Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Analisis Implementasi Akad Murabahah di KSPPS BMT Amanah Ummah Berdasarkan Fatwa DSN dan KHES Istiana, Muflihah; Yahya, Ismail
Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Hukum Ekonomi Syariah
Publisher : STAI Al-Musaddadiyah Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37968/jhesy.v4i1.1290

Abstract

This study discusses the implementation of the Murabahah contract in the financing process and the resolution of issues such as non-performing financing and defaults at KSPPS BMT Amanah Ummah. This research employs a qualitative method with a descriptive approach. Data were obtained from primary sources such as observations and interviews, as well as secondary sources including BMT AUM archives, literature studies, and information from social media. Data analysis was conducted using observation and documentation techniques. The research findings indicate that the implementation of the Murabahah contract at BMT Amanah Ummah complies with the provisions of the Sharia Economic Law Compilation (KHES) articles 116–133 and DSN MUI Fatwa No.04/DSN-MUI/IV/2000 on Murabahah, particularly in aspects of financing, installment payments, the resolution of non-performing loans, and the provision of collateral goods. This implementation reflects BMT Amanah Ummah’s commitment to upholding sharia principles in an orderly and professional manner. Furthermore, the resolution mechanism for problematic financing is carried out through deliberative approaches and refers to Islamic economic law provisions. This study also emphasizes the importance of DSN MUI fatwas and KHES as operational guidelines for Islamic financial institutions. The findings are expected to serve as a practical reference for other Islamic cooperatives in managing Murabahah contracts. Thus, the integration of sharia regulations in financial practices can be increasingly optimal and sustainable. Keywords: Murabahah Contract, KSPPS, BMT Amanah Ummah, DSN MUI Fatwa, KHES (Compilation of Sharia Economic Law)
TANTANGAN, KENDALA, DAN KESIAPAN PEMASARAN ONLINE UMKM DI DESA NGLEBAK, KECAMATAN TAWANGMANGU, KABUPATEN SUKOHARJO Rokhmah, Betty Eliya; Yahya, Ismail
Filantropi : Jurnal Manajemen Zakat dan Wakaf Vol. 1 No. 1 (2020): Filantropi
Publisher : Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.682 KB) | DOI: 10.22515/finalmazawa.v1i1.2363

Abstract

Abstract Nglebak Village is one of the Villages in Sukoharjo Regency which has the potential to be used as a model for SME centers because this village has many entrepreneurs and artisans in it. To achieve this goal SMEs must be prepared to meet broader marketing. Analysis is needed related to the challenges, obstacles, and how the readiness of the MSMEs in marketing, especially online marketing. SMEs readiness in conducting online marketing signifies the readiness of SMEs to serve consumers with wider reach and greater numbers. From the analysis conducted, it is known that the challenges faced by the Nglebak Village SMEs are competition from within and outside the country, the constraints are in terms of capital and lack of marketing knowledge. If these challenges and obstacles cannot be overcome, Nglebak Village SMEs can be said to be not ready to implement online marketing and serve consumers with a wide reach. Abstrak Desa Nglebak merupakan salah satu Desa di Kabupaten Sukoharjo yang memiliki potensi untuk dijadikan model sentra UMKM dikarenakan Desa ini mempunyai banyak pengusaha dan pengrajin didalamnya. Untuk mencapai tujuan ini UMKM harus siap untuk memenuhi pemasaran yang lebih luas. Dibutuhkan analisis terkait dengan tantangan, kendala, dan bagaimana kesiapan dari UMKM tersebut dalam melakukan pemasaran terutama pemasaran online. Kesiapan UMKM dalam melakukan pemasaran online menandakan kesiapan UMKM untuk melayani konsumen dengan jangkauan lebih luas dan jumlah yang lebih banyak. Dari analisis yang dilakukan diketahui bahwa tantangan yang dihadapi oleh UMKM Desa Nglebak adalah persaingan dari dalam maupun luar negeri, kendalanya adalah dari segi modal dan pengetahuan tentang pemasaran yang masih kurang. Apabila tantangan dan kendala tersebut tidak bisa diatasi maka UMKM Desa Nglebak dapat dikatakan belum siap untuk menerapkan pemasaran online dan melayani konsumen dengan jangkauan luas.
PKM Peningkatan Kompetensi Digital melalui Pelatihan Website di Pondok Pesantren Nurul Wahid al Wahyuni Abdul Karim; Ismail Yahya; Muhammad Lukman; Syaiful Islam
SINAR: Sinergi Pengabdian dan Inovasi untuk Masyarakat Vol 1 No 02 (2025): April
Publisher : CV. Laskar Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang Lingkup Penelitian ini mencakup peningkatan kompetensi digital santri di Pondok Pesantren Nurul Wahid al Wahyuni melalui pelatihan pembuatan website. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan keterampilan teknologi informasi yang relevan dengan kebutuhan zaman. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membekali para santri dengan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam pembuatan website, sehingga mereka dapat lebih mandiri dan mampu bersaing di era digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan pelatihan partisipatif, yang terdiri dari sesi teori dan praktik secara langsung menggunakan platform CMS (Content Management System) seperti WordPress. Pelatihan dilaksanakan selama beberapa sesi dengan materi yang disesuaikan dengan tingkat pemahaman peserta. Hasil Penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep dasar pengembangan website serta kemampuan dalam membuat dan mengelola website sederhana. Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi dan motivasi untuk terus belajar teknologi digital. Kesimpulan, pelatihan ini berhasil meningkatkan kompetensi digital para santri di bidang pembuatan website. Program semacam ini sangat bermanfaat dan dapat menjadi model untuk diterapkan di pondok pesantren lain guna mendukung literasi digital di lingkungan pendidikan berbasis keagamaan
Hybrid Contract Analysis On Sharia Safe Deposit Box Service Products Wahyuningrum, Eka; Yahya, Ismail
Jurnal Al-Hakim: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, Studi Syariah, Hukum dan Filantropi Vol. 5, No. 1 May 2023
Publisher : Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/jurnalalhakim.v5i1.7008

Abstract

This study aims to determine the hybrid contract for sharia safe deposit box service products at Bank Bukopin Syariah Solo Branch Office. This research is a type of qualitative research that is a field case study. The research approach method used in this study is qualitative method. Qualitative research methods are research methods that use methods, steps, and procedures that involve more data and information obtained through resource persons as subjects who can devote answers to get a general picture of a matter under study. Data collection techniques are obtained by observation, interviews, and documentation. Based on the results of the study, it was concluded that Bank Bukopin Syariah Solo applies ijarah contract as the main contract in safe deposit box service products. In addition to ijarah contracts, there are other contracts that are used as supporting contracts. Hybrid contracts contained in safe deposit box rental are ijarah, rahn, wadi'ah yad amanah and wakalah.  
Manual Kepemimpinan dalam Naskah Sirāj al-Mulūk dan Serat Wulang Dalem: Perspektif al-Ṭurṭūshī dan Pakubuwono IX * Yahya, Ismail
Manuskripta Vol 6 No 1 (2016): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v6i1.59

Abstract

Genre ”Mirror for Princes” -with its various terms- enlivened the Islamic literature, not only develop in Islamic centers in the Middle East, but also in other regions of the Islamic world, including Indonesia, more specifically Surakarta. One of the masterpieces of such a genre was Sirāj al-Mulūk by al-Ṭurṭūshī. The purposes of this study are to understand the background of the emergence of Sirāj al-Mulūk, to describe al-Ṭurṭūshī’s thoughts relating to leadership ethics, and try to relate it to Wulang Dalem, a work attributed to the Surakarta king of Pakubuwono IX. The findings of this study are: 1) socio-political contexts in the form of rebellion, disharmonious relationships between the government administration that occurred at the time of al-Ṭurṭūshī became the reason composing Sirāj al-Mulūk, 2) al-Ṭurṭūshī showed how politics and morality in Islam can not be separated, both are an integral and complementary, 3) this preliminary study found no direct link between the work of al-Ṭurṭūshī and PB IX, although found little common ground. === Genre ”Mirror for Princes” -dengan beragam istilah lainnya-menghiasi literatur-literatur Keislaman, tidak saja berkembang di pusat-pusat Islam di Timur Tengah, namun juga hingga ke kawasan lain dunia Islam, termasuk Nusantara, lebih spesifik lagi Surakarta. Salah satu karya dari genre tersebut adalah Sirāj al-Mulūk karya al-Ṭurṭūshī. Tujuan penelitian ini untuk memahami latar belakang kemunculan Sirāj al-Mulūk, mendeskripsikan pemikiran al-Ṭurṭūshī terkait etika kepemimpinan atau pemerintahan, dan mencoba menghubungkannya dengan karya raja Surakarta Pakubuwono IX, Wulang Dalem. Adapun yang menjadi temuan penelitian ini: 1) konteks sosial-politik berupa pemberotakan, ketidakharmonisan hubungan antar penyelenggara pemerintahan yang terjadi pada masa al-Ṭurṭūshī menjadi alasan menulis Sirāj al-Mulūk, 2) Pemikiran al-Ṭurṭūshī di dalam Sirāj al-Mulūk menunjukkan bagaimana politik dan moral di dalam Islam tidak dapat dipisahkan, keduanya merupakan satu kesatuan yang saling melengkapi, 3) dalam studi awal ini tidak ditemukan kaitan langsung antara karya al-Ṭurṭūshī dengan PB IX, walaupun ditemukan sedikit kesamaan gagasan.
Teks Fiqh dalam Bahasa Lokal Nusantara: Studi Penerjemahan Manuskrip Masā’il al-Ta’līm Ke dalam Pegon Abad XVII Yahya, Ismail; Hasan, Moh. Abdul Kholiq; Farkhan, Farkhan
Manuskripta Vol 9 No 1 (2019): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v9i1.106

Abstract

This research aims to reveal and explain the use of Pegon script in the translation of the manuscript of Masā'il al-Ta'līm, one of the popular books of fiqh in Javanese pesantren. This article is the result of qualitative descriptive research using philology research methods by utilizing manuscripts, books, research results, internet sites, and journals to examine matters relating to the development of Pegon characters in the 17th century AD contained in the manuscript of Masā'il al-Ta'līm. The findings of this study: 1) in terms of age, it can be proved that this manuscript was written in the 17th century based on the numbers and letters in the calendar in the manuscript which implies that the Pegon text in the text Masā'il at-Ta'līm is a form The oldest Pegon that can still be found, 2) the shape of the Pegon letter in the 17th century there is no striking difference with the writing of Pegon today even though it only looks a little different. === Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan menjelaskan penggunaan aksara Pegon dalam penerjemahan naskah Masā’il al-Ta’līm salah satu kitab fiqh yang populer di pesantren Jawa. Artikel ini merupakan hasil penelitian deskriptif kualitatif menggunakan metode penelitian filologi dengan memanfaatkan manuskrip, buku-buku, hasil penelitian, situs-situs internet, dan jurnal untuk menelaah hal-hal yang berkaitan dengan perkembangan aksara Pegon pada abad ke-17 M yang termuat di dalam naskah Masā’il al-Ta’līm. Temuan penelitian ini: 1) dari segi usia, bisa dibuktikan bahwa naskah ini ditulis abad ke-17 M berdasarkan angka dan huruf di dalam penanggalan di dalam naskah yang berimplikasi bahwa teks Pegon di dalam naskah Masā’il at-Ta’līm ini merupakan bentuk Pegon yang paling tua yang masih bisa ditemukan, 2) bentuk huruf Pegon pada abad ke-17 tidak terdapat perbedaan yang mencolok dengan penulisan Pegon dewasa ini walaupun hanya terlihat sedikit perbedaan.