Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

DIALOG NUSANTARA: TERBANG DENGAN LAPANG MENUJU IBUKOTA : Studi Kasus : Perancangan Interior Bandar Udara Halim Perdanakusuma Utami, Yuni; Puspita Giri, Kadek Risna; Sri Wahyuni Trisna, Ni Made; Adelia Meysa Putri, Ni Luh Made
Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Desain Sains Arsitektur (DeSciArs) Juni
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/dsa.v4i1.9270

Abstract

Artikel ini membahas pertimbangan dalam merancang ruang publik di tengah laju mobilisasi yang tinggi di Jakarta, kota metropolitan Indonesia yang menjadi pusat industri dan administrasi negara. Fokus penelitian ditujukan pada Bandar Udara Halim Perdanakusuma, yang saat ini kehilangan keberadaannya padahal memiliki sejarah yang panjang sejak era kolonial. Penelitian ini bertujuan untuk merenovasi dan memperbarui bandar udara tersebut, dengan melahirkan desain bangunan yang memiliki makna, nilai guna dan budaya. Konsep desain, yang disebut "Dialog Nusantara; Terbang Dengan Lapang Menuju Ibukota”, mencerminkan pesona keindahan Indonesia dan dituangkan melalui retorika ruang dengan pendekatan partisipatif, ekologi, dan tata ruang spasial. Penelitian ini mendalaminya melalui studi analogi, esensi, dan variasi historis dari Halim Perdanakusuma, menyampaikan konsep Indonesia sebagai Nusantara, sebuah ruang untuk semua.
Strategi Perancangan Arsitektur dan Interior dalam Penataan Hutan Wisata Berbasis Potensi dan Budaya Lokal untuk Pariwisata Berkelanjutan di Desa Abang Baturiti I Made Satria Wira; Ni Made Emmi Nutrisia Dewi; Kadek Risna Puspita Giri
Waca Cipta Ruang Vol. 11 No. 2 (2025): Waca Cipta Ruang : Jurnal Ilmiah Desain Interior
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/wcr.v11i2.15835

Abstract

Desa Abang di Kabupaten Tabanan memiliki keragaman potensi alam dan budaya lokal yang signifikan, meliputi kawasan hutan pinus, kontur topografi yang dinamis, mata air alami, serta praktik sosial-budaya yang hidup di tengah masyarakat. Potensi alam ini menjadi landasan bagi pengembangan hutan wisata yang berbasis ekowisata dan kearifan lokal. Namun, dalam implementasinya, kawasan ini menghadapi sejumlah permasalahan tata ruang, seperti zonasi yang tidak terstruktur, jalur sirkulasi yang kurang terarah, ketiadaan sistem penanda ruang, serta belum adanya strategi desain interior yang mendukung kenyamanan dan fungsionalitas ruang luar. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi desain interior dan zonasi ruang yang mampu merespon permasalahan tersebut melalui pendekatan deskriptif-kualitatif dengan mengintegrasikan konsep Tri Hita Karana. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengelompokan zona ruang berdasarkan aktivitas dan kebutuhan pengunjung menjadi dasar dalam menciptakan tata ruang yang efisien dan adaptif. Strategi interior difokuskan pada peningkatan kenyamanan ruang terbuka melalui integrasi pencahayaan alami, sirkulasi udara silang, serta pemilihan material dan elemen visual yang merepresentasikan identitas budaya setempat. Dengan mengadopsi prinsip arsitektur ekologis dan filosofi penataan ruang tradisional Bali yang berlandaskan Tri Hita Karana. Strategi desain interior dan zonasi ruang ini berkontribusi dalam menciptakan pengalaman ruang yang nyaman, kontekstual, dan edukatif, sekaligus memperkuat fungsi hutan wisata sebagai ruang rekreatif dan berkelanjutan di Desa Abang. Kata Kunci:, Budaya lokal, desain interior, hutan wisata, pariwisata berkelanjutan, tri hita karana, zonasi ruang
Strategi desain pasif pada interior kafe tropis berkelanjutan di Denpasar: Studi multi-kasus dan framework integratif Dion Eko Prihandono; Kadek Risna Puspita Giri; Ni Nyoman Sri Rahayu
Jurnal Desain Vol 13 No 4 (2026): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v13i4.3889

Abstract

Pertumbuhan kafe tropis yang pesat di Kota Denpasar menuntut ruang interior yang nyaman secara termal, hemat energi, dan responsif terhadap iklim setempat, tetapi strategi desain pasif pada skala interior kafe belum banyak dikaji secara sistematis. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan strategi desain pasif pada interior kafe tropis berkelanjutan di Kota Denpasar melalui pendekatan multi-case study. Metode kualitatif deskriptif digunakan melalui observasi lapangan, dokumentasi visual, dan studi literatur terhadap tujuh kafe yang dipilih secara purposive sampling dari sekitar lima puluh kafe yang teridentifikasi memiliki karakter desain tropis dan penerapan strategi pasif. Analisis difokuskan pada empat variabel utama, yaitu ventilasi alami, pencahayaan alami, pengendalian panas (shading), dan integrasi vegetasi, menggunakan cross-case analysis untuk mengidentifikasi pola, kesamaan, dan perbedaan penerapannya pada setiap objek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pasif dominan diterapkan melalui ventilasi silang, ruang semi-terbuka, optimalisasi daylighting, secondary skin, serta vegetasi sebagai passive cooling. Keberhasilan desain pasif tampak ditentukan bukan oleh satu elemen tunggal, melainkan oleh tingkat integrasi antarstrategi dalam satu sistem ruang yang responsif terhadap iklim tropis, yang secara konseptual berpotensi mendukung kenyamanan termal, kualitas visual, efisiensi energi, dan pengalaman ruang yang lebih baik meskipun hal ini belum diverifikasi melalui pengukuran langsung. Penelitian ini menghasilkan kontribusi konseptual berupa framework integratif strategi desain pasif bagi pengembangan interior kafe tropis berkelanjutan.