Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

GROWTH and YIELD RESPONSE of TOMATO (Lycopersicum esculentum Mill.) on VERMICOMPOST FERTILIZATION and WATER SHOOTS PRUNING Nur Aulia Suwari; Tuti Setyaningrum; Heti Herastuti
Techno LPPM Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogayakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inorganic fertilizers used continuously in tomato cultivation cause soil degradation which will affect the growth and yield of tomato plants. Efforts to maintain soil fertility include applying organic fertilizers and reducing inorganic fertilizers, one of which is vermicompost. The aim of the study was to obtain the best treatment combination from the administration of various doses of vermicompost and the time of pruning water shoots. The research was conducted from July to October 2022 in Kalasan, Yogyakarta. The research method was a field experiment using a factorial Complete Randomized Block Design. Factor I was the dosage of vermicompost: 5 tons/ha, 10 tons/ha, 15 tons/ha, and 20 tons/ha. Factor II was the time of pruning water shoots: 20 days after planting (DAP), 35 DAP and 50 DAP. The results showed that vermicompost 20 tons/ha by pruning water shoots at 20 DAP gave the best results on the number and weight of fruit per plant. The treatment of vermicompost at 20 tons/ha gave the best results on plant height and stem diameter, as well as pruning water shoots at 20 DAP.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum L.) pada Berbagai Jenis Pupuk Kotoran Hewan dan Agensia Hayati Istiqomah, Salsabela Allam; Herastuti, Heti; Padmini, Oktavia Sarhesti; Khairunisa, Laras
Jurnal Agrivet Vol 30, No 2 (2024): AGRIVET (In Progress)
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v30i2.12064

Abstract

Budidaya tomat dengan pupuk kimia tanpa pupuk organik dapat menurunkan produktivitas lahan. Pemupukan kimia secara berlebihan membawa dampak negatif berupa pencemaran tanah sehingga perlu dilakukan pemupukan berimbang dengan pupuk organik untuk meningkatkan produktivitas lahan dan produktivitas tanaman. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh jenis pupuk kotoran hewan dan agensia hayati dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Metode penelitian lapangan (3 x 3) + 1 kontrol disusun dengan RAKL. Faktor pertama, jenis pupuk kotoran hewan yaitu sapi, kambing, dan ayam masing-masing 20 ton/ha. Faktor kedua, jenis agensia hayati yaitu Trcihoderma sp., Mikoriza, dan PGPR masing-masing 20 g/tanaman. Analisis menggunakan Sidik Ragam taraf 5% dan uji lanjut DMRT taraf 5%. Untuk membandingkan antara perlakuan dengan kontrol dilakukan Uji Kontras Orthogonal. Terdapat interaksi antara kombinasi perlakuan jenis pupuk kotoran hewan ayam dengan jenis agensia hayati Mikoriza. Jenis pupuk kotoran hewan ayam memberikan hasil lebih baik pada parameter jumlah daun 21 HST, 28 HST, dan 35 HST; umur mulai berbunga dan mulai panen; jumlah buah per dompol dan per tanaman; serta bobot buah per buah dan per dompol. Jenis agensia hayati Mikoriza memberikan hasil lebih baik pada parameter tinggi tanaman; diameter batang; jumlah daun; umur mulai berbunga dan mulai panen; jumlah buah per dompol dan per tanaman; serta bobot buah per buah dan per dompol.
PENGARUH APLIKASI BENZYL AMINO PURIN (BAP) DAN PUPUK BOKASHI KOTORAN AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN EDAMAME Putri, Virga Aulia Nasikhah; Herastuti, Heti; Sasmita, Ellen Rosyelina
Jurnal Agrivet Vol 29, No 2 (2023): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v29i2.10740

Abstract

Edamame merupakan kedelai hijau yang memiliki biji lebih besar dan rasa lebih manis. Kebutuhan kedelai edamame meningkat setiap tahunnya. Meskipun demikian, besarnya permintaan tidak sebanding dengan produktivitas kedelai edamame sehingga memerlukan upaya meningkatkan produksinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi terbaik dari pemberian konsentrasi Benzyl Amino Purin (BAP) dan dosis pupuk bokashi kotoran ayam terhadap pertumbuhan dan hasil edamame. Rancangan penelitian yang digunakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) diulang tiga kali dengan faktor pertama yaitu konsentrasi Benzyl Amino Purin (BAP) menggunakan 3 aras yaitu 10 ppm, 20 ppm, 30 ppm dan faktor kedua yaitu dosis pupuk bokashi kotoran ayam 7,5 ton/ha, 10 ton/ha, 12,5 ton/ha. Dalam 1 unit percobaan terdapat 10 tanaman dan kontrol sehingga diperoleh 300 tanaman percobaan. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi antar perlakuan konsentrasi Benzyl Amino Purin (BAP) dan dosis pupuk bokashi kotoran ayam pada parameter bobot biji dan hasil dalam 1 hektar. Sehingga hasil penelitian menunjukkan pada perlakuan konsentrasi Benzyl Amino Purin (BAP) 20 ppm memberikan hasil terbaik pada parameter waktu muncul bunga, luas daun 42 HST, dan bobot polong. Perlakuan dosis pupuk bokashi kotoran ayam 10 ton/ha memberikan hasil tebaik pada parameter tinggi tanaman 14 HST, jumlah cabang primer 28 dan 42 HST, dan waktu muncul bunga.
PERTUMBUHAN, HASIL, DAN KUALITAS BUNGA MATAHARI (Helianthus annuus L.) PADA BERBAGAI KONSENTRASI PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA DAN DOSIS PUPUK KOMPOS Rahmawati, Olin; Herastuti, Heti; Wirawati, Tutut
Jurnal Agrivet Vol 29, No 2 (2023): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v29i2.11045

Abstract

Produksi bunga matahari (Helianthus annuus L.) yang berkualitas dipengaruhi oleh ketersediaan unsur hara makro dan mikro saat pertumbuhan. PGPR merupakan pupuk hayati yang mengandung bakteri menguntungkan di perakaran tanaman yang dapat meningkatkan ketersediaan unsur hara. Pengaplikasian PGPR dan pemberian pupuk kompos merupakan upaya untuk meningkatkan produksi bunga potong. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi PGPR dan dosis pupuk kompos yang paling baik untuk pertumbuhan, hasil, dan kualitas bunga matahari. Percobaan polibag menggunakan metode yang disusun dengan RAKL (Rancangan Acak Kelompok Lengkap) yang terdiri dari dua faktor dengan tiga ulangan di setiap perlakuannya. Faktor pertama yaitu konsentrasi PGPR, terdiri dari tiga taraf yaitu PGPR 5 ml/l, PGPR 10 ml/l, dan PGPR 15 ml/l. Faktor kedua dosis pupuk kompos, terdiri dari tiga taraf yaitu pupuk kompos 10 ton/ha, pupuk kompos 20 ton/ha, dan pupuk kompos 30 ton/ha. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada interaksi antar perlakuan PGPR dan pupuk kompos. Perlakuan PGPR 10 ml/l memberikan hasil yang baik pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, dan lama kesegaran bunga. Perlakuan pupuk kompos 20 ton/ha memberikan hasil yang baik pada parameter jumlah daun, waktu muncul bunga utama, dan bobot 100 biji. Pupuk kompos 30 ton/ha memberikan hasil paling baik pada lama kesegaran bunga.
PENINGKATAN HASIL TANAMAN TOMAT (Solanum lycopersicum L.) DENGAN PUPUK GUANO DAN MENGATUR WAKTU PEMANGKASAN TUNAS AIR Habibah, Ulyatus Sa’adah Al; Herastuti, Heti; Wirawati, Tutut; Kawuryan, Siwi Hardiastuti Endang
Jurnal Agrivet Vol 31 No 1 (2025): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v31i1.13979

Abstract

Produktivitas tomat di beberapa daerah masih cukup rendah karena kesuburan tanah yang semakin berkurang akibat penggunaan pupuk kimia terus menerus dan penerapan pemangkasan pada tomat yang tidak tepat. Penelitian ini memiliki tujuan agar dapat mengevaluasi dosis pupuk guano serta waktu pemangkasan tunas air yang optimal terhadap hasil tanaman tomat. Penelitian dilakukan pada Maret hingga Juni 2024 di Sinduadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta. Metode percobaan lapangan dibuat dengan menerapkan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor. Faktor pertama ialah dosis pupuk guano dengan tiga tingkat, yakni 25, 30, dan 35 g per tanaman. Faktor kedua ialah waktu pemangkasan tunas air dengan tiga tingkat, yakni 21, 28, dan 35 hari setelah tanam (HST). Data yang didapatkan di analisis dengan memakai Sidik Ragam. Apabila ada pengaruh yang signifikan antar perlakuan, analisis diteruskan dengan uji DMRT pada taraf signifikan 5%. Hasil penelitian memperlihatkan bahwasanya kombinasi pupuk guano sebanyak 35 g per tanaman dengan waktu pemangkasan tunas air pada 21 HST menghasilkan performa terbaik pada parameter bobot buah per tanaman serta bobot buah per petak. Pemberian pupuk guano sebanyak 35 g per tanaman juga memberikan hasil yang konsisten baik pada parameter umur muncul bunga pertama, jumlah buah per tanaman, bobot buah per buah, bobot buah per hektar dan jumlah buah total. Waktu pemangkasan tunas air pada 21 HST memberikan hasil terbaik pada jumlah buah per tanaman, bobot buah per buah, bobot buah per hektar, dan jumlah total buah.
THE INFLUENCE OF STEM CUTTING TYPE AND IBA CONCENTRATION ON VEGETATIVE GROWTH OF BOUGAINVILLEA Herastuti, Heti; EK, Siwi Hardiastuti
Journal TECHNO Vol. 6 No. 1 (2020): November
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogayakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/journal techno.v6i1.4222

Abstract

Bougainvillea is one of the ornamental plants usually use for landscaping because of its colorful leaves and flowers. It is also used as a stabilizer and environmental preserver of pollution. This plant is propagated by cutting, however, there is a need to ensure easy growth of roots. Therefore, the purpose of this research was to determine the influence of stem cutting type and IBA concentration on vegetative growth of bougainvillea. The study was conducted in the experimental garden of the Faculty of Agriculture, UPN "Veteran” Yogyakarta, between October 2019 and January 2020 using a Randomized Completely Block Design (RCBD) with a factorial arrangement. The factors include the terminal, middle, and basal types of stem cutting while the IBA concentration was varied between 50, 100, 150 ppm and without IBA. The result showed 100 ppm IBA on the middle and basal type produced higher shoot number and shoot length of bougainvillea. The middle and basal type produced the best of percentage cutting to life, root number, length of longest root, and root volume. The giving IBA in cuttings produced the better root growth than without IBA.
GROWTH and YIELD RESPONSE of TOMATO (Lycopersicum esculentum Mill.) on VERMICOMPOST FERTILIZATION and WATER SHOOTS PRUNING Suwari, Nur Aulia; Setyaningrum, Tuti; Herastuti, Heti
Journal TECHNO Vol. 9 No. 1 (2023): Mei
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogayakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/journal techno.v9i1.10522

Abstract

Inorganic fertilizers used continuously in tomato cultivation cause soil degradation which will affect the growth and yield of tomato plants. Efforts to maintain soil fertility include applying organic fertilizers and reducing inorganic fertilizers, one of which is vermicompost. The aim of the study was to obtain the best treatment combination from the administration of various doses of vermicompost and the time of pruning water shoots. The research was conducted from July to October 2022 in Kalasan, Yogyakarta. The research method was a field experiment using a factorial Complete Randomized Block Design. Factor I was the dosage of vermicompost: 5 tons/ha, 10 tons/ha, 15 tons/ha, and 20 tons/ha. Factor II was the time of pruning water shoots: 20 days after planting (DAP), 35 DAP and 50 DAP. The results showed that vermicompost 20 tons/ha by pruning water shoots at 20 DAP gave the best results on the number and weight of fruit per plant. The treatment of vermicompost at 20 tons/ha gave the best results on plant height and stem diameter, as well as pruning water shoots at 20 DAP.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK WANITA TANI MELALUI INOVASI OLAHAN PRODUK UNGGULAN LOKAL DESA SALAMREJO KABUPATEN KULON PROGO Senjawati, Nanik Dara; Herastuti, Heti; Pratiwi, Liana Fatma Leslie
Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2022): Mei
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/dlppm.v3i1.6221

Abstract

One of the ways to empower rural communities is to empower women farmer groups. One of the program activities in the women farmer group is the processing of agricultural commodities. The activity of processing agricultural commodities into a food product (off farm) can provide added value to the product and can make the product to be superior product. Limited knowledge related to product processing is a problem that can be overcome through community empowerment programs. The purpose of this activity is that women farmer groups in every hamlet in Salamrejo Village, Kulon Progo Regency can utilize superior commodities in their area into processed food products that have added value. The method used in this activity is counseling (edu-agriculture) and direct training practices on the manufacture of processed foods made from corn. The results of the activities obtained are in the form of increasing the knowledge of members of the women's farmer group regarding how to process food made from corn commodities so that they are cost-efficient and have a high selling price and can practice food processing made from corn commodities independently in groups.
LIFE-SKILL PEMANFAATAN PEKARANGAN DENGAN HIDROPONIK PADA SISWA-SISWA MADRASAH ALIYAH MADANIA BANTUL Herastuti, Heti; Setyaningrum, Tuti; Al Rosyid, Ali Hasyim
Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2022): Mei
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/dlppm.v3i1.7118

Abstract

Hydroponics is the cultivation of plants using water or without the use of soil. Hydroponics is one of the limited land acquisitions. Hydroponics development can be done at Madrasah Aliyah Madania Bantul, but it requires special skills for students who take extracurricular agriculture and livestock. The problem is limited land at the location of Madrasah Aliyah Madania Bantul. Land has not been utilized, hydroponic cultivation has not been implemented to the fullest, and students' knowledge and skills are still limited about hydroponics. The methods used are lectures, discussions, training, practice and mentoring. The implementation of activities at the location of Madrasah Aliyah Madania Bantul school at Pondok Pesantren Modern Yatim and Dhuafa Madania Jl Gedongkuning Gang Nakula No. 165 Banguntapan Bantul. The activity began in June 2021, the number of participants was 15 people. The result of community service that madrasah madania bantul students already have life skills about hydroponics indicated by results before and after training improved. Utilization of the yard in Madrasah Aliyah Madania Bantul already uses hydroponics with various models of hydroponic systems and it has produced hydroponic products.
PENGARUH APLIKASI BENZYL AMINO PURIN (BAP) DAN PUPUK BOKASHI KOTORAN AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN EDAMAME Putri, Virga Aulia Nasikhah; Herastuti, Heti; Sasmita, Ellen Rosyelina
Jurnal Agrivet Vol 29 No 2 (2023): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v29i2.10740

Abstract

Edamame merupakan kedelai hijau yang memiliki biji lebih besar dan rasa lebih manis. Kebutuhan kedelai edamame meningkat setiap tahunnya. Meskipun demikian, besarnya permintaan tidak sebanding dengan produktivitas kedelai edamame sehingga memerlukan upaya meningkatkan produksinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi terbaik dari pemberian konsentrasi Benzyl Amino Purin (BAP) dan dosis pupuk bokashi kotoran ayam terhadap pertumbuhan dan hasil edamame. Rancangan penelitian yang digunakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) diulang tiga kali dengan faktor pertama yaitu konsentrasi Benzyl Amino Purin (BAP) menggunakan 3 aras yaitu 10 ppm, 20 ppm, 30 ppm dan faktor kedua yaitu dosis pupuk bokashi kotoran ayam 7,5 ton/ha, 10 ton/ha, 12,5 ton/ha. Dalam 1 unit percobaan terdapat 10 tanaman dan kontrol sehingga diperoleh 300 tanaman percobaan. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi antar perlakuan konsentrasi Benzyl Amino Purin (BAP) dan dosis pupuk bokashi kotoran ayam pada parameter bobot biji dan hasil dalam 1 hektar. Sehingga hasil penelitian menunjukkan pada perlakuan konsentrasi Benzyl Amino Purin (BAP) 20 ppm memberikan hasil terbaik pada parameter waktu muncul bunga, luas daun 42 HST, dan bobot polong. Perlakuan dosis pupuk bokashi kotoran ayam 10 ton/ha memberikan hasil tebaik pada parameter tinggi tanaman 14 HST, jumlah cabang primer 28 dan 42 HST, dan waktu muncul bunga.