Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PELATIHAN SELEKSI BIBIT KELAPA SAWIT(Elaeis guineensis Jacq) MAIN NURSERY DI DESA KINALI KECAMATAN KUANTAN MUDIK Wahyudi; Elfi Indrawanis; Tri Nopsagiarti; Chairil Ezward; Pebra Heriansyah; A.Haitami; Desta Andriani; Seprido; Gusti Marlina
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 2 (2025): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2025
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v5i2.4362

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan produsen minyak sawit terbesar di dunia, yang telah menyumbang setengah dari produksi minyak sawit mentah dunia. Kualitas minyak kelapa sawit yang dihasilkan sangat berpengaruh terhadap bibit kelapa sawit yang ditanam. Untuk memperoleh tanaman yang memiliki sifat tertentu dapat diperoleh dilakukan dengan cara menyeleksi tanaman pada fase pembibitan. Seleksi bibit yang dilakukan bertujuan untuk memperoleh bibit yang memang layak untuk ditanam dilapangan. Adapun permasalah dilapangan yang saat ini terjadi di Desa Kinali adalah masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwasannya penggunaan bibit unggul yang terseleksi itu tidak penting. Adapun tujuan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan di Desa Kinali ini adalah untuk merubah polah pikir masyarakat bahwasannya dalam hal penggunaan bibit unggul terseleksi itu sangat penting untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman kelapa sawit. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat tidak hanya sekadar melakukan penyuluhan dan pelatihan, namun juga memiliki tujuan, yaitu pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan masyarakat dilakukan agar masyarakat mendapatkan pengetahuan dan wawasan tentang pemilihan bibit yang layak tanam dilapangan. Dari penyampaian tersebut, kemudian terjadi perubahan pola pikir dan perilaku masyarakat terhadap proses seleksi bibit yang akan ditanam pada lahan masyarakat. Kegiatan PkM Program Studi Agroteknologi UNIKS yang berkolaborasi dengan PT Udaya Lohjinawi memperoleh nilai kepuasan dari masyarakat sebesar 82,44%. Selama mengikuti kegiatan masyarakat menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi.
PENERAPAN TEKNOLOGI BENIH DAN MANAJEMEN PEMUPUKAN PADA PEMBIBITAN TANAMAN KELAPA SAWIT DI DESA KINALI: PKM Ezward, Chairil; Haitami, A; Andriani, Desta; Seprido, Seprido; Indrawanis, Elfi; Nopsagiarti, Tri; Wahyudi, Wahyudi; Marlina, Gusti; Heriansyah, Pebra; Santoso, Budi
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 1 (2025): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Juni 2025
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v5i1.4363

Abstract

Masyarakat Desa Kinali saat ini mulai melakukan budidaya tanaman kelapa sawit. Karena dengan menanam kelapa sawit dapat membantu perekonomian masyarakat. Diketahui masyarakat ada yang menanam kelapa sawit disekitar pekarangan rumah maupun dilahan yang luasnya rata-rata 2 hektar. Diketahui juga terdapat masyarakat yang membuat pembibitan sendiri dan ada juga yang membeli bibit di PT. Udaya Lohjinawi. Namun masih terdapat masyarakat yang belum paham tentang bibit yang berasal dari biji sapuan dan varietas unggul bersertifikat. Sehingga masyarakat masih membibitkan kelapa sawit menggunakan biji sapuan. Oleh karena hal tersebut, perlu diberikan penyuluhan dan pelatihan kepada masyarakat mengenai teknologi pembenihan dan manajemen pemupukan di pembibitan kelapa sawit. Metode yang digunakan yaitu identifikasi masalah dengan cara berdialog, kemudian memberikan penyuluhan dan pelatihan teknologi pembenihan dan manajemen pemupukan pada pembibitan. Tingkat kepuasan diukur dengan cara menyebarkan kuisioner. Hasil dari kegiatan PkM, masyarakat puas (91,67%) dengan penyuluhan dan pelatihan teknologi pembenihan dan manajemen pemupukan pada pembibitan tanaman kelapa sawit. Kegiatan ini penting untuk dilakukan agar masyarakat dapat merubah pola pikir dan pemberdayaan kepada masyarakat terhadap pemilihan benih, kecambah maupun bibit untuk tanaman kelapa sawit yang akan ditanam oleh masyarakat.
Optimization of Black Orchid (Coelogyne pandurata Lindl.) Extraction Using Simplex-Centroid Design for Total Phenolics, Flavonoids, and Antioxidants Heriansyah, Pebra; Liwanda, Novian; Nurcholis, Waras
Jurnal Jamu Indonesia Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Jamu Indonesia
Publisher : Tropical Biopharmaca Research Center, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jji.v11i1.457

Abstract

Coelogyne pandurata Lindl., a black orchid endemic to Kalimantan, contains valuable antioxidant compounds. This study optimized its extraction using a Simplex-Centroid Mixture Design with ethanol, methanol, and acetic acid as solvents. Responses evaluated were total phenolic content (TPC), total flavonoid content (TFC), and antioxidant capacity (DPPH). The highest TPC was obtained with 100% ethanol (2.52 mg GAE/g), TFC with equal parts of all solvents (6.41 mg QE/g), and antioxidant activity with 100% methanol (10.33 µmol TE/g). Ethanol yielded the optimal extraction condition, with verification values of 2.27 mg GAE/g (TPC), 3.42 mg QE/g (TFC), and 10.22 µmol TE/g (DPPH), and a desirability of 0.739. Although regression models were not statistically significant (p > 0.05), the results provide preliminary insights into solvent efficiency for extracting bioactive compounds. Further studies with expanded experimental designs and validation are required to enhance model accuracy and extraction reliability.
Thiamine and Foliar Hyponex Improve Acclimatization of Coelogyne rochusseni Plantlets in an NFT System Indrawanis, Elfi; Heriansyah, Pebra
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v9i1.2537

Abstract

The Coelogyne rochusseni orchid, an endemic orchid from the island of Sumatra, has beauty and potential for development. The purpose of this research is to explain the physiological mechanisms in increasing the growth and adaptation of orchid plants at the acclimatization stage using the NFT hydroponic system by spraying thiamine and hyponex fertilizer. The design used in this study was a factorial complete randomized design (CRD) consisting of two factors, spraying thiamine and hyponex fertilizer, each treatment consisting of 4 treatment levels, thiamine 0, 1, 2, 3 mg L-1 and hyponex 0,1, 2, 3 mg L-1. 48 total plantlets analyzed and 3 replicates.  The results of the research on acclimatization of the Coelogyne rachusseni orchid plantlets can be concluded that spraying thyamin and hyponex fertilizer as a single factor significantly affected all growth parameters, plant height (cm), leaf length (cm), number of roots (n),percentage of plantlets life (%) with an optimal concentration of 2 mg L-1 and in terms of interaction factors significantly affected the parameter of Percentage of live plantlets with an optimal concentration being a combination of 2 mg L-1 thiamine and mg L-1 hyponex.
Multiplication of Dendrobium Sp Orchid Somatic Embries Using In-Vitro Concentrations of MgSO4 and Myo-Inositol in Murashige and Skoog Media Jeni Santika; Elfi Indrawanis; Pebra Heriansyah
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 10 (2023): October
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i10.4425

Abstract

Dendrobium Sp orchid is one type of orchid that occupies the top position in ornamental plants. This study aims to determine the administration of various concentrations of magnesium sulfate (MgSO4) and Myo-inositol to Dendrobium Sp orchid explants on Murashige and Skoog media. The design used in this study was a factorial complete randomized design (CRD) consisting of 2 treatment levels (M= MgSO4 and Y= Myo-inositol) with 3 replications. Namely: M0 (without MgSO4), M1 (MgSO4 350 mg/l ), M2 (MgSO4 370 mg/l), M3 (MgSO4 390 mg/l), and Y0 (Without Myo-inositol), Y1 (Myo-inositol 50 mg/l), Y2 (Myo-inositol 100 mg/l) , Y3 (Myo-inositol 150 mg/l). Based on the results of the study, giving various concentrations of magnesium sulfate (MgSO4) alone had a significant effect on all observed parameters, where the best treatment was found in M3 with an average number of shoots 4.04, shoot height 1.08 cm, number of leaves 7.89 fruit, number of roots 6.64 fruit and root length 1.55 cm in Dendrobium Sp. For the treatment of various Myo-inositol concentrations, a single significant effect on all observed parameters, where the best treatment was found in Y3 with an average number of shoots 4.03, shoot height 1.25 cm, number of leaves 7.81, number of roots 4.96 and root length 1.48 in Dendrobium Sp. In interaction, the administration of MgSO4 and Myo-inisitol had a significant effect on all observation parameters, the best treatment was M3Y3 (390 mg/l MgSO4 and 150 mg/l MS Myo-inisitol) namely the number of shoots 4.33, the height of the shoots 1.68 cm, the number of leaves is 8.89, the number of roots is 7.22 cm and the root length is 2.02 cm.
PEMELIHARAAN TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) DI DESA SIBEROBAH KECAMATAN GUNUNG TOAR Wahyudi Wahyudi; Elfi Indrawanis; Tri Nopsagiarti; Deno Okalia; Chairil Ezward; A Haitami; Seprido Seprido; Pebra Heriansyah; Gusti Marlina; Desta Andriani
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 1 No. 2 (2021): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2021
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v1i2.1835

Abstract

Dalam perekonomian makroekonomi Indonesia, industri minyak sawit memiliki peran strategis, antara lain penghasil devisa terbesar, lokomotif perekonomian nasional. Salah satu kendala yang dihadapi para petani kelapa sawit di Desa Siberoba adalah perawatan yang kurang optimal termasuk didalampemupukan tanaman belum menghasilkan.Petani yang memiliki ilmu pengetahuan yang kurang memadai dalam perawatan tanaman kelapa sawit, seringkali tidak melakukan pertimbangan konsistensi dalam teknis perawatan.Keadaan ini menimbulkan berbagai mudarat yang pada akhirnya merugikan petani yang pada akhirnya berdampak kepada pendapatan petani.Adapun metode pengabdian yang dilakukan adalah memberikan penyuluhan dan pelatihan tentang teknik pemupukan tanaman belum menghasilkan.Mulai dari persiapan pemupukan sampai tanaman bisa siap dipupuk.Berdasarkan data penyebaran kuesioner dari dua variabel yang dinilai yaitu kemampuan komunikasi dari tim pengabdian dan pengetahuan petani. Penilaian yang tertinggi pada variabel kemampuan komunikasi tim pengabdian terdapat pada jawaban 4 (mampu) yaitu 76%, sedangkan untuk variabel pengetahuan petani jawaban yang paling tinggi terdapat pada jawaban 4 (dapat menjawab 3 jawaban) yaitu 40%.