/4khz6z51

Abstract

Diagram interaksi kolom merupakan suatu grafik daerah batas yang menunjukkan ragam kombinasi beban aksiaI dan momen yang dapat ditahan oleh koIom secara aman. Manfaat dari diagram interaksi koIom memberikan gambaran dari kekuatan koIom yang bersangkutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kolom bujur sangkar dan lingkaran dengan menggunakan diagram interaksi kolom kemudian membandingkan kekuatan kolom dalam menahan kombinasi beban aksial dan momen lentur dengan luasan yang sama. Dalam penelitian ini, kolom bujur sangkar dan lingkaran memiliki jumlah tulangan, diameter tulangan, mutu baja, mutu beton, serta luas penampang yang sama. Kolom ditinjau berdasarkan lima kondisi, yaitu kondisi beban aksial murni, momen lentur murni, dan tiga kondisi keruntuhan. Berdasarkan lima kondisi yang terjadi, diagram interaksi kolom dibuat dengan bantuan Microsoft Excel. Hasil analisis menunjukkan bahwa dengan luasan yang sama, kolom bujur sangkar lebih kuat dalam menahan momen lentur (Mu) dari kolom lingkaran sebesar 0,015 – 0,61 %, sedangkan kolom lingkaran lebih kuat dalam menahan gaya aksial (Pu) dari kolom bujur sangkar sebesar 1,9 –4,4 %.
Analisis Penanggulangan dan Perbaikan Kerusakan Ruas Jalan Lamasi Timur Tanggulungan, Dewi Yunita; Alpius; Jujun Sanggaria, Olan
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 6 No. 2 (2024): PCEJ Vol.6, No.2, June 2024
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/pabdqx26

Abstract

Kerusakan yang dialami pengguna jalan tidak sedikit ketika kendaraan angkutan barang yang membawa muatan lebih besar menyebabkan kerusakan jalan yang disebabkan oleh berbagai faktor. Berdasarakan perhiungan didapat macam kerusakan Pada metode PCI dengan besarnya macam kerusakan jalanan. Kerusakan yang paling serius ialah kerusakan very poor pada persentase PCI 15, kerusakan yang tidak membahayakan, khususnya excellent pada persentase 100. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerusakan sedikit berat maka solusi dari beberapa kerusakan, dan pengamatan persentase metode PCI, maka perbaikan penanganan yang diperlukan ialah pada tambalan dan lapisan tambah.
Pengaruh Penambahan Remahan Karet (Crumb Rubber) Pada Campuran Beton Normal Elton Tri Juan Simon; Phengkarsa, Frans; Jujun Sanggaria, Olan
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 6 No. 3 (2024): PCEJ Vol.6, No.3, September 2024
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/k7neqw55

Abstract

Beton merupakan salah satu bahan pokok yang biasanya dipakai dalam dunia konstruksi, karena sifatnya yang bermacam sesuai dengan perubahan campuran penyusunnya seperti air, semen portland komposit, agregat kasar dan halus serta bahan tambahan lainnya jika diperlukan. Dalam penelitian ini digunakan serat kabel tembaga sebagai bahan tambah dalam campuran beton. Penelitian ini, Karakteristik agregat halus dan agregat kasar dari sungai jeneberang menunjukan hasil yang memenuhi spesifikasi. Agar diketahui karakteristik beton, dilaksanakan uji kuat tekan dan kuat tarik belah. Menurut pengujian tersebut, didapatkan rata-rata Nilai Kuat tekan pada variasi beton normal sebesar 21,966 Mpa, pada variasi 1,75% sebesar 21,118 Mpa dan pada variasi 2% sebesar 20,741 Mpa. Untuk data uji kuat tarik belah  dihasilkan angka rata-rata untuk variasi 0% sebesar 3,300 Mpa, untuk variasi 1,75% sebesar 2,875% dan untuk variasi 2% sebesar 3,017 Mpa.  
Analisis Perbandingan Pelat Dengan Balok Dan Pelat Tanpa Balok Payung, Keren Tangke; Tanijaya, Jonie; Sanggaria, Olan Jujun; Wong, Irwan Lie Keng
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 6 (2023): Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Joi
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Setiap gedung memiliki elemen struktur yang disebut sebagai pelat dengan fungsi sebagai lantai atau atap. Pelat membentuk satu kesatuan struktur dengan elemen struktur lainnya seperti balok dan kolom, yang kemudian disebut sebagai sistem pelat. Pelat dengan balok (konvensional) merupakan pelat dengan balok yang sering dijumpai pada bangunan pada umumnya, yaitu pelat yang ditumpu oleh balok sebelum kemudian beban dari pelat tersebut ditransfer ke kolom atau pondasi. Sedangkan pelat tanpa balok (flat plate) merupakan jenis pelat dua arah tanpa balok yang langsung menumpu pada kolom. Pelat tanpa balok dapat mengurangi ketinggian struktur dan waktu pengerjaan konstruksi. Namun, pelat tanpa balok membutuhkan pelat yang lebih tebal dari biasanya untuk mengatasi lendutan. Dalam tugas akhir ini, suatu struktur beton bertulang sekolah 3 lantai akan ditinjau pada lantai 2 dengan bentang 5000 mm x 6000 mm. Dan akan dibandingkan tebal pelat, tulangan pelat, dan juga lendutan pada pelat. Analisis dan desain menggunakan metode Direct Design Method dengan memperhitungkan akibat beban gravitasi (beban mati dan beban hidup). Dari hasil analisis, lendutan pada pelat tanpa balok lebih besar dibandingkan pelat dengan balok, dimana semakin tebal pelatnya maka nilai lendutan pelat akan semakin kecil dan jarak tulangan akan semakin rapat. Abstract Each building has structural elements known as slabs that function as floors or roofs. Slabs form a single structural unit with other structural elements such as beams and columns, which are then referred to as slab systems. Plates with beams (conventional) are plates with beams that are often found in buildings in general, namely plates that are supported by beams before then the load from the plates is transferred to the columns or foundations. While the plate without beams (flat plate) is a type of two-way plate without beams which directly supports the column. Slabs without beams can reduce the height of the structure and construction time. However, slabs without beams require thicker slabs than usual to overcome deflections. In this final project, a 3-storey school reinforced concrete structure will be examined on the 2nd floor with a span of 5000 mm x 6000 mm. And will be compared plate thickness, plate reinforcement, and also the deflection on the plate. Analysis and design using the Direct Design Method by taking into account the effects of gravity loads (dead loads and live loads). From the results of the analysis, the deflection on the slab without beams is greater than the slab with beams, where the thicker the slab, the smaller the deflection value of the plates and the spacing of the reinforcement bars will be denser
Perbandingan Kapasitas Pelat dengan Balok dan Pelat Tanpa Balok dengan Drop Panel Bua’, Stevany Arrang; Tanijaya, Jonie; Sanggaria, Olan Jujun; Wong, Irwan Lie Keng
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 6 (2023): Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Joi
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sistem struktur pelat dan balok biasa (konvensional) merupakan bagian struktur bangunan yang menahan beban permukaan (beban vertikal), biasanya mempunyai arah horisontal, dengan permukaan atas dan bawahnya sejajar. Sedangkan pelat tanpa balok dengan drop panel atau disebut juga lantai cendawan adalah pelat beton bertulang yang langsung ditumpu oleh kolom-kolom, dicirikan dengan tidak adanya balok sepanjang garis kolom dalam, namun balok tepi luar boleh jadi ada atau tidak disesuaikan dengan kebutuhan. Pelat dengan balok dan pelat tanpa balok dengan drop panel direncanakan seragam dengan dimensi 6000x5000 mm sebanyak 9 panel, dengan mutu beton 25 Mpa, mutu tulangan 420 Mpa dan berdasarkan ketentuan SNI 1727:2020, SNI 2847:2019 dan SNI 2052:2017. Analisis pelat menggunakan metode portal ekivalen dan Microsoft Excel.Berdasarkan hasil analisis nilai perbandingan yang diperoleh dari kedua pelat ialah, jika menggunakan tebal pelat yang sama yaitu sebesar =170 mm didapatkan lendutan pada pelat dengan balok sebesar = 1,715 mm, sedangkan pada pelat tanpa balok dengan drop panel didapatkan lendutan sebesar = 3,819 mm. Adapun, jika menggunakan lendutan yang sama yaitu = 1,186 mm didapatkan tebal pelat pada pelat dengan balok =180 mm, sedangkan pada pelat tanpa balok dengan drop panel didapatkan tebal pelat =211,454 mm. Abstract An ordinary (conventional) plate and beam structural system is a part of a building structure that resists surface loads (vertical loads), usually in a horizontal direction, with the upper and lower surfaces parallel. Meanwhile, slabs without beams with drop panels or also known as mushroom floors are reinforced concrete slabs directly supported by columns, characterized by the absence of beams along the inner column line, but the outer edge beams may or may not be adjusted as needed. Slabs with beams and slabs without beams with drop panels are designed to be uniform with dimensions of 6000x5000 mm for 9 panels, with 25 MPa concrete quality, 420 MPa reinforcement quality and based on the provisions of SNI 1727:2020, SNI 2847:2019 and SNI 2052:2017. Plate analysis using the equivalent portal method and Microsoft Excel. Based on the analysis results, the comparative value obtained from the two plates is, if using the same plate thickness, i.e. =170 mm, the deflection on the plate with beams is ∆cr= 1.715 mm, while on the plate without beams with drop panels, the deflection is ∆cr = 3.819 mm. Meanwhile, if you use the same deflection, namely ∆cr= 1.186 mm, you get a plate thickness of the plate with beams =180 mm, while on the plate without beams with drop panels, you get a plate thickness of =211,454 mm.
Uji Mekanis Beton Dengan Menggunakan Agregat Sungai Tombang Kabupaten Luwu Vinny Virginia; Jujun Sanggaria, Olan; Sandy, Desi
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 6 No. 4 (2024): PCEJ Vol.6, No.4, Desember 2024
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/nb92fy16

Abstract

Beton adalah material konstruksi yang terbuat dari air, semen, agregat kasar, dan agregat halus, yang memiliki ketahanan tinggi, tahan api, mudah dibentuk, serta ekonomis, sehingga banyak digunakan dalam konstruksi. Namun, komposisi beton dapat bervariasi tergantung daerah. Di Sungai Tombang, Kabupaten Luwu, terdapat sumber daya alam seperti pasir dan batu pecah yang digunakan sebagai agregat. Meskipun agregat ini telah dimanfaatkan oleh masyarakat, belum ada penelitian yang membuktikan kelayakannya untuk konstruksi struktural. oleh karna itu tujuan dari penelitian ini adalah melakukan uji laboratorium pada sampel yang menggunakan agregat Sungai Tombang untuk mengetahui nilai kuat tekan, kuat lentur, kuat tarik belah dan modulus elastisitas. Agregat dari Sungai Tombang dapat digunakan sebagai campuran beton struktural karena telah memenuhi mutu rencana kuat tekan 25 MPa dan 35 MPa, kuat tarik belah, kuat lentur dan modulus elastisitas.
Analisis Simpang Tak Bersinyal Jalan Poros Makassar-Maros - Jalan Poros Kariango Yufrayumario; Jujun Sanggaria, Olan; Rachman, Rais
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 7 No. 1 (2025): PCEJ Vol.7, No.1, Maret 2025
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/qtdapb03

Abstract

Setiap titik persimpangan menggabungkan pengembangan lalu lintas yang konstan dan lalu lintas pertemuan setidaknya satu area konvergensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi lalu lintas pada simpang dan untuk mengatasi derajat kejenuhan dan tundaan pada simpang ini. Hasil perhitungan kapasitas berdasarkan PKJI 2014 yaitu C  2730 skr/jam. Penentuan nilai kapasitas simpang meliputi kapasitas dasar (Co) dengan nilai 3200 skr/jm, faktor koreksi lebar pendekat  dengan nilai sebesar 0,98, faktor koreksi median jalan minor dengan nilai 1, faktor koreksi ukuran kota sebesar 1,00, faktor hambatan samping dengan nilai 0,93, faktor koreksi belok kiri dengan nilai 1,06, faktor koreksi belok kanan dengan nilai 0,96, dan faktor koreksi jalan arus minor (FMI) dengan nilai 0,92 dan nilai peluang antrian berkisar antara PA = 22,23 % - 72,53 %. Dari analisis simpang dapat disimpulkan bahwa hambatan pada simpang tak bersinyal antara Jl. Poros Makassar-Maros dengan Jl. Poros Kariango diakibatkan tidak adanya rambu lalu lintas yang mengatur setiap kendaraan yang melewati simpang tersebut. Nilai derajat kejenuhan pada simpang tak bersinyal ini sebesar 0,74 dan nilai tundaan simpang yaitu 12,77 det/skr.