Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PELATIHAN PEMBUATAN KOMPOS DI DESA SEBERANG TALUK KECAMATAN KUANTAN TENGAH KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Deno Okalia; Elfi Indrawanis; Tri Nopsagiarti; Wahyudi Wahyudi; Chairil Ezward; A Haitami; Seprido Seprido; Pebra Heriansyah; Gusti Marlina; Desta Andriani
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 1 (2022): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Juni 2022
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v2i1.2236

Abstract

Salah satu Desa yang berada Kuantan tengah yang memiliki potensi dikembangkan disegala aspek selain letaknya strategis adalah Desa Seberang Taluk. Kegiatan desa Seberang taluk di tahun 2021 dikembangkan kearah pemberdayaan dan peningkatan produktifitas pemuda Desa dalam berwira usaha pertanian dimasa pandemi covid 19. Salah satunya meningkatkan keahlian pemuda dalam pembuatan pupuk organik agar bisa menjadi sumber penghasilan bagi penduduk. Masyarakat seberang Taluk umumnya memiliki mata pencaharian sebagai peternak sapi dan petani yang tentunya dapat diintegrasikan, dimana kotoran ternak yang banyak dihasilkan dapat dibuat pupuk kompos dan dapat dimanfatkan dalam budidaya tanaman. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini adalah dengan memberikan penyuluhan, pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat Desa seberang taluk. Memberikan pelatihan pembuatan kompos sehingga dapat diusahakan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Hasil kegiatan monev PKM ini dapat disimpulkan bahwa pemuda Seberang taluk sudah dapat membuat kompos sendiri namun belum skala industri. Semua respon 100% menginginkan pelatihan dan pendampingan lanjutan untuk pembuatan kompos dalam rangka meningktakan nilai tambah limbah kotoran ternak dan meningkatkan perekonomian desa dengan dihasilkannya produk pupuk kompos yang bisa diperjual belikan.
PELATIHAN PENGOLAHAN MINYAK GORENG BERBAHAN BAKU KELAPA PADA KELOMPK IBU PKK DESA PULAU BUSUK KECAMATAN INUMAN Tri Nopsagiarti; Elfi Indrawanis; Wahyudi Wahyudi; Deno Okalia; Chairil Ezward; A Haitami; Seprido Seprido; Pebra Heriansyah; Gusti Marlina; Desta Andriani
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 2 (2022): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2022
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v2i2.2739

Abstract

Minyak goreng merupakan kebutuhan pokok manusia sebagai bahan dalam pengolahan berbagai jenis makanan. Memasuki Februari 2022 terjadi fenomena dikalangan ibu rumah tangga yang mengeluhkan tingginya harga minyak goreng, tidak hanya harganya yang tinggi namun juga semakin sulitnya untuk didapat dipasaran. Mencermati hal tersebut maka diperlukan solusi lain untuk mengatasi kelangkaan minyak sehingga kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi, salah satunya dengan mengganti minyak goreng berbahan sawit dengan minyak berbahan baku kelapa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) dilaksanakan di Desa pulau Busuk Kecamatan Inuman, Kabupaten Kuantan Singingi. Waktu pelaksanaan PkM dari bulan Juni hingga Agustus 2022. Kegiatan terdiri dari survei lokasi, kegiatan penyuluhan dan pelatihan, dan pada akhir kegiatan akan dilaksanakan monitoring dan keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh peserta (100%) sangat antusias dalam mengikuti kegiatan penyuluhan, Hasil kegiatan pelatihan pengolahan minyak kelapa yang dilakuan kepada ibu PKK menunjukkan bahwa teknologi pengolahan sederhana minyak kelapa dapat diterima dengan mudah oleh peserta (92%). Semua peserta membutuhkan pelatihan pengolahan minyak (100%), sebanyak 100% peserta setelah pelatihan memahami cara pengolahan minyak kelapa dengan teknologi sederhana.
PENERAPAN TEKNOLOGI BENIH DAN MANAJEMEN PEMUPUKAN PADA PEMBIBITAN TANAMAN KELAPA SAWIT DI DESA KINALI: PKM Chairil Ezward; A Haitami; Desta Andriani; Seprido Seprido; Elfi Indrawanis; Tri Nopsagiarti; Wahyudi Wahyudi; Gusti Marlina; Pebra Heriansyah; Budi Santoso
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 1 (2025): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Juni 2025
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v5i1.4363

Abstract

Masyarakat Desa Kinali saat ini mulai melakukan budidaya tanaman kelapa sawit. Karena dengan menanam kelapa sawit dapat membantu perekonomian masyarakat. Diketahui masyarakat ada yang menanam kelapa sawit disekitar pekarangan rumah maupun dilahan yang luasnya rata-rata 2 hektar. Diketahui juga terdapat masyarakat yang membuat pembibitan sendiri dan ada juga yang membeli bibit di PT. Udaya Lohjinawi. Namun masih terdapat masyarakat yang belum paham tentang bibit yang berasal dari biji sapuan dan varietas unggul bersertifikat. Sehingga masyarakat masih membibitkan kelapa sawit menggunakan biji sapuan. Oleh karena hal tersebut, perlu diberikan penyuluhan dan pelatihan kepada masyarakat mengenai teknologi pembenihan dan manajemen pemupukan di pembibitan kelapa sawit. Metode yang digunakan yaitu identifikasi masalah dengan cara berdialog, kemudian memberikan penyuluhan dan pelatihan teknologi pembenihan dan manajemen pemupukan pada pembibitan. Tingkat kepuasan diukur dengan cara menyebarkan kuisioner. Hasil dari kegiatan PkM, masyarakat puas (91,67%) dengan penyuluhan dan pelatihan teknologi pembenihan dan manajemen pemupukan pada pembibitan tanaman kelapa sawit. Kegiatan ini penting untuk dilakukan agar masyarakat dapat merubah pola pikir dan pemberdayaan kepada masyarakat terhadap pemilihan benih, kecambah maupun bibit untuk tanaman kelapa sawit yang akan ditanam oleh masyarakat.
Thiamine and Foliar Hyponex Improve Acclimatization of Coelogyne rochusseni Plantlets in an NFT System Elfi Indrawanis; Pebra Heriansyah
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v9i1.2537

Abstract

The Coelogyne rochusseni orchid, an endemic orchid from the island of Sumatra, has beauty and potential for development. The purpose of this research is to explain the physiological mechanisms in increasing the growth and adaptation of orchid plants at the acclimatization stage using the NFT hydroponic system by spraying thiamine and hyponex fertilizer. The design used in this study was a factorial complete randomized design (CRD) consisting of two factors, spraying thiamine and hyponex fertilizer, each treatment consisting of 4 treatment levels, thiamine 0, 1, 2, 3 mg L-1 and hyponex 0,1, 2, 3 mg L-1. 48 total plantlets analyzed and 3 replicates.  The results of the research on acclimatization of the Coelogyne rachusseni orchid plantlets can be concluded that spraying thyamin and hyponex fertilizer as a single factor significantly affected all growth parameters, plant height (cm), leaf length (cm), number of roots (n),percentage of plantlets life (%) with an optimal concentration of 2 mg L-1 and in terms of interaction factors significantly affected the parameter of Percentage of live plantlets with an optimal concentration being a combination of 2 mg L-1 thiamine and mg L-1 hyponex.
EMPOWERMENT OF PKK WOMEN IN MUARO SENTAJO VILLAGE THROUGH ORCHID CULTIVATION COMMERCIALIZATION AND DIGITAL MARKETING TRAINING Pebra Heriansyah; Seprido Seprido; Helpi Nopriandi; Wiko Susandy Edika Putra; Puti Annisa Ilhasana
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 3 No. 3 (2026): Vol. 03 No. 3 Edisi Juli 2026
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v3i3.3066

Abstract

Muaro Sentajo possesses the potential to be developed as a production hub for native orchid species due to its location within the natural habitat of orchid species in Kuantan Singingi Regency, directly bordering the Sentajo Raya protected forest. Furthermore, the village has an underutilized female labor potential, organized within the Family Welfare Movement (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga / PKK) as the foundational collective for rural women in Muaro Sentajo. This initiative aims to provide knowledge on native orchid species, cultivation techniques, integrated systems with stingless bees (kelulut), and digital marketing. The program implemented a Participatory Action Research (PAR) approach, consisting of asset mapping, practical cultivation workshops, e-commerce platform development, and four months of intensive mentoring. This empowerment program successfully established an active orchid breeding group managing more than 15 native orchid species. Additionally, 83.66% of the participants demonstrated proficiency in operating digital marketing channels (Instagram and Shopee), resulting in the first independent commercial sales of local orchid products. The integration of local ecological assets with modern digital marketing proved effective in enhancing the economic independence of rural women and promoting sustainable community development.
EDUKASI DAN PELATIHAN PEMBUATAN MOL SEBAGAI BIOAKTIVATOR DALAM PEMBUATAN PUPUK ORGANIK PADA KELOMPOK TANI SUKA MAJU DESA BANJAR NAN TIGO KECAMATAN INUMAN Tri Nopsagiarti; Desta Andriani; Pebra Heriansyah; Chairil Ezward; A. Haitami; Elfi Indrawanis; Seprido Seprido; Wahyudi Wahyudi; Gusti Marlina; Gusparia Gusparia
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 8 (2026): MARTABE : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i8.%p

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat di kelompok tani Suka maju desa Banjar Nantigo Kecamatan Inuman adalah untuk melakukan edukasi dan pelatihan pembuatan MOL sebagai bioaktivator pembuatan kompos, serta pengelolaan limbah organik. Kegiatan dilaksanakan dengan beberapa tahapan yaitu: sosialisasi, penyuluhan, pelatihan, pendampingan, evaluasi dan keberlajutan program. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah sebanyak 62,5% petani memiliki pengetahuan dan keterampilan dengan kategori rendah dalam pengelolaan sampah organik, sebanyak 30% masuk kategori sedang dan 7,5% dengan kategori rendah. Terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani setelah dilakukannnya pelatihan, dimana sebanyak  90% peserta pelatihan sangat paham dengan materi yang diberikan, dan 10% dengan kriteria paham. Hasil evaluasi materi dan instruktur diperoleh angka 85% dengan kategori sangat sesuai, dan 15% dengan kriteria sesuai.