Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PENGARUH PERPUTARAN MODAL KERJA DAN GROSS PROFIT MARGIN (GPM) TERHADAP RETURN ON ASSETS (ROA) DENGAN RASIO BEBAN OPERASIONAL DENGAN PENDAPATAN OPERASIONAL (BOPO) SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA PT. RAJAWALI NUSANTARA INDONESIA (PERSERO) CABANG MEDAN Edward Sidauruk; Mangasi Sinurat; Sarman Sinaga
JURNAL PROINTEGRITA Vol 6 No 1 (2022): APRIL
Publisher : JURNAL PROINTEGRITA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1100.216 KB) | DOI: 10.46930/jurnalprointegrita.v6i1.1494

Abstract

Terdapat banyak faktor yang berpengaruh terhadap ROA, yaitu: pengelolaan modal kerja, laba kotor, dan beban operasional yang terdapat pada perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perputaran modal kerja dan gross profit margin (GPM) terhadap return on assets (ROA) dengan rasio beban operasional dengan pendapatan operasional (BOPO) sebagai variabel intervening pada PT. Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) Cabang Medan. Populasi penelitian ini adalah laporan tahunan PT. Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) Cabang Medan dari mulai berdiri sampai tahun 2020. Dalam penelitian ini sampel yang menjadi fokus adalah laporan tahunan PT. Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) Cabang Medan dari tahun 2017 – 2020 per kuartal. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara dan studi dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah uji asumsi klasik, analisis jalur, uji t, uji F dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada struktur 1, PMK tidak berpengaruh terhadap terhadap BOPO, sedangkan GPM berpengaruh negatif dan signifikan terhadap BOPO. Semakin tinggi GPM maka rasio BOPO akan semakin rendah. Pada struktur 2, disiplin kerja, PMK berpengaruh secara langsung tetapi tidak berpengaruh secara tidak langsung terhadap ROA. Sedangkan GPM tidak berpengaruh secara langsung tetapi berpengaruh secara tidak langsung terhadap ROA melalui BOPO sebagai variabel intervening. Variabel GPM memberikan pengaruh tidak langsung yang signifikan terhadap ROA melalui variabel intervening BOPO, tetapi pengaruh tidak langsung PMK terhadap ROA tidak signifikan. Dengan adanya variabel intervening BOPO, maka pengaruh GPM terhadap ROA semakin kuat. Disarankan perusahaan perlu meningkatkan perputaran modal kerjanya akan pengaruhnya terhadap ROA semakin baik. Perusahaan perlu memperkecil rasio BOPO sehingga pengaruh GPM terhadap ROA semakin baik.
ANALISIS PENGARUH KOMPETENSI, KOMPENSASI DAN BEBAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DENGAN MOTIVASI KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA PT. PLN (PERSERO) UIP SUMBAGUT Satria Panji Herlambang; Sarman Sinaga; Nikous Soter Sihombing
JURNAL PROINTEGRITA Vol 6 No 1 (2022): APRIL
Publisher : JURNAL PROINTEGRITA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (810.575 KB) | DOI: 10.46930/jurnalprointegrita.v6i1.1502

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh kompetensi, kompensasi, dan beban kerja terhadap kinerja karyawan dengan motivasi kerja sebagai variabel intervening. Metode pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang disebarkan kepada pegawai PT. PLN (Persero) UIP Sumbagut yang berjumlah 215 responden. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik probability sampling. Data yang diperoleh kemudian diolah dengan menggunakan alat bantu SPSS versi 20. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah path analysis. Berdasarkan hasil uji penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa variabel kompetensi berpengaruh signifikan positif terhadap motivasi kerja, variabel kompensasi berpengaruh signifikan positif terhadap motivasi kerja, variabel beban kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap motivasi kerja, variabel kompetensi, kompensasi, dan beban kerja secara simultan berpengaruh signifikan positif terhadap motivasi kerja. Variabel motivasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, variabel kompetensi berpengaruh signifikan negatif terhadap kinerja pegawai, variabel kompensasi berpengaruh signifikan negatif terhadap terhadap kinerja pegawai, variabel beban kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, variabel kompetensi, kompensasi, beban kerja dan motivasi secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Motivasi kerja tidak mampu memediasi antara kompetensi terhadap kinerja karyawan. Motivasi kerja tidak mampu memediasi antara kompensasi terhadap kinerja karyawan. Motivasi kerja tidak mampu memediasi antara beban kerja terhadap kinerja karyawan. Motivasi kerja tidak mampu memediasi antara kompetensi, kompensasi, dan beban kerja terhadap kinerja karyawan.
SOSIALISASI PEMBERDAYAAN GENERASI MILENIAL TERHADAP PERKOPERASIAN DI ERA INDUSTRI 4.0 PADA MAHASISWA UNIVERSITAS PEMBINAAN MASYARAKAT INDONESIA Reza Ichsan; Sarman Sinaga; Nazla Rachma Panggabean; Venny Fraya Hartin Nst
Jurnal PKM Hablum Minannas Vol. 1 No. 2 (2022): Edisi Bulan Oktober 2022
Publisher : Jurnal PKM Hablum Minannas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.731 KB)

Abstract

This community service is carried out online, which is attended by students from the Indonesian Community Development University, the Implementation Method is used by means of Lectures, discussions and questions and answers about empowering the millennial generation of Cooperatives in the Industrial 4.0 era, by understanding the importance of cooperatives in economic development in Indonesia, especially the city of Medan The Let's Cooperative Movement is a momentum to raise the spirit of cooperatives among the younger generation by using technology as a medium for developing cooperatives in the city of Medan, this activity is also very enthusiastic to be followed because the empowerment of cooperatives provides solutions to improve welfare.
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN KOMUNIKASI TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI DENGAN BUDAYA ORGANISASI SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG KABUPATEN NIAS Arsyam Mendrofa; Jonner Lumban Gaol; Sarman Sinaga
JURNAL PROINTEGRITA Vol 6 No 2 (2022): AGUSTUS
Publisher : JURNAL PROINTEGRITA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/jurnalprointegrita.v6i2.1832

Abstract

Several factors influencing organizational commitment are transformational leadership, communication, and factors that indirectly affect organizational commitment are organizational culture. This study aims at determining the effect of transformational leadership style and organizational communication on organizational commitment with organizational culture as an Intervening Variable at the Office of Public Works and Spatial Planning in Nias Regency. The sample in this study amounted to 74 respondents. By using simple random sampling method. This type of research is quantitative research with path analysis techniques and using questionnaire data. In the path analysis hypothesis test, namely with multiple linear analysis, classical assumptions and intervening tests. Based on the results of the research by testing the hypothesis that the transformational leadership style variable partially has no significant effect on organizational culture, while the organizational communication variable partially has a significant effect on organizational culture. The variables of transformational leadership style and organizational communication have a simultaneous effect on organizational culture. The variables of transformational leadership style and organizational communication have a simultaneous effect on organizational commitment. The variables of transformational leadership style and organizational communication partially have a significant effect on organizational commitment. The variables of transformational leadership style and organizational communication simultaneously affect organizational culture. Then the transformational leadership style on organizational commitment with organizational culture as an intervening variable has a positive and indirect effect. And finally, there is the influence of organizational communication on organizational commitment with organizational culture as an intervening variable.
ANALISIS PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN BEBAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG KABUPATEN NIAS Harry Purba; Sarman Sinaga; Anton A. Sinaga
JURNAL PROINTEGRITA Vol 6 No 2 (2022): AGUSTUS
Publisher : JURNAL PROINTEGRITA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/jurnalprointegrita.v6i2.1837

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi kerja dan beban kerja terhadap kinerja pegawai dengan kepuasan kerja sebagai variabel intervening pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Nias. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan data primer, populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan sampling jenuh, yang berjumlah 28 responden. Metode pengumpulan data dilakukan melalui kuisioner yang disebarkan kepada pegawai pada tahun 2021. Dari hasil uji determinasi diperoleh nilai Adjusted R Square sebesar 0,518 hal ini berarti variabel motivasi kerja, beban kerja, dan kepuasan kerja dapat mempengaruhi kinerja karyawan sebesar 51,8%, sedangkan sisanya sebesar 48,2% dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian ini.
SOSIALISASI KESELAMATAN KERJA DI PT. PLN (Persero) UNIT INDUK PEMBANGUNAN II MEDAN Sarman Sinaga; Jonner Lumban Gaol
PKM Maju UDA Vol 1 No 1 (2020): Edisi bulan AGUSTUS 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM) Universitas Darma Agung (UDA) Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.504 KB)

Abstract

Keselamatan kerja merupakan bagian dari pemeliharaan sumber daya manusia. Keselamatan kerja perlu diperhatikan untuk meningkatkan hasil pekerjaan didalam perusahaan masalah ini sangat berpengaruh terhadap sehat tidaknya karyawan untuk melaksanakan tugasanya. Pengabdian ini dilaksanakan di PT. PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan II Medan. metode pelaksanaan yang digunakan adalah melalui kegiatan ceramah, diskusi dan tanya jawab tentang keselamatan kerja di PT. PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan II Medan. Acara sosialisasi ini melibatkan seluruh pegawai di lingkungan PT. PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan II Medan untuk lebih memahamkan pentingnya keselamatan kerja di lingkungan PT. PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan II Medan. Adapun hasil diskusi dalam kegiatan Sosialisasi keselamatan kerja di lingkungan PT. PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan II Medan dapat berjalan dengan lancar. Semua peserta terlihat antusias dan merasakan manfaatnya. Keberhasilan ini ditunjukkan antara lain: (1) adanya kesesuaian materi dengan kebutuhan para guru untuk memahami tentang keselamatan kerja di lingkungan PT. PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan II Medan. (2) adanya respon yang positif dari peserta yang ditunjukkan dengan adanya diskusi yang cukup hangat dalam rangka implementasi keselamatan kerja di lingkungan PT. PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan II Medan.
SOSIALISASI DISIPLIN KERJA DAN SIKAP INOVATIF DENGAN KINERJA GURU SMA NEGERI 14 MEDAN Jonner Lumban Gaol; Sarman Sinaga
PKM Maju UDA Vol 1 No 1 (2020): Edisi bulan AGUSTUS 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM) Universitas Darma Agung (UDA) Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.106 KB)

Abstract

Guru merupakan komponen paling penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang rasional. Oleh sebab itu dibutuhkan sikap profesionalisme guru dalam proses pembelajaran. Guru sebagai tenaga pendidik adalah tokoh yang paling banyak bergaul dan berinteraksi dengan murid dibandingkan dengan personel lain disekolah. Guru bertugas merencanakan dan melakanakan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan bimbingan dan pelatihan, melakukan pengkajian dan penelitian dan membuka komunikasi dengan masyarakat.Baik atau buruknya perilaku atau cara mengajar guru sangat mempengaruhi citra lembaga pendidikan. Pengabdian ini dilaksanakan di SMA Negeri 14 Medan. metode pelaksanaan yang digunakan adalah melalui kegiatan ceramah, diskusi dan tanya jawab tentang disiplin kerja dan sikap inovatif dengan kinerja guru SMA Negeri 14 Medan. Acara sosialisasi ini melibatkan kepala sekolah dan guru untuk lebih memahamkan pentingnya disiplin kerja dan sikap inovatif di lingkungan SMA Negeri 14 Medan. Adapun hasil diskusi dalam kegiatan Sosialisasi Disiplin Kerja dan Sikap Inovatif di SMA Negeri 14 Medan dapat berjalan dengan lancar. Semua peserta terlihat antusias dan merasakan manfaatnya. Keberhasilan ini ditunjukkan antara lain: (1) Adanya kesesuaian materi dengan kebutuhan para guru untuk mengadopsi Konsep Disiplin Kerja dan Sikap Inovatif guru di SMA Negeri 14 Medan. (2) Adanya respon yang positif dari peserta yang ditunjukkan dengan adanya diskusi yang cukup hangat dalam rangka implementasi Disiplin Kerja dan Sikap Inovatif Guru di SMA Negeri 14 Medan.
SOSIALISASI PEMBERDAYAAN GENERASI MILENIAL TERHADAP PERKOPERASIAN DI ERA INDUSTRI 4.0 PADA MAHASISWA UNIVERSITAS PEMBINAAN MASYARAKAT INDONESIA Reza Nurul Ichsan; Sarman Sinaga; Nazla Rachma Panggabean; Venny Fraya Hartin Nst
Jurnal PKM Hablum Minannas Vol. 1 No. 2 (2022): Edisi Bulan Oktober 2022
Publisher : LPPM Yayasan Pendidikan Islam Tholabul Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47652/jhm.v1i2.180

Abstract

This community service is carried out online, which is attended by students from the Indonesian Community Development University, the Implementation Method is used by means of Lectures, discussions and questions and answers about empowering the millennial generation of Cooperatives in the Industrial 4.0 era, by understanding the importance of cooperatives in economic development in Indonesia, especially the city of Medan The Let's Cooperative Movement is a momentum to raise the spirit of cooperatives among the younger generation by using technology as a medium for developing cooperatives in the city of Medan, this activity is also very enthusiastic to be followed because the empowerment of cooperatives provides solutions to improve welfare.
PENGARUH PELATIHAN DAN GAJI TERHADAP PRODUKTIFITAS KERJA PADA KANTOR CAMAT KABANJAHE KABUPATEN KARO Agus Kristina Arapenta; Sarman Sinaga; Jenni Tarigan
JURNAL GLOBAL MANAJEMEN Vol 10 No 2 (2021): DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitass Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/global.v10i2.2134

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh hubungan antara pelatihan (Xₗ), gaji (X₂) terhadap produktifitas kerja karyawan, serta mengetahui apakah kedua pengaruh tersebut secara simultan (bersama-sama) berpengaruh terhadap produktifitas. Penelitian dilakaukan pada kantor Camat Kabanjahe Kabupaten Karo pada bulan Februari tahun 2020 sampai bulan Oktober tahun 2020, penelitian merupakan penelitian kuantitatif. Populasi dari penelitian adalah seluruh dari pegawai kantor Camat Kabanjahe Kabupaten Karo sebanyak 43 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda yang dilanjutkan dengan uji t, uji f dan uji R² dengan taraf signifikan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan persamaan regresi linear berganda yaitu Y =-0,531 + 1,696Xₗ + 0,414X₂ yang artinya pelatihan dan gaji berpengaruh positif terhadap produktifitas kerja. Berdasarkan pengolahan data dengan uji t menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan antara pelatihan (Xₗ), dan gaji (X₂ ) terhadap produktifitas kerja (Y) dengan nilai t hitung 2,246 dan nilai t tabel sebesar 2,063. Dari hasil uji f diketahui nilai f hitung sebesar 124,477 dan nilai f tabel 3,24 artinya secara statistik dapat ditunjukkan bahwa pelatihan (Xₗ) dan gaji (X₂ ) berpengaruh terhadap produktifitas kerja. R² diperoleh sevesar 0,908 artinya bahwa sebesar 90,8% produktifitas kerja dipengaruhi oleh pelatihan dan gaji sedangkan 9,2% dipengaruhi oleh variabel bebas lainnya diluar penelitian ini.Kata Kunci : Pelatihan, Gaji dan Produktifitas Kerja
PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN KEPADUAN TIM TERHADAP KEEFEKTIFAN TIM KERJA PPPPTK MEDAN Anom, Siti; Sinaga, Sarman
JURNAL PROINTEGRITA Vol 5 No 1 (2020): APRIL
Publisher : LPPM Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (971.349 KB) | DOI: 10.46930/jurnalprointegrita.v4i1.584

Abstract

In connection with the improvement of services Center of Development and Empowerment for Teachers and Education Personnel (PPPPTK) Medan, the empowerment of teamwork in the institution becomes very important because the success of the teamwork will determine the overall success of the institution. The purpose of the study was to determine whether team leadership, and team cohesion have direct impact on team effectiveness at Center of Development and Empowerment for Teachers and Education Personnel (PPPPTK) Medan. The population are all trainers and staff at Center of Development and Empowerment for Teachers and Education Personnel Medan with number 187 people. Sampling technique used is proportional stratified random sampling, so sampling size is 127. Data were processed used path analysis. The results of study showed: First, team cohesion is directly influenced by team leadership with level of effect is 0,30. Second, team effectivenessis directly influenced by team leadership with level of effect is 0,20 and indirect effect is 0,14. Third, team effectiveness is directly influenced by team cohesion with level of effect is 0,29. From the finding, it can be recommended: (1) giving training to all staff, trainer and team leader in P4TK for understanding about teamwork and improve their interpersonal competence to be good team player, (2) supporting every unit/teamwork with resources they needed to accomplish work, (3) giving reward for the most effective and cohesive team, (4) doing teambuilding correctly and regularly.